Author: Administrator

[BREAD OF LIFE – GIVES LIFE] BOL365 | DAY 104

Jumat, 14 April 2023 Pembacaan Alkitab: Lukas 4-6 “DIURAPI TUHAN & DIUTUS UNTUK MEMBEBASKAN” “Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang.” (Lukas 4:18-19) Di awal masa pelayanan-Nya, Tuhan Yesus menyatakan diri-Nya dan memberitahukan misi-Nya selama ada di dunia. Pada hari Sabat, di kota Nazaret, Ia mengajar di sebuah rumah ibadat dan membacakan nubuatan tentang apa yang akan dilakukan oleh Mesias ketika Ia datang. Dalam kitab Yesaya, telah dinubuatkan bahwa tugas Mesias (yang diurapi) adalah mewartakan kabar baik Allah bagi umat manusia. Melalui kabar baik itu manusia bisa terbebas dari belenggu dosa. Mesias yang dimaksud itu adalah diri-Nya sendiri. Roh Tuhan ada pada-Nya, Ia telah diurapi sebelum diutus, sehingga layak untuk melaksanakan tugas dan panggilan itu. Setiap kita yang dipenuhi Roh Kudus dipanggil untuk ikut serta dalam pelayanan dengan cara-cara demikian. Untuk melakukannya kita harus menyadari kesengsaraan yang diakibatkan oleh dosa kepada umat manusia: Dosa telah membuat seseorang “miskin”. Orang itu buta karena tidak dapat melihat rencana Allah bagi dunia dan bagi dirinya sendiri, dan ia ditindas oleh rupa-rupa kuasa gelap yang melawan Allah. Tuhan Yesus datang untuk membebaskan orang-orang yang tertawan oleh dosa. & memberikan penglihatan bagi mereka yang buta, yaitu Pertama dengan berita Injil-Nya Ia membuka mata rohani yang buta, sebab Ia membawa terang bagi dunia yang gelap; Kedua dengan Kuasa Nya Ia menyembuhkan mereka yang buta mata jasmaninya. Dalam Perjanjian Lama, tahun rahmat Allah bisa berupa tahun sabat (tahun ketujuh) dan juga tahun Yobel (tahun kelimapuluh), keduanya berbicara mengenai pembebasan, pemulihan, dan pendamaian. Yesus Kristus datang untuk memberi tahu dunia bahwa Allah bersedia berdamai dengan manusia dan Allah mau menerima mereka dengan Perjanjian yang Baru. Pada puncaknya, dalam peristiwa penyaliban Yesus Kristus, semua nubuatan dalam Kitab Yesaya tentang janji keselamatan Allah yang datang melalui Mesias tergenapi. Dulu kita adalah orang yang miskin, buta, dan tertawan; tetapi sekarang kita telah menerima pembebasan dan keselamatan oleh anugerah dari Tuhan Yesus. Kita hendaknya meneladani-Nya dalam kasih-Nya kepada mereka yang terhilang. Biarlah pengurapan Roh Kudus tercurah dalam hidup kita supaya kita siap saat diutus dalam misi pembebasan.

[BREAD OF LIFE – GIVES LIFE]BOL365 | DAY 103

Kamis, 13 April 2023 Pembacaan Alkitab: Lukas 1-3 “BAGI ALLAH TIDAK ADA YANG MUSTAHIL” “Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil.” (Lukas 1:37) Apabila Allah telah berfirman, tidak ada satu pun yang dapat menghalangi kuasa-Nya, sehingga apa yang dijanjikan-Nya itu pasti akan digenapi. Karena bagi Tuhan tidak ada yang mustahil. Hal itu sesuai dengan sifat dan kesempurnaan-Nya, dengan nasihat, maksud, dan janji-janji-Nya: segala sesuatu yang Dia Firmankan atau janjikan, Dia pasti menggenapiNya. Bahkan apa yang dinubuatkan oleh para nabi-Nya serta yang dinyatakan oleh para malaikat-Nya, pasti akan digenapi-Nya juga. Ketika Allah berjanji kepada Abraham bahwa ia akan memiliki keturunan yang menjadi pewarisnya, maka janji itu digenapi-Nya. Kelahiran Ishak adalah bukti bahwa keadaan alami Abraham dan Sarah yang sudah tidak mungkin untuk memiliki anak, namun tidak menghalangi janji itu digenapi. Abraham memiliki iman sehingga janji Allah digenapi. Saat Allah menyampaikan janji Nya melalui malaikat kepada seorang perawan bernama Maria bahwa ia akan mengandung dan melahirkan seorang Anak yang akan bertahta selama-lamanya, maka janji itu juga digenapi-Nya. Kelahiran Yesus adalah bukti bahwa keadaan alami Maria yang masih suci tidak menghalangi janji itu tergenapi. Sama seperti Abraham yang pada awalnya bingung bagaimana hal itu mungkin terjadi, tetapi sungguh terjadi. Janji Tuhan hanya akan digrnapi bagi mereka yang percaya pada Nya. Milikilah iman dan pengharapan bahwa: pertama, Allah sangat mengasihi kita, dan Dia bermaksud menolong kita, kedua, situasi itu tidak bisa menjadi penghalang bagi kemakuasaan Allah, dan ketiga, kuasa dan janji Allah itu pasti akan membebaskan kita dari masalah yang menghimpit. Lakukan bagian kita untuk tetap taat dan setia, memelihara iman dan pengharapan yang kuat, dan mengandalkan Tuhan. Bagian Allah adalah menggenapi janji-janji-Nya terjadi dalam hidup kita.

Old way or new way choice

MENGIKUT DAN MENGENAL YESUS

Ia membawanya kepada Yesus. Yesus memandang dia dan berkata: “Engkau Simon, anak Yohanes, engkau akan dinamakan Kefas (artinya: Petrus)” (Yoh. 1:42)   Yohanes Pembaptis sedang berjalan bersama dua muridnya, dan tiba-tiba dia melihat Yesus lewat. Dengan penuh keyakinan, Yohanes mengatakan kepada murid-muridnya, “Lihatlah Anak Domba Allah itu!” Mendengar perkataan Yohanes, kedua muridnya yang bernama Andreas dan Simon langsung mengikuti Yesus. Namun, bukan hanya Andreas dan Simon yang tertarik dengan Yesus. Kemudian, Filipus dan Natanael juga bergabung dengan kelompok pengikut Yesus. Saat Filipus memperkenalkan Yesus kepada Natanael, Natanael awalnya skeptis dan berkata, “Dapatkah ada sesuatu yang baik datang dari Nazaret?” Namun, ketika Natanael bertemu dengan Yesus dan dia mendengar Yesus mengatakan kepadanya bahwa Yesus telah melihat Natanael di bawah pohon ara sebelum Filipus memanggilnya, Natanael langsung percaya bahwa Yesus adalah Mesias.   Firman Tuhan hari ini mengajarkan tentang pengenalan kita terhadap Yesus. Seperti halnya murid-murid Yohanes yang mendengarkan perkataannya dan mengikuti Yesus, kita juga harus memperhatikan tanda-tanda yang dikirimkan oleh Allah dan mengikuti Yesus dengan setia. Kita juga dapat melihat bahwa pengenalan kita terhadap Yesus adalah sebuah proses, seperti halnya Natanael yang awalnya skeptis tapi akhirnya percaya setelah bertemu dengan Yesus. Kita harus terus mencari dan mengenal Yesus lebih dalam, dan semakin kita mengenal-Nya, semakin besar iman dan keyakinan kita akan Dia. Mereka tidak membiarkan keraguan atau ketidakpastian menghambat mereka dalam mengikuti Yesus. Mari ikutlah Yesus dengan kesungguhan hati!   Siapakah Yesus bagi kita? Jika Yesus sungguh penting bagi kita, sudahkah kita memberikan hati kita bagi-Nya? God bless!!!

[BREAD OF LIFE – GIVES LIFE] BOL 365 DAY 102│

Rabu, 12 April 2023 Pembacaan Alkitab; Imamat 25-27 https://youtu.be/x1-0r6eTpR4 MENGASIHI TUHAN, MENGASIHI SESAMA Apabila saudaramu jatuh miskin, sehingga tidak sanggup bertahan di antaramu, maka engkau harus menyokong dia sebagai orang asing dan pendatang, supaya ia dapat hidup di antaramu (Imamat 25:35) Dalam konteks zaman ini yang serba materialistis, orang cenderung mengutamakan kepentingan pribadi di atas segalanya, bahkan sampai mengeksploitasi orang lain. Namun, Firman Tuhan menegaskan bahwa keuntungan yang diperoleh dari eksploitasi sesama tidaklah menjadi berkat dan tidak berlangsung lama. Di dalam hukum Taurat, diatur tentang bagaimana kita harus memperlakukan orang miskin. Kita harus menyokong mereka supaya mereka bisa bertahan hidup, tidak boleh mengambil bunga uang atau riba dari padanya (ay. 36). Firman Tuhan juga memberikan nasihat kepada kita agar kita hidup takut akan Allah dan memperhatikan kesejahteraan saudara-saudara kita. Kita perlu memperhatikan orang yang kurang mampu dan memberikan perhatian khusus kepada mereka yang membutuhkan. Serta menekankan pentingnya menjalin hubungan yang sehat dengan sesama dan mengutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi. Sadarilah bahwa semua yang kita miliki saat ini adalah pemberian atau anugerah dari Tuhan Yesus. Apa yang telah kita terima dari-Nya dipergunakan juga untuk mempermuliakan nama-Nya, salah satunya adalah dengan menolong orang-orang disekitar kita yang kekurangan. Orang yang mengasihi Tuhan Yesus hidupnya pasti tidak pelit, melainkan suka menolong orang lain & pasti juga akan mengasihi sesamanya. Firman Tuhan menuliskan, bahwa “Adalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima.” (Kis. 20:35). Perhatikanlah orang-orang disekitar kita, biarlah melalui hidup kita mereka merasakan dan mengenal kasih Kristus. Cara kita memperlakukan sesama menunjukkan sebuah bentuk hormat kita kepada Tuhan Yesus sebagai pemilik segala kehidupan.

lamb

ANAK DOMBA ALLAH PENGHAPUS DOSA

Pada keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata: “Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia (Yoh. 1:29)   Dalam budaya Perjanjian Lama, orang mendapatkan pengampunan dosa dari korban binatang yang dipersembahkan kepada Allah. Hewan yang dipersembahkan diukur dari latar belakang sosial seseorang. Namun, konsep tersebut sudah digantikan dalam Perjanjian Baru, sebab Kristus menggantikan darah hewan dengan darah Anak Domba Allah. Yesus adalah Anak Domba Allah yang dikirim ke dunia ini untuk mengambil dosa kita dan memberikan keselamatan kepada kita. Kita semua telah berbuat dosa dan kita tidak bisa menyelamatkan diri kita sendiri dari dosa ini, hanya Yesus yang bisa memberikan kita keselamatan.   Maka dari itu, mari kita belajar untuk mengakui dosa kita, merendahkan hati kita, dan meminta pengampunan kepada Yesus. Kita harus mengakui bahwa kita butuh Dia dalam hidup kita, dan Dia bersedia memberikan pengampunan dan memberikan kita kehidupan yang lebih baik. Firman Tuhan hari ini juga mengajarkan kepada kita tentang pentingnya memperkenalkan Yesus kepada orang lain. Kita harus membagikan kabar baik tentang keselamatan kepada orang lain, agar mereka juga dapat menerima keselamatan yang sama seperti yang diberikan kepada kita.   Yesus adalah satu-satunya Juruselamat dan Tuhan kita! Tetaplah pegang iman kita kepada-Nya sampai akhir hidup kita. God bless!!!

[BREAD OF LIFE – GIVES LIFE] BOL 365 DAY 101│

Selasa, 11 April 2023 Pembacaan Alkitab; Imamat 22-24 PERSEMBAHAN YANG TERBAIK Segala yang bercacat badannya janganlah kamu persembahkan, karena dengan itu TUHAN tidak berkenan akan kamu. (Imamat 22:20). Ketika masih kecil saya suka merasa jengkel melihat Ibu saya yang suka membagikan makanan sisa kepada tetangga-tetangganya. Bukan masalah berbaginya, tetapi karena yang diberikan adalah bukan makanan yang terbaik, tetapi makanan kemarin. Bayangkan jika yang menerima makanan sisa itu adalah kita, bagaimanakah perasaan kita? Di dalam Hukum Taurat, segala persembahan yang diberikan kepada Allah diatur secara terperinci. Persembahan tersebut bukanlah binatang yang cacat, memiliki penyakit, dan tidak dikebiri. Syarat-syarat persembahan tersebut merupakan bukti keseriusan seseorang dalam memberikan persembahan kepada Allah, apakah ia akan memberikan yang terbaik untuk Allah atau sebaliknya? Peraturan tersebut juga bukan untuk mempersulit umat Israel, tetapi untuk mengajarkan kepada mereka betapa pentingnya untuk memberikan penghormatan yang tinggi kepada Allah. Saat ini, kita memang tidak perlu lagi mempersembahkan binatang untuk menebus dosa-dosa kita karena Yesus Kristus telah menjadi korban tebusan yang membebaskan kita dari segala dosa. Namun, bukan berarti saat ini kita tidak perlu memberikan apa-apa lagi kepada Tuhan, sebaliknya, saat ini kita diminta untuk memberikan hidup kita kepada-Nya sebagai persembahan yang kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya (Roma 12:1-2). Artinya kita harus memberikan persembahan yang terbaik dari apa yg kita miliki. Kita tidak membiarkan hidup ini dikuasai oleh dosa, karena hidup kita sudah dipersembahkan kepada Tuhan Yesus. Dengan melakukan hal tersebut, kita sedang menunjukkan kasih dan penghormatan yang tinggi kepada Tuhan Yesus. Mari, berikan semuanya yang terbaik untuk Tuhan Yesus karena Ia sudah memberikan yang terbaik untuk kita. Tuhan Yesus layak menerima yang terbaik dan sempurna dari hidup kita.

[BREAD OF LIFE – GIVES LIFE] BOL 365 DAY 100│

Senin, 10 April 2023 Pembacaan Alkitab; Imamat 19-21 “Taat pada Perintah Tuhan & Melakukannya” Demikianlah kamu harus berpegang pada segala ketetapan-Ku dan segala peraturan-Ku serta melakukan semuanya itu; Akulah TUHAN. (Imamat 19:37) Perintah dapat diartikan sebagai perkataan yang bermaksud untuk menyuruh melakukan sesuatu. Dalam hal seseorang yang memiliki posisi yang tinggi memberikan perintah, maka orang yang menerima perintah tersebut harus melakukan sesuai dengan apa yang diperintahkan dengan taat. Bangsa Israel memperoleh serangkaian perintah dan ajaran moral yang disampaikan melalui Musa. Tujuan dari perintah-perintah tersebut adalah untuk membangun suatu masyarakat yang benar, adil, dan setia kepada Allah. Allah memerintahkan bangsa Israel untuk menjadi kudus, sebagaimana Dia adalah kudus. Hal ini berarti bahwa mereka harus hidup dalam kebenaran dan memuliakan Allah dalam segala aspek kehidupan mereka. Kita diajarkan untuk mengasihi sesama kita seperti diri sendiri, serta menjauhi perbuatan dosa. Tujuan dari perintah-perintah ini adalah untuk membangun suatu masyarakat yang baik, yang berdasarkan kasih dan keadilan, serta memuliakan Allah. Mari hidup dengan taat melakukan kebenaran dan kasih, serta menjauhi segala bentuk dosa dan ketidakadilan. Hal ini sangat penting bagi kita, karena prinsip-prinsip ini dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari untuk membangun masyarakat yang lebih baik dan menghormati Allah. Bukti kita mengasihi Tuhan adalah dengan taat pada perintah-Nya.

[BREAD OF LIFE – GIVES LIFE] BOL 365 DAY 99│

Minggu 9 April 2023 Pembacaan Alkitab; Imamat 16-18 PENDAMAIAN & PENGAMPUNAN DOSA Dengan demikian ia mengadakan pendamaian bagi tempat kudus itu karena segala kenajisan orang Israel dan karena segala pelanggaran mereka, apa pun juga dosa mereka. Demikianlah harus diperbuatnya dengan Kemah Pertemuan yang tetap diam di antara mereka di tengah-tengah segala kenajisan mereka. (Imamat 26:16) Bagi umat Israel Hari raya pendamaian merupakan hari dimana umat Israel disucikan dan didamaikan dengan Allah. Dan tugas Imam untuk mengadakan pendamaian itu supaya umat Israel bersih dari kenajisan mereka. Dalam Perjanjian lama untuk berdamai dengan Allah atau menyucikan kita dari dosa perlu bantuan seorang Imam dan juga korban sembelihan. Tanpa itu umat Israel tidak akan bisa ditahirkan atau dibersihkan dari dosa-dosa mereka. Tapi dalam Perjanjian Baru aturan-aturan itu tidak perlu lagi karena posisi itu sudah diambil oleh Yesus Tuhan kita. Bagaimana Ia mengampuni dosa dan kesalahan kita? Dalam I Yoh.1:9, “Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan” cukup dengan mengakui segala kesalahan kita sungguh-sungguh & jujur dihadapan Tuhan maka kita diampuni. Apa yang menjamin dosa kita pasti diampuni ? yang menjamin adalah diri-Nya sendiri. Dia sudah mati buat semua umat manusia, dan kematianNya membawa pengampunan serta keselamatan bagi seluruh umat manusia.