Author: Administrator

Jesus Christ hand reaching towards everyone

MENGANDALKAN TUHAN

kata-Nya kepada mereka: “Jangan membawa apa-apa dalam perjalanan, jangan membawa tongkat atau bekal, roti atau uang, atau dua helai baju. (Luk. 9:3) Menjadi pengikut Yesus bukan hanya sekedar untuk menerima berkat dan mujizat dari Tuhan, lebih dari itu, kita harus siap membayar harga, menyangkal diri, dan siap diutus oleh Tuhan. Percaya bukanlah soal sekedar selamat, tetapi setelah sadar diselamatkan, apa tindakan kita selanjutnya? Seharusnya kita memiliki kesadaran untuk menyelamatkan orang yang belum diselamatkan. Banyak orang Kristen hanya suka mendengar khotbah tentang berkat, kekayaan atau mujizat, tetapi ketika firman-Nya berisikan tentang suatu perintah untuk memberitakan Injil, seolah-olah mata dan telinga kita tertutup. Orang sukar untuk membayar harga.   Setelah Tuhan Yesus memilih para murid, mereka diutus oleh Tuhan Yesus untuk memberitakan Injil. Dan para murid diminta untuk tidak membawa apa-apa dalam perjalanan. Apakah makna ucapan Tuhan Yesus tersebut? Sejujurnya Tuhan Yesus ingin mengajarkan para murid untuk hidup beriman dan mengandalkan-Nya. Karena Tuhan Yesus pasti akan menyertai dan memberkati mereka selama melakukan tugas pelayanan-Nya. Mereka tidak perlu memusingkan penghidupan-Nya saat melayani, sebab jika mereka kuatir akan penghidupannya, mereka sedang menghina Tuhan Yesus. Dalam mengikut Tuhan Yesus, apakah kita sudah benar-benar beriman dan mengandalkan Tuhan dengan segenap hati? Saat kita menerima tugas dan tanggung jawab dari Tuhan kita tidak perlu kuatir soal makanan dan minuman. Ia pasti akan memenuhi segala keperluan kita menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya (Flp. 4:19). Andalkanlah Tuhan selalu!   Seorang prajurit yang sedang berjuang tidak memusingkan dirinya dengan soal-soal penghidupannya, supaya dengan demikian ia berkenan kepada komandannya (2 Tim. 2:4). God bless!!!

MENJADI PENDENGARNYA TUHAN YESUS

Tetapi Ia menjawab mereka: “Ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku ialah mereka, yang mendengarkan firman Allah dan melakukannya.” (Luk. 8:21)   Dalam sebuah relasi, diperlukan sebuah komunikasi yang terus berkelanjutan. Di dalam komunikasi, kadang seseorang harus berbicara, kadang juga harus mendengar, harus saling mengerti. Saat seseorang bersedia mendengar, ia sedang membangun rasa hormat. Orang yang mau mendengarkan orang lain berbicara adalah orang yang rendah hati, karena ia sedang mengorbankan waktunya buat orang lain. Demikianlah dalam relasi kita dengan Tuhan Yesus, kita harus belajar mendengarkan apa yang menjadi isi hati Tuhan Yesus.   Menarik sekali bahwa Tuhan Yesus mengatakan bahwa, “Ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku ialah mereka, yang mendengarkan firman Allah dan melakukannya.” Ini bukanlah sebuah relasi yang biasa, ini adalah sebuah relasi seperti keluarga. Demikianlah Tuhan akan mengakui kita sebagai anggota keluarga jika mau mendengar dan melakukan firman-Nya.   Kadangkala sebagai orang Kristen hanya SKSD (Sok Kenal Sok Dekat) dengan Tuhan Yesus. Mengaku percaya tetapi sukar untuk menghidupi firman-Nya. Jangankan menghidupi, mendengar saja susah. Terlebih lagi saat kita melakukan kesalahan, jika tidak memiliki kerendahan kita akan sukar diberikan nasihat dan teguran. Tuhan berulang kali menegaskan betapa pentingnya mendengar dan melakukan firman Allah. Bagaimana caranya agar kita mampu mendengar suara-Nya? Berdiam dirilah sejenak setiap hari dan ambil waktu untuk merenungkan firman Tuhan.   Berikanlah waktu bagi Tuhan untuk berbicara kepada kita, sebab Ia rindu menyampaikan isi hati-Nya kepada kita. God bless!!!

HATI YANG BEBAL

Tetapi orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat menolak maksud Allah terhadap diri mereka, karena mereka tidak mau dibaptis oleh Yohanes. (Luk. 7:30)   Di Indonesia, penyakit jantung masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi. Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018, angka kejadian penyakit jantung dan pembuluh darah semakin meningkat dari tahun ke tahun. Setidaknya, 15 dari 1000 orang, atau sekitar 2.784.064 individu di Indonesia menderita penyakit jantung. Apa saja faktor risiko terjadinya penyakit jantung? Pola makan tidak sehat, kurang aktivitas fisik, merokok, alcohol, obesitas, semua faktor2 tersebut berkaitan dengan pola hidup. Artinya, bagi orang yang mengalami penyakit jantung harus mau mengubah pola hidupnya, jika tidak, nyawa mereka dalam bahaya. Namun, kebanyakan dari kita sukar mengubah pola hidup demikian karena kita berpikir bahwa hidup dan mati itu di tangan Tuhan. Tanpa disadari kita telah menjadi orang bebal.   Kebebalan adalah salah satu ciri orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat, mereka tidak menyadari kesalahannya. Mereka sangat sukar ditegura dan diajar oleh Tuhan Yesus. Mereka sulit dijar karena mereka merasa diri mereka paling benar. Lalu, apakah hati kita sama seperti para farisi dan ahli Taurat yang sukar diubah? Berhentilah merasa diri paling benar. Yang paling benar adalah Tuhan Yesus! Untuk itu, kita harus selalu taat dan melakukan segala perintah-Nya, supaya hidup kita semakin hari semakin berubah seturut dengan-Nya. Jadilah pribadi yang rendah hati di hadapan Tuhan Yesus, jauhi karakter seperti orang Farisi dan Ahli Taurat!   Memang berubah itu sulit, sakit, dan memakan waktu lama. Namun tanpa perubahan, tak akan ada kemajuan. God bless!!!

FIRMAN YANG MEMBERI PENGHARAPAN

“Dan ketika Tuhan melihat janda itu, tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, lalu Ia berkata kepadanya: “Jangan menangis!”” (Luk. 7:13)   Lukas 7:11-17 menceritakan tentang seorang wanita yang telah menjadi janda. Tidak hanya itu, ternyata anaknya pun juga meninggal. Menjadi suatu momen yang membuat wanita itu terpukul karena kehilangan dan juga membuatnya kehilangan pengharapan di dalam hidup. Akan tetapi Yesus menunjukkan belas kasih-Nya kepada wanita itu dan mengatakan kepadanya untuk tidak menangis dan tidak terus menerus meratapi dukacita yang sedang dialaminya. Mungkin perkataan Yesus kepada wanita tersebut dapat saja dianggap sebagai perkataan yang tidak peka pada kesedihan orang lain. Namun, Yesus berkata demikian karena wanita tersebut sudah seharusnya tidak perlu lagi menangis karena putranya akan dibangkitkan kembali.   Mungkin hari-hari ini kita sedang dalam keadaan yang kurang baik, sedang mengalami kesedihan atau duka yang mendalam karena kehilangan orang yang kita kasihi hingga kita kehilangan semangat atau pengharapan dalam menjalani hidup. Akan tetapi yang harus kita ingat adalah bahwa kita punya Tuhan yang kuasa dalam firman-Nya yang sanggup memberikan kekuatan serta memberikan pengharapan besar kepada setiap dari kita. Ketika sedih dan putus asa, tampaknya tak seorang pun dapat memahami masalah dan perasaan kita. Dan seringkali timbul rasa kesepian yang menguatkan rasa putus asa itu. Dalam saat seperti itu, carilah firman-Nya. Melalui firman, Ia akan menyatakan kepedulian dan penghiburan-Nya. Melalui firman, Ia akan menguatkan dan menolong. Dan di dalam firman, pengharapan kita nyata.   Selama kita hidup di dalam Yesus, pasti selalu ada pengharapan di masa yang sukar. God bless!

HIDUP OLEH IMAN

sebab itu aku juga menganggap diriku tidak layak untuk datang kepada-Mu. Tetapi katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh. (Luk. 7:7)   Firman Tuhan hari menceritakan tentang seorang perwira yang memiliki hamba yang sedang sakit. Perwira ini pun menunjukkan perhatiannya dan berusaha untuk menyembuhkannya. Ketika mendengar bahwa Tuhan Yesus berada di Kapernaum, perwira itu menyuruh beberapa orang tua-tua Yahudi kepada-Nya untuk meminta, supaya Ia datang dan menyembuhkan hambanya. Tetapi perwira itu merasa tidak layak dikunjungi oleh Tuhan Yesus, dengan segala kerendahan hati dan iman yang besar, perwira itu pun meminta tolong kepada Tuhan Yesus untuk mengucapkan sepatah kata untuk hambanya, dan ia pasti akan sembuh.   Iman perwira membuat Yesus kagum dan bahkan membandingkannya dengan iman orang Israel. Yesus memuji iman periwira itu karena iman seperti itu jarang dijumpainya di Israel. Kisah ini merupakan teguran bagi orang Yahudi yang lebih percaya tradisi daripada percaya Kristus.   Lalu bagaimana dengan kita, adakah kita memiliki iman seperti seorang perwira tersebut? Dalam mengikut Yesus, kita hanya perlu percaya kepada-Nya. Tidak perlu takut, sebab Tuhan Yesus pasto memelihara hidup kita. Mujizat akan terjadi jika kita berdoa dengan penuh iman dan taat pada kehendak-Nya. Apapun yang menjadi pergumulan kita saat ini, percayalah bahwa Tuhan akan menolong kita. Berharap pada manusia pasti akan kecewa, tetapi berharap kepada Tuhan Yesus tidak akan kecewa.   Iman adalah percaya bahwa Yesus sanggup melakukan segala sesuatu. God bless!!!

Mountains in fog at beautiful night. Dreamy landscape

PONDASI YANG KUAT

Akan tetapi barangsiapa mendengar perkataan-Ku, tetapi tidak melakukannya, ia sama dengan seorang yang mendirikan rumah di atas tanah tanpa dasar. Ketika banjir melandanya, rumah itu segera rubuh dan hebatlah kerusakannya. (Luk. 6:49)   Sebuah bangunan dapat berdiri kokoh karena adanya fondasi yang kuat. Hal itu dapat dibuktikan ketika sedang dilanda badai atau gempa. Apabila bangunan tersebut dibangun dengan fondasi yang kuat, maka bangunan tersebut akan tetap berdiri kokoh. Begitu pula sebaliknya, apabila sebuah rumah dibangun dengan pondasi yang tidak kuat, maka akan mudah roboh. Yesus memberikan sebuah penekanan yang sangat serius kepada semua orang yang ada pada saat itu. Siapa pun yang mau mendengar sekaligus melakukan pengajaran-Nya, maka orang itu adalah seorang bijaksana. Yesus mengibaratkannya seperti tukang bangunan di atas pondasi yang kuat. Jadi, ketika hujan, banjir, dan badai menerpa, rumah itu akan tetap berdiri kokoh.   Tuhan Yesus memberikan sebuah ilustrasi penting untuk semua orang percaya mengenai kehidupan iman, bagaimana pentingnya hidup di dalam firman Tuhan. Tanpa firman kerohanian kita akan menjadi keropos dan mudah digoncang oleh segala pergumulan hidup dan penyesatan. Oleh karena itu, kita harus menghidupi firman itu dalam hidup sehari-hari. Hanya dengan cara ini, maka kita memuliakan Allah bukan lagi hanya dengan kata-kata saja, tetapi juga dengan aksi nyata. Bacalah firman Tuhan, pahami, lakukan dan ajarkan kepada semua orang.   Tanpa menghidupi firman kita akan menjadi orang Kristen yang memiliki kerohanian keropos. God bless!!!