Selasa, 3 Des 2024 Pembacaan Alkitab, Daniel 1 – 4 INTEGRITAS Daniel berketetapan untuk tidak menajiskan dirinya dengan santapan raja dan dengan anggur yang biasa diminum raja; dimintanyalah kepada pemimpin pegawai istana itu, supaya ia tak usah menajiskan dirinya. (Daniel 1:8) integritas artinya bertindak secara konsisten antara apa yang dikatakan dengan tingkah lakunya sesuai nilai-nilai yang dianut. Tidak berubah-ubah, dapat dipercaya dan penuh kejujuran. Hal ini juga yang dilakukan oleh Daniel ketika ia duduk sehidangan dengan raja. Meskipun apa yang ditawarkan kepadanya adalah hidangan yang terbaik yang biasa dihidangkan pada raja, tapi karena ia mengasihi Allah dan ketetapan-Nya, maka ia tidak mengindahkan hidangan yang diberikan kepadanya. Kisah Daniel ini mengajarkan kita tentang integritas dan keteguhan dari Daniel dan teman-temannya yang tetap menjaga apa yang harus mereka makan dan minum. Sesuatu yang dianggap najis dan bercela dimata Tuhan, tidak sepatutnya mereka sentuh apalagi makan atau minum. Daniel dan teman-temannya memilih taat kepada Tuhan dari pada kepada raja yang bisa saja membawa resiko terhadap mereka karena dianggap menolak pemberian raja. Integritas hidup seharusnya ada dalam hidup kita juga. Hidup yang konsisten sejalan dengan kehendak-Nya adalah pilihan yang harus menjadi bagian kita, meskipun kadang ada resiko atau harga yang akan kita bayar untuk itu. Sebagaimana Daniel dan teman-temannya mendapat perlindungan Tuhan, kitapun pasti akan berada dalam perlindungan Tuhan ketika kita menjalani hidup yang berkenan dihadapan-Nya.
Senin, 2 Desember 2024 Pembacaan Alkitab, Yehezkiel 46 – 48 PERKENANAN & PENGAMPUNAN ALLAH Korban bakaran yang harus dipersembahkan raja itu kepada TUHAN pada hari Sabat ialah enam ekor domba yang tidak bercela dan seekor domba jantan yang tidak bercela. (Yehezkiel 46:4) Ada aturan-aturan yang harus dilakukan untuk mempersembahkan korban bakaran kepada Allah. Karena Allah yang yang disembah adalah Allah yang Maha Kudus, yang tidak boleh diperlakukan sembarangan. Sebab itu, untuk perkenanan dan pengampunan, raja perlu mempersembahkan seekor domba jantan yang tidak bercela dan kemudian diolah dengan baik sesuai dengan aturan yang sudah Allah tentukan. Bukan hanya para raja saja yang mempersembahkan korban kepada Allah, kita juga harus melakukannya dengan mempersembahkan korban yang terbaik kepada Allah. Namun saat ini aturan tersebut berubah dimana sekarang kita tidak perlu lagi mempersembahkan domba jantan untuk di olah dan dipermbahkan kepada Allah, karena Allah sendiri sudah mengutus Anak-Nya yaitu Yesus Kristus untuk menjadi korban sebagai penebus kita sehingga kita memperoleh perkenanan dan pengampunan dari Allah. Pengampunan yang kita terima adalah anugerah yang diberikan Allah kepada kita yang tidak boleh kita sia-siakan. Dan sebagai umat yang sudah menerima pengampunan dari Allah, kita patut bersyukur dan mempergunakan kehidupan kita untuk kemuliaan-Nya.
Minggu, 1 Des 2024 Pembacaan Alkitab, Yehezkiel 42 – 45 Kemuliaan ALLAH dalam hidup kita Sungguh, kemuliaan Allah Israel datang dari sebelah timur dan terdengarlah suara seperti suara air terjun yang menderu dan bumi bersinar karena kemuliaan-Nya. (Yehezkiel 43:2) Suatu penglihatan tentang saat yang sangat penting dalam sejarah Israel, ketika kemuliaan Allah kembali ke Bait Suci yaitu bait suci baru yang akan dibangun. Hal ini pertanda bahwa pemulihan dan pengampunan Allah atas umat-Nya setelah masa pengasingan. Segala kenajisan dan dosa-dosa Israel akan disingkirkan karena Allah yang kudus yang disembah Israel, akan memulihkan dan mengampuni mereka. Yehezkiel menggambarkan rancangan Bait Allah yang baru agar umat Israel yang sudah sadar akan dosa-dosa mereka, diingatkan tentang kekudusan Allah yang mereka sembah. Mereka diingatkan untuk melakukan dengan setia segala hukum Allah. Sungguh suatu hal yang indah karena Allah tidak lagi mengingat dosa-dosa mereka, dan dengan penuh kasih membimbing mereka ke kehidupan yang baru. Kemuliaan Allah ini digambarkan seperti air terjun yang kuat menderu dan akan diam ditengah-tengah umatNya. Tidak ada yang lebih membahagiakan daripada Kemuliaan Allah melingkupi kehidupan kita. Tetaplah tinggal dalam kebenaranNya dan hidup sebagaimana yang Allah kehendaki. Kita tidak perlu sibuk keliling mencari Allah, karena sekarang Allah sendiri datang dan hadir dalam setiap hati kita.
Sabtu, 30 Nov 2024 Pembacaan Alkitab; Yehezkiel 38-41 Kebesaran dan Kekudusan Tuhan Aku akan menunjukkan kebesaran-Ku dan kekudusan-Ku dan menyatakan diri-Ku di hadapan bangsa-bangsa yang banyak, dan mereka akan mengetahui bahwa Akulah TUHAN. (Yehezkiel 38:23) Tuhan menunjukkan kebesaran dan kekudusan-Nya di hadapan banyak bangsa, sehingga mereka akan mengetahui bahwa Dia adalah Tuhan, suatu pernyataan yang kuat tentang sifat Tuhan yang maha kuasa dan kudus, yang tidak hanya dikenal oleh umat pilihan-Nya tetapi juga oleh seluruh dunia. Tuhan berjanji untuk menyatakan diri-Nya dengan cara yang tidak bisa disangkal oleh bangsa-bangsa. Tuhan memiliki rencana yang lebih besar dari yang bisa kita pahami. Kebesaran Tuhan sering kali terlihat dalam cara-cara yang tidak terduga, baik melalui keajaiban, perubahan hati, atau peristiwa besar dalam sejarah. Kekudusan Tuhan adalah aspek penting dari karakter-Nya. Tuhan inhin kita hidup dalam kekudusan sama seperti Dia. Hidup dalam kekudusan berarti hidup dengan integritas, kasih, dan kebenaran. Kekudusan bukan hanya tentang tindakan lahiriah, tetapi juga tentang sikap hati yang tulus dan berserah kepada Tuhan. Biarla semua bangsa mengetahui dan mengakui bahwa Tuhan adalah Tuhan. Hal Ini memberikan kita pengharapan bahwa kebenaran dan keadilan Tuhan akan menang. Tetaplah setia dan berpegang pada iman kita, meskipun dunia di sekitar kita mungkin tidak selalu mengakui Yesus Tuhan.
Jumat, 29 Nov 2024 Pembacaan Alkitab; Yehezkiel 34-37 Kasih dan Kepedulian Tuhan sebagai Gembala Seperti seorang gembala mencari dombanya pada waktu domba itu tercerai dari kawanan dombanya, begitulah Aku akan mencari domba-domba-Ku dan Aku akan menyelamatkan mereka dari segala tempat, ke mana mereka diserahkan pada hari berkabut dan hari kegelapan. (Yehezkiel 34:12) Tuhan digambarkan sebagai gembala yang penuh kasih, yang tidak akan membiarkan satu pun dari domba-domba-Nya hilang tanpa dicari. Seperti seorang gembala yang mencari dombanya yang tersesat, Tuhan pun berjanji untuk mencari dan menyelamatkan umat-Nya dari segala tempat di mana mereka terserak pada hari-hari yang gelap dan berkabut. Betapa besar perhatian dan kasih Tuhan terhadap setiap kita.. Tidak peduli seberapa jauh kita tersesat atau seberapa gelap situasi kita, Tuhan berjanji untuk mencari dan menyelamatkan kita. Tuhan tidak pernah meninggalkan kita sendirian, untuk itu Tuhan selalu mencari kita, terutama ketika kita merasa terhilang atau terabaikan. Hari berkabut dan hari kegelapan melambangkan masa-masa sulit dan penuh tantangan dalam hidup kita. Dalam situasi seperti ini, kita mungkin merasa terasing atau kehilangan arah. Namun, Tuhan memberikan pengharapan bahwa Dia tidak hanya memperdulikan keadaan kita, tetapi juga berkomitmen untuk membawa kita kembali ke tempat yang aman dan penuh damai. Tuhan juga mau agar kita melakukan seperti apa yang Dia lakukan bagi kita, jadilah “gembala” bagi orang-orang di sekitar kita yang mungkin tersesat atau terabaikan. Dengan menunjukkan kasih dan perhatian, kita dapat membantu mereka menemukan jalan kebenaran kepada Kristus
Kamis, 28 Nov 2024 Pembacaan Alkitab; Yehezkiel 30-33 Tanggung Jawab Terhadap Sesama Kalau Aku berfirman kepada orang jahat: Hai orang jahat, engkau pasti mati! — dan engkau tidak berkata apa-apa untuk memperingatkan orang jahat itu supaya bertobat dari hidupnya, orang jahat itu akan mati dalam kesalahannya, tetapi Aku akan menuntut pertanggungan jawab atas nyawanya dari padamu. Tetapi jikalau engkau memperingatkan orang jahat itu supaya ia bertobat dari hidupnya, tetapi ia tidak mau bertobat, ia akan mati dalam kesalahannya, tetapi engkau telah menyelamatkan nyawamu. (Yehezkiel 33:8-9) Seperti halnya Tuhan memberikan peringatan kepada nabi Yehezkiel bahwa jika ia tidak memperingatkan orang jahat untuk bertobat, maka ia akan dimintai pertanggungjawaban atas kematian orang tersebut. Namun, jika ia sudah memperingatkan dan orang itu tetap tidak bertobat, maka Yehezkiel telah menyelamatkan dirinya sendiri. Demikian juga kita diingatkan akan tanggung jawab moral dan spiritual yang kita miliki terhadap sesama. Kepedulian kita terhadap orang lain dalam kehidupan sehari-hari sangatlah penting, kita sering dihadapkan pada situasi di mana kita melihat orang lain melakukan kesalahan dan kita tidak berdiam diri, tetapi berani menyampaikan kebenaran dengan kasih. Tindakan ini bukan hanya untuk menyelamatkan orang lain, tetapi juga merupakan tanggung jawab kita di hadapan Tuhan. Menyampaikan peringatan atau nasihat kepada orang lain bukanlah hal yang mudah. Dibutuhkan keberanian dan kebijaksanaan untuk melakukannya dengan cara yang benar. Dasar dari apa yang kita lakukan harualah KASIH yang menginginkan melihat perubahan positif dalam hidup orang tersebut, bukan untuk menghakimi atau merendahkan, tetapi agar mereka dapat diselamatkan.
Rabu, 27 November 2024 Pembacaan Alkitab, Yehezkiel 26 – 29 JANGAN SOMBONG Aku akan mendatangkan sampar atasnya dan darah akan mengalir di jalan-jalannya dan orang-orang akan mati rebah di tengah-tengahnya karena pedang yang datang dari sekitarnya melawan dia. Dan mereka akan mengetahui bahwa Akulah TUHAN. Yehezkiel 28:23 Dalam hal ini, Tuhan memberi peringatan yang sangat keras kepada kota Tirus dengan mengatakan bahwa penyakit mematikan dan kekalahan oleh pedang akan menimpa mereka. Ini adalah penghakiman Tuhan yang datang karena kesombongan, ketidaktaatan, dan keangkuhan mereka. Tirus dianggap sombong karena merasa aman dan kuat, berkat kekayaan dan kejayaannya. Namun, Tuhan mengingatkan mereka bahwa segala bentuk kemegahan duniawi tidak dapat menghindarkan mereka dari penghakiman-Nya. Peringatan ini bukan hanya berlaku untuk Tirus, tetapi juga menjadi pengingat bagi kita hari ini. Betapa sering kita terjebak dalam kesombongan duniawi, merasa bahwa kita aman karena kekayaan, kekuasaan, atau status sosial kita. Namun, segala hal itu bisa hilang dalam sekejap jika kita tidak hidup dalam Penundukan kepada Tuhan. Seperti Tirus, kita juga bisa jatuh dalam perangkap keangkuhan dan merasa bahwa kita tidak membutuhkan Tuhan. Tetapi Allah tidak memandang kemegahan duniawi. Semua yang ada di dunia ini milik-Nya, dan Dia memiliki kuasa untuk membalikkan keadaan kapan saja. Ketika kita terlalu fokus pada hal2 duniawi, kekayaan atau kesuksesan kita, sehingga kita sering kali lupa untuk hidup dalam kebenaran dan mengikuti kehendak Tuhan. Keangkuhan bisa membutakan kita tidak bergantung dan tidak mengandalkan Tuhan.
Selasa, 26 Nov 2024 Pembacaan Alkitab, Yehezkiel 22 – 25 Keputusan TUHAN tidak dapat diubah Aku, TUHAN, yang mengatakannya. Hal itu akan datang, dan Aku yang akan membuatnya. Aku tidak melalaikannya dan tidak merasa sayang, juga tidak menyesal. Aku akan menghakimi engkau menurut perbuatanmu, demikianlah firman Tuhan ALLAH.” Yehezkiel 24:14 Keputusan Tuhan yang tidak bisa diubah, karena Dia adalah Tuhan yang berdaulat. Tuhan berbicara tentang penghukuman bagi Yerusalem yang tidak bisa dihindari lagi karena bangsa itu telah terus-menerus membangkang terhadap-Nya. Tuhan menyatakan bahwa waktunya telah tiba dan tidak ada yang bisa menunda keputusan-Nya. Kita punya Tuhan yang bukan hanya Tuhan yang penuh kasih, tetapi juga Tuhan yang adil. Keputusan-Nya adalah final dan tidak ada yang dapat mengubahnya. Ketika Tuhan berbicara, itu pasti terjadi. Terkadang kita menunda-nunda untuk bertobat, mengubah cara hidup, atau menjalani panggilan Tuhan dalam hidup kita. Namun, seperti yang ditunjukkan dalam Yehezkiel, ada saat ketika kesempatan itu berakhir. Tuhan memberi kita waktu untuk bertobat, namun ada kalanya keputusan-Nya sudah pasti dan tak ada lagi penundaan. Sebab itu hiduplah dalam ketaatan kepada Tuhan, menyadari bahwa setiap keputusan kita memiliki konsekuensi. Miliki kesadaran akan keadilan-Nya dengan berusaha hidup dalam ketaatan dan kesetiaan pada kebenaran Firman Tuhan