Author: Administrator

[BREAD OF LIFE – GIVES LIFE] BOL 365 │DAY 94

 Selasa, 4 April 2023 Pembacaan Alkitab; Imamat 1 – 3 MENYEMBAH DALAM ROH DAN KEBENARAN Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran.” Yohanes 4:24 Sasaran penyembahan kita harus selalu tetap sama, yaitu Allah. Allah harus disembah sebagai yang berkuasa atas langit dan bumi serta Allah yang menyelamatkan setiap umat manusia. Dia juga Allah yang telah menebus dosa kita dan Allah yang berkuasa melakukan segala perkara, maka sudah seharusnyalah kita menyembah Dia. Penekanan penyembahan disini bukan terletak pada tempat atau dimana kita berada, tetapi pada sikap hati yang benar sesuai dengan Firman Tuhan. Ketika kita menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, saat itulah Roh Kudus hidup di dalam kita, Dia yang akan menolong kita ketika berdoa dan menjadi penyembah yang Benar dihadapan Nya Sebagai Penyembah, biarlah kita selalu memiliki kerinduan untuk mengalami perjumpaan pribadi dengan Allah. Penyembah yang sejati hanya berpusat pada Allah bukan pada diri sendiri. A. W. Tozer menulis: “Penyembah memiliki kesibukan yang abadi bersama Allah.” Inilah rahasia penyembahan yang penuh kuasa. Gaya hidup seorang penyembah itu konsisten, disiplin dan terus menerus menjaga sikap & perbuatannya agar berkenan di hati Tuhan serta hidupnya yang memuliakan Tuhan. Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.(Roma 12:1)

[BREAD OF LIFE – GIVES LIFE] BOL 365 │DAY 93

Senin, 3 April 2023 Pembacaan Alkitab; Markus 13 – 16 BERJAGA-JAGA DAN BERDOA Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan; roh memang penurut, tetapi daging lemah.” Markus 14:38 Berjaga-jaga dan berdoa adalah satu paket yang harus ada dalam kehidupan kita sebagai anak-anak Tuhan. Berjaga-jaga dan berdoa, itulah kunci utama agar kita tidak menyerah kepada jebakan si jahat yang seringkali masuk melalui berbagai keinginan daging kita yang lemah. Kita perlu sekali mendisiplinkan diri kita untuk berdoa secara teratur pada waktu yang tetap. Hal ini menunjukkan bahwa kita sesungguhnya sedang berjaga-jaga atas hidup kita. Menjadi orang percaya bukanlah jaminan bagi kita untuk lepas dari berbagai masalah & tantangan Hidup. Namun Kita tidak sendirian dalam menghadapinya, ada Roh Kudus yang selalu menghibur serta memampukan kita untuk menghadapi ujian dan pencobaan yang kita hadapi. Gaya hidup sebagai orang percaya adalah selalu berdoa dan berjaga-jaga agar kita tetap kuat Jangan berhenti untuk terus memenuhi diri kita dengan firman Tuhan, sebagai dasar dalam hidup Berdoa & berjaga-jaga. Milikilah komitmen yang kuat untuk hidup dipimpin oleh Roh Kudus. Doa akan menghubungkan kita dengan Tuhan. (A.B. Simpson)

[BREAD OF LIFE – GIVES LIFE] BOL 365 │DAY 92

Minggu, 2 April 2023 Pembacaan Alkitab, Markus 9 – 12 YANG TAK MUNGKIN MENJADI MUNGKIN Jawab Yesus: “Katamu: jika Engkau dapat? Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya!” Segera ayah anak itu berteriak: “Aku percaya. Tolonglah aku yang tidak percaya ini!” Markus 9:23-24 Semua orang tanpa terkecuali pasti pernah merasakan masa-masa kesesakan dalam hidupnya. Jika seseorang mengalami kesulitan yang sangat berat sehingga merasa tidak mampu menyelesaikannya sendiri, tentu saja dia akan berupaya meminta pertolongan. Masalahnya tidak ada satu pun manusia super di dunia ini yang bisa menyelesaikan semua bentuk masalah. Sebab itu, marilah kita mencari tempat pertolongan yang tepat. Tempat yang tepat adalah Tuhan, sebab bagi Tuhan tidak ada sesuatu pun yang sukar, yang tidak mungkin bagi manusia semuanya mungkin bagi Tuhan. Semua masalah, sakit penyakit mudah untuk dilakukan atau diselesaikan-Nya. Yang menjadi masalah utama bagi umat Tuhan adalah selalu meragukan kuasa Tuhan. Andalkan Roh Kudus yang Tuhan sudah berikan buat kita, tidak ada yang mustahil dan tidak ada yang tidak mungkin bagi Tuhan dan bagi orang percaya yang mengandalkan-Nya. Markus 10:27, Yesus memandang mereka dan berkata: “Bagi manusia hal itu tidak mungkin, tetapi bukan demikian bagi Allah. Sebab segala sesuatu adalah mungkin bagi Allah.” Hiduplah dengan bersandar kepada Tuhan sehingga kita bisa melakukan hal-hal besar dalam hidup ini. Bergantunglah selalu kepada Dia, karena kemenangan adalah milik setiap anak Tuhan yang sungguh mengandalkan Tuhan. Waktu kita mengandalkan Tuhan, hidup ini akan kokoh dan kuat untuk melewati masa sukar karena kita bersandar pada Yesus.

[BREAD OF LIFE – GIVES LIFE] BOL365 | DAY 91

Sabtu, 1 April 2023 Pembacaan Alkitab: Markus 5-8 “TENANGLAH! AKU INI, JANGAN TAKUT” “Sebab mereka semua melihat Dia dan mereka pun sangat terkejut. Tetapi segera Ia berkata kepada mereka: “Tenanglah! Aku ini, jangan takut!” (Markus 6:50) Pada waktu para murid diperintahkan oleh Tuhan Yesus untuk menyeberang ke Betsaida, mereka terjebak angin sakal, yaitu angin yang bertiup dari arah haluan kapal (berlawanan dengan arah kapal) sehingga mengakibatkan kapal tidak bisa maju, dan terombang-ambing di tengah danau. Mereka menjadi takut & tersiksa karena begitu beratnya mendayung melawan arah angin itu. Lalu Tuhan Yesus mendekati mereka, dengan berjalan di atas air. Mereka begitu Kegelisahan dan kebingungan karena takut perahu mereka karam di danau, mereka juga terkejut karena melihat ada orang yang berjalan di atas air, hal itu membuat mereka menyangka guru mereka adalah hantu. Tetapi mengetahui semua goncangan yang mereka alami, maka segera Tuhan Yesus berkata kepada mereka: “Tenanglah! Aku ini, jangan takut!”, lalu angin menjadi reda. Di dalam kehidupan kita sebagai orang percaya, kadang kita harus menghadapi masalah berat yang tidak dapat dengan mudah kita atasi. Akan lebih berat lagi apabila masalah demi masalah datang silih berganti atau bertumpuk menjadi suatu beban yang tidak tertahankan lagi. Menghadapi masalah yang berat dengan mengandalkan kekuatan sendiri atau mengandalkan kekuatan orang lain sekalipun banyak jumlahnya, tidak akan berhasil, bahkan kita akan hidup terkutuk (Yeremia 17:5) Bukankah tangan Tuhan selalu terbuka, siap menyambut kita yang membutuhkan pertolongan-Nya. Saat Ia mendatangi kita dan masuk ke dalam perahu hidup kita yang goyah, maka Ia akan menenangkan hati kita dan meredakan badai angin permasalahan hidup kita. Seberat Apapun masalah yang kita alami, Tuhan Yesus sanggup menolong kita, izinkan Ia masuk ke dalam perahu kehidupan kita, maka bukan hanya angin sakal itu akan dihalau-Nya, tetapi Ia akan mengantar kita dengan selamat sampai ke tujuan kita. Andalkanlah Tuhan, maka kita akan diberkati dengan berlimpah

[BREAD OF LIFE – GIVES LIFE] BOL365 | DAY 90

Jumat, 31 Maret 2023 Pembacaan Alkitab: Markus 1-4 “MELAYANI TUHAN DENGAN KERENDAHAN HATI” “Ia menyembuhkan banyak orang yang menderita bermacam-macam penyakit dan mengusir banyak setan; Ia tidak memperbolehkan setan-setan itu berbicara, sebab mereka mengenal Dia.” (Markus 1:34) Pada suatu petang di hari sabtu dimana hari Sabat berakhir dan orang-orang Yahudi sudah boleh kembali beraktivitas, datanglah penduduk kota yang terus-menerus membawa orang yang sakit dan yang kerasukan setan kepada Tuhan Yesus. Karena belas kasihan-Nya, Ia menyembuhkan mereka yang sakit dan mengusir setan yang merasuki mereka. Tetapi Ia tidak ingin kabar tentang peristiwa kesembuhan itu tersebar, bahkan setan-setan yang diusir-Nya pun disuruh-Nya diam, sebab mereka mengenali Ia sebagai Anak Allah. Mengapa Tuhan Yesus mau melayani mereka yang menderita dan menyembuhkan mereka yang sakit, tetapi tampaknya Ia selalu bekerja secara sembunyi-sembunyi dan segera berpindah tempat begitu kabar tentang mujizat yang dilakukan-Nya mulai menyebar? Karena Tuhan Yesus tidak ingin tampak menonjol dan dikenali hanya sebagai penyembuh atau pelaku mujizat saja, bukankah pengutusan-Nya ke bumi memiliki tujuan yang jauh lebih tinggi dari semua itu: yaitu untuk membebaskan umat manusia dari perbudakan oleh dosa dan menyelamatkan manusia dari kebinasaan kekal? Sebagai orang percaya, mungkin kita sudah mulai ambil bagian dalam pelayanan gerejawi. Apabila kita memiliki talenta maupun karunia yang dianugerahkan oleh Tuhan untuk kepentingan pelayanan tersebut, adalah penting untuk menjaga agar bukan pribadi kita yang menonjol, melainkan Tuhanlah yang tetap menjadi pusat perhatian dari semua orang. Hanya nama Tuhan sajalah yang layak ditinggikan dan disembah, tidak ada tempat untuk kebanggaan diri bagi para pelayan-Nya. Ketika kita mendapat kepercayaan untuk melayani Tuhan maka tugas kita adalah untuk mendeklarasikan Nama Tuhan Yesus sebagai Juruselamat Dunia. Panggilan kita adalah untuk mengabarkan kabar sukacita keselamatan yang datang dari Allah melalui penebusan oleh Tuhan Yesus Kristus. Biarlah kita semakin kecil, sebaliknya biarlah Ia semakin dikenal banyak orang dan dimuliakan segala bangsa. Layani Tuhan dengan segenap kerendahan hati, dengan segala ketulusan, sebab hanya nama-Nya yang layak ditinggikan dan dimuliakan. Biarlah hati Tuhan disenangkan oleh perbuatan kita dan kita memperoleh perkenanan-Nya.

[BREAD OF LIFE – GIVES LIFE] BOL365 | DAY 89

Kamis, 30 Maret 2023 Pembacaan Alkitab: Keluaran 37-40 “BAIT ALLAH YANG HIDUP” “Lalu awan itu menutupi Kemah Pertemuan, dan kemuliaan TUHAN memenuhi Kemah Suci, sehingga Musa tidak dapat memasuki Kemah Pertemuan, sebab awan itu hinggap di atas kemah itu, dan kemuliaan TUHAN memenuhi Kemah Suci.” (Keluaran 40:34-35) Pada saat Allah menyuruh Musa untuk membangun Kemah Suci, betapa cermatnya setiap detail perintah itu. Baik bahan-bahan yang dipilih untuk membangunnya maupun tata cara untuk melakukan upacara di dalam Kemah Suci itu demikian teratur, karena yang hadir di dalam Kemah Suci itu adalah Allah yang Maha Kuasa dan Maha Kudus itu sendiri. Saat ini dimana tidak ada lagi Kemah Suci maupun Bait Allah, kemuliaan Tuhan hadir dan memenuhi kehidupan manusia. Tubuh kita dijadikan sebagai Bait Allah, dimana Roh Kudus tinggal di dalamnya & kita harus menjaganya dengan baik, Sayangnya tidak semua orang Kristen mengerti tentang hal ini. Mereka tidak menyadari kalau tubuh mereka adalah tempat dimana Allah bertahta. Mereka hidup secara sembarangan, tidak menjaga kekudusan. Kita harus menghargai keistimewaan yang telah diberikan oleh Tuhan dengan menjaga tubuh kita dari segala kejahatan, dosa, dan kenajisan. Biarlah di dalam diri kita selalu ada pujian dan penyembahan yang dinaikkan untuk memuliakan nama Tuhan, sepanjang umur hidup kita.Biarlah Kemuliaan Allah turun dan memenuhi kita, sehingga banyak orang akan datang pada Tuhan, karena melihat kemuliaan Tuhan ada di dalam diri kita. Tubuh kita sebagai Bait Allah harus tetap dijaga agar berfungsi dengan baik & benar. Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu? (1 Kointus 3:16)

Aurora over snowy mountains. Northern lights

Memaknai Kehadiran-Nya

“Ketika itu terbukalah mata mereka dan mereka pun mengenal Dia, tetapi Ia lenyap dari tengah-tengah mereka.” (Luk.‬ ‭24‬:‭31‬)   Kisah menarik yang kita baca hari ini mengenai perjalanan dua orang murid Yesus yang sedang berjalan dari Yerusalem ke kampung bernama Emaus. Mereka sedang berbicara tentang kejadian-kejadian yang terjadi di Yerusalem, termasuk kematian Yesus yang mereka anggap sebagai Mesias. Ketika mereka sedang berbicara, tiba-tiba Yesus datang dan bergabung dengan mereka, namun mereka tidak mengenali bahwa itu adalah Yesus.   Yesus bertanya kepada mereka tentang apa yang mereka sedang membicarakan, dan mereka bercerita tentang kematian Yesus dan kekecewaan mereka bahwa Dia tidak menyelamatkan Israel seperti yang mereka harapkan. Yesus kemudian mulai menjelaskan mengenai Kitab Suci kepada mereka serta menjelaskan juga mengenai nubuat-nubuat mengenai Mesias yang harus menderita dan mati sebelum kebangkitan-Nya.   Sesampainya di Emaus, para murid meminta Yesus untuk tinggal bersama mereka, dan ketika mereka duduk untuk makan malam, Yesus mengambil roti, memberkatinya, memecahkannya, dan memberikan kepada mereka. Pada saat itu, mata mereka terbuka dan mereka mengenali bahwa itu adalah Yesus. Akan tetapi, Yesus kemudian menghilang dari pandangan mereka.   Pada bacaan hari ini kita dapat belajar beberapa hal yang penting. Pertama, Yesus selalu ada bersama kita dalam setiap perjalanan hidup kita, meskipun kita mungkin tidak menyadarinya pada awalnya. Kedua, Yesus mampu memberikan pengertian yang lebih dalam tentang Kitab Suci, membantu kita memahami kehendak-Nya dan rencana-Nya bagi hidup kita. Ketiga, Yesus mengasihi kita dengan cara yang luar biasa, memberikan diri-Nya untuk kita dan memberikan berkat yang melimpah.   Selain itu, kita juga diingatkan untuk memiliki sikap hati yang selalu terbuka terhadap kehadiran Yesus dalam hidup kita, dan membiarkan Dia membawa kebijaksanaan dan pengertian-Nya ke dalam setiap aspek kehidupan kita.   Mari senantiasa mengasihi dan menghormati sesama, mengasihi mereka sebagaimana Yesus mengasihi kita dengan memberikan diri-Nya untuk menebus setiap dari kita.