Author: Administrator

MENGENAL YESUS DENGAN BENAR

Ketika mereka melihat Dia berjalan di atas air, mereka mengira bahwa Ia adalah hantu, lalu mereka berteriak-teriak, sebab mereka semua melihat Dia dan mereka pun sangat terkejut. Tetapi segera Ia berkata kepada mereka: “Tenanglah! Aku ini, jangan takut!” (Mrk. 6:49-50)   Keajaiban ini terjadi beberapa saat setelah mukjizat pemberian makan lima ribu orang. Kedua mukjizat tersebut merupakan bagian dari program pelatihan bagi kedua belas murid Yesus agar mereka makin mengenal Yesus. Namun pada kenyataannya murid-murid belum mengenal Yesus dengan benar. Padahal mereka telah melihat begitu banyak tanda dan kuasa yang Tuhan Yesus lakukan, namun hati mereka tetap degil.   Melalui peristiwa ini kita diingatkan bahwa mujizat tidak membuat orang menjadi lebih dekat dan beriman kepada Yesus. Sama halnya dengan bangsa Israel, mereka sudah melihat banyak mukjizat Allah, namun berulang kali mereka juga mendukakan hati Allah denga segala dosa-dosa mereka. Seharusnya mukjizat Tuhan yang kita saksikan, membuat kita semakin mengerti siapa itu Tuhan Yesus. Maka dari itu kita perlu mengalami dan mengenal Tuhan setiap hari, sehingga kita dapat mengerti siapa Tuhan Yesus sebenarnya bagi hidup kita.  Saat ini, mari renungkanlah, sudah berapa lama kita mengikut Yesus? Sudahkah kita mengenal Tuhan Yesus dengan benar? Sejauh mana pengenalan kita akan Tuhan? Jangan sampai tujuan hidup kita mengenal Tuhan Yesus hanya mengharapkan mujizat saja.   Kenalilah Tuhan Yesus dengan benar, jangan hanya sekedar tahu. Pengenalan yang benar akan Tuhan dapat dialami ketika memiliki keintiman dalam doa dan firman setiap hari. God bless

MENIKMATI PANGGILAN TUHAN

Dan supaya Ia menjadikan mata hatimu terang, agar kamu mengerti pengharapan apakah yang terkandung dalam panggilan-Nya: betapa kayanya kemuliaan bagian yang ditentukan-Nya bagi orang-orang kudus (Ef. 1:18)   Pada tahun 1934 dalam sebuah acara doa kebangunan rohani yang dipimpin oleh Mordecai Ham, seorang anak muda yang bekerja di pertanian ayahnya datang ke dalam acara itu bersama dengan temannya. Ia duduk di belakang paduan suara agar tidak terlihat oleh Mordecai Ham yang terkenal suka memukul mimbar. Mordecai Ham tidak menunjukkan jarinya kepada anak muda tersebut, namun demikian anak muda tersebut mendapat pukulan dari khotbahnya, pada saat pengkhotbah itu berkata, “Malam ini ada orang yang sangat berdosa di sini.” Ia pun maju untuk didoakan, sejak saat itu ia meresponi panggilannya, bahkan ia berkhotbah lebih banyak dari Mordecai Ham yang membimbingnya untuk menerima Kristus. Nama anak muda itu adalah Billy Graham, seorang penginjil yang luar biasa dipakai Tuhan Yesus di abad 20.  Sampai akhir hidupnya ia telah memenangkan banyak jiwa-jiwa untuk Tuhan Yesus.   Setiap orang percaya memiliki panggilan Tuhan secara spesifik. Banyak orang telah melayani Tuhan begitu lama, sehingga akhirnya ia mengalami kejenuhan, kebosanan, dan mungkin melayani Tuhan hanya sebagai rutinitas saja. Bahkan, dalam era-era saat ini banyak hamba-hamba Tuhan yang meninggalkan imannya kepada Kristus oleh karena berbagai persoalan kehidupan yang ia hadapi. Keyakinan akan panggilan Tuhan membuat kita bisa tetap bertahan di saat yang lainnya mundur. Kita harus bisa menikmati panggilan Tuhan, jangan jadikan sebagai sebuah beban, tetapi sebagai sebuah kehormatan melayani Raja segala raja. Tidak ada hal yang lebih menyenangkan selain dari pada kita bisa menyenangkan hati Tuhan.   Ia yang memanggil, Ia juga yang akan memperlengkapi, memampukan dan menuntun kita untuk menyelsaikan panggilan-Nya. God bless    

BERSUKACITA DI DALAM PERGUMULAN

Filipi 4:4 (TB) Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah!   Surat Filipi merupakan surat yang ditulis oleh Paulus saat dalam penjara. Meskipun banyak anggapan mengatakan bahwa anjuran ini tidak realistis dan mustahil untuk dilakukan. Surat ini bertujuan untuk memberikan nasihat kepada jemaat di kota Filipi, karena di kota itu terjadi suatu perpecahan sehingga Paulus menuliskan surat ini dan mengutus seorang anak rohaninya untuk mengantar surat tersebut. Keadaan Paulus di dalam penjara tidak membuat sukacitanya menjadi goyah, bahkan ia masih sempat untuk menguatkan jemaat-jemaat di Filipi. Paulus sadar bahwa sumber sukacitanya adalah Tuhan Yesus.   Memang tidak mudah bagi kita untuk bersukacita di tengah pergumulan yang kita alami. Pergumulan yang kita alami seringkali membuat kita ingin menyerah dan putus asa. Paulus mengingatkan kepada jemaat di Filipi untuk tetap bersukacita ketika ia di dalam penjara, sebuah keadaan yang tidak menyenangkan. Paulus tahu dasar ia tetap bersukacita adalah Yesus. Kita semua tau bahwa saat kita bersukacita meningkatkan imun, tetapi sukacita kita di dalam Yesus akan meningkatkan iman untuk menghadapi hari-hari yang tidak menyenangkan. Nikmatilah proses dengan sukacita, karena ada Yesus yang bersama dengan kita. Biarlah Ia yang memegang kendali hidup kita.   Hidup dalam sukacita akan meningkatkan imun, tetapi sukacita di dalam Tuhan akan meningkatkan iman. God bless

PENGHARAPAN DALAM KRISTUS

Harapan orang benar akan menjadi sukacita, tetapi harapan orang fasik menjadi sia-sia. (Ams. 10:28)   Setiap manusia pasti memiliki sebuah harapan, tentunya harapan yang baik untuk kehidupannya. Tidak ada seorang pun diantara kita memiliki harapan yang buruk akan kehidupannya. Ada banyak sumber pengharapan manusia, seperti ajaran agama, ilmu psikologi, ramalan-ramalan, dan ilmu pengetahuan. Pengharapan yang didasarkan pada hikmat manusia akan menjebak manusia kepada pengharapan palsu, dan ujungnya adalah sebuah kekecewaan atau kesia-siaan. Pengharapan yang salah akan membuat manusia mengandalkan kekuatannya sendiri untuk mewujudkan apa yang ia harapkan. Firman Tuhan dengan jelas menuliskan, bahwa “terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri” (Yer. 17:5).   Harapan orang benar akan menjadi sukacita, dan harapan orang fasik menjadi sia-sia. Sebagai orang percaya kita harus mempercayai apa yang tertulis dalam firman Tuhan, sebab firman Tuhan itu ‘ya dan amin.’ Pengharapan di dalam Kristus itu pasti dan bersifat kekal, dan pengharapan di dalam Kristus tidak akan mengecewakan (Rm. 5:5). Harapan kehidupan kekal pasti akan menjadi milik orang yang percaya kepada-Nya. Jangan pernah bersandar pada hikmat manusia, sandarkanlah pengharapan kita kepada Kristus. Di dalam Kristus kita memiliki pengharapan akan keselamatan, masa depan, mukjizat, berkat, pemulihan, penyertaan dan perlindungan, semuanya disediakan bagi orang yang percaya kepada-Nya.   Berharap kepada Kristus akan berujung pada sukacita, tetapi berharap kepada manusia berujuang pada dukacita. God bless!!!  

MELIHAT DENGAN MATA IMAN

Kata Yesus kepadanya: “Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.” (Yoh. 20:29)   Francis Jane Crosby terlahir normal pada tanggal 24 Maret 1820. Ketika masih berusia enam minggu, dia menderita infeksi di matanya. Lalu ada seorang yang mengaku-aku sebagai dokter yang mencoba-coba mengobati mata Fanny. Dia meletakkan semangkuk bubur panas di atas kelopak matanya. Akibatnya mata Fanny justru menjadi buta. Hingga meninggal Fanny telah menulis 9000 himne. Banyak lagu ciptaannya yang digemari banyak orang dan menjadi abadi. Sampai kini, orang-orang Kristen masih sering menyanyikan lagu-lagu ciptaannya, seperti “Blessed Assurance” (Kuberbahagia, Yakin Teguh),” “All the Way My Savior Leads Me” (Di Jalan ‘Ku Diiring), dan banyak lagu lainnya.   Suatu kali ada pendeta yang menaruh rasa iba pada Fanny. Dia berkata,” Sungguh kasihan. Yang Maha kuasa melimpahkan bakat yang berlimpah-limpah pada Anda, tetapi tidak memberikan penglihatan pada Anda.” Fanny langsung menjawab, “Jika aku bisa dilahirkan lagi, saya akan mengajukan permintaan agar dilahirkan dalam keadaan buta.” “Lho, mengapa begitu?” tanya hamba Tuhan dengan kaget. Dia pun menjawab, “Karena saat saya sampai di Sorga nanti, saya ingin yang pertama kali saya lihat adalah Juruselamat saya.   Adakah kita memiliki sikap seperti Crosby atau justru seperti Tomas? Masa-masa yang sukar membuat kita sadar bahwa kita membutuhkan Tuhan Yesus, kita tidak bisa berjalan sendiri, kekuatan kita tidak seberapa. Keadaan buruk akan menjadi hal baik di hadapan Tuhan, yang perlu kita lakukan adalah percaya kepada-Nya. Keadaan apapun yang sedang kita alami, jangan jadikan hal itu sebagai alasan untuk kita tidak menjadi berkat.   Berhentilah bertanya kenapa kepada Tuhan atas pergumulan kita, tetapi bertanyalah apa yang Tuhan sedang kerjakan melalui pergumulan kita. God bless

TUHAN YANG SENANG MEMBERKATI

Segala berkat ini akan datang kepadamu dan menjadi bagianmu, jika engkau mendengarkan suara TUHAN, Allahmu: (Ul. 28:2)   Berbicara mengenai berkat bagi orang percaya adalah sesuatu yang pasti, berkat yang utama adalah berkat keselamatan. Kita yang seharusnya mendapatkan kematian kekal digantikan dengan kehidupan kekal karena kasih-Nya. Selain itu, ada berkat-berkat lain yang Tuhan sediakan bagi kita, baik materi maupun rohani. Di tengah keadaan zaman yang sukar oleh karena pandemic, saat kita masih diberikan kekuatan dan kesehatan, itu merupakan berkat dari-Nya. Berkat Tuhan merupakan sesuatu yang pasti, ya dan amin, bukan sekedar janji-janji kosong. Memang, tidak ada satu pun manusia di dunia ini yang tidak pernah terlepas dari masalah di hidupnya.   Tuhan tidak hanya sekedar memberi berkat-berkat-Nya, tetapi juga memberikan kepada kita untuk bisa menikmati berkat tersebut. Sebab tidak sedikit orang yang banyak memiliki berkat melimpah secara materi tetapi tidak bisa menikmatinya dengan sukacita. Seperti yang dituliskan oleh firman Tuhan, bahwa “Berkat TUHANlah yang menjadikan kaya, susah payah tidak akan menambahinya” (Ams. 10:22). Semua berkat dari Tuhan dapat kita terima dan nikmati dengan syarat, yaitu dengan taat mendengar suara-Nya. Tuhan Yesus menuntut ketaatan kita agar hidup sesuai kehendak-Nya. Jangan mengikuti pepatah dunia, ‘muda foya-foya, tua kaya raya, mati masuk sorga.’ Jangan menjadi orang Kristen yang egois, yang hanya mengejar kesenangan duniawi. Berkat disegala musim akan kita nikmati saat kita tetap taat dan setia pada perjanjian-Nya.   Taat mendatangkan berkat, ketidaktaatan mendatangkan kutuk. God bless!!!