Selasa, 9 Mei 2023 Pembacaan Alkitab; Yohanes 19-21 “SUDAH SELESAI” Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah Ia: “Sudah selesai.” Lalu Ia menundukkan kepalaNya dan menyerahkan nyawa-Nya (Yohanes 19:30) Setelah menderita dan disalibkan selama berjam-jam di kayu salib, Yesus akhirnya mengucapkan kata-kata terakhir-Nya yaitu, “Sudah selesai!” Lalu Tuhan Yesus menyerahkan nyawa-Nya kepada Bapa surgawi. Namun, apa arti dari kata-kata ini bagi kita hari ini? “Sudah selesai!” merupakan pengakuan bahwa Yesus telah melakukan segala yang diperlukan untuk memenuhi rencana keselamatan Allah bagi umat manusia. Dia telah menanggung dosa-dosa kita di kayu salib dan memberikan hidup-Nya sebagai tebusan bagi kita semua. Pada saat ini, Yesus telah menyelesaikan tugasnya sebagai Juruselamat manusia. Bagi kita, kata-kata “Sudah selesai!” harus menjadi pengingat bahwa kita tidak lagi harus hidup dalam kegelapan dosa dan penderitaan. Kristus telah membebaskan kita dari hukuman dosa. Pengorbanan Yesus Kristus di kayu salib telah membuat Kita dapat hidup dalam kemerdekaan dan sukacita. Hidup kita menjadi terlalu berharga dimata Tuhan sehingga Ia mau mati menggantikan kita. Selain itu, kata-kata “Sudah selesai!” harus juga menjadi panggilan bagi kita untuk mematuhi dan mengikuti Kristus dalam kehidupan kita sehari-hari. Kita harus mengakui bahwa Kristus telah menyelesaikan tugas-Nya dan membuka jalan bagi kita untuk hidup dalam kerajaan-Nya. Sebab itu, kita harus mempersembahkan hidup kita kepada-Nya dan mengabdikan diri kita sesuai rencana dan kehendak-Nya. Kita juga harus berani membayar harga untuk meresponi karya keselamatan yang dikerjakan Kristus, artinya sebagaimana Kristus telah berkorban untuk menyelamatkan kita, kita pun harus mau berkorban untuk jiwa-jiwa agar diselamatkan. Kita adalah rekan sekerja Allah untuk menjangkau jiwa-jiwa Pengorbanan Kristus membuat hidup kita mengalami kemerdekaan karena dosa kita telah diampuni.
Senin, 8 Mei 2023 Pembacaan Alkitab; Yohanes 16-18 HIDUP DIPIMPIN ROH Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran,Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran, sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri . . .” (Yohanes 16:13) Setelah mendengarkan kata-kata Yesus pada perjamuan terakhir, para murid merasa sangat takut dan bingung. Mereka menyadari bahwa Yesus akan pergi meninggalkan mereka, tetapi mereka tidak tahu alasan pastinya, kemana Dia akan pergi, atau berapa lama Dia akan pergi. Kehadiran Yesus begitu penting bagi mereka, dan kepergiannya membuat mereka merasa cemas dan ragu. Kecemasan mereka didasari karena mereka tidak mengerti janji yang Tuhan Yesus berikan kepada mereka. Sebelum kepergian-Nya, Tuhan Yesus berjanji akan memberikan Roh Kudus yang akan menuntun mereka kepada kebenaran. Sebagai orang yang percaya pada Tuhan Yesus, kita sering menyatakan bahwa kita telah menerima Roh Kudus dalam hidup kita. Namun, apakah kita memberikan kesempatan bagi Roh Kudus untuk bekerja dalam diri kita? Terkadang, meskipun kita mengaku bahwa Roh Kudus hadir dalam hidup kita, pada kenyataannya kita tidak memberikan ruang bagi-Nya untuk bekerja dan memimpin hidup kita. Hal ini membuat kita tidak bisa mengalami sepenuhnya bagaimana kehadiran Roh Kudus dapat memperbaharui, memperkuat, dan membawa transformasi dalam hidup kita. Roh Kudus berperan penting bagi kehidupan kita, yaitu untuk menuntun kita pada kebenaran. Artinya, tanpa Roh Kudus kita tidak akan pernah bisa mencapai kebenaran yang sempurna. Jika seseorang mengaku dipimpin Roh Kudus, namun hidupnya masih dipenuhi dengan ketidakbenaran, berarti dia belum memberi kesempatan bagi Roh Kudus untuk bekerja dalam hidupnya. Marilah kita mengambil komitmen untuk membiarkan Roh Kudus bekerja secara total dalam kehidupan kita, agar hidup kita memuliakan nama Tuhan. Keberhasilan dalam hidup terletak pada kesediaan kita untuk membiarkan Roh Kudus memimpin hidup kita kepada kebenaran.
Minggu, 7 Mei 2023 Pembacaan Alkitab; Yohanes 13 – 15 MELAYANI DENGAN KETELADANAN Jadi jikalau Aku membasuh kakimu, Aku yang adalah Tuhan dan Gurumu, maka kamu pun wajib saling membasuh kakimu; sebab Aku telah memberikan suatu teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat kepadamu. (Yohanes 13:14-15) Apa yang Yesus lakukan Bukan hanya soal pembasuhannya saja tapi soal hati dan teladan yang sudah Yesus tunjukan kepada para murid. Dari sikap Yesus, Ia memberikan 2 contoh untuk mereka, yaitu Pelayanan dan Keteladanan. Yesus Mengajarkan tentang kasih kepada murid-murid Nya, dan bertindak layaknya seorang hamba dengan membasuh kaki mereka. Ia mengajarkan kepada para murid tentang kerendahan hati dan melayani sesama dengan kemurnian, ketulusan dan kesungguhan hati. Melayani melalui sikap hidup yang menunjukkan kasih Allah melalui kita kepada orang lain. Sedangkan keteladanan adalah sikap hidup kita yang memuliakan Allah yang pantas untuk ditiru oleh orang lain. Hal inilah yang dirindukan Nya untuk kita lakukan di dalam kehidupan. Mari kita melayani Tuhan dengan sikap yang memuliakan Nya, Agar kita dapat Menjadi berkat buat banyak orang.
Sabtu, 06 Mei 2023 Pembacaan Alkitab; Yohanes 10 – 12 YESUS Gembala Yang Baik Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya siapa yang masuk ke dalam kandang domba dengan tidak melalui pintu, tetapi dengan memanjat tembok, ia adalah seorang pencuri dan seorang perampok; Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya; (Yohanes 10:1,11) Yesus sebagai gembala yang sejati, Dia memimpin umat-Nya dengan Kasih. Selain gembala yang baik, ada juga gembala yang tidak baik yaitu para pemimpin agama Yahudi yang menyebut diri gembala tetapi dengan rela membiarkan umat-Nya terserak dan bahkan terhilang. Mereka egois, dan hanya mementingkan diri mereka sendiri namun membiarkan umat Tuhan terlantar, tercerai-berai tanpa arah (Yer.23:1-4). Sikap dari mereka ini Dimata Tuhan adalah kejahatan. Sebab itu Ia mengatakan pada mereka seperti pencuri dan perampok. Lalu Ia menunjukkan bagaimana sikap seorang gembala yang baik yang harus menuntun domba-domba. Yesus sebagai gembala yang baik membuktikan kasih-Nya dengan berkorban, supaya dengan jalan itu, domba-domba-Nya yaitu umat-Nya bisa diselamatkan. Gembala yang baik,bukan saja mengajarkan yang baik, tetapi juga bisa menuntun dan menjadi teladan bagi domba-domba yang dipimpinnya. Yesus menjadi teladan bagi para pemimpin supaya mereka bisa belajar untuk menjadi gembala yang baik seperti Yesus. Yesus membimbing umat Nya, dengan kasih sayang, kesetiaan dan juga pengorbanan. Mari belajar dari Yesus, agar orang-orang yang kita pimpin bisa melihat Kristus dari kepepimpinan kita dan kita bisa membawa mereka semakin dekat pada Tuhan dan mengasihi Dia. Amin
Jumat, 05 Mei 2023 Pembacaan Alkitab; Yohanes 7-9 JANGAN MUDAH MENGHAKIMI Lalu Yesus bangkit berdiri dan berkata kepadanya: “Hai perempuan, di manakah mereka? Tidak adakah seorang yang menghukum engkau?” Jawabnya: “Tidak ada, Tuhan.” Lalu kata Yesus: “Aku pun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang.” (Yohanes 8:10-11) Dari kisah seorang Wanita yang berzina ini kita dapat pelajari bahwa di berbagai budaya manapun, para pelaku kejahatan cenderung dijauhi dan dikucilkan bahkan dihakimi. Dalam budaya Yahudi, contohnya seseorang yang kedapatan berzina harus dihukum mati dengan cara dirajam batu. Itulah yang harus dijalani perempuan di zaman Yesus yang tertangkap basah melakukan zina. Saat Yesus diperhadapkan pada kasus tersebut, Ia justru melakukan hal sebaliknya. Ia tak menghukumnya melainkan membelanya. Ia memanusiakan perempuan itu dengan memberinya kesempatan yang kedua dan kepercayaan untuk melanjutkan hidup menjadi orang yang lebih baik. Yesus bangkit berdiri dan Yesus tahu persis bahwa perempuan itu berdosa, namun Yesus memahami bahwa yang dibutuhkan perempuan itu bukanlah ancaman, penghakiman & Penghukuman, melainkan penerimaan, pengampunan, kepercayaan dan kesempatan untuk hidup lebih baik. Demikian kita sebagai anak Tuhan jika memiliki juga sikap dan tindakan seperti yang telah Tuhan Yesus contohkan, tidak cepat mengambil keputusan yang merugikan apalagi sampai menghakimi seseorang, sekalipun ia kedapatan berdosa. Sebab kembali lagi penghakiman adalah hak Tuhan, sedangkan Tuhan saja masih memberi kesempatan untuk orang tersebut bertobat & berubah. Mari perbaiki diri kita lebih baik lagi untuk semakin serupa dengan Kristus dari tindakan kita yang tidak cepat untuk menghakimi sesama kita.
Kamis, 04 Mei 2023 Pembacaan Alkitab; Yohanes 4-6 “FirmanNya Menyembuhkan” Kata Yesus kepadanya: “Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalanlah.” Dan pada saat itu juga sembuhlah orang itu lalu ia mengangkat tilamnya dan berjalan. Tetapi hari itu hari Sabat. (Yohanes 5:8-9) Kesembuhan adalah satu kata yang sangat dirindukan bagi mereka yang mengalami sakit penyakit, terlebih bagi mereka yang sudah menderita sakit sampai begitu lama Demikian juga dengan seorang yang menderita lumpuh selama 38 tahun, untuk mengalami kesembuhan dia sudah berusaha menunggu dengan berbaring di serambi kolam Bethesda ia tak kunjung sembuh namun dia tetap memiliki pengharapan untuk sembuh.Ketika Yesus melihatnya, Ia langsung menawarkan kesembuhan terhadap orang tersebut, maka kesembuhan itu terjadi atasnya. Kita dapat belajar arti dan makna dari pengharapan, bahwa selama kita memiliki pengharapan maka selama itu pula akan selalu ada jalan keluar, sehingga kita tidak berputus asa dalam kondisi apapun. Sebab Allah selalu menawarkan jalan keluar terhadap masalah apapun yang kita hadapi, termasuk sakit penyakit. Kita juga tahu bahwa apa yang diucapkan oleh Yesus adalah FirmanNya yang penuh kuasa sehingga mujizatpun terjadi. Oleh karena itu tetap pegang teguh FirmanNya yang penuh kuasa dan Imani maka apa yang diucapkan oleh Firman itu pasti akan terjadi pada kita.
Rabu, 03 Mei 2023 Pembacaan Alkitab; Yohanes 1-3 LEBIH DARI YANG DIHARAPKAN Yesus berkata kepada pelayan-pelayan itu: “Isilah tempayan tempayan itu penuh dengan air.” Dan mereka pun mengisinya sampai penuh. Lalu kata Yesus kepada mereka: “Sekarang cedoklah dan bawalah kepada pemimpin pesta.” Lalu mereka pun membawanya. (Yohanes 2:7-8) Kondisi yang membuat banyak orang takut adalah saat mengalami kekurangan. Arti dari kekurangan itu sendiri adalah situasi tidak tersedianya sesuatu di saat yang diperlukan. Dari kisah pernikahan di Kana yang mengalami kekurangan air anggur kita dapat ketahui bahwa mereka juga merasa panik dan bingung. Sebab air anggur dalam tradisi bangsa israel merupakan lambang sukacita, kehangatan dan penghormatan kepada para tamu yang hadir dalam pesta pernikahan. Sehingga apabila mengalami kekurangan air anggur saat pesta berlangsung dianggap aib yang sangat memalukan. Pengalaman tersebut juga dapat terjadi dalam kehidupan kita, yaitu saat semua yang telah dipersiapkan meleset dari tujuan dan akhirnya membuat kita panik dan kebingungan, namun di saat itu juga ternyata Tuhan menyediakan pertolongan yang tidak pernah terduga. Kita menemukan solusi di luar perencanaan dan perkiraan. Bahkan sering terjadi bahwa jalan keluar yang diberikan Tuhan melebihi dari apa yang kita doakan dan harapkan. Bagi kita yang percaya kepada Nya Selalu ada jalan Keluar yang diberikan disaat krisis terjadi. Yesus mengubah “air menjadi anggur” merupakan peristiwa supranatural, hal yang sama juga dapat terjadi dalam kehidupan kita, sebab Dia adalah Tuhan yang sanggup melakukan Mujizat. Tuhan yang penuh belas kasihan yang ingin menunjukan kebaikan bagi seluruh umat Nya.
Selasa, 02 Mei 2023 Pembacaan Alkitab; Bilangan 34 – 36 Tuhan Pasti Menggenapi FirmanNya TUHAN berfirman kepada Musa: “Perintahkanlah kepada orang Israel dan katakanlah kepada mereka: Apabila kamu masuk ke negeri Kanaan, maka inilah negeri yang akan jatuh kepadamu sebagai milik pusaka, yakni tanah Kanaan menurut batas-batasnya. (Bilangan 34:1-2) Sebelum bangsa Israel memasuki tanah perjanjian, Tuhan menyatakan dengan jelas melalui Musa batasan-batasan tanah perjanjian itu. Tuhan menuntun umat-Nya keluar dari Mesir untuk menggenapi perjanjian-Nya dengan Abraham, Ishak dan Yakub. Tuhan tidak pernah sekalipun melupakan perjanjian Nya. Bangsa Israel diberi tanah perjanjian dengan batasan yang jelas. Allah mengkhususkan tanah perjanjian yang ditetapkan-Nya bagi bangsa Israel sebagai umat kepunyaan-Nya sesuai dengan kedaulatan Nya. Bangsa Israel menerima tanah perjanjian dengan batasan-batasan yang sangat jelas. Walaupun janji Tuhan kepada Abraham sudah berlalu, Allah tidak pernah melupakan janji-Nya kepada kita. Bagian kita adalah mempercayai, menaati, serta menjalankan perintah Tuhan. Percayalah, kita pasti akan menerima penggenapan janji Tuhan. Dia Tuhan yang tidak pernah berubah, dahulu sekarang dan sampai selama-lamanya. Ia adalah Tuhan yang setia; Ia pasti akan menggenapi janji firmanNya. Tuhan hanya ingin kita tetap taat, tekun dan setia melakukan semua yang telah difirmankan Nya.