Author: Administrator

Summer green landscape in British countryside. A vibrant summer landscape in England. Lush green

KESAKSIAN PALSU

Banyak juga orang yang mengucapkan kesaksian palsu terhadap Dia, tetapi kesaksian-kesaksian itu tidak sesuai yang satu dengan yang lain. (Mrk. 14:56)   Setelah Tuhan Yesus ditangkap, Ia dibawa ke hadapan Mahkamah untuk diadili. Imam-imam kepala dan seluruh Mahkamah Agama mencari kesaksian terhadap Yesus supaya Ia dapat dihukum mati, tetapi mereka tidak memperolehnya (Mrk. 14:55). Banyak juga orang yang mengucapkan kesaksian palsu terhadap Tuhan Yesus, tetapi kesaksian-kesaksian itu tidak ada yang sesuai antara yang satu dengan yang lainnya. Semua itu dilakukan untuk memenuhi ambisi pribadi mereka. Padahal semua tuduhan yang diarahkan kepada Tuhan Yesus tidak ada yang benar. Dorongan untuk merekayasa suatu kesaksian palsu dipandang sebagai upaya yang sah-sah saja. Dalam situasi yang demikian yang benar pun bisa diubah menjadi yang salah. Mereka yang menjunjung tinggi hukum Taurat untuk tidak bersaksi dusta (Kel. 20:16) dilanggar tanpa ada penyesalan.   Dari peristiwa ini kita bisa belajar, bahwa mencari kebenaran kepada orang-orang yang sudah membenci kita akan sangat sulit untuk didapatkan. Kiranya kita dijauhkan dari sikap hati yang picik seperti itu, supaya kita dapat melihat kebenaran dengan hati yang jernih. Selain itu, kesalahan yang dilakukan bersama-sama pun seolah-olah terlihat seperti kebenaran. Ingatlah bahwa orang percaya terpanggil untuk menyatakan kebenaran kepada dunia yang jahat ini. Maka dari itu, berjalanlah lurus di atas prinsip-prinsip kebenaran, meski untuk hal itu harus ada yang dikorbankan. Bukankah orang percaya terpanggil untuk menegakkan kebenaran? Jadilah orang percaya yang selalu menceritakan kesaksian yang benar.   Hidup dalam keadilan dan kebenaran adalah panggilan setiap orang percaya yang mencintai Tuhan Yesus. God bless!!!

Saharan Sand Viper Snake Cerastes Vipera

CIUMAN PENGKHIANATAN

Orang yang menyerahkan Dia telah memberitahukan tanda ini kepada mereka: “Orang yang akan kucium, itulah Dia, tangkaplah Dia dan bawalah Dia dengan selamat.” (Mrk. 14:44)   Pernahkah kita dikhianati oleh orang terdekat kita? Apakah kita mampu bersikap sabar terhadap orang yang mengkhianati kita? Tentu sangat meyakitkan dikhianati oleh orang terdekat kita. Sungguh ironis membayangkan peristiwa pada waktu Tuhan Yesus ditangkap, terlebih lagi orang yang menyerahkan-Nya adalah murid yang dipilih-Nya sendiri, yaitu Yudas. Pengkhianatan Yudas ditandai dengan sebuah ciuman. Ciuman tersebut dilakukan bukan sebagai tanda penghormatan Yudas kepada Yesus, melainkan sebagai tanda bagi para imam kepala dan ahli Taurat untuk menangkap Yesus. Tidak hanya itu saja rasa sakit yang dialami oleh Tuhan Yesus, terlebih lagi Injil Markus mencatat: “semua murid itu meninggalkan Dia dan melarikan diri” (Mrk. 14:50). Tak ada yang tersisa, semua murid meninggalkan Tuhan Yesus.   Jangan pernah meninggalkan Tuhan Yesus demi sesuatu yang bersifat sementara. Bukankah Yudas menyerahkan Tuhan Yesus hanya demi 30 keping perak? Dari hal ini kita bisa menilai, bahwa pada saat itu para murid belum sungguh-sungguh percaya kepada Tuhan Yesus, sehingga mereka tidak memiliki kesetiaan kepada-Nya. Maka dari itu, penting bagi semua orang percaya untuk meletakkan dasar iman kita dengan benar, agar kita tidak mengkhianati Tuhan Yesus, bahkan meninggalkan-Nya pada masa-masa sulit yang kita alami. Jadikanlah Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat kita secara pribadi, dan jagalah iman kita sampai akhir kehidupan kita di dunia ini.   Orang yang memiliki iman yang benar pasti tidak akan meninggalkan Tuhan Yesus. God bless!!!

MASKER ROHANI

Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan; roh memang penurut, tetapi daging lemah. (Mrk. 14:38)   Pandemi covid-19 telah memaksa orang-orang untuk mengalami perubahan cara hidup, salah satunya adalah budaya menggunakan masker. Hanya sedikit orang yang terbiasa menggunakan masker saat bepergian, namun pada masa pandemi covid semua orang diwajibkan untuk menggunakan masker. Masker merupakan penghalang sederhana yang bisa membantu mencegah percikan pernapasan yang berisi virus dari orang lain atau lingkungan sekitar masuk ke dalam tubuh kamu. Bukankah kegunaan masker hampir sama dengan doa? Doa menjadi sebuah tameng bagi hidup kita agar terhindar dari virus dosa. Kita berdoa bukan supaya Allah menghindarkan kita dari pencobaan, tetapi melalui doa Allah menolong kita sehingga kita tidak jatuh ke dalam dosa pada waktu dicobai.   Pada saat Taman Getsemani, Tuhan Yesus memerintahkan murid-murid-Nya untuk berjaga-jaga dan berdoa, supaya mereka jangan jatuh dalam pencobaan; roh memang penurut, tetapi daging lemah. Meskipun di dalam diri kita ada kemauan untuk berbuat, tetapi yang sering kali kita lakukan adalah sebaliknya. Benar yang dikataka Paulus, bahwa “Sebab bukan apa yang aku kehendaki, yaitu yang baik, yang aku perbuat, melainkan apa yang tidak aku kehendaki, yaitu yang jahat, yang aku perbuat.” (Rm. 7:19). Karena itu kita harus berdoa supaya Tuhan memberikan kekuatan kepada kita untuk melaksanakan kemauan yang baik itu, sehingga hidup kita terhindar dari dosa. Kenakanlah selalu masker rohani kita agar terhindar dari segala bentuk penyakit dosa yang membuat kita jauh dari Tuhan.   Tidak ada yang sia-sia di dalam doa, melalui doa kita dimampukan untuk hidup dalam kehendak Tuhan. God bless!!!

BERPIKIR SEBELUM BERBICARA

Kata Petrus kepada-Nya: “Biarpun mereka semua tergoncang imannya, aku tidak.” (Mrk. 14:29)   Setelah persitiwa perayaan Paskah, Tuhan Yesus memberitahukan berita yang sangat mengejutkan bagi murid-murid-Nya. Tuhan Yesus mengatakan bahwa mereka semua akan tergoncang imannya. Mendengar perkataan itu, Petrus berkata bahwa imannya tidak tergoncang. Tuhan Yesus memperingatkan Petrus bahwa ia akan menyangkal-Nya tiga kali sebelum ayam berkokok pun tak dihiraukannya. Namun, Petrus lebih lagi berkata dengan berani bahwa ia siap mati untuk Tuhan Yesus. Benar saja, bahwa diperikop selanjutnya kita membaca bahwa perkataan Tuhan Yesus tergenapi, Petrus menyangkal-Nya.   Menjadi seorang pengikut Kristus memerlukan komitmen. Apalah artinya jika perkataan yang menggebu-gebu tidak dibuktikan melalui perbuatan hidup kita? Semua tidak ada artinya. Menjadi orang Kristen itu perlu berhikmat dalam berkata-kata, berpikir terlebih dahulu sebelum berbicara. Dari Petrus kita belajar bahwa kita adalah orang-orang yang rapuh dan rentan jatuh. Karena itulah kita membutuhkan Tuhan Yesus untuk selalu menopang dan menguatkan hidup kita dalam menghadapi hari-hari yang sulit. Pada masa diberkati, kita bisa mengatakan ‘Tuhan Yesus baik’, tetapi bisakah kita tetap berkata ‘Tuhan Yesus baik’ pada masa yang sukar? Iman bukanlah sebuah kenekatan, melainkan keberanian melangkah berdasarkan firman Tuhan.   Saat kita merasa kuat berdiri sendiri, disitulah celah bagi kita untuk jatuh. God bless!!!

Mount Agung volcano in sunrise

DARAH YANG BERKUASA

Dan Ia berkata kepada mereka: “Inilah darah-Ku, darah perjanjian, yang ditumpahkan bagi banyak orang (Mat. 14:24)   Dalam perjamuan makan Paskah, selain Roti tidak beragi, ada elemen penting lainnya yaitu darah anak domba yang disembelih. Penyembelihan anak domba yang tak bercacat ini mengingatkan pada peristiwa tulah ke sepuluh di kitab Keluaran, yaitu kematian anak sulung. Dengan darah anak domba yang dibubuhkan di pintu-pintu rumah orang Israel, maka mereka diluputkan dari tulah tersebut (Kel. 12:24-28). Darah tersebut merupakan darah perjanjian yang Tuhan janjikan kepada bangsa Israel. Apa yang tertulis di dalam perjanjian Lama merupakan gambaran (typology) yang terjadi di dalam Perjanjian Baru dan digenapi di dalam Tuhan Yesus. Darah Tuhan Yesus yang tercurah di kayu salib adalah darah yang sangat mahal dan berharga. Anak Domba Allah yang tidak bercacat cela dan tidak bernoda. Darah tersebut memiliki kuasa untuk menghapus dosa manusia. Oleh karena darah Kristus kita menerima pengampunan dosa dan diselamatkan.   Momen Perjamuan Kudus yang kita lakukan merupakan sebuah sakramen untuk mengenang kematian dan pengorbanan-Nya di kayu salib. Jangan jadikan moment tersebut hanya diperingati satu bulan sekali saja, tetapi sepanjang hidup kita. Sehingga melalui kematian-Nya kita tidak lagi hidup di dalam dosa. Darah Yesus telah mengubah segalanya. Kita yang seharusnya menjadi orang-orang terhukum, kini merdeka dan dilayakkan untuk menerima segala berkat yang Tuhan sediakan. Gunakan kemerdekaan ini untuk hidup semakin berkenan di hadapan Kristus.   Pengorbanan Kristus membuat kita hidup dalam pengharapan dan kemerdekaan. God bless!!!

HANYA TAAT SAJA

Maka berangkatlah kedua murid itu dan setibanya di kota, didapati mereka semua seperti yang dikatakan Yesus kepada mereka. Lalu mereka mempersiapkan Paskah (Mrk. 14:16)   Pada hari pertama dari hari raya Roti Tidak Beragi, pada waktu orang menyembelih domba Paskah, Yesus memerintahkan murid-murid-Nya untuk pergi ke sebuah kota dan bertemu dengan seseorang. Anehnya adalah murid-murid-Nya diminta Tuhan Yesus untuk bertemu dengan orang yang tidak dikenal dan bertanya mengenai sebuah tempat untuk persiapan paskah. Mungkin tanda serta persiapan itu terlebih dahulu sudah disepakati oleh Yesus dan tuan rumah itu, sehingga tuan rumah tersebut pun tidak banyak bertanya apapun. Jika kita berada di posisi sebagai murid Yesus, apakah kita bersedia melakukan perintah Yesus yang mungkin saja membuat kita bingung melakukannya?   Terkadang dalam hidup ini, saat kita mengikut Yesus kita hanya perlu taat saja. Kita tidak perlu banyak bertanya kepada Tuhan Yesus, karena Ia sudah mempersiapkan semua yang kita perlukan. Banyaknya pertanyaan yang kita ajukan kepada Tuhan menunjukkan ketidakpercayaan kita kepada-Nya. Bukankah firman-Nya menuliskan, bahwa “Seorang prajurit yang sedang berjuang tidak memusingkan dirinya dengan soal-soal penghidupannya, supaya dengan demikian ia berkenan kepada komandannya.” (2 Tim. 2:4). Cukup lakukan dengan taat apa yang Tuhan perintahkan, Ia tidak merancangkan rancangan kecelakaan dalam hidup kita, Ia selalu menyediakan yang terbaik untuk hidup kita.   Mengikut Tuhan Yesus hanya memerlukan sebuah ketaatan untuk mencapai rencana ilahi-Nya. God bless!!!

Money investment

HAMBA UANG

Mereka sangat gembira waktu mendengarnya dan mereka berjanji akan memberikan uang kepadanya. Kemudian ia mencari kesempatan yang baik untuk menyerahkan Yesus. (Mrk. 14:11)   Sebutan seorang ‘hamba uang’ tampaknya cocok disematkan kepada seorang yang bernama Yudas. Kenapa? Sebab hanya demi uang ia menukarkan Gurunya untuk kepuasan pribadinya. Tampaknya Yudas memiliki motivasi yang tidak benar saat mengikut Yesus. Namun, kemudian ia menyadari bahwa keinginannya tidak sesuai dengan yang diharapkan, ia mencari cara untuk mendapatkan uang. Yudas pintar melihat situasi yang terjadi pada saat itu, ia sadar bahwa para imam kepala membenci Yesus. Itu sebabnya ia menjumpai para imam untuk menyerahkan Yesus kepada mereka. Bak gayung bersambut, tindakan Yudas ini disambut gembira oleh para imam kepala dengan diberikan imbalan uang.   Bukankah hal itu yang sering kita dengar disekeliling kita? Uang membuat orang menghalalkan segala cara, karena uang pada akhirnya orang berujung di penjara. Banyak orang korupsi, membunuh, saling menciderai, dan banyak hal yang dilakukan hanya demi uang. Benar yang disampaikan Paulus kepada Timotius, bahwa ‘akar dari segala kejahatan adalah cinta uang’ (1 Tim. 6:10). Tuhan Yesus ingin hidup kita hanya berfokus kepada-Nya, supaya hidup kita seturut dengan gambaran-Nya. Semua orang memang perlu uang, namun jangan sampai menjadi hamba uang. Biarlah kita tetap menjadi hamba Tuhan yang taat kepada-Nya.   Pakailah uang untuk melayani-Nya, bukan untuk mengkhianati-Nya. God bless!!!