Kita percaya bahwa anak-anak adalah karunia dari Tuhan. Ketika kita mendedikasikan anak-anak kita kepada Tuhan, kita sedang mendeklarasikan iman, komitmen dan menunjukkan suatu contoh kepada orang banyak bagaimana kita mengikuti Tuhan Yesus.
Alkitab menyatakan orang-orang “membawa bayi-bayi kepada Tuhan Yesus” (Lukas 18:15). Murid-murid terdekat Tuhan Yesus menghalang-halangi orang-orang tua yang membawa anak-anaknya kepada Tuhan Yesus, tetapi apa yang dilakukan Tuhan Yesus?
Ketika Tuhan Yesus melihat hal ini, Dia menjadi marah dan berkata kepada mereka, “Biarkan anak-anak itu datang kepada-Ku, jangan menghalang-halangi mereka, sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Allah”. Lalu Ia memeluk anak-anak itu dan sambil meletakkan tangan-Nya atas mereka Ia memberkati mereka. (Markus 10:14,16).
Dengan kita menyerahkan anak kita kepada Tuhan, kita mengakui kedaulatan Tuhan bukan hanya kepada anak tersebut, tetapi juga bagi sang ibu dan ayah. Orang tua menyerahkan anaknya dihadapan Tuhan dan jemaat untuk memohon kasih karunia dan kebijaksanaan dalam menjalankan kewajiban-kewajibannya. Orang tua juga datang berdoa supaya sang anak akan menjadi orang yang percaya kepada Yesus Kristus sebagai Juru Selamat juga untuk pengampunan dosa.