Rabu, 26 April 2023 Pembacaan Alkitab; Bilangan 16-18 PEMBRONTAKAN YANG MEMBAWA PETAKA untuk memberontak melawan Musa, beserta dua ratus lima puluh orang Israel, pemimpin-pemimpin umat itu, yaitu orang-orang yang dipilih oleh rapat, semuanya orang-orang yang kenamaan (Bilangan 16:2) Bilangan 16 menceritakan kisah tentang pemberontakan yang dipimpin oleh Korah, seorang keturunan Lewi, dan beberapa orang lainnya yang merasa tidak puas dengan kedudukan yang telah diberikan kepada mereka oleh Allah. Mereka merasa bahwa Musa dan Harun telah memperoleh terlalu banyak kekuasaan dan otoritas dalam komunitas mereka. Tindakan mereka ini justru membawa konsekuensi yang fatal. Kita lihat dalam ayat 31-35, bumi terbelah dan menelan mereka beserta keluarga dan harta benda mereka. Hal ini menjadi pelajaran bagi kita bahwa ambisi dan pemberontakan tidak akan pernah membawa kebaikan dan hanya akan membawa malapetaka. Apa yang terjadi kemudian adalah suatu peringatan bagi kita semua bahwa Allah tidak akan membiarkan pemberontakan dan ketidaksetiaan terhadap pemimpin yang telah ditunjuk-Nya. Korah dan para pengikutnya akhirnya menghadapi hukuman yang sangat keras karena pemberontakan mereka. Dari kisah ini, kita dapat merenungkan betapa pentingnya untuk memiliki penundukan diri dan ketaatan terhadap Allah dan pemimpin yang telah di Pilih-Nya. Kita harus selalu menghormati dan menghargai keputusan-keputusan yang telah dibuat oleh pemimpin yang ditunjuk oleh Allah, sekaligus mempercayai bahwa Allah memiliki rencana terbaik untuk kita. Tentunya, jika ada hal-hal yang memang perlu diperbaiki atau diselesaikan, maka kita dapat menyampaikannya dengan cara yang tepat dan bijaksana, tanpa melanggar prinsip-prinsip yang telah ditetapkan oleh Allah dan menghormati kedudukan mereja yang telah diangkat oleh-Nya. Jangan biarkan ambisi yang tidak kudus membuat kita menjadi pemberontak yang akhirnya akan membawa kita pada kesengsaraan & Malapetaka.
Selasa, 25 April 2023 Pembacaan Alkitab; Bilangan 13-15 MELIHAT DENGAN MATA IMAN Kemudian Kaleb mencoba menenteramkan hati bangsa itu di hadapan Musa, katanya: “Tidak! Kita akan maju dan menduduki negeri itu, sebab kita pasti akan mengalahkannya!” (Bilangan 13:30) Dalam kehidupan ini, kita pasti diperhadapkan dengan kabar yang baik dan buruk. Kabar baik akan membawa sukacita, sedangkan kabar buruk akan membawa dukacita. Apapun berita yang kita dengar dan lihat, respon kita sangat menentukannya. Sebaik apapun berita yang kita dengar tetapi respon kita salah, berita baik pun menjadi tidak baik. Atau seburuk apapun kabar yang kita dengar tetapi juga respon kita baik, hal itu tidak akan menjadi masalah bagi kita. Hari ini kita belajar tentang kedua belas pengintai yang diperintahkan Tuhan melalui Musa, untuk mengeksplorasi tanah Kanaan yang dijanjikan oleh Tuhan. Setelah kembali dari misi, mereka memberikan laporan tentang betapa subur dan makmur tanah itu, tetapi juga melaporkan tentang rintangan-rintangan yang mungkin mereka hadapi jika mereka memasuki tanah itu. Sepuluh pengintai memberikan kabar busuk kepada bangsa Israel, sedangkan dua dari sepuluh pengintai tersebut, yaitu Yosua dan Kaleb, yang melihat tanah Kanaan dengan iman yang kuat dan penuh keyakinan pada janji Tuhan. Mereka menyarankan agar umat Israel memasuki tanah itu dengan keyakinan bahwa Tuhan akan memberikan kemenangan atas musuh-musuh mereka. Kisah ini mengajarkan kita untuk melihat segala sesuatu dengan iman adalah kunci untuk menangani ketakutan dan tantangan dalam hidup. Informasi macam apakah yang kita sering masukan dalam hati dan pikiran kita? Apakah itu hal yang membangun atau justru menghancurkan hidup kita? Kegentaran dan ketakutan yang dialami bangsa Israel karena kabar busuk, bisa pula menimpa kita jika tidak berhati-hati dalam menyaring informasi! Sesulit apapun tantangan yang kita hadapi, kita perlu melihat segala sesuatu dengan iman. Percaya bahwa Tuhan sanggup menolong segala kesulitan yang kita hadapi. Tuhan Yesus yang mengutus kita, Tuhan Yesus juga yang akan membukakan jalan. Kita tidak perlu takut menghadapi tantangan hidup, karena ada Tuhan Yesus yang menyertai hidup kita. Seburuk apapun tantangan yang kita hadapi, lihatlah dengan mata iman bahwa Tuhan Yesus Sanggup untuk menolong hidup kita.
Senin, 24 April 2023 Pembacaan Alkitab; Bilangan 10-12 BERJALAN BERSAMA TUHAN Lalu berangkatlah mereka dari gunung TUHAN dan berjalan tiga hari perjalanan jauhnya, sedang tabut perjanjian TUHAN berangkat di depan mereka dan berjalan tiga hari perjalanan jauhnya untuk mencari tempat perhentian bagi mereka. (Bilangan 10:33) Saat kita mendaki sebuah gunung atau sedang melakukan jelajah alam, kita pasti membutuhkan peta atau kompas sebagai petunjuk jalan. Tanpa panduan yang tepat, kita pasti tersesat atau bahkan terjebak dalam bahaya. Jika kita membawa peta dan kompas, kita akan dapat menemukan jalur yang benar dan mencapai tujuan dengan selamat. Pada saat pertama kali bangsa Israel berangkat dari Sinai, mereka melakukannya atas perintah TUHAN yang disampaikan melalui Musa. Mereka berkomitmen untuk mengikuti TUHAN dengan tekun dan penuh ketaatan. Mereka memulai perjalanan selama tiga hari sambil membawa Tabut Tuhan di depan mereka sebagai tanda bahwa mereka siap mengikuti dan dipimpin oleh TUHAN. Dengan bertekun berjalan bersama dengan TUHAN, bangsa Israel menunjukkan keinginan mereka untuk selalu mengikuti dan mematuhi titah-titah TUHAN. Dengan demikian mereka akan sampai tujuan dengan selamat. Di tengah kehidupan yang tidak menentu dan begitu sulit untuk kita jalani, kita tidak bisa berjalan mengandalkan kekuatan sendiri. Sebab saat kita mengandalkan kekuatan sendiri, kita pasti akan tersesat dan hidup dalam bahaya. Tanpa Tuhan Yesus, keinginan kita seringkali bersinggungan dengan dosa dan berujung pada maut (Rm. 6:23). Kita perlu tuntunan Tuhan yang mengarahkan kita kepada hal-hal yang benar untuk mencapai tujuan hidup kita sesuai dengan kehendak Tuhan. Sama seperti tabut perjanjian TUHAN yang menjadi panduan bagi bangsa Israel, demikian juga firman TUHAN dapat menjadi panduan bagi kita dalam hidup ini. Firman TUHAN dapat menolong kita untuk tidak tersesat dan memberi kita kemampuan untuk menghadapi tantangan hidup yang kita hadapi. Firman Tuhan adalah pelita bagi kaki dan jalan kita (Mzm. 119:105). Firman Tuhan adalah kompas yang tepat dan jelas untuk menuntun kita pada perjalanan yang sulit yang kita jalani.
Minggu, 23 April 2023 Pembacaan Alkitab; Bilangan 7 – 9 KEHADIRAN TUHAN Pada hari didirikan Kemah Suci, maka awan itu menutupi Kemah Suci, kemah hukum Allah; dan pada waktu malam sampai pagi awan itu ada di atas Kemah Suci, kelihatan seperti api. Demikianlah selalu terjadi: awan itu menutupi Kemah, dan pada waktu malam kelihatan seperti api. (Bilangan 9:15-16) Setelah bangsa Israel keluar dari tanah Mesir dan mengembara di padang gurun, Janji penyertaan Allah terbukti menyertai mereka. Ada 2 hal yang menjadi bukti penyertaan Tuhan bagi bangsa Israel: Kemah Suci. Melambangkan kehadiran Tuhan (Bil.1:50-51). Kehadiran Tuhan pasti akan memberi dampak atas kehidupan seseorang. Kehadiran Nya memberikan kekuatan dan perlindungan atas semua orang yang ada didalamnya. Sebab itu dimanapun kita berada, pastikan kehadiran Tuhan itu harus selalu ada pada kita. Dia ada di dalam hati kita. Tiang Awan dan Api (Bil.9:15). Meskipun umat Israel sudah keluar dari Mesir, tapi rasa takut dan kuatir terhadap musuh masih ada. Oleh karena itu, Tuhan menunjukkan kuasa-Nya dengan terus menyertai langkah mereka dengan tanda perlindungan berupa tiang awan yang melindungi mereka pada waktu siang, dan tiang api pada waktu malam untuk menuntun dan mengarahkan mereka supaya tidak ada yang dapat membahayakan mereka. Dan mereka taat mengikuti arahan Tuhan melalui perantaraan Musa. Kehadiran dan Penyertaan Tuhan pada jaman itu, menjadi bukti Tuhan itu ada. Kehadiran dan penyertaanNya juga masih berlaku sampai saat ini. Mari terus kita mempercayai & Mengandalkan Nya. Kehadiran Nya saat ini dinyatakan melalui pribadi Roh Kudus yang tinggal di dalam kita, dimanapun kita berada Penyertaan & perlindungan Tuhan akan selalu ada pada kita. Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya, (Yohanes 14:16)
Sabtu, 22 April 2023 Pembacaan Alkitab; Bilangan 4 – 6 DIKHUSUSKAN BAGI TUHAN TUHAN berfirman kepada Musa: “Berbicaralah kepada orang Israel dan katakanlah kepada mereka: Apabila seseorang, laki-laki atau perempuan, mengucapkan nazar khusus, yakni nazar orang nazir, untuk mengkhususkan dirinya bagi TUHAN, (Bilangan 6:1-2) Kata “nazir” (dari bah. Ibr. nazar “memisahkan”), menandakan seorang yang sepenuhnya dipisahkan dan dikhususkan untuk Tuhan. Penyerahan itu dapat berlangsung selama waktu tertentu atau untuk seumur hidup. Bagi Allah seorang nazir ini dibangkitkan Allah supaya hidupnya memiliki nilai atau kualitas hidup yg sesuai dengan kehendakNya. Yaitu kekudusan, kemurnian dan penyerahan diri seutuhnya kepada Allah ditengah-tengah umat Nya. Dalam kehidupan kita saat ini, nazir Yaitu kehidupan kekristenan yg berkomitmen, Murni, menjaga kekudusan & menyerahkan diri kita sepenuhnya kepada Allah. Allah meyelamatkan kita supaya kehidupan kita layaknya nazir Allah yg dikhususkan untuk Dia. Dan itu berarti kita harus harus hidup sesuai dengan FirmanNya Sebagai Nazir Allah kita harus menjauhkan kejahatan, Karena Allah membenci semua kejahatan. Dan Tuhan mau kita hidup dalam kebenaran, Orang yang sudah mengikrarkan dirinya kepada Allah, Janganlah mempermainkan ikrarnya kepada Allah. Ia memang adalah Allah yang mengasihi kita, tapi Dia juga tidak akan membiarkan diri-Nya dipermainkan. Marilah kita hidup sungguh-sungguh sebagai Nasir Allah yakni orang yang dikhususkan untuk menjadi alatNya yang dapat dipakai buat menyelamatkan banyak jiwa Berilah dirimu untuk khususkan Allah, bagi tuaian dihari terakhir ini
Jumat, 21 April 2023 Pembacaan Alkitab; Bilangan 1-3 Dipilih & Dikhususkan Untuk Melayani TUHAN “Sesungguhnya, Aku mengambil orang Lewi dari antara orang Israel ganti semua anak sulung mereka, yang terdahulu lahir dari kandungan, supaya orang Lewi menjadi kepunyaan-Ku, (Bilangan 3:12) Tuhan telah menetapkan suku Lewi sebagai suku yang dikhususkan untuk melayani Tuhan dan menyelenggarakan peribadatan di Kemah Suci. Hanya suku Lewi saja yang memiliki hak untuk melayani Tuhan di Kemah Suci. Pencatatan suku Lewi dimulai dari laki–laki yang berusia satu bulan, hal tersebut menunjukkan bahwa orang yang dipanggil untuk melayani Tuhan sudah dikhususkan sebelum pelayanannya dilaksanakan. Pengkhususan suku Lewi ini menunjukkan bahwa status dan peran Suku Lewi sebagai pelayan dan penyelenggara peribadatan sangatlah penting. Dalam Perjanjian Baru, kita mengenal istilah “imamat yang rajani” (1 Petrus 2:9), yaitu istilah yang berkaitan dengan status yang diberikan kepada orang percaya yang telah memperoleh keselamatan di dalam Tuhan Yesus. Oleh karena itu, sebagaimana Suku Lewi bertugas untuk melayani di Kemah Suci, orang percaya yang telah memiliki status “imamat yang rajani” juga dipanggil untuk melayani Tuhan, baik dalam gereja maupun dalam kehidupan sehari-hari. Hanya orang yang percaya kepada Tuhan Yesus yang mendapat panggilan untuk melayani Tuhan. Kita sebagai umat pilihan Allah yang telah dikhususkan oleh Allah, sudah seharusnya hidup kita dipergunakan untuk melayani Nya. Melayani Allah tidak terbatas saat berada disebuah tempat ibadah, namun melayani Allah dapat dikerjakan dimanapun kita berada, dengan mencerminkan kasih dan kuasa Tuhan, disitulah kita sedang melayani Allah. Apapun aktivitas yang kita lakukan sepanjang hari ini, Mari lakukanlah atas dasar melayani Allah semata. Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. (Kolose 3:23)
Kamis, 20 April 2023 Pembacaan Alkitab; Lukas 22-24 “UTAMAKAN DOA” Setelah tiba di tempat itu Ia berkata kepada mereka: “Berdoalah supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan.” (Lukas 22:40) Seringkali kita mendengar kata doa, sepenting apakah doa dalam kehidupan kita? Banyak dari anak Tuhan yang beranggapan bahwa doa adalah jalan terakhir disaat sudah terjepit masalah. Bahkan ada yang menganggap doa sebagai rutinitas belaka. Belajar dari Yesus saat dia berinkarnasi menjadi manusia, doa menjadi gaya hidupnya sehari-hari. Bahkan dalam Injil, banyak dituliskan mengenai apapun yang akan dilakukan oleh Tuhan Yesus, Ia selalu mendahulukan doa. Ia juga selalu menyingkir dari keramaian agar dapat mengambil waktu berdoa. Dalam Lukas 22 inilah puncak doa yang disampaikan Yesus kepada Bapa, sebab Ia akan meminum cawan murka Allah untuk menebus dosa seluruh umat manusia. Dalam setiap doanya khususnya pada peristiwa ini, Yesus tetap taat dan mendahulukan kehendak Bapa dibanding harus memaksakan kehendakNya sendiri, sehingga ia tidak berdosa. Sebagai murid Kristus, sudah seharusnya kita mencontoh apa yang menjadi gaya hidup Tuhan Yesus, yaitu berdoa, doa bukan sebagai ban serep atau saat-saat terjepit saja, namun menjadi landasan untuk memulai setiap aktivitas apapun yang akan dilakukan dan tetap dahulukan kehendak Allah Bapa dan bukan kehendak pribadi. Sebab dengan kita berdoa kita akan terbebas dari jerat pencobaan dan dosa yang selalu mengintip untuk memaksa kita melakukannya.
Rabu, 19 April 2023 Pembacaan Alkitab; Lukas 19-21 PERTOBATAN YANG SESUNGGUHNYA Tetapi Zakheus berdiri dan berkata kepada Tuhan: “Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas a dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat.” Kata Yesus kepadanya: “Hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini, karena orang inipun anak Abraham. (Lukas 19:18-19) Zakheus mengalami perjumpaan pribadi dengan Yesus yang membuatnya bertobat. Pertobatan yang sesungguhnya adalah, ketika seseorang merasa takut pada perbuatan yang mengakibatkan dosa, berani mengakui kesalahan pada Tuhan dan berjanji tidak akan melakukannya lagi. Hal ini telah diteladani oleh Zakheus dalam Lukas 19: 1-10. Perjumpaannya dengan Yesus membuat dia mengambil keputusan yang besar dalam hidupnya, bahkan dia menganggap Yesus bukanlah sebagai manusia biasa, melainkan Tuhan yang mulia. Apa yang diucapakannya kepada Yesus merupakan lonjakan iman yang luar biasa. Sehingga dalam ayat 19 Yesus pun mengatakan telah terjadi keselamatan atas Zakheus dan seluruh rumahnya. Seperti Zakheus yang diubahkan setelah alami perjumpaan pribadi dengan Yesus, biarlah kita juga mengalami hal yang sama seperti Zakheus, Sehingga hidup kita dapat memberi danpak positif untuk orang-orang disekitar kita, dan nama Tuhan dipermuliakan.