Author: Administrator

[BREAD OF LIFE – GIVES LIFE] BOL 365 │DAY 108

Selasa, 18 April 2023 Pembacaan Alkitab; Lukas 16 – 18 SETIA DALAM SEGALA PERKARA “Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar. Lukas 16:10 Ketika kita dipercayakan dengan perkara yang kecil, lakukan lah dengan setia, karena Tuhan selalu memperhitungkan kesetiaan kita. Ketika kita setia dan taat untuk mengerjakan hal yang dipercayakan Tuhan pada kita walaupun kecil, Maka didalam waktuNya, kita akan dipromosikan Nya Jika kita tidak terlebih dahulu setia dalam perkara kecil maka tidak mungkin Tuhan bisa mempercayakan perkara besar kepada kita. Tuhan memilih Daud sebab Daud begitu setia menjaga domba-domba yang ia gembalakakan meskipun itu hanya dua tiga ekor, Daud menggembalakan dengan segenap hati sehingga mau mengorbankan nyawanya. Hal inilah yang menyebabkan Tuhan memilih Daud menjadi raja Israel sebab Daud memiliki sifat yang setia pada perkara kecil sehingga ia pasti bisa dipercayai pada perkara yang besar. Hal apapun yang Tuhan percayakan kepada kita saat ini, baik talenta, Pekerjaan atau pelayanan mari kita lakukan dengan segenap hati & setia Mungkin pekerjaan itu hal kecil dan tidak berarti di mata manusia namun justru kesetiaan pada hal kecil itulah yang Tuhan lihat & diperhitungkan. Disaat Tuhan sedang menguji dengan perkara kecil tersebut dan melihat apakah kita setia melakukannya. Kerjakanlah hal itu dengan setia & sungguh-sungguh. Pasti Tuhan akan membawa hidup kita untuk mengalami peningkatan. Lakukanlah setiap tugas dan pekerjaan dengan penuh tanggung jawab dan selalu berusaha untuk memberikan yang terbaik untuk kemuliaan Nama Tuhan.

Cross on the Mountain

Percaya Kepada Yesus

“Kamu tidak percaya, waktu Aku berkata-kata dengan kamu tentang hal-hal duniawi, bagaimana kamu akan percaya, kalau Aku berkata-kata dengan kamu tentang hal-hal sorgawi?” ‭‭(Yoh.‬ ‭3‬:‭12‬)   Dalam bacaan hari ini kita dapat menyaksikan percakapan antara Yesus dan seorang pemimpin agama Yahudi yang bernama Nikodemus. Nikodemus datang kepada Yesus di malam hari dan memulai percakapan tentang keajaiban yang Yesus lakukan dan kebenaran ajarannya.   Dalam percakapan ini, Yesus memberitahu Nikodemus bahwa seseorang harus lahir kembali jika ingin masuk ke dalam Kerajaan Allah. Nikodemus awalnya bingung dan bertanya bagaimana mungkin seseorang bisa lahir kembali ketika ia telah tua.   Yesus menjelaskan bahwa kelahiran yang dimaksudkan adalah kelahiran dari Roh, dan bukan dari tubuh. Kelahiran rohani ini adalah hasil dari percaya kepada Yesus sebagai Juruselamat.   Yesus kemudian melanjutkan dengan memberikan penjelasan mengenai mengapa Dia datang ke dunia. Dia datang untuk menyelamatkan dunia, dan setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak akan binasa, tetapi memiliki hidup yang kekal.   Sebuah kehidupan rohani yang baru hanya mungkin dicapai melalui percaya kepada Yesus sebagai Juruselamat dan menerima anugerah keselamatan-Nya. Hal ini juga menekankan pentingnya kasih Allah yang begitu besar dan anugerah-Nya yang luar biasa kepada setiap dari kita dalam memberikan kesempatan bagi kita untuk mencapai kehidupan kekal bersama dengan-Nya.   Yang perlu kita lakukan sebagai bentuk kita mempercayai Yesus adalah dengan hidup dalam ketaatan kepada-Nya hingga pada akhirnya nanti kita memperoleh apa yang telah dijanjikan-Nya, yakni beroleh hidup yang kekal bersama dengan-Nya di sorga.

[BREAD OF LIFE – GIVES LIFE] BOL 365 │DAY 107

 Senin, 17 April 2023 Pembacaan Alkitab; Lukas 13 – 15 DIMANA HARTAMU, DISITU HATIMU Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada.” Lukas 12:34 Masalah yang utama dalam kehidupan orang Kristen adalah apakah hati kita untuk Tuhan? Bukankah firman Tuhan ini mengatakan, Di mana hartamu berada di situ hatimu berada. Ketika hati kita melekat pada sesuatu yang melebihi kasih kita pada Tuhan pasti Tuhan akan mengujinya. Allah adalah Allah yang pencemburu. Apa yang serong dari Hati kita itu yang Tuhan uji. Ketika hati kita melekat pada Allah, maka Dia akan menyediakan yang kita perlukan. Naiklah ke gunung Tuhan, bawalah harta yang berharga yang kita miliki untuk Tuhan, Apa pun yang membuat hati kita melekat, mungkin kepintaran, kekayaan, kedudukan atau keluarga, persembahkanlah untuk Nya. Jadikan Tuhan prioritas utama dalam hidup ini, karena Dia lah sumber berkat kita. Jika hati kita berada pada tempat yang tepat, yaitu pada Tuhan, pastilah kita akan menempatkan Tuhan sebagai yang utama dalam mengelola apa yang kita miliki. Maka percayalah bahwa Tuhan akan menggenapi segala apa yang telah Dia janjikan pada kita. Ketika kita memberikan hati kita kepada Tuhan, secara otomatis focus hidup kita hanya tertuju pada-Nya & kita akan melakukan hal yang berkenan pada Nya. Semua yang kita miliki diberikan oleh Tuhan & diperoleh oleh anugerah Nya. Harta yang kita miliki hanyalah sementara. Milikilah hati yang selalu fokus kepada Kristus

splash of clean water

MENYUCIKAN BAIT ALLAH

Kepada pedagang-pedagang merpati Ia berkata: “Ambil semuanya ini dari sini, jangan kamu membuat rumah Bapa-Ku menjadi tempat berjualan.” (Yoh. 2:16)   Bait Allah adalah tempat di mana orang Israel melakukan peribadatan dan memuja Allah. Orang-orang Yahudi menjadikan tempat di mana mereka melakukan korban, doa, puji-pujian, dan pemujaan. Bait Allah juga merupakan tempat di mana orang Israel percaya Allah hadir secara khusus. Bait Allah menjadi simbol kehadiran Allah di tengah-tengah umat-Nya. Namun, tempat yang kudus tersebut malah dijadikan tempat tidak kudus oleh para imam. Bukan hanya menjadi kotor oleh binatang-binatang yang diperjualbelikan, melainkan juga bisnis kotor yang terjadi di dalamnya. Melihat hal tersebut, Tuhan Yesus pun marah kepada para imam dan mengusir mereka agar tidak menodai Bait Allah lagi.   Saat ini, Bait Allah bukan tertuju kepada bangunan saja, tetapi Bait Allah yang sesungguhnya adalah hidup kita. Tuhan Yesus tentu tidak senang jika Ia melihat dosa berkuasa atas hidup kita. Ia menginginkan kita untuk mempergunakan tubuh kita menjadi alat kemuliaan-Nya. Ingatlah bahwa hidup kita telah ditebus melalui pengorbanan Yesus di kayu salib, jangan sampai kita menyalibkan Kristus kedua kalinya dengan melakukan dosa. Hidup kita sebagai bait Allah harus menjadi tempat di mana kita melakukan peribadatan dan memuja Allah.   Ketika kita hidup sesuai dengan Firman-Nya, Roh Kudus akan berdiam dalam hidup kita, dan hidup kita akan memuliakan-Nya. God bless!!

[BREAD OF LIFE – GIVES LIFE] BOL 365 │DAY 106

Minggu, 16 April 2023 Pembacaan Alkitab; Lukas 10 – 12 TUHAN YANG MEMBERI, MENJAWAB DAN MEMBUKAKAN Oleh karena itu Aku berkata kepadamu: Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. Lukas 11:9 Berdoa merupakan suatu langkah yang sederhana. Namun, memiliki dampak yang besar. Namun banyak orang percaya mengabaikan hal ini, mereka pesimis terhadap doa, sehingga enggan untuk berdoa. Apa pun yang menjadi kebutuhan dan keperluan kita, sampaikan dan beritahukan kepada Tuhan melalui doa. Tuhan Yesus sedang mengajar kepada para murid-Nya untuk berdoa, dan mendorong serta menyemangati mereka untuk tekun dan gigih dalam berdoa. Ia mengajarkan para murid harus terus-menerus berdoa, dan berjaga-jaga dalam doa dengan penuh kegigihan. Tuhan Yesus juga mengajarkan harus datang menghadap Allah dengan keyakinan akan apa yang kita butuhkan dan percaya, bahwa Allah akan dan pasti menjawabnya sesuai dengan kehendakNya. Kita tidak hanya harus meminta, tetapi juga harus mencari. Setiap orang yang meminta, menerima, bahkan terjadi. Kita harus tekun dan jangan pernah bosan-bosan nya untuk selalu berdiam dalam hadiratNya dan menaikkan setiap doa-doa kita dengan ucapan syukur. Tetaplah bertekun dalam meminta dan mencari Tuhan. Kebanyakan orang Kristen merindukan supaya janji-janji Allah digenapi dalam kehidupannya, namun tidak ada ketekunan dalam menantikan dan mencari dalam Tuhan. Banyak yang meminta tapi permintaan mereka tidak sungguh-sungguh, sehingga begitu ada rintangan mereka mundur dan alhasil mereka gagal melihat janji Tuhan digenapi. Sebagai murid Kristus, mari kita memiliki sikap yang tetap bertekun dalam Tuhan, apapaun keadaan dan situasi yang sedang kita alami. Proses yang kita lalui dengan bertekun akan berdampak menjadikan kita pribadi yang kuat.

Pouring red wine into a wineglass

Sikap Kerendahan Hati

“Kata Yesus kepadanya: ”Mau apakah engkau dari pada-Ku, ibu? Saat-Ku belum tiba.” ‭‭(Yoh.‬ ‭2‬:‭4‬)   Bicara mengenai peristiwa perubahan air menjadi anggur pada pernikahan di Kana, kita dapat belajar tentang kerendahan hati Maria, ibu Yesus, yang mengetahui kebutuhan yang ada dan memohon kepada Yesus untuk membantu. Kita juga dapat memperhatikan bagaimana Yesus menunjukkan kerendahan hati dengan mematuhi permintaan ibunya dan membantu pasangan pengantin dengan membuat air menjadi anggur.   Selain itu, peristiwa ini juga menunjukkan kuasa dan keajaiban Yesus. Dia bukan hanya mampu mengubah air menjadi anggur, tetapi juga mengubah hati orang dan membawa kegembiraan ke dalam kehidupan mereka.   Pada akhirnya, kita bisa mengevaluasi bagaimana sikap iman kita terhadap Yesus. Apakah kita percaya bahwa Dia memiliki kuasa untuk melakukan hal-hal yang mustahil dalam kehidupan kita? Apakah kita bersedia memohon dan mempercayakan diri kita sepenuhnya kepada-Nya, sebagaimana dilakukan oleh Maria dan pasangan pengantin di Kana?   Sebuah sikap kerendahan hati serta sikap iman dapat kita tunjukkan dengan menyadari penuh akan kuasa Allah dinyatakan di dalam hidup kita dan mari mempercayakan diri kita sepenuhnya kepada-Nya yang memegang kendali atas hidup kita.

[BREAD OF LIFE – GIVES LIFE] BOL365 | DAY 105

Sabtu, 15 April 2023 Pembacaan Alkitab: Lukas 7-9 “KEBAHAGIAAN HIDUP ORANG PERCAYA” “Dan berbahagialah orang yang tidak menjadi kecewa dan menolak Aku” (Lukas 7:23) Berita tentang kedatangan Mesias yang dijanjikan, yaitu Yesus Kristus telah diberitahukan sejak dua ribu tahun yang lalu, tetapi walaupun kekristenan dianggap sebagai agama yang paling banyak pengikutnya di dunia, kenyataannya masih banyak orang yang belum menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadinya. Secara statistik angka pemeluk agama Kristen memang paling tinggi di dunia, ada 2,4 miliar orang atau 31.11% dari penduduk dunia, tetapi pertanyaannya adalah: apakah semua orang Kristen yang terhitung itu benar-benar telah mengenal Dia dan menerima-Nya tinggal di dalam hati mereka? Tidak sedikit orang Kristen yang menjadi kecewa, karena mereka tersandung oleh nama Yesus yang kudus, sementara sebagian dari mereka sedang bergumul dengan kehidupannya yang masih belum betul-betul bisa meninggalkan dosa, dan sebagian lain dari mereka malah masih menikmati hidup di dalam dosa walaupun telah menjadi Kristen. Mereka menjadi kecewa karena kehidupan sebagai orang percaya menurut apa yang telah diajarkan oleh Tuhan Yesus ternyata tidak seperti yang mereka bayangkan. Mereka yang menjadi kecewa pada akhirnya akan menolak Yesus dan meninggalkan-Nya. Pada zaman Tuhan Yesus, Yohanes Pembaptis telah membuka jalan bagi-Nya, mengabarkan kabar keselamatan yang datang dari-Nya. Tuhan Yesus sendiri telah menyembuhkan banyak sekali orang sakit, dimana sebagian besar dari penyakit mereka adalah penyakit yang mustahil untuk disembuhkan, Ia mengadakan banyak mujizat, Ia juga mengusir setan-setan. Tetapi tidak semua orang yang telah menyaksikan mujizat itu menjadi percaya. Golongan orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat adalah para pemuka agama Yahudi yang melihat dengan mata tetapi hatinya tetap tertutup, mereka tersinggung dengan kemunculan Yesus di tengah masyarakat Yahudi, Yesus dianggap sebagai pesaing baru. Mereka merasa tersandung dengan pengajaran-Nya. Oleh sebab itu mereka menolak Yesus Kristus, bahkan mereka berusaha untuk membunuh-Nya. Tetapi berbahagialah apabila kita tidak tersinggung atau tersandung oleh karena Tuhan Yesus. Berbahagialah apabila kita bisa menerima ajaran kebenaran dalam Tuhan Yesus dan sungguh-sungguh mau menerapkan prinsip hidup Kerajaan Allah dalam kehidupan kita. Maka segala berkat sukacita dan damai sejahtera Allah akan memenuhi hidup kita sampai selama-lamanya.