Home » Archives for Administrator » Page 120

Author: Administrator

JEHOVAH JIREH

Tetapi seperti ada tertulis: “Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia.” (1 Kor. 2:9)   Ketakutan, keraguan dan kekuatiran merupakan sifat yang sering terlihat dalam hidup manusia. Terlebih lagi saat sedang dalam pergumulan atau apa yang ia harapkan belum tercapai. Pada akhirnya manusia sering menuntut Tuhan Yesus untuk menggenapi janji-Nya, seolah-olah Tuhan Yesus lupa akan apa yang Ia janjikan. Pertanyaannya, apakah mungkin Tuhan yang kita sembah adalah Tuhan yang pelupa? Sekali-kali tidak. Dia bukanlah manusia yang ketika sudah berjanji bisa dilupakan begitu saja.   Tuhan memberi lebih dari apa yang kita pikirkan bagi orang yang mengasihi Dia, artinya kita harus hidup sebagai orang benar di hadapan Allah. Tuhan Yesus pasti akan menggenapi apa yang Ia sudah katakan dalam firman-Nya sesuai dengan waktu-Nya. Kita hanya perlu fokus untuk selalu hidup benar di hadapan Tuhan, tidak menyimpang ke kanan dan ke kiri. Melalui apa yang dituliskan oleh rasul Paulus kita bisa belajar bahwa Tuhan Yesus senantiasa melakukan yang terbaik dalam hidupnya, bahwa Tuhan Yesus tidak pernah ingkar janji. Pada saat ini, belajarlah lebih percaya kepada-Nya, biarkan Tuhan melakukan bagian-Nya dan kita melakukan bagian kita. Berhenti menuntut dan lakukanlah tanggung jawab kita untuk hidup sesuai dengan firman-Nya. Dia adalah Jehovah Jireh, Tuhan yang menyediakan.   Selama hidup bersama Tuhan Yesus, jangan pernah takut. Sebab Ia adalah Tuhan yang akan menepati janji-Nya sesuai dengan waktu-Nya. God bless!!!

PARADIGMA YANG BARU

Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna. (Rm. 12:2)   Paradigma adalah sudut pandang seseorang terhadap sesuatu. Paradigma sangatlah penting, karena akan memengaruhi perkataan dan perbuatan seseorang. Paradigma yang benar akan mempengaruhi sikap hidup yang benar, demikian sebaliknya. Harus disadari bahwa, seringkali konsep Alkitab berbeda dengan konsep dunia. Misalnya, dalam hal keselamatan, dunia berkata manusia diselamatkan oleh karena perbuatan, sedangkan menurut Alkitab, manusia diselamatkan oleh karena Kristus. Dalam hal memberi pun demikian, dunia menjelaskan bahwa ‘hemat pangkal kaya,’ tetapi Alkitab menuliskan bahwa orang yang diberkati adalah orang yang suka memberi (Kis. 20:35). Saat kita tidak hidup menurut konsep dunia, seringkali kita disebut sebagai orang yang ‘sok suci.’   Sebagai orang percaya kepada Kristus kita perlu bertindak dengan baik, berkenan dan sempurna di hadapan Allah, tidak hanya hanya sekedar baik di hadapan manusia saja. Apa yang kita pikirkan, katakan dan lakukan harus sesuai dengan standar firman, bukan standar kita sendiri. Paradigma yang salah terhadap kebenaran firman Tuhan akan menghambat pertumbuhan rohani kita. Kita sudah diselamatkan oleh karena Tuhan Yesus, dan Ia memanggil kita untuk bisa menerangi dunia yang gelap ini, sehingga melalui kehidupan kita terang Kristus berdampak mengubah kehidupan dunia yang gelap ini. Apa yang kita lakukan harus menghadirkan kedamaian, kasih dan sukacita bagi semua orang. Buanglah konsep kita yang lama dan gantikanlah dengan konsep firman Tuhan.   Paradigma yang lama akan menghambat kita untuk mengerti kehendak Allah. (Ps. Niko Njotorahardjo). God bless!!!

FOKUS KEPADA TUHAN

Tetapi Yesus berpaling dan memandang dia serta berkata: “Teguhkanlah hatimu, hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau.” Maka sejak saat itu sembuhlah perempuan itu. (Mat. 9:22)   Mengamati kisah perempuan yang sakit pendarahan 12 tahun, muncullah sebuah pertanyaan, apakah mungkin seorang yang sakit pendarahan selama 12 tahun itu bisa bertahan hidup? Secara medis hal itu mustahil terjadi. Jika memang ada orang yang sakit pendarahan, menurut medis ia hanya dapat bertahan 1 atau 2 tahun. Ia pasti membutuhkan transfusi darah setiap waktu. Terlebih lagi wanita tersebut hidup dimana ilmu kedokteran masih belum maju seperti zaman sekarang. Jika ia bisa hidup, itu adalah mukjizat.   Pada saat keadaan yang ia alami membuat ia kehilangan segalanya dalam materi. Secara sosial, ia dikucilkan, karena pada saat itu ia dianggap najis (Im. 15:19-31). Secara fisik tentu ia mengalami kelelahan menahan sakitnya. Saat dalam pergumulan, tidak ada pelukan, tidak ada yang menguatkannya, tetapi saat Ia melihat Kristus, Ia beriman bahwa Yesus sanggup menyembuhkan. Hasil dari tindakan imannya, ia mengalami kesembuhan. Di dalam menjalani hidup ini, kita tidak bisa berharap kepada manusia, kita hanya perlu memfokuskan kehidupan kita hanya kepada Yesus, sebab Ialah sumber pertolongan dan pengharapan kita di dalam kesesakan. Yesus adalah satu-satunya jawaban hidup kita.   Sumber pertolongan dan pengharapan kita hanyalah Yesus, maka dari itu fokuskanlah pandangan kita hanya kepada Yesus saja. God bless!!!

MENINGGALKAN MASA LALU

Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus (Flp.3:13-14)   Tahun 2021 telah kita lewati. Ada berkat Tuhan dan ada pergumulan, pergumulan pun menjadi sarana Tuhan untuk membentuk kehidupan kita. Ada keberhasilan, kegagalan, sukacita dan dukacita. Mungkin ditahun 2021 kita juga pernah dikecewakan, tetapi kita tidak boleh larut dalam kekecewan, kita harus mampu mengampuni orang yang sudah mengecewakan kita. Kita tidak boleh hidup masa lalu, karena masa lalu kita bukanlah masa depan kita.   Banyak pelajaran yang Tuhan Yesus sudah ajarkan kepada kita. Rasul Paulus juga mengajarkan kita untuk meninggalkan masa lalu, yang ia fokuskan hanyalah mengarahkan pandangannya kepada Kristus dan mengejar panggilan sorgawi. Masa lalu tidak akan pernah bisa kita ubah, tapi kita bisa mengubah masa depan. Kita pun harus bersikap demikian, kita harus mampu meninggalkan kegagalan dan keberhasilan di masa lalu, karena kita sudah tidak menghidupinya. Renungkanlah segala kebaikan-Nya dan lakukanlah kehendak-Nya. Ditahun 2022 kita harus mampu bekerja sama dengan Tuhan Yesus lebih lagi, kita mau menggenapi panggilan Tuhan dalam hidup kita.   Berhentilah meratapi masa lalu, melangkahlah dan hidupilah panggilan yang sudah Tuhan tetapkan atas hidup kita. God bless

PUZZLE KEHIDUPAN

Aku tahu, bahwa Engkau sanggup melakukan segala sesuatu, dan tidak ada rencana-Mu yang gagal. (Ayb. 42:2)   Manusia cenderung memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, termasuk keingintahuan mengenai masa depan. Tidak sedikit orang yang ingin tahu tentang masa depannya dengan cara yang tidak benar, yaitu pergi ke paranormal, ada juga yang percaya dengan horoskop atau ramalan perbintangan. Hal itu mungkin dilatar belakangi dengan kekuatiran akan masa depan, bagaimana kehidupannya nanti di masa depan? Apakah nantinya memiliki masa depan yang baik atau buruk? Bagi orang yang tidak percaya kepada Tuhan Yesus, hal itu terlihat wajar saja. Tetapi bagaimana dengan orang yang mengaku sudah percaya kepada Tuhan Yesus, namun ia masih percaya dengan hal-hal yang bertentangan dengan firman Tuhan?   Hidup bersama dengan Tuhan Yesus memang tidak akan pernah bisa kita diselami, namun janji-Nya pasti tergenapi. Melalui pergumulan yang kita alami, Tuhan Yesus mengajarkan kepada kita untuk hidup berserah dan beriman kepada-Nya. Melalui keadaan baik, Tuhan Yesus sedang mengajarkan kita untuk hidup menikmati berkat-Nya. Keadaan baik atau buruk seperti sebuah puzzle yang Tuhan sedang rangkai agar menjadi karya yang indah. Tidak perlu takut akan masa depan selama kita berjalan bersama Tuhan. Percayalah bahwa Dia “bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi orang percaya (Rm. 8:28).   Karena masa depan sungguh ada, dan harapanmu tidak akan hilang (Ams. 23:18).

KASIH-NYA TAK PERNAH BERAKHIR

Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu! (Rat. 3:22-23)   Tidak terasa kita sudah memasuki penghujung tahun 2021, banyak hal yang sudah terlewati meskipun saat memasuki awal tahun 2021 kita mungkin merasa takut atau kuatir. Ditahun ini banyak negara yang digoncang oleh karena pandemi covid, kita pun mengalami goncangan serupa. Mungkin di antara kita ada yang kehilangan keluarga, sanak saudara, atau kerabat. Selain itu keadaan ekonomi pun tergoncang. Dengan adanya virus covid kita juga disadarkan bahwa kesehatan yang dari Tuhan itu mahal harganya. Apalah artinya memiliki banyak harta tetapi kita tidak bisa menikmatinya. Syukur kepada Tuhan, jika kita masih bisa diberikan kesempatan untuk menikmati udara segar oleh Tuhan Yesus, itu berkat kasih karunianya.   Segala kekuatiran dan ketakutan yang kita alami dapat dilewati bersama dengan Tuhan Yesus. Jangan pernah merasa diri kuat atau hebat, kita ada karena kasih setia Tuhan yang tidak ada habis-habisnya di dalam kehidupan kita. Bukan kuat, bukan karena kegagahan kita, tetapi oleh karena Tuhan yang bersama kita (Zak. 4:6). Dibalik duka yang kita bisa lewati ada sukacita, jika kita menghadapinya dengan penuh ucapan syukur. Jangan pernah takut atau pun kuatir saat berjalan bersama dengan Tuhan. Sekalipun ada tantangan, ingatlah kasih setia-Nya tidak pernah berakhir dalam hidup kita, janji penyertaan-Nya selalu disedikan bagi setiap kita yang percaya kepada-Nya. God bless!!!   Tantangan kehidupan pasti akan selalu ada dalam setiap musim hidup kita, tetapi ingatlah janji dan kasih setia-Nya. Jangan takut, ada Tuhan Yesus yang bersama kita.

JADILAH SESUAI KEHENDAK-MU

Kata Maria: “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.” Lalu malaikat itu meninggalkan dia. (Luk. 1:38)   Berbicara tentang Natal, tentu tidak telepas dari tokoh yang dipakai Allah sebagai sarana kelahiran Yesus, yaitu Maria. Sebagai seorang percaya kita tidak menuhankan Maria, sebab Maria hanya alat Tuhan saja. Dibalik ketaatan-Nya menerima mandat Tuhan, ada konsekuensi besar yang siap ditanggung olehnya. Sebagai orang Yahudi, seharusnya Maria tahu bahwa dia terancam diceraikan tunangannya, bahkan dirajam sampai mati (Ul. 22:20-21). Ia sedang mempertaruhkan nyawanya saat mengandung Tuhan Yesus. Pertanyaannya, kenapa ia mau mempertaruhkan nyawanya untuk melahirkan TuhanYesus? Ia mau berkorban secara luar biasa.   Satu hal yang kita pelajari dari Maria adalah mengenai ketaatannya untuk dipakai menjadi alat Tuhan. Ia begitu mempercayai perkataan Allah yang disampaikan melalui malaikat Gabriel. Wajar saja kenapa Tuhan mau memakai Maria sebagai ibu biologis dari Tuhan Yesus. Ia bersedia pakai menjadi alat Tuhan untuk menggenapi misi Allah di dunia ini, walaupun konsekuensinya besar. Adakah kita mau memiliki sikap hati seperti Maria yang siap dipakai Tuhan menjadi alat-Nya? Mari kita tanggalkan agenda pribadi kita untuk agendanya Tuhan, kita siap dipakai oleh-Nya.   Responi panggilan Tuhan dengan hati yang taat sekalipun konsekuensinya besar, percayalah Dia yang akan menolong dan memampukan kita melewatinya. God bless!!!

HADIAH TERBAIK UNTUK TUHAN

Maka masuklah mereka ke dalam rumah itu dan melihat Anak itu bersama Maria, ibu-Nya, lalu sujud menyembah Dia. Mereka pun membuka tempat harta bendanya dan mempersembahkan persembahan kepada-Nya, yaitu emas, kemenyan dan mur. (Mat. 2:12)   Untuk merayakan ulang tahun seseorang, biasanya setiap kita membawakan sebuah hadiah. Bagi orang yang mendapatkan hadiah tersebut tentu akan sangat sukacita. Natal merupakan peristiwa perayaan tentang lahirnya Sang Juruselamat, yaitu Tuhan Yesus Kristus. Pada moment natal ini, mungkin kita berpikir mengenai hadiah terbaik apa yang dapat kita berikan untuk Tuhan Yesus? Tentu bukan hal yang bersifat materi, bukan baju mewah atau perhiasan megah. Belajar dari orang Majus yang ingin melihat Juruselamat, mereka datang dengan memberikan pemberian terbaik menurut versi mereka, yaitu emas, kemenyan dan mur. Saat bertemu dengan Yesus mereka sujud menyembah Dia. Bagi mereka Yesus jauh lebih utama dan jauh lebih berharga dari segala sesuatu yang dimilikinya. Lalu hadiah terbaik dan berharga seperti apa yang seharusnya kita berikan untuk Tuhan Yesus? Hadiah terbaik untuk Tuhan Yesus adalah dengan mempersembahkan dan menyerahkan hidup kita sepenuhnya kepada-Nya (Rm. 12:1). Kita mau percaya dan mengasihi Tuhan Yesus dengan segenap hati. Hidup kita tidak kompromi dengan dosa lagi dan taat kepada firman-Nya.   Di moment natal ini, sudahkah kita memberi hadiah terbaik kepada Tuhan Yesus dengan rendah hati seperti orang-orang Majus? God bless!!!