Author: Administrator

[BREAD OF LIFE – GIVES LIFE] BOL 365 │DAY 247

Senin, 4 September 2023 Pembacaan Alkitab; Nehemia 11 – 13 KUTUK DIUBAHKAN MENJADI BERKAT Karena mereka tidak menyongsong orang Israel dengan roti dan air, malah mengupah Bileam melawan orang Israel supaya dikutukinya. Tetapi Allah kami mengubah kutuk itu menjadi berkat. Nehemia 13:2 Tuhan mampu mengubah kutuk itu menjadi berkat bagi anak-anakNya. Bileam diberikan kemampuan oleh Tuhan untuk mengucapkan kata-kata berkat atau kutuk. Oleh Balak raja Moab, bileam diminta untuk mengutuki orang Israel, tetapi malahan Tuhan mengubahnya menjadi berkat bagi orang Israel. Kita punya Allah yang sanggup mengubah kutuk itu menjadi berkat. Jika diberi kesempatan memilih antara berkat atau kutuk, pastilah kita akan memilih berkat. Untuk dapat mengalami hidup yang diberkati maka kita harus taat & melakukan segala perintah Tuhan yang telah diFirmankan Nya sehingga kita hidup sesuai dengan firman Tuhan. “Jika engkau baik-baik mendengarkan suara Tuhan, Allahmu, dan melakukan dengan setia segala perintah-Nya yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, maka Tuhan, Allahmu, akan mengangkat engkau di atas segala bangsa di bum” Segala berkat ini akan datang kepadamu dan menjadi bagianmu, jika engkau mendengarkan suara Tuhan, Allahmu (Ulangan 28:1-2) Marilah kita mencari ketaatan terlebih dahulu, dan Tuhan akan memberikan berkat. Pertanyaan terus-menerus kita sebagai seorang Kristen seharusnya adalah ”Bagaimana saya dapat menaati dan berkenan bagi Tuhan dengan sempurna?” ~ Andrew Murray

[BREAD OF LIFE – GIVES LIFE] BOL 365 │DAY 246

Minggu, 3 Sept 2023 Pembacaan Alkitab; Nehemia 8 – 10 Sukacita di Dalam Tuhan . . . , karena hari ini adalah kudus bagi Tuhan kita! Jangan kamu bersusah hati, sebab sukacita karena TUHAN itulah perlindunganmu!” Nehemia 8:10 Dalam kamus besar bahasa Indonesia, sukacita diartikan sebagai perasaan hati yang girang dan gembira. Sebagian orang seringkali menghubungkan sukacita dengan suatu kondisi dimana tidak ada penderitaan atau permasalahan yang sedang menimpa. Sukacita dianggap sangat tergantung dari kondisi atau keadaan yang sedang dialami seseorang. Dalam firman Tuhan ini kita diingatkan bahwa sukacita yang sesungguhnya itu berasal dari Tuhan dan sama sekali tidak tergantung dari manusia, situasi, kondisi atau keadaan apapun. Dalam ayat pembacaan firman Tuhan saat ini, ada poin yang sangat penting bagi setiap orang percaya yaitu sukacita karena Tuhan itulah perlindungan kita. Perlindungan Tuhan yang sempurna selalu dinyatakan dan diberikan kepada setiap orang yang selalu berharap dan yang mengandalkan Tuhan dalam kehidupannya. Sebagai orang percaya kita tak perlu gentar, sebab kita berada dalam perlindungan yang aman di dalam Tuhan Yesus. Oleh sebab itu jangan ragu-ragu untuk menyerahkan seluruh keberadaan hidup kita kepada-Nya. Jangan sekali-kali berharap kepada manusia dan kepada apa pun, karena hanya Tuhanlah tempat perlindungan yang aman dan terbaik, dan itu sudah cukup bagi kita. “Sukacita tidak terjadi begitu saja pada kita. Kita harus memilih sukacita dan terus memilihnya setiap hari. Ini adalah pilihan yang didasarkan pada pengetahuan bahwa kita adalah milik Tuhan dan telah menemukan di dalam Tuhan perlindungan/pengungsian dan keselamatan kita dan bahwa tidak ada apa pun, bahkan kematian, yang dapat mengambil Tuhan dari kita.” ~ Henri Nouwen

[BREAD OF LIFE – GIVES LIFE] BOL365 | DAY 245

Sabtu, 2 September 2023 Pembacaan Alkitab: Nehemia 5–7 “KOMITMEN DAN KEBERANIAN” “Tetapi kataku: “Orang manakah seperti aku ini yang akan melarikan diri? Orang manakah seperti aku ini dapat memasuki Bait Suci dan tinggal hidup? Aku tidak pergi!” (Nehemia 6:11) Ketika Nehemia mendengar situasi Bait Allah dan kota Yerusalem yang memprihatinkan, hatinya menjadi sangat sedih, lalu Ia berdoa kepada Tuhan, mengingatkan-Nya kepada perjanjian yang Ia buat dengan orang Israel. Raja Artahsasta memperhatikan kesedihan Nehemia dan berniat untuk membantunya. Lalu Nehemia menyampaikan keinginannya untuk memulihkan Bait Allah dan kota Yerusalem, raja mengabulkan keinginannya itu. Bahkan raja Artahsasta mengutusnya ke Yerusalem dilengkapi dengan surat-surat dan bahan-bahan untuk merestorasi bangunan Bait Allah. Dimulailah pembangunan tembok dan segala bangunan yang telah dihancurkan pada masa penyerangan oleh raja Nebukadnezar. Para ahli bahu-membahu untuk menyelesaikan pekerjaan besar memulihkan Yerusalem. Dengan selesainya restorasi Bait Allah, maka diharapkan umat Tuhan akan dapat segera kembali beribadah kepada-Nya. Nehemia sebagai seorang bupati bukan hanya melayani raja Artahsasta, tetapi dia juga melayani Allah, sang Raja Kemuliaan. Tetapi ada sekelompok orang jahat yang benci kepada Nehemia dan orang Yahudi, mereka berusaha menggagalkan proyek restorasi kota itu. Mereka menebar teror, sehingga para pekerja bangunan harus bekerja sambil membawa senjata untuk menjaga lokasi proyek. Bukan hanya itu bahkan kumpulan orang jahat itu menyusun siasat buruk untuk membunuh Nehemia, tetapi berulang kali mereka berusaha, mereka tetap gagal. Nehemia tidak terpancing sebab ia memiliki prioritas untuk menyelesaikan pekerjaannya tepat waktu, itulah yang menjadi fokusnya; sebab ia telah diberi waktu tertentu oleh raja. Maka mulailah gerombolan orang jahat itu menakut-nakuti Nehemia. Tetapi Nehemia tidak menjadi takut, bahkan ia menyatakan bahwa ia tidak akan melarikan diri dan bersembunyi di Bait Allah untuk menyelamatkan nyawanya. Maka selesailah pembangunan tembok kota dan restorasi Bait Allah. Menjadi orang percaya dengan berbagai tugas di bahu kita, tentu tidak mudah. Ditambah lagi musuh kita, si Iblis, mengintai dan mengirim para utusannya untuk melancarkan teror supaya pekerjaan yang kita lakukan berakhir dengan kegagalan. Apa yang harus kita teladani dari Nehemia adalah kegigihannya dalam bekerja, fokus dan komitmennya untuk mengerjakan bagiannya sampai tuntas, serta keberaniannya untuk menentang orang-orang yang bermaksud jahat. Nehemia bisa sanggup menanggung segala kesulitannya dan menuntaskan tugasnya karena dari awal ia terus berdoa kepada Tuhan, dan Tuhan selalu menolongnya. Segala perkara dihidup kita juga dapat kita tanggung di dalam Tuhan yang memberikan kekuatan serta keberanian kepada kita.

[BREAD OF LIFE – GIVES LIFE] BOL365 | DAY 244

Jumat, 01 September 2023 Pembacaan Alkitab: Nehemia 1–4 “TUHAN PENUH KASIH SETIA & PASTI MENEPATI JANJI-NYA” “Kataku: “Ya, TUHAN, Allah semesta langit, Allah yang maha besar dan dahsyat, yang berpegang pada perjanjian dan kasih setia-Nya terhadap orang yang kasih kepada-Nya dan tetap mengikuti perintah-perintah-Nya.” (Nehemia 1:5) Doa Nehemia yang tertulis dalam ayat ini merupakan doa yang ia naikkan siang dan malam, selama masa berkabung dan masa berpuasa kepada Allah yang setia dan memegang teguh perjanjian-Nya; yaitu doa untuk mendapatkan belas kasihan bagi umat-Nya, dan berkat Tuhan untuk menolong mereka. Tuhan adalah Allah yang besar dan dahsyat, yang harus ditakuti dan dihormati oleh segala makhluk, Dialah yang layak dipuji untuk selama-lamanya, karena Tuhan Maha Besar dan Maha Mulia. Tuhan memegang perjanjian-Nya oleh karena belas kasihan-Nya bagi mereka yang mengasihi Dia, dan yang melakukan segala perintah-Nya, yaitu orang-orang yang taat dan mengasihi-Nya. Kasih Tuhan diwujudkan dalam bentuk kasih karunia dan kemurahan kepada orang yang dikasihi-Nya. Apabila kita mengasihi Tuhan, tentunya kita akan menaati perintah-Nya, seberat apa pun atau sesulit apa pun perintah itu, kita harus mengikuti perintah Tuhan semuanya, Kekuatan kita sebagai manusia memang terbatas, tetapi ada Roh Kudus yang memampukan kita untuk bisa taat. Apabila kita mau mengikuti perintah Tuhan, maka janji-janji Nya pasti digenapi, dengan tepat pada waktu-Nya. Tetaplah berdoa agar kita dapat selalu membangun hubungan dengan Tuhan. Karena Didalam doa pengagungan, kita sedang memuliakan nama-Nya. Dan Saat kita berdoa didalam Roh, maka kita sedang menerima kekuatan untuk melakukan perintah Tuhan dan mengikuti kehendak-Nya.

[BREAD OF LIFE – GIVES LIFE] BOL365 | DAY 243

Kamis, 31 Agustus 2023 Pembacaan Alkitab: 2 Tesalonika 1–3 “JANJI TUHAN YANG TAK PERNAH GAGAL” “Tetapi Tuhan adalah setia. Ia akan menguatkan hatimu dan memelihara kamu terhadap yang jahat.” (2 Tesalonika 3:3) Sering kali kita menemui orang-orang yang tidak setia di dunia ini, mudah berjanji tapi mudah pula mengingkarinya. Mungkin banyak manusia yang tidak setia, tetapi Tuhan adalah setia. Kesetiaan Tuhan terwujud dalam beberapa hal: 1) Ia menguatkan hati orang-orang yang dikasihi-Nya, memampukan mereka untuk menjaga kekudusan dan tetap memiliki integritas di tengah kegelapan dunia. 2) pemeliharaan Tuhan bagi setiap pribadi maupun komunitas orang percaya dalam gereja-Nya. 3) kuasa Tuhan dalam memberitaan injil kabar baik sehingga Kerajaan Allah semakin diperluas di muka bumi. Janji Tuhan inilah yang memelihara gereja-Nya, sehingga gereja bisa bertahan mulai dari zaman Jemaat Mula-mula sampai pada saat ini. Pemeliharaan Tuhan memampukan gereja untuk dapat terus berkembang, bergerak disegala arah, meskipun ada perlawanan dari mereka yang jahat, yaitu orang-orang yang berada dalam kuasa Iblis. Janji Tuhan tak pernah gagal, kalau Tuhan telah berjanji maka Ia adalah Allah yang setia dan benar, Ia pasti akan menepati semua janji-Nya. Tuhan memberikan kekuatan iman di dalam hati kita, yaitu kekuatan yang membuat kita bisa bertahan dan tidak menjadi lemah di dalam menanti-nantikan penggenapan janji-Nya. Asalkan kita tetap hidup di dalam kebenaran dan mempercayai janji Tuhan, maka ada saatnya janji-janji indah itu bisa kita nikmati dengan penuh sukacita.

[BREAD OF LIFE – GIVES LIFE ]BOL 365 | DAY 242

Rabu, 30 Agustus 2023 Pembacaan Alkitab; 1 Tesalonika 1-5 BERBUAH DI DALAM YESUS Sebab kami selalu mengingat pekerjaan imanmu, usaha kasihmu dan ketekunan pengharapanmu kepada Tuhan kita Yesus Kristus di hadapan Allah dan Bapa kita (1 Tesalonika 1:3) Seseorang menanam pohon mangga dengan harapan pohon tersebut dapat berbuah dan dapat dinikmati. Demikian juga dengan kita, ketika kita memuridkan seseorang maka kita pasti memiliki kerinduan agar orang tersebut mengalami pertumbuhan dan berbuah di dalam Yesus. Inilah yang diharapkan oleh Paulus kepada jemaat di Tesalonika. Paulus mengatakan bahwa perbuatan-perbuatan jemaat Tesalonika timbul dari iman mereka. Berbuah di dalam Yesus berarti iman kita termanifestasi dalam tindakan yang mencerminkan karakter Kristus. Kepercayaan kita kepada Yesus seharusnya mengubah cara kita hidup, sehingga tindakan kita menjadi bukti nyata dari iman kita. Selain itu, jemaat di Tesalonika memiliki kasih dan bertekun dalam pengharapan kepada Tuhan Yesus. Jemaat Tesalonika benar-benar hidup sesuai dengan firman. Firman Tuhan hari ini mengajak kita untuk merefleksikan apakah kita telah berbuah di dalam Yesus.? Apakah hari-hari ini semangat kita masih menyala-nyala setelah sekian lama mengikut Yesus? Marilah kita menjadikan jemaat di Tesalonika sebagai inspirasi untuk terus berusaha tumbuh dan berbuah di dalam Yesus. Kita dapat melakukannya dengan tetap mengandalkan kuasa-Nya, memelihara hubungan pribadi dengan-Nya melalui doa dan firman, dan terus-menerus memperlihatkan iman, kasih, dan ketekunan dalam hidup kita sehari-hari.

[BREAD OF LIFE – GIVES LIFE] BOL 365 | DAY 241

Selasa, 29 Agustus 2023 Pembacaan Alkitab; Ezra 7-10 MENGHIDUPI FIRMAN Sebab Ezra telah bertekad untuk meneliti Taurat TUHAN dan melakukannya serta mengajar ketetapan dan peraturan di antara orang Israel (Ezra 7:10) Ketika kita membaca kisah-kisah dalam Alkitab, kita seringkali menemukan tokoh-tokoh yang hidup dengan tekun mempelajari dan mengamalkan firman Tuhan. Salah satu contoh yang menginspirasi adalah Ezra, seorang imam dan ahli Kitab Suci pada zamannya. Dalam Ezra 7:10, kita bisa melihat suatu prinsip yang sangat berharga bagi kita, sebagai anak-anak Tuhan. Ezra benar-benar menghidupi firman, hal itu terbukti dari beberapa hal yang Ezra lakukan, sebagai berikut: 1) Meneliti. Ezra mempersiapkan hatinya untuk mencari hukum TUHAN. Ini bukan hanya membaca atau mendengar firman Tuhan dengan sekilas, tetapi merenungkannya dengan tekun. Merenungkan firman Tuhan berarti membaca dan memikirkan apa maknanya bagi hidupnya. 2) Melakukan. Selanjutnya, Ezra tidak hanya berhenti pada merenungkan firman Tuhan. Ia juga melakukannya. Ia mengambil langkah-langkah konkret untuk menghidupi prinsip-prinsip dan hukum-hukum yang terkandung dalam Kitab Suci. 3) Mengajar. Selain itu, Ezra juga memiliki keinginan untuk mengajarkan peraturan dan hukum Tuhan kepada orang lain, khususnya bangsa Israel. Ini menunjukkan betapa pentingnya berbagi kebenaran Firman Tuhan kepada sesama. Ia berusaha mendorong dan mempengaruhi orang lain agar hidup di jalan Tuhan. Hidup yang dipersembahkan kepada Tuhan tidak hanya sebatas kata-kata, tetapi melibatkan perenungan, tindakan, dan berbagi. Sebagai anak Tuhan, kita diajak untuk hidup seperti Ezra, dengan merenungkan, mempraktekkan, dan mengajarkan firman Tuhan. Dalam perjalanan hidup ini, mari berusaha untuk lebih menyukai Firman Tuhan, memahaminya dengan lebih dalam, dan menjalankannya dalam setiap aspek kehidupan kita.

[BREAD OF LIFE – GIVES LIFE] BOL 365 | DAY 240

Senin, 28 Agustus 2023 Pembacaan Alkitab; Ezra 4-6 Tetap Taat di Tengah Tantangan “Inilah jawaban yang diberikan mereka kepada kami: Kami adalah hamba-hamba Allah semesta langit dan bumi, dan kami membangun kembali rumah, yang telah didirikan bertahun-tahun sebelumnya, didirikan dan diselesaikan oleh seorang raja Israel yang agung.” ‭‭(Ezra‬ ‭5‬:‭11‬) Perikop bacaan pada hari ini mengisahkan bagaimana orang-orang Israel, dengan dukungan nabi Hagai dan Zakharia, berhasil melanjutkan pembangunan Bait Allah setelah menghadapi tantangan dari pihak luar yang mencoba menghentikan proyek tersebut. Mereka menghadapkan para pejabat pemerintah dan menjelaskan bahwa mereka memiliki izin dari Raja Darius untuk melanjutkan pembangunan. Meskipun hambatan yang mereka hadapi sangat besar, mereka tetap bertekun dan dengan penuh keberanian tetap setia pada panggilan Tuhan. Sikap mereka tersebut adalah sebuah pilihan, ketika mungkin mereka juga dapat memilih pilihan yang lain, yaitu untuk berhenti atau menyerah lalu tidak melanjutkan pekerjaan yang sudah mereka mulai. Kita juga diajarkan tentang pentingnya menjaga fokus pada tujuan kita, dengan mengandalkan Tuhan sehingga kita dapat mengatasi rintangan yang mungkin muncul dalam perjalanan. Jangan pernah menyerah, karena saat kita berjalan dengan Tuhan Yesus, seberat apapun pergumulan kita, pasti dapat kita lewati. Yang terpenting tetap andalkan Tuhan Yesus dalam setiap langkah hidup kita.