Author: Administrator

[BREAD OF LIFE – GIVES LIFE] BOL 365 DAY 98│

Sabtu, 08 April 2023 Pembacaan Alkitab; Imamat 13 -15 Imam harus mempersembahkan korban penghapus dosa dan dengan demikian mengadakan pendamaian bagi orang yang akan ditahirkan dari kenajisannya, dan sesudah itu ia harus menyembelih korban bakaran. (Imamat 14:19) Penyakit kusta adalah penyakit yang menjijikkan dan sulit untuk disembuhkan. Bahkan Pada masa itu setiap orang yang terkena penyakit kusta ini akan disebut Najis. Sehingga dilarang untuk bergaul dengan banyak orang dan diminta untuk menjauh sampai menjadi tahir. Dan imam merupakan orang yang Tuhan tetapkan bukan hanya untuk mempersembahkan korban tapi juga untuk memeriksa kondisi dari umat Tuhan. Tugas seorang imam untuk merawat umat Tuhan sampai menjadi tahir. Kristus adalah Imam Besar Agung kita, Ia juga menjadi teladan karena sebagai Imam Besar agung Ia bukan hanya saja memeriksa kondisi umat-Nya, tapi Ia juga menyembuhkan dan memulihkan umat-Nya dari penyakit Najis. Kita yang Najis dijadikan-Nya tahir, dan lewat pengorbanan-Nya, Ia mendamaikan kita dengan Allah sehingga kita yang tadinya tidak layak, menjadi layak dan berkenan kepada-Nya. Amin

Cross in Colca Canyon in Peru

Mempersiapkan Kehadiran-Nya

“Jawabnya: ”Akulah suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Luruskanlah jalan Tuhan! seperti yang telah dikatakan nabi Yesaya.”(Yoh.‬ ‭1‬:‭23‬)   Pada perikop bacaan hari ini mengisahkan tentang imam-imam dan orang-orang Lewi yang hendak mengirim beberapa orang untuk menanyakan identitas Yohanes Pembaptis. Kemudian Yohanes menjawab dengan jujur bahwa ia bukanlah Mesias atau Elia atau nabi yang dijanjikan. Ia hanya seorang suara yang berseru di padang gurun, mempersiapkan jalan bagi Sang Mesias yang akan datang.   Dalam kisah ini, Yohanes Pembaptis menunjukkan contoh kesederhanaan dan sikapnya yang tidak mementingkan dirinya sendiri. Meskipun dia sangat terkenal dan dihormati, dia dengan rendah hati menolak untuk mempromosikan dirinya sendiri sebagai sesuatu yang lebih dari apa yang dia benar-benar adalah. Sebaliknya, dia menunjuk kepada orang lain, kepada Kristus, sebagai sumber kebenaran dan keselamatan.   Yohanes Pembaptis juga menunjukkan pentingnya persiapan dan kerendahan hati dalam menyambut kedatangan Kristus. Ia menyadari bahwa pekerjaannya hanyalah mempersiapkan jalan bagi Sang Mesias, dan bahwa peran pentingnya hanyalah sebagai suara yang berseru. Kita juga harus belajar untuk merendahkan diri dan mempersiapkan hati kita untuk kedatangan Kristus dalam hidup kita.   Selain itu, kita juga diingatkan untuk memiliki sikap hati yang menerima dan mengakui Kristus sebagai Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia dan membawa keselamatan bagi semua orang yang percaya pada-Nya.   Mari belajar rendah hati, belajar untuk mengakui dan menerima Kristus dalam hidup kita dan izinkan Dia untuk menjadi sumber kebenaran dan keselamatan bagi kita.

[BREAD OF LIFE – GIVES LIFE] BOL 365 DAY 97│

Jumat, 07 April 2023 Pembacaan Alkitab; Imamat 10-12 Jangan Melayani Allah Dengan Api Asing Kemudian anak-anak Harun, Nadab dan Abihu, masing-masing mengambil perbaraannya, membubuh api ke dalamnya serta menaruh ukupan di atas api itu. Dengan demikian mereka mempersembahkan ke hadapan TUHAN api yang asing yang tidak diperintahkan-Nya kepada mereka. Maka keluarlah api dari hadapan TUHAN, lalu menghanguskan keduanya, sehingga mati di hadapan TUHAN. (Imamat 10:1-2) Nadab dan Abihu adalah anak-anak Harun, keduanya adalah imam yang sudah Allah pilih dan tetapkan untuk membawa persembahan umat Allah. Namun mereka mempersembahkan api asing kepada Allah, sehingga Allah membunuh keduanya dengan api. Mereka melakukan kesalahan yang sangat fatal dengan melanggar kekudusan Allah tatkala menyalakan perbaraan dengan api yang bukan berasal dari mezbah ukupan di Kemah Suci. Sejak pendirian Kemah Suci (Kel. 40), api di mezbah persembahan ukupan telah dinyalakan (ayat 26-27). Api yang menyala terus itu, menjadi sumber dan tempat persembahan ukupan dilakukan. Oleh kesalahan yang mereka lakukan harus dibayar mahal dengan kematian. Sebagai imam atau pemimpin tindakan sembrono akan membawa dampak besar bagi umat atau orang-orang yang dipimpinnya. yaitu apabila melayani Allah di Kemah Suci berarti boleh dengan sembarangan, sehingga umat akan meremehkan hal kekudusan dan aturan Allah. Sebab itu kita sebagai umat Allah yang sudah ditebus dan dilayakan untuk melayaniNya, mari jaga dan taati apa yang sudah Tuhan perintahkan dan anjurkan jangan melanggar atau memakai aturan sendiri, karena akan berakibat pada kematian rohani

Freshly baked bread

FIRMAN YANG HIDUP

“Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.” ‭‭(Yoh.‬ ‭1‬:‭1‬)   Firman Tuhan hari ini membahas tentang awal mula penciptaan, keberadaan Yesus Kristus sebagai Firman, dan misi-Nya untuk membawa keselamatan bagi manusia. Pada ayat pertama, dikatakan bahwa “Pada mulanya adalah Firman, dan Firman itu bersama-sama dengan Allah, dan Firman itu adalah Allah.” Dalam ayat ini, Yohanes memperkenalkan Yesus Kristus sebagai Firman yang telah ada sejak awal mula penciptaan, bersama-sama dengan Allah Bapa. Yohanes juga menyatakan bahwa “firman itu telah menjadi manusia dan diam di antara kita.” (ayat 14). Yesus Kristus, sebagai Firman, telah menjadi manusia dan hidup di antara manusia untuk menyelamatkan mereka dari dosa dan kegelapan.   Setiap orang yang menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat akan menjadi anak-anak Allah dan diberikan kekuatan untuk hidup sebagai anak-anak-Nya. Hal ini ditegaskan pada ayat 12, dimana Yohanes menyatakan bahwa “tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi kuasa untuk menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya.” Yesus Kristus telah memberikan kasih karunia yang melimpah kepada manusia, sehingga mereka dapat hidup dalam keselamatan dan beroleh hidup yang kekal. Dan melalui Yesus juga menjadi satu-satunya jalan yang dapat memperkenalkan Allah Bapa kepada manusia, karena Dialah yang datang dari sisi-Nya dan menjadi satu dengan-Nya.   Yesus adalah Tuhan yang kekal, dari dulu, sekarang dan selamanya. God bless!!!

[BREAD OF LIFE – GIVES LIFE] BOL 365 │DAY 96

Kamis, 06 April 2023 Pembacaan Alkitab; Imamat 7-9 DarahNya Menyucikan dan Menguduskan Disuruhnyalah membawa lembu jantan korban penghapus dosa, lalu Harun dan anak-anaknya meletakkan tangannya ke atas kepala lembu jantan korban penghapus dosa itu. Lembu itu disembelih, lalu Musa mengambil darahnya, kemudian dengan jarinya dibubuhnyalah darah itu pada tanduk-tanduk mezbah sekelilingnya, dan dengan demikian disucikannyalah mezbah itu dari dosa; darah selebihnya dituangkannya pada bagian bawah mezbah. Dengan demikian dikuduskannya mezbah itu dan diadakannya pendamaian baginya. (Imamat 8:14-15) Beberapa peneliti percaya bahwa darah adalah seperti detergen yang dapat membersihkan. Dalam Imamat 8:14-15 menjelaskan tentang penyucian dan pengudusan mezbah korban bakaran. Karena korban bakaran adalah persembahan korban yang asapnya membubung ke atas, hal itu melambangkan korban yang dipersembahkan kepada Allah, agar Ia berkenan. Demikian juga dalam setiap kehidupan orang percaya bahwa sesungguhnya kita telah di bubuhi oleh darah Yesus sebagai sarana untuk membersihkan dan menguduskan hidup kita yang penuh akan dosa. Dengan darah Yesus, pada awalnya kita tidak layak untuk terhubung dengan Bapa di sorga yang ditandai dengan adanya tirai penghalang di Bait Allah. Namun setelah Yesus mati dan darahNya dicurahkan, maka tirai penghalang itu lenyap dan hidup kita pun dilayakan menghadap Allah Bapa disorga. Menyongsong hari jumat Agung, mari kita renungkan dan mengingat kembali bagaimana pengorbanan Yesus yang harus mencurahkan darahNya sendiri untuk menyucikan dan menguduskan setiap kita. Biarlah kita semakin mengerti tentang hal ini agar kita tetap bisa menghargai Pengorbanan Yesus bagi kita & hidup kita dapat dipakai Nya untuk menjadi berkat serta menjangkau jiwa-jiwa yang terhilang.

PERJUMPAAN YANG MENGUBAHKAN

Lalu Ia berkata kepada mereka: “Hai kamu orang bodoh, betapa lambannya hatimu, sehingga kamu tidak percaya segala sesuatu, yang telah dikatakan para nabi! (Luk. 24:25)   Lukas mencatat suatu momen setelah kebangkitan Yesus Kristus di mana dua murid sedang berjalan menuju sebuah desa yang disebut Emaus. Mereka sedih dan kecewa karena kematian Yesus, dan sedang membicarakan peristiwa-peristiwa yang telah terjadi. Tiba-tiba, Yesus sendiri bergabung dengan mereka dalam perjalanan, tetapi murid-murid itu tidak menyadari bahwa itu adalah Yesus. Yesus bertanya kepada mereka tentang apa yang mereka bicarakan, dan murid-murid itu mengungkapkan kekecewaan mereka.   Renungan dari Lukas 24:25 ini mengajarkan kita tentang dua hal penting: pertama, bahwa Yesus adalah Tuhan yang hidup yang selalu menyertai kita dalam setiap perjalanan hidup kita, dan kedua, bahwa kita harus terus mencari kebenaran dalam Alkitab dan memperdalam pengenalan kita terhadap Yesus.   Kita juga harus selalu mencari kebenaran dalam Alkitab, karena di dalamnya kita akan menemukan banyak pelajaran dan pengajaran tentang kehidupan kita sehari-hari dan tentang bagaimana kita dapat mengenal Yesus lebih baik. Jika kita terus belajar dan memperdalam pengenalan kita terhadap Yesus, maka kita akan semakin peka terhadap kehadiran-Nya dalam hidup kita, bahkan ketika Dia tidak tampak jelas di depan mata kita.   Kehadiran Yesus mungkin tidak selalu jelas bagi kita, tetapi Dia selalu ada bersama kita, dan jika kita terus mencari kebenaran dalam Alkitab, kita akan semakin peka terhadap kehadiran-Nya dalam hidup kita. God bless!!!

[BREAD OF LIFE – GIVES LIFE] BOL 365 │DAY 95

Rabu, 05 April 2023 Pembacaan Alkitab; Imamat 4-6 Menjaga Api TUHAN tetap Menyala “Api yang di atas mezbah itu harus dijaga supaya terus menyala, jangan dibiarkan padam. Tiap-tiap pagi imam harus menaruh kayu di atas mezbah, mengatur korban bakaran di atasnya dan membakar segala lemak korban keselamatan di sana. Harus dijaga supaya api tetap menyala di atas mezbah, janganlah dibiarkan padam.” (Imamat 6:12-13) Orang Percaya disebutkan sebagai Imamat yang Rajani, itu berarti bahwa kita memiliki gelar imam. Tugas imam salah satunya adalah menjaga supaya api yang diatas mezbah jangan sampai padam. Api Tuhan dapat diartikan sebagai kehadiran Tuhan, seperti yang dialami oleh Musa saat pertama kali berjumpa dengan Allah dalam bentuk semak api yang menyala. Kita diharuskan untuk tetap menjaga api Tuhan supaya menyala yang berarti menjaga kehadiran Tuhan agar terus ada dalam kehidupan kita. Karena itu, gereja atau pribadi yang memiliki Api Tuhan serta menjagaNya agar tetap menyala maka akan Mengalami pemulihan & terobosan serta memberikan dampak positif bagi orang lain Kehadiran Tuhan akan tetap ada dalam hidup bila kita menjaga keintiman dengan Tuhan Melalui hubungan atau persekutuan yang hidup & Benar Sebab sebuah persekutuan yang hidup akan menghasilkan Api Tuhan/Api Roh Kudus yang memberikan kegairahan dan kekuatan serta melakukan kehendak Tuhan dalam setiap pelayanan yang Tuhan percayakan pada kita. Jagalah Api Tuhan agar tetap menyala di atas mezbah hidup kita, Supaya hidup kita dapat menjadi terang bagi dunia yang gelap Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.” (Matius 5:16)

Dramatic dawn in Torres del Paine, Chile

Iman dan Percaya Akan Keberadaan Tuhan

“Akan tetapi Ia berkata kepada mereka: ”Mengapa kamu terkejut dan apa sebabnya timbul keragu-raguan di dalam hati kamu?” ‭‭(Luk.‬ ‭24‬:‭38‬)   Setelah menampakkan diri pada saat perjalanan ke Emaus, Yesus kemudian menampakkan diri kepada murid-murid-Nya setelah bangkit dari kematian. Pada mulanya, para murid sangat takut dan tidak percaya bahwa Yesus telah benar-benar bangkit. Namun, Yesus muncul di tengah-tengah mereka dan memperlihatkan tanda-tanda luka pada tubuh-Nya, membuktikan bahwa Ia benar-benar telah bangkit.   Yesus kemudian berbicara kepada mereka dan memberi pengajaran mengenai kitab suci yang telah diramalkan tentang Dia. Ia menjelaskan bahwa segala sesuatu yang tertulis tentang Dia dalam kitab suci harus dipenuhi. Setelah itu, Yesus memberikan tugas kepada murid-murid-Nya untuk menjadi saksi-saksi kesaksian-Nya kepada dunia.   Hal yang dapat kita pelajari dari ayat bacaan hari ini adalah bahwa kebangkitan Yesus adalah fakta sejarah yang tak terbantahkan dan menjadi landasan iman Kristen. Yesus bukanlah hanya seorang guru atau nabi, tetapi Ia adalah Anak Allah yang telah menang atas maut dan dosa melalui kematian-Nya di kayu salib. Kita harus percaya pada kebangkitan-Nya dan mengikutinya dengan setia.   Segala sesuatu yang tertulis di dalam Alkitab harus dipenuhi dan kita harus selalu mencari kebenaran dari firman Tuhan. Seperti halnya murid-murid Yesus, kita juga harus berani menjadi saksi kesaksian-Nya kepada dunia dan berbicara tentang kasih dan keselamatan yang diberikan-Nya kepada kita.   Kita juga diingatkan untuk tidak takut atau ragu dalam menghadapi kehidupan, karena Tuhan selalu ada bersama kita dan memberikan kekuatan kepada kita melalui Roh Kudus. Kita harus memiliki iman yang teguh pada Tuhan dan mempercayai bahwa Dia memiliki rencana terbaik bagi hidup kita, bahkan ketika kita mengalami kesulitan atau penderitaan.   Milikilah iman yang teguh pada kebangkitan Yesus, mempercayai dan melakukan firman Tuhan. Andalkanlah selalu Tuhan dan Roh Kudus-Nya untuk memberi kekuatan serta petunjuk di dalam hidup kita.