“Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel” — yang berarti: Allah menyertai kita. (Mat. 1:23) Ada alasan kenapa orang percaya tidak boleh hidup di dalam ketakutan, karena Allah yang kita sembah di dalam nama Tuhan Yesus senantiasa beserta dengannya. Ada banyak orang yang selalu menyebut-nyebut nama Tuhan. Ketika kaget, dalam suka maupun duka, bahkan ketika berkata-kata. Apakah dengan terus menyebut nama Tuhan secara otomatis Tuhan akan hadir bersama-Nya? Tidak. Tuhan Yesus akan selalu hadir bersama orang yang membutuhkan-Nya setiap waktu. Penyertaan-Nya begitu sangat penting dalam kehidupan kita, karena dengan Ia yang selalu bersama dengan kita, Ia akan selalu memampukan kita untuk melewati masalah-masalah dalam kehidupan kita. Keberhasilan orang percaya disebabkan oleh karena Tuhan yang beserta dengannya. Misalnya Yusuf, firman Tuhan menuliskan, bahwa, “Tetapi TUHAN menyertai Yusuf, sehingga ia menjadi seorang yang selalu berhasil dalam pekerjaannya; maka tinggallah ia di rumah tuannya, orang Mesir itu” (Kej. 39:2). Pastikan bahwa kita selalu menginginkan penyertaan-Nya, menginginkan Dia secara pribadi, bukan hanya mengharapkan berkat-berkat-Nya. Menginginkan kehadiran-Nya, bukan saat di dalam pergumulan saja, tetapi di dalam setiap aspek kehidupan kita. “Letak keberhasilan orang percaya tidak terletak pada kehebatan dan kekuatannya, tetapi karena ada Tuhan yang menyertainya. God bless!!!
Yehuda memperanakkan Peres dan Zerah dari Tamar, Peres memperanakkan Hezron, Hezron memperanakkan Ram (Mat. 1:3) Ketika bertemu dengan saudara jauh, biasanya kita akan sulit mengenali mereka. Kebanyakan dari kita hanya mengenal keluarga adik atau kakak dari orang tua kita sendiri. Terlebih lagi sudah terlalu lama kita tidak bertemu dengan mereka, wajah dan bentuk tubuh yang berubah akan membuat kita semakin susah mengenal mereka. Sehubungan dengan itu, Injil Matius memperkenalkan Tuhan Yesus dari silsilah-Nya, agar kita dapat melihat secara keseluruhan siapa Tuhan Yesus. Apakah benar Dia adalah keturunan Abraham atau Daud yang dihormati oleh orang Israel. Jika kita mengamati lebih dalam dari silsilah Tuhan Yesus, kita akan mendapatkan bahwa ada nama-nama perempuan yang dituliskan oleh Injil Matius. Sebut saja Tamar, Rahab, Batsyeba yang disebut isteri Uria, Ruth dan Maria. Israel terkenal dengan budaya Patrilinear, garis keturunan dari laki-laki, bukan matrilineal, garis keturunan dari perempuan. Terlebih lagi dari kelima wanita yang dituliskan dalam Alkitab terkenal dengan memiliki reputasi buruk dan di luar bangsa Israel. Dari hal ini kita bisa melihat bahwa Tuhan kita dapat bekerja melalui siapa pun, kekudusan-Nya tidak terpengaruhi oleh manusia yang berdosa. Manusia tidak luput dari dosa dan olehnya manusia butuh diselamatkan (Mat. 9:13). Kita adalah orang berdosa, dan Tuhan Yesus menerima, mengampuni dan melayakkan kita asal kita dengan rendah hati mau datang kepada-Nya. Mari lepaskan segala dosa kita, dan datanglah kepada Tuhan Yesus untuk bertobat. Tuhan Yesus menerima kita apa adanya, tetapi tidak membiarkan kita apa adanya. God bless
Markus 8:22 (TB) Kemudian tibalah Yesus dan murid-murid-Nya di Betsaida. Di situ orang membawa kepada Yesus seorang buta dan mereka memohon kepada-Nya, supaya Ia menjamah dia. Ada seorang buta yg dibawa kepada Yesus. Dengan cara-Nya, Yesus pun menyembuhkan orang tersebut. Dua kali Tuhan menjamah orang muda tersebut. Hal ini dilakukan bukan karena Yesus kurang berkuasa, melainkan hal itu dilakukan untuk menguji orang buta tersebut. Orang buta memiliki keterbatasan dalam melihat wujud jasmani. Ia tidak bisa melihat apa-apa. Untuk dapat melihat, orang buta tersebut datang kepada Yesus, dan Ia disembuhkan. Tuhan Yesus dapat mengerjakan segala sesuatu dengan tangan-Nya secara sempurna. Lalu bagaimana dengan orang yang buta secara rohani? Tentu ia tidak bisa melihat hal-hal yang supranatural, tidak bisa berjalan dalam terang-Nya. Orang yg buta secara rohani hanya dapat disembuhkan melalui perjumpaan dengan Yesus. Perhatikan bagaimana kita hidup saat ini. Jangan sampai kita memiliki penglihatan yang baik, kita sudah mengenal siapa Yesus, tetapi jangan sampai kita buta secara rohani. Sungguh alangkah menyedihkan bagi kita yang mempunyai penglihatan baik tapi tidak bisa melihat hal-hal yang Tuhan kerjakan dalam hidup kita. Buatlah visi hidup kita setiap tahun bersama Tuhan, agar kita terus berjalan dalam kehendak Tuhan. Kita tidak berjalan dalam agenda hidup kita pribadi, percayalah bahwa apa yang Tuhan kerjakan bagi kita itu ajaib dan indah.. “Orang yg menyedihkan adalah orang yg dapat melihat secara jasmani tetapi tidak bisa melihat hal-hal rohani yang Tuhan kerjakan atas hidup kita.” God bless…!!!
Ayub 23:10 (TB) Karena Ia tahu jalan hidupku; seandainya Ia menguji aku, aku akan timbul seperti emas. Pandemic covid-19 memaksa orang-orang mengubah gaya hidupnya, dari melakukan hal-hal yang tidak biasa menjadi terbiasa. Bahkan pandemic ini membuat orang banyak mengalami pergumulan, dari segi kesehatan, keluarga, bahkan dalam pekerjaan. Orang-orang merasa tidak nyaman dalam keadaan seperti, tetapi sebagai orang percaya kita harus meresponi segala sesuatu dengan bijak. Kita harus tetap percaya janji penyertaan-Nya selalu ada di dalam setiap musim kehidupan. Kita tidak boleh menyerah dengan keadaan yang kita alami, melainkan harus tetap berjuang bersama dengan Tuhan. Mendapatkan pergumulan merupakan masa yang tidak menyenangkan bagi hidup kita, karena hal itu dapat mengganggu hati, pikiran, bahkan segala aktivitas kita. Tidak ada yang ingin mendapatkan pergumulan. Tetapi satu hal yang harus kita sadari bahwa Tuhan bekerja dalam setiap keadaan kita, baik itu sakit maupun senang. Ia memproses hidup kita dalam segala hal. Lihatlah pergumulan sebagai proses pembentukan hidup. Dalam situasi sulit, apakah kita masih bisa bersyukur, percaya kepada Tuhan dan berserah kepada-Nya? Jika kita bisa melihat segala sesuatu dari kacamata Tuhan, pasti kita akan tetap bersukacita. Perbanyaklah bersyukur, kurangi mengeluh. Jangan PROTES klo di PROSES, agar hidup kita mengalami PROGRESS. God bless!!!
Akulah pintu; barang siapa masuk melalui Aku, ia akan selamat (Yohanes 10:9) Manusia tidak akan bisa masuk sorga dengan kekuatannya sendiri, terlebih lagi manusia sudah jatuh ke dalam dosa dan kehilangan kemuliaan Allah (Rm. 3:23). Manusia yang berdosa tidak akan bisa masuk ke dalam sorga yang kudus. Manusia membutuhkan perantara untuk bisa ke sana. Untuk itu Allah mengirimkan Anak-Nya yang tunggal sebagai jalan, Dia rela menjadi manusia demi menyelamatkan manusia. Mungkin kita berpikir, “Bagaimana mungkin Tuhan menjadi manusia?” Tuhan dapat melakukan apapun yang Ia mau, yang tidak mungkin adalah manusia menjadi Tuhan. Kita seperti domba yang memerlukan Gembala (1 Pet. 2:25) agar dapat masuk ke surga, tempat kebahagiaan kekal, Yesus memberikan pernyataan yang mengagumkan ini: “Akulah pintu ke domba-domba itu … barang siapa masuk melalui Aku, ia akan selamat” (Yoh. 10:7-9). Yesus merupakan satu-satunya jalan menuju surga (Yoh.14:6). Kita dapat masuk ke sana hanya jika meletakkan iman kepada-Nya. Jika kita mengerti bahwa Yesus adalah satu-satunya jalan keselamatan, tentunya kita tidak akan menukarkan Dia dgn apapun yg ada di dunia ini, sklipun itu kluarga kita. Tinggalkanlah sesuatu demi Yesus, tapi jangan tinggalkan Yesus demi sesuatu. Terus menjaga iman kita sampai Ia datang kedua kalinya, dan biarkanlah Ia berkata “Hai engkau hamba yang setia, masuklah dalam kebahagiaan bersama-Ku.” Ada banyak jalan menuju neraka, tetapi hanya ada satu jalan menuju sorga. God bless
Roma 5:5 (TB) Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita. Semua orang pasti pernah kecewa, terutama dikecewakan oleh orang-orang terdekatnya. Kekecewaan terjadi karena harapan yang diinginkan tidak terwujud dalam hidup kita. Kenapa seringkali banyak orang Kristen yang menjadi kecewa, bahkan sampai meninggalkan Tuhan? Karena pada kenyataannya banyak orang yang mengaku Kristen tapi masih berpegang kepada pengertiannya, kekuatannya, dan merancang kehidupannya sendiri, sehingga ketika sesuatu tidak terjadi menyalahkan Tuhan Yesus. Tidak sedikit juga yang terlalu berharap kepada manusia, mungkin keluarga, sahabat atau temannya sendiri. Firman Tuhan menjelaskan bahwa satu-satunya pengharapan yang tidak pernah mengecewakan adalah pengharapan di dalam Tuhan Yesus. Firman Tuhan selalu terbukti. Pengharapan di dalam Kristus membuat kita memiliki hari esok, membuat kita bisa bertahan hidup, kita harus memiliki harapan. Pengharapan dalam Kristus membuat kita mampu keluar dari situasi dan kondisi yang membelenggu hidup kita. Untuk itu kita perlu mengenal Tuhan dengan benar. Pengenalan Tuhan yang benar akan membuat kita memiliki cara pandang yang benar tentang Tuhan di dalam segala aspek kehidupan. Mari sandarkan segala kehidupan kita pada Kristus bukan pada pengertian kita sendiri, maka kita tidak akan pernah dikecewakan. God bless Sebab Kristus adalah “ya” bagi semua janji Allah. Itulah sebabnya oleh Dia kita mengatakan “Amin” untuk memuliakan Allah (2 Kor. 1:20). God bless
Dengan nyaring aku berseru kepada TUHAN, dan Ia menjawab aku dari gunung-Nya yang kudus. Sela (Mzm. 3:5) Sela (bhs. Ibrani: סֶלָה, juga ditulis selāh; bahasa Inggris: Selah) adalah kata yang digunakan dalam Kitab Mazmur dan Kitab Habakuk di Perjanjian Lama. Dianggap sebagai tanda musik ibadah atau petunjuk pembacaan teks, seperti “berhenti dan dengarkan.” “Selah” juga dipakai untuk mengindikasikan jeda antara bagian-bagian mazmur. Amplified Bible menyatakan ‘Selah’ sebagai “pause, and think of that” (istirahat, dan merenungkannya). Dapat juga ditafsirkan semacam garis bawah sebagai persiapan alinea berikutnya. Di tengah kesibukan yang ada, kita butuh sela. Kita perlu berhenti dari segala aktivitas pekerjaan sehari-hari. Demikian juga halnya dengan pelayanan, ada banyak anak-anak Tuhan yang begitu sibuk dengan pelayanan-Nya sehingga tidak sempat mengambil waktu teduh di dalam hadirat-Nya. Ada kalanya kita bersikap seperti Marta, ada kalanya kita juga bersikap seperti Maria yang mau duduk untuk mendengarkan isi hati Tuhan Yesus, apa yang hendak Tuhan mau kerjakan. Terkadang kesibukan yang kita lakukan dalam pelayanan belum tentu semuanya keinginan Tuhan, sehingga kita merasa lelah dengan apa yang kita kerjakan. Tahun 2021 telah kita lewati, sekarang kita masuk di tahun 2022, kita perlu melakukan sela. Sehingga kita tahu apa yang harus ditinggalkan dan terus untuk dilakukan yang sesuai dengan keinginan Tuhan, menikmati pelukan Tuhan dalam waktu-waktu pribadi kita dengan-Nya. Keintiman dengan Tuhan Yesus merupakan sebuah kompas yang menuntun kita untuk menjalankan panggilan-Nya. Berikan ruang untuk sela dari segala kesibukan kita, kemudian berjalanlah kembali sesuai dengan apa yang Tuhan ingin lakukan melalui hidup kita. God bless