Author: Administrator

[BREAD OF LIFE – GIVES LIFE] BOL 365 │ DAY 121

Senin, 01 Mei 2023 Pembacaan Alkitab; Bilangan 31 – 33 KETAATAN YANG TERUJI Tetapi jika kamu tidak berbuat demikian, sesungguhnya kamu berdosa kepada TUHAN, dan kamu akan mengalami, bahwa dosamu itu akan menimpa kamu. (Bilangan 32:23) Suku Gad dan suku Ruben memiliki banyak sekali ternak. Oleh karena itu, begitu mereka melihat tanah Yaezer dan Gilead yang bagus untuk dijadikan peternakan, mereka pun sepakat meminta tanah itu untuk dijadikan milik mereka. Mereka mengatakan kepada Musa bahwa mereka akan tetap ikut berperang di depan orang dan tidak akan pulang sampai setiap orang Israel memperoleh milik pusakanya. Asalkan mendapat tanah yang mereka inginkan. Musa mengabulkan permintaan tersebut dengan catatan bahwa suku Ruben dan suku Gad harus tetap memiliki komitmen untuk maju berperang, bila mengingkari komitmen tersebut dan tidak ikut berperang, mereka tidak boleh tinggal di sana dan mereka akan menanggung akibatnya, yaitu dosa mereka akan tertimpa atas mereka. Dalam hal ini kita bisa belajar betapa pentingnya komitmen dalam hidup kita. Kita harus setia terhadap komitmen yang telah kita buat. Orang yang dalam hidupnya memegang komitmen adalah orang yang setia dan bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas apa pun yang dipercayakan kepadanya. Pada saat kita menjalani panggilan hidup, pandangan mata kita bisa saja menghentikan langkah kita. Kenyamanan hidup yang ada di depan mata membuat langkah kita terhenti, kemudian, mulai menimbang dan melakukan pilihan-pilihan yang lain sehingga tidak fokus lagi terhadap janji Tuhan dan komitmen kita dalam mengikut Tuhan. Kita boleh memohon apa saja kepada Allah, tetapi jangan sampai permohonan tersebut membuat kita berpaling dari janji-Nya dan komitmen kita kepadaNya. Hendaklah kita menjadikan kehendak Tuhan sebagai landasan di dalam setiap permohonan kita kepada-Nya.

[BREAD OF LIFE – GIVES LIFE] BOL 365 | DAY 120

Minggu, 30 April 2023 Pembacaan Alkitab; Bilangan 28 – 30 Persembahan yang menyenangkan hati Tuhan “Perintahkanlah kepada orang Israel dan katakanlah kepada mereka: Dengan setia dan pada waktu yang ditetapkan haruslah kamu mempersembahkan persembahan-persembahan kepada-Ku sebagai santapan-Ku, berupa korban api-apian yang baunya menyenangkan bagi-Ku. (Bilangan 28:2) Tuhan menginginkan kita umatNya memberikan persembahan yang berkualitas kepada Nya. Dalam ibadah kepada Allah, bangsa Israel memiliki berbagai aturan yang berkaitan dengan kurban. Dalam ayat ini, memuat peraturan untuk kurban yang harus dipersembahkan umat di Tanah Perjanjian. Kurban tersebut adalah kurban umum berupa kurban makanan yang setiap hari harus dipersembahkan kepada Allah. Melalui korban yang harus dipersembahkan, Allah mengharapkan perhatian yang penuh dan konsistensi dari umat-Nya. Allah melihat kualitas dari korban yang diberikan. Allah tidak ingin umatNya memberi persembahan dan korban asal-asalan. Melalui persembahan dan korban yang Allah sudah atur dan tetapkan, Dia ingin menjadi yang terutama dalam kehidupan umat-Nya. Allah ingin menjadi fokus hidup umat-Nya. Roma 12:1 Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati. Artinya hidup kita senantiasa menjadi korban yang menyukakan Allah. Milikilah komitmen dan terus konsisten dalam memberikan persembahan yang menyenangkan hati Tuhan. Tanpa komitmen yang disertai dengan konsistensi, kita tidak akan mampu memberikan yang terbaik yang menyenangkan hati Tuhan. Persembahan yang Menyenangkan hati TUHAN adalah Seluruh hidup kita yang dikuduskan Bagi Nya

[BREAD OF LIFE – GIVES LIFE] BOL 365 | DAY 119

Sabtu, 29 April 2023 Pembacaan Alkitab: Bilangan 25-27 “TUHAN YANG MEMBERI KEMAMPUAN” “Lalu berkatalah Musa kepada TUHAN: “Biarlah TUHAN, Allah dari roh segala makhluk, mengangkat atas umat ini seorang yang mengepalai mereka waktu keluar dan masuk, dan membawa mereka keluar dan masuk, supaya umat TUHAN jangan hendaknya seperti domba-domba yang tidak mempunyai gembala.” Lalu TUHAN berfirman kepada Musa: “Ambillah Yosua bin Nun, seorang yang penuh roh, letakkanlah tanganmu atasnya.” (Bilangan 27:15-18) Tuhan tidak pernah salah dalam memilih seseorang untuk diutus-Nya dalam sebuah misi. Saat Ia memanggil Musa, Tuhan telah mempersiapkan semua jalan agar ia dapat memimpin umat bangsa Israel keluar dari perbudakan di Mesir. Walaupun Musa meragukan dirinya, tetapi Tuhan memberinya kemampuan. Tuhan menyertai Musa dalam memimpin perjalanan bangsa Israel menuju Kanaan dengan segala tantangan yang ada di hadapannya. Sayangnya Musa telah melakukan kesalahan dengan memukul bukit batu dengan tongkatnya agar keluar airnya, sebab itu tidak memperbolehkan Musa masuk ke Kanaan. Umat Israel perlu seorang pemimpin yang bisa membawa mereka memasuki tanah yang dijanjikan itu. Maka Musa berdoa meminta seorang penerus, ia memohon dengan kepada Tuhan. Jika tidak ada pemimpin, maka seperti kawanan domba tanpa gembala, umat akan cenderung berkeliaran dan terpencar, mereka menjadi rentan terhadap serangan musuh, dan terancam kelaparan. Tuhan menjawab doa Musa, Ia menetapkan seorang penerus baginya, yaitu Yosua. Yosua sudah lama dikenal dalam hal: 1. Keberaniannya dalam memerangi orang Amalek, 2. Kerendahan hatinya dalam melayani Musa 3. Dalam iman dan ketulusannya saat menerima tugas untuk menjadi pengintai (mata-mata). Yosua ditetapkan Tuhan untuk meneruskan tugas Musa. Ia adalah orang yang penuh roh. Yosua tidak pernah menerima pendidikan bergaya kerajaan seperti Musa, tetapi ia telah belajar mengabdikan diri kepada Musa dan kepada Tuhan. Ia juga telah lama menemani Musa, saat ia menghadap Tuhan di kemah pertemuan. Yosua memang dari luar tampaknya seperti seorang pembantu biasa, tetapi ternyata ia bisa menjadi seorang panglima perang yang penuh dengan keberanian dan kecerdasan dalam strategi militer. Dalam kepemimpinan Yosua, umat Israel berhasil memasuki tanah yang dijanjikan dan berdiam di sana. Tuhan tidak pernah salah dalam memilih. Ketika Tuhan memilih kita maka Ia akan memberikan kemampuan, kekuatan & menyertai kita untuk memastikan ‘perjalanan’ kita berhasil

[BREAD OF LIFE – GIVES LIFE] BOL 365 | DAY 118

Jumat, 28 April 2023 Pembacaan Alkitab: Bilangan 22-24 “ALLAH TIDAK PERNAH BERDUSTA” “Allah bukanlah manusia, sehingga Ia berdusta; bukan anak manusia, sehingga Ia menyesal. Masakan Ia berfirman dan tidak melakukannya, atau berbicara dan tidak menepatinya?” (Bilangan 23:19) Manusia terdiri dari tubuh, jiwa, dan roh; Dosa manusia diturunkan melalui Adam dan Hawa kepada seluruh keturunannya. Setiap keturunan manusia dilahirkan dengan tabiat berdosa, oleh sebab itu setiap anak manusia bisa melakukan kejahatan dan kekejian. Tetapi Allah adalah Roh. Ia Maha kuasa, Maha hadir, dan Maha tahu. Allah itu kudus dan kekal. Karena kekudusan-Nya, Ia tidak mungkin melakukan dosa seperti berdusta, mengatakan kebohongan atau tipu daya, sebab Tuhan adalah sang Kebenaran. Allah selalu menepati janji-janji-Nya dan menggenapi setiap nubuatan-Nya. Namun mengapa ada banyak orang kecewa terhadap janji Tuhan? Mungkin karena mereka sudah lama menghendaki sesuatu, lalu mereka mulai mengklaim janji Tuhan secara sembarangan. Mereka pikir dengan mendeklarasikan kata-kata iman maka mereka dapat membuat Tuhan mengabulkan keinginan mereka. Tetapi apa yang mereka klaim dasarnya adalah keinginan daging, sebab Allah tidak akan membiarkan diri-Nya dipermainkan. Lagi pula apa yang mereka ingini hanyalah untuk memuaskan nafsu kedagingan mereka semata, maka Tuhan tidak akan berkenan kepada segala sesuatu yang tidak kudus, walaupun hal itu dibungkus dalam kemasan yang sepertinya rohani. Setelah yang diinginkannya tidak mereka peroleh, maka mereka mulai kecewa, dan ujung-ujungnya menuduh Allah sebagai pendusta. Ketika Allah berjanji Dia pasti menggenapinya sesuai dengan waktu & rencanaNya. Jangan biarkan nafsu kedagingan menguasai pikiran dan hati kita untuk memperalat Tuhan.

Ibadah Raya GBI The City Tower Jakarta

Gereja di Pusat Kota Jakarta – Mh. Thamrin, Jakarta Pusat

Sebagai salah satu gereja yang berlokasi di pusat kota Jakarta, GBI The City Tower Jakarta merupakan gereja yang ada di lokasi yang sangat strategis. Berada di lantai 3 gedung The City Tower, Jl. Mh. Thamrin No. 81, Keluarahan Dukuh Atas, Menteng Jakarta Pusat, Gereja ini sangat mudah diakses, baik dengan menggunakan kendaraan pribadi, maupun transportasi umum, lebih lagi dengan berjalan kaki dari beberapa lokasi di area Thamrin dan sekitarnya. Lokasinya juga sangat mudah ditemukan, berdekatan dengan Bundaran HI, Grand Indonesia, dan titik destinasi popular lainnya di sekitar Mh. Thamrin GBI The City Tower Jakarta terletak di Mh. Thamrin, Jakarta Pusat, hal ini memudahkan jemaat yang memiliki multi destinasi setelah beribadah dari gereja ini. Lokasi strategis di pusat kota Jakarta ini memungkinkan jemaat yang memiliki kegiatan lain selepas ibadah untuk meluangkan waktu Bersama keluarga, kerabat dan kolega untuk tiba dengan cepat di lokasi tujuan (di sekitar jakarta pusat). GBI The City Tower Jakarta merupakan pilihan yang ideal bagi jemaat yang datang bersama keluarga, kerabat dan kolega yang hendak beribadah dan bertumbuh bersama-sama dalam pertumbuhan iman dan kualitas hidup. Gereja ini memberikan suasanan yang hangat dan akrab dengan pelayanan yang ramah, kekeluargaan dan mengena kepada seluruh jemaat Tuhan yang ada di sana. Sebagai gereja yang berfokus pada nilai-nilai “Raise Up (membangkitkan), Reach Out (menjangkau), Impact (berdampak)” GBI The City Tower memiliki kegiatan yang aktif dan beragam. Tentunya menyesuaikan dengan kelompok usia, genre dan profesi jemaat Tuhan yang ada di sini, sehingga semuanya dapat terakomodir di dalam kelompok atau komunitas yang sesuai. Kegiatan yang diadakan juga beragam, meliputi kegiatan sosial, kelas pengajaran, dapat diakses lewat tautan ini: Kenali Soil, ibadah anak, remaja dan umum, serta berbagai kegiatan kerohanian lainnya. Selain itu gereja juga menyediakan ibadah online di, Kanal Youtube GBI The City Tower Jadi, jika hendak mencari gereja yang menyediakan ruang bagi pertumbuhan iman dan meningkatkan kualitas hidup bagi jemaat Tuhan, GBI The City Tower Jakarta merupakan pilihan yang tepat yang dapat ditemukan di pusat kota Jakarta, strategis dan mudah diakses. (RDF)

[BREAD OF LIFE – GIVES LIFE] BOL 365 | DAY 117

Kamis, 27 April 2023 Pembacaan Alkitab: Bilangan 19-21 “KETIDAKTAATAN YANG BERAKIBAT FATAL” “Ketika Musa dan Harun telah mengumpulkan jemaah itu di depan bukit batu itu, berkatalah ia kepada mereka: “Dengarlah kepadaku, hai orang-orang durhaka, apakah kami harus mengeluarkan air bagimu dari bukit batu ini?” Sesudah itu Musa mengangkat tangannya, lalu memukul bukit batu itu dengan tongkatnya dua kali, maka keluarlah banyak air, sehingga umat itu dan ternak mereka dapat minum. Tetapi TUHAN berfirman kepada Musa dan Harun: “Karena kamu tidak percaya kepada-Ku dan tidak menghormati kekudusan-Ku di depan mata orang Israel, itulah sebabnya kamu tidak akan membawa jemaah ini masuk ke negeri yang akan Kuberikan kepada mereka.” (Bilangan 20:10-12) Ketika umat Israel sampai di padang gurun Zin. Di tempat itulah mereka kehabisan air dan tidak bisa mendapatkan sumber air. Karena itu mulailah mereka bersungut-sungut seperti biasanya, mereka juga bertengkar dengan Musa dan Harun. Lalu datanglah Musa dan Harun menghadap kepada Tuhan di Kemah Pertemuan untuk mengadukan masalah mereka. Lalu Musa melakukan beberapa kesalahan. Kesalahan Pertama adalah menyebut umat Israel sebagai orang-orang durhaka, ini adalah kata-kata yang tidak layak diucapkan, padahal Tuhan tidak pernah menyebut mereka demikian. Kedua, Musa menggunakan kata “kami” saat memukul bukit batu dengan tongkat. Dengan begitu seolah-olah dia dan Harun yang bisa melakukan mujizat mengeluarkan air dari bukit batu, padahal sebenarnya Tuhanlah yang hendak memberi minum bagi umat Israel. Ketiga, Musa memukul bukit batu dua kali dengan tongkatnya. Hal ini menunjukkan ketidaktaatan Musa Padahal Tuhan hanya meminta mereka untuk berbicara saja kepada bukit batu tersebut, tidak perlu melampiaskan kemarahan. Seharusnya mereka tidak perlu mengatakan dan melakukan yang tidak diperintahkan Tuhan. Dengan melakukan hal yang tidak diperintahkan Tuhan, menunjukkan bahwa mereka tidak taat kepada Tuhan dan tidak menghormati kekudusan Nya. Karena hal itulah Tuhan kemudian menghukum mereka, sehingga mereka tidak bisa masuk ke tanah perjanjian. Belajar dari apa yang dialami oleh Musa dan Harun, kita harus menghormati kekudusan Tuhan dan mengerjakan perintah Tuhan tepat seperti apa yang Ia firmankan, tidak lebih dan tidak kurang. Jangan biarkan ketidaktaatan hari ini berkembang menjadi pemberontakan di kemudian hari. Senangkan Tuhan dengan melakukan perintah-Nya tepat seperti yang Ia kehendaki. Muliakanlah Tuhan dengan melakukan pekerjaan yang bisa membuat orang-orang memberikan puji-pujian kepada Tuhan.