Home » Archives for Administrator » Page 101

Author: Administrator

KENALILAH TUHAN!

Mereka menjadi sangat takut dan berkata seorang kepada yang lain: “Siapa gerangan orang ini, sehingga angin dan danaupun taat kepada-Nya?” (Mrk. 4:41)   Bagaimana perasaan kita juga ada seorang sahabat yang sudah sekian lama kita kenal tetapi dia tidak mengenal kita dengan baik? Tentu hal tersebut akan membuat hati kita marah dan kecewa. Tampaknya hal ini juga yang membuat Yesus begitu marah kepada murid-murid-Nya. Yesus mengajak murid-murid-Nya untuk menyeberang pada waktu hari sudah petang. Ia bersama murid-murid-Nya berada di perahu yang sama menyeberangi danau. Ia menyertai murid-murid-Nya menyeberangi danau yang terkenal dahsyat anginnya. Dalam perjalanannya, ternyata benar bahwa perahu mereka di terjang badai. Melihat hal tersebut, para murid-murid-Nya ketakutan, padahal mereka sedang bersama Yesus. Mereka takut, karena mereka tidak mengenal siapa Yesus yang sebenarnya. Meskipun mereka sudah melihat mujizat yang diperbuat Yesus, mereka tidak menyadari bahwa Yesus adalah Tuhan.   Dalam perjalanan iman kita dengan Tuhan Yesus, kita pun sering berlaku seperti itu. Kedewasaan rohani kita tidak dipengaruhi oleh lamanya seseorang menjadi orang Kristen. Jika iman kita tidak berakar dengan kokoh, kita akan mudah digoyahkan dengan badai kehidupan yang menerpa. Kita cenderung fokus kepada masalah, bukan kepada Tuhan Yesus. Ketakutan yang berlebihan bisa membuat kita tidak bisa percaya kepada Tuhan yang menyertai kita. Sadarlah bahwa kita sedang berjalan dengan Tuhan di atas segala tuhan, kenalilah Dia sebagaimana Ia mengenal kita. Hidup kita ada di dalam tangan-Nya. Tidak perlu takut yang berlebihahan dalam menghadapi pergumulan hidup ini.   Ketakutan kita terhadap masalah adalah bukti kita tidak mengenal dan beriman kepada Yesus. God bless!!!

DAMPAK KEHADIRAN KERAJAAN SORGA

Hal Kerajaan itu seumpama biji sesawi yang ditaburkan di tanah. Memang biji itu yang paling kecil dari pada segala jenis benih yang ada di bumi (Mrk. 4:31)   Yesus menyatakan pengajaran-Nya salah satunya dengan menggunakan perumpamaan. Tujuannya adalah agar mudah dipahami orang pada waktu itu dan masa kini. Salah satu perumpamaan yang dijelaskan oleh Tuhan Yesus adalah perumpamaan tentang biji sesawi, hal itu diajarkan untuk menjelaskan tentang kerajaan Allah. Hal Kerajaan Allah digambarkan seumpama biji sesaw. Orang Yahudi sangat memahami biji sesawi sebagai biji yang paling kecil dari segala biji, namun ketika biji sesawi tumbuh besar akan bermanfaat.   Apakah makna yang dapat kita ambil dari perumpamaan ini? Melalui perumpamaan ini Tuhan Yesus sedang mengajarkan bahwa apabila kita sungguh-sungguh hidup di dalam Dia pasti kerohanian kita akan bertumbuh dan berdampak secara luar biasa. Mengapa hidup kekristenan kita biasa-biasa saja? Seharusnya pertanyaan ini menjadi koreksi bagi kita. Apakah benar selama ini kita sudah sungguh-sungguh hidup di dalam Kristus? Kehadiran orang percaya yang adalah agen kerajaan sorga harus berdampak dalam hal yang positif, bukan negatif. Kita adalah produk kerajaan sorga. Hidup orang Kristen harus membawa berkat bagi orang lain. Orang yang ada di sekitar kita harus dapat merasakan manfaatnya bergaul dengan seorang Kristen, bukan sebaliknya.   Orang-orang yang sungguh-sungguh hidup di dalam Kristus akan memancarkan nilai hidup kerajaan sorga. God blesss!!!

BENIH YANG BERTUMBUH

Lalu pada malam hari ia tidur dan pada siang hari ia bangun, dan benih itu mengeluarkan tunas dan tunas itu makin tinggi, bagaimana terjadinya tidak diketahui orang itu. (Mrk.4:27) Setiap petani yang menanam sebuah pohon pasti mengharapkan pohon tersebut akan bertumbuh dan menghasilkan buah. Ia akan mencari dan menabur benih yang terbaik agar dapat menghasilkan buah yang terbaik juga. Pohon tersebut akan ditanam di tanah yang subur agar dapat bertumbuh dengan baik. Si petani tidak akan pernah tahu proses pertumbuhan benih yang ditanam di dalam tanah, yang ia tahu adalah pohon tersebut semakin hari semakin besar. Yesus menggunakan perumpamaan tentang benih ini untuk mengajar para murid-Nya bahwa setiap benih firman yang diberitakan suatu saat akan bertunas, bertumbuh, dan berbuah. Tuhan Yesus yang mengerjakan pertumbuhan benih firman tersebut dengan cara-Nya. Pertumbuhan benih tersebut tidak pernah dapat kita lihat, tetapi dapat dinikmati melalui buahnya. Ketika kita dipercaya untuk memberitakan firman Tuhan, beritakanlah sesuai dengan tuntunan Tuhan. Jangan pernah takut bahwa benih itu akan bertumbuh atau tidak. Tugas kita hanyalah untuk memberitakannya, sebab Tuhan yang bekerja atas benih firman tersebut. Bagian kita adalah percaya bahwa setiap benih firman yang ditabur tidak akan pernah kembali dengan sia-sia (Yes. 55:11). Sebagai pemberita firman, jangan penah menuntut orang untuk langsung berubah, sebab perubahan adalah sebuah proses. Tidak perlu juga menjadi kecewa terhadap orang yang tidak meresponi firman yang kita beritakan. Tuhan pasti menumbuhkan benih firman itu dalam hati seseorang menurut waktu-Nya yang tepat. Biarlah benih firman itu bertumbuh mengikuti prosesnya Tuhan. Benih firman yang bertumbuh tidak akan terlihat, namun dapat dinikmati melalui buahnya. God bless!!!

PELITA YANG BERCAHAYA

Lalu Yesus berkata kepada mereka: “Orang membawa pelita bukan supaya ditempatkan di bawah gantang atau di bawah tempat tidur, melainkan supaya ditaruh di atas kaki dian. (Mrk. 4:21) Bagaikan berdiri di rumah kaca itulah hidup kita sebagai manusia. Semua orang bisa melihat kehidupan kita, baik dan buruknya hidup kita pasti akan dilihat oleh orang-orang di sekitar kita. Banyak mata yang melihat hidup kita, karena itu, sudah sepatutnya kita memerhatikan cara hidup kita. Yesus mengingatkan identitas kepada semua pengikut-Nya untuk memancarkan terang. Seperti pelita yang ditaruh di bawah kaki dian, cahayanya menerangi sekitarnya. Namun, yang terjadi saat-saat ini banyak orang-orang percaya yang cahayanya meredup. Mereka mengabaikan fungsi hidupnya sebagai pelita, bahkan ada yang sampai meninggalkan posisinya sebagai pelita. Orang mungkin bisa melihat hidup kita baik-baik saja, tidak ada seorang pun yang tahu apakah kita sedang bertumbuh secara rohani atau sedang mengalami kemerosotan rohani. Bahaya kemurtadan meningkat sebanding dengan kemunduran kerohanian seseorang. Ingatlah, bahwa kita adalah pelita yang harus berfungsi untuk memancarkan terang untuk sekeliling kita. Tidak perlu malu sebagai seorang pengikut Kristus. Jika kita semua orang percaya malu atau tidak mau menjadi saksi, dunia akan terus hidup dalam kegelapan. Setelah memahami identitas kita sebagai pengikut Kristus, kita harus memiliki tekad untuk menyatakan kebenaran dan kehendak Allah. “…hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga” (Matius 5:16). God bless!!!

MENDENGAR UNTUK DILAKUKAN

Dan yang lain ialah yang ditaburkan di tengah semak duri, itulah yang mendengar firman itu, lalu kekuatiran dunia ini dan tipu daya kekayaan dan keinginan-keinginan akan hal yang lain masuklah menghimpit firman itu sehingga tidak berbuah. (Mrk. 4:18-19)   Setiap hari pasti kita membaca firman Tuhan, baik melalui Alkitab atau melihat di media sosial. Banyak janji, teguran dan nasihat yang sudah kita dengar dari firman Tuhan, bahwa janji-Nya tidak pernah terlambat dan pasti digenapi. Namun, saat pergumulan hidup datang, bagaimana respon kita? Kebanyakan orang meresponinya dengan takut dan kuatir, padahal kita sudah mendengar bahwa janji Tuhan tidak pernah terlambat dalam hidup kita. Pertanyaannya, apakah kita sudah menghidupi dan mempercayai firman Tuhan dengan sungguh-sungguh?   Firman Tuhan hari ini mengingatkan kita bahwa orang yang mudah kuatir diakibatkan oleh karena orang tersebut tidak membiarkan firman Tuhan bertumbuh dihatinya. Ia mendengar, tetapi tidak menghidupinya. Ia tahu, tetapi tidak mempercayai-Nya. Keadaan hidup yang semakin banyak tuntutan membuat orang hidup dalam kekuatiran dan ketakutan. Untuk itu, kita harus belajar percaya janji Tuhan dalam hidup kita, hidupi firman-Nya dan bersandarlah sepenuhnya kepada Tuhan Yesus supaya hidup kita tidak diselimuti dengan kekuatiran. Bertobatlah di hadapan Tuhan jika selama ini kita tidak melakukan firman Tuhan dengan benar. Mengerti dan mendengar firman untuk dilakukan, sehingga kita tidak mudah digoyahkan oleh kekuatiran dunia, tipu daya kekayaan, dan pelbagai keinginan lahiriah.   Mengerti rahasia firman Allah adalah anugerah, maka dari itu hidupilah perkataan-Nya. God bless!!!

MELAKUKAN KEHENDAK ALLAH

Barangsiapa melakukan kehendak Allah, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku.” (Mrk. 3:35)   Ibu dan saudara merupakan orang yang terpenting dalam hidup kita. Mereka adalah orang yang paling dekat dengan kita, terutama Ibu sebagai wanita yang melahirkan kita, pasti kita akan menyayanginya. Tuhan Yesus memberikan konsep yang berbeda kepada kita mengenai siapa ibu dan saudara-Nya, bukan hanya secara jasmani, tetapi juga secara rohani. Setelah Tuhan Yesus melakukan mujizat, ibu dan saudara Tuhan Yesus datang. Orang-orang pun memberitahukan kedatangan mereka kepada Tuhan Yesus. Namun, jawaban Tuhan Yesus mengejutkan orang-orang yang ada disitu. Yesus menjawab seolah-olah Dia tidak mengenal Ibu dan para saudara- Nya dengan kalimat “siapa ibu- Ku dan siapa saudara-saudara- Ku?”   Yesus mengajarkan bahwa yang menjadi ibu dan saudara-Nya adalah orang- orang yang melakukan kehendak Allah. Acapkali kita mengaku bahwa kita adalah orang yang begitu dekat dengan Allah. Pertanyaannya, apakah kita sedang menghidupi kehendak Allah? Lakukanlah kehendak Allah supaya Ia mengenal kita. Kekristenan yang tidak dihidupi dengan sungguh-sungguh adalah kekristenan yang semu, yang tidak berpengaruh terhadap kekekalan. Kenalilah apa yang menjadi kesukaan Tuhan dalam hidup kita, supaya hidup kita semakin berkenan di hadapan-Nya.   Tuhan menghendaki anak-Nya untuk hidup dalam kehendak-Nya. God bless!!!

MERESPONI FITNAH

Dan ahli-ahli Taurat yang datang dari Yerusalem berkata: “Ia kerasukan Beelzebul,” dan: “Dengan penghulu setan Ia mengusir setan.” (Mrk. 3:22)   Pepatah mengatakan bahwa ‘fitnah lebih kejam dari pada pembunuhan,’ tampaknya pepatah itu benar adanya. Sebab, fitnah berdampak bukan kepada psikis seseorang saja, tetapi juga fisik dan spiritualnya. Fitnah dapat merusak reputasi seseorang. Banyak orang yang mengakhiri hidupnya akibat difitnah, bahkan mengalami penganiayaan. Tidak ada seseorang pun yang senang difitnah, saat difitnah seseorang cenderungn membela dirinya, marah dan bahkan ada keinginan untuk balas dendam. Saat ada di dunia, Tuhan Yesus pun tidak lepas dari fitnah. Yesus difitnah oleh kaum keluarga-Nya dan kelompok yang kontra dengan diri-Nya. Ia dituduh melakukan mujizat dengan menggunakan kuasa Beelzebul. Yesus pun meresponi mereka dengan menjelaskan hubungan antara hal yang jahat dan yang baik. Mana mungkin Ia menggunakan kekuatan jahat untuk menghadapi Si Jahat.   Lalu bagaimana dengan respon kita saat difitnah? Marah atau balas dendam? Kita perlu belajar meresponi fitnah seperti sikap yang diajarkan oleh Tuhan Yesus, tetap tenang dan menjelaskan kebenarannya. Sebagai orang percaya, jangan sekali-kali melakukan fitnah. Ketika kita memfitnah orang lain, kita sedang memilih untuk keluar dari jalur yang telah disediakan Allah bagi kita. Hal demikian tidaklah berkenan di hadapan Allah. Tetaplah kasihi dan berdoalah bagi orang yang memfitnah kita, sebab kasih akan memutuskan rantai kebencian. Dunia melihat hal tersebut sebagai tindakan yang bodoh, tetapi Allah melihat hal itu berkenan. Carilah perkenanan Allah bukan perkenanan dunia.   Responi fitnah dengan sikap tenang dan berserah kepada Kristus, biarlah Kristus yang menjadi Pembela hidup kita. God bless!!!