Minggu, 27 Agustus 2023 Pembacaan Alkitab; Ezra 1 – 3 PERSEMBAHAN YANG TERBAIK BAGI TUHAN Mereka mendirikan mezbah itu di tempatnya semula, sungguhpun mereka ketakutan terhadap penduduk negeri, lalu mereka mempersembahkan di atasnya korban bakaran kepada TUHAN, korban bakaran waktu pagi dan waktu petang. (Ezra 3:3) Meskipun takut akan bangsa-bangsa di sekitar mereka, mereka membangun mezbah di atas pondasinya dan mempersembahkan korban bakaran kepada Tuhan, baik korban pagi maupun sore.” Ayat ini menunjuk kepada tekad dan keberanian umat Israel dalam memulai pembangunan kembali Bait Allah meskipun ada rasa takut terhadap bangsa-bangsa di sekitar mereka. Mereka tidak hanya membangun kembali mezbah, tetapi juga melanjutkan persembahan korban kepada Tuhan seperti yang diamanatkan dalam hukum Taurat. Sebagai orang yang sudah ditebus, tentu kita tidak lagi mempersembahkan korban bakaran seperti yang dilakukan umat Isarel pada waktu itu. Mengapa ? karena Yesus sudah mempersembahkan diri-Nya sebagai tebusan dan menjadi korban untuk kita. Tetapi kita harus mempersembah hidup kita menjadi persembahan yang harum, kudus dan yang berkenan kepada-Nya (Roma 12:1). Belajar dari teladan umat Isarel pada waktu itu. Meskipun ada rasa takut terhadap orang-orang disekitar, tapi mereka tetap mendirikan mezbah kepada Tuhan dan mempersembahkan korban. Kita di masa sekarang ini pun jangan malu & takut pada orang-orang yang mungkin mengejek bahkan menghina dari cara beribadah kita pada Tuhan. Tetaplah mempersembahkan hidup kita kepada Tuhan, dengan iman dan kasih kepada Tuhan. Berikan pada Tuhan persembahan yang terbaik dalam segala keadaan.
Sabtu, 26 Agustus 2023 Pembacaan Alkitab: Kolose 1 – 4 SIKAP YANG BENAR ADALAH WUJUD DARI RASA KAGUM PADA TUHAN Ia adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan, karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia. (Kolose I:15-16) Ayat ini menggambarkan keagungan dan kedaulatan Kristus yang tidak ada bandingannya dalam penciptaan dan dalam hubungan-Nya dengan segala yang ada. Tidak ada segala sesuatu yang diciptakan tanpa Dia, dan tidak ada yang dijadikan tanpa Dia. Ia adalah gambaran Allah yang tidak kelihatan, yang Sulung dan yang Utama dari yang telah diciptakan. Ia ada sebelum dunia dijadikan bahkan sekarang tinggal di dalam kita. Sebagai umat-Nya kita harus bangga serta bersyukur punya Allah yang dahsyat seperti Dia. Namun jangan lupa bahwa rasa syukur dan rasa bangga itu harus disertai sikap dan perbuatan benar yang memuliakan Allah. Mengagumi Allah tanpa sikap yang benar tidaklah cukup, karena Orang yang tidak percaya Yesus, juga mengagumi Dia karena perbuatan-perbuatan-Nya yang besar. Kita sebagai umat-Nya harus lebih baik, lebih sungguh-sungguh & membuktikan dengan sikap kita bagaimana seharusnya kita mengagumi & menghormati Allah. Muliakanlah Tuhan dengan hidup ini sebagai rasa kagum, hormat dan bangga kita kepada-Nya. Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya! (Roma 11;36)
Jumat, 25 Agustus 2023 Pembacaan Alkitab; 2 Tawarikh 33-36 HATI YANG TERBUKA PADA FIRMAN TUHAN Yosia menjauhkan segala dewa kekejian dari semua daerah orang Israel dan menyuruh semua orang yang ada di Israel beribadah kepada TUHAN, Allah mereka. Maka sepanjang hidup Yosia mereka tidak menyimpang mengikuti TUHAN, Allah nenek moyang mereka. (2 Tawarikh 34:33) Raja Yosia adalah salah satu raja Yehuda yang saleh, Ia memimpin upaya pemulihan agama Israel yang telah terlupakan. Raja Yosia memiliki hati yang terbuka untuk Firman Allah. Ketika Kitab Taurat ditemukan di Bait Suci, Yosia mengakuinya sebagai Firman Allah dan meresponsnya dengan rendah hati. Demikian juga bagi kita, akan pentingnya memiliki hati yang terbuka untuk Firman Allah. Ketika kita membaca, memahami, dan menerima Firman Allah, itu bisa mengubah cara kita berpikir dan bertindak. Raja Yosia menanggapi Firman Allah dengan mengakui dosa-dosa bangsanya dan dengan rasa hormat kepada Allah. Dia tahu bahwa bangsanya telah melanggar perintah Allah dan dengan rendah hati mencari pengampunan-Nya. Ini mengingatkan kita akan pentingnya mengakui dosa-dosa kita dengan tulus dan berbalik kepada Allah dalam kerendahan hati. Ketika hati Yosia berubah menjadi taat kepada Allah lalu dia memimpin bangsa Israel untuk kembali kepada Tuhan yang telah dilupakannya. Yosia membersihkan bait Allah dan mengembalikan ibadah yang benar kepada Allah. Perubahan hati Yosia membawa pemulihan besar dalam ibadah Israel. Ketika hati kita berubah dan kembali kepada Allah, itu dapat membawa perubahan positif dalam hidup kita dan komunitas kita. Milikilah hati yang selalu terbuka untuk Firman Allah, akui dosa kita dengan rendah hati, dan berbalik kepada Allah dalam ketaatan. Maka pemulihan akan terjadi dalam hidup kita yang membawa kemuliaan kepada Allah.
Kamis, 24 Agustus 2023 Pembacaan Alkitab; 2 Tawarikh 29-32 KESETIAAN MENDATANGKAN BERKAT Maka besarlah kesukaan di Yerusalem, karena sejak Salomo bin Daud, raja Israel, tidak pernah terjadi peristiwa semacam itu di Yerusalem. Sesudah itu para imam Lewi bangun berdiri dan memberkati rakyat. Suara mereka didengar TUHAN dan doa mereka sampai ke tempat kediaman-Nya yang kudus di sorga. (2 Tawarikh 30:26-27) Peristiwa penting dalam sejarah kerajaan Yehuda yaitu saat Raja Hizkia mengadakan perayaan Paskah yang besar dan rakyat Yehuda meresponnya dengan penuh kesetiaan kepada Allah. Raja Hizkia memutuskan untuk menghidupkan kembali tradisi Paskah yang penting dalam iman Israel. Ini adalah langkah penting dalam membangun kembali hubungan rakyat Yehuda dengan Allah. Dalam hidup ini, kita perlu kembali kepada nilai-nilai yang mendasari iman kita. Ini adalah cara untuk memperbarui komitmen kita kepada Allah dan memperkuat dasar kerohanian kita. Rakyat Yehuda merespon panggilan raja Hizkia dengan penuh kesetiaan. Mereka datang untuk merayakan Paskah dengan hati yang tulus dan bersungguh-sungguh. Kesetiaan mereka kepada Allah tercermin dalam ketaatan mereka untuk merayakan perayaan ini. Hal tersebut dapat menjadi pelajaran yang penting untuk kita, agar terus menjaga kesetiaan dan ketaatan dalam iman kepada Kristus. Ketika rakyat Yehuda merayakan Paskah dengan tulus, Allah memberikan berkat yang luar biasa. Mereka mengalami sukacita dan kesejahteraan yang melimpah. Biarlah hal Ini menjadi pelajaran bagi kita untuk selalu diingat bahwa ketika kita setia kepada Allah dan hidup dalam ketaatan, Dia akan memberkati kita dengan cara yang tak terduga dan melimpah. Janganlah kiranya kasih dan setia meninggalkan engkau! Kalungkanlah itu pada lehermu, tuliskanlah itu pada loh hatimu, maka engkau akan mendapat kasih dan penghargaan dalam pandangan Allah serta manusia. (Amsal 3:3-4)
Rabu, 23 Agustus 2023 Pembacaan Alkitab; 2 Tawarikh 25-28 TINGGI HATI MEMBAWA KERUSAKAN Setelah ia menjadi kuat, ia menjadi tinggi hati sehingga ia melakukan hal yang merusak. Ia berubah setia kepada TUHAN, Allahnya, dan memasuki bait TUHAN untuk membakar ukupan di atas mezbah pembakaran ukupan. (2 Tawarikh 26:16) Raja Uzia adalah seorang raja yang muda dan kuat, ia seorang raja yang berhasil dalam banyak hal. Namun, saat ia merasa tidak terkalahkan, ia mengambil langkah keliru yang berakhir dengan akibat yang serius. Raja Uzia mendapatkan banyak kekuasaan dan kemakmuran selama masa pemerintahannya. Hal Ini disebabkan oleh kebijaksanaan dan kekuatan militer yang dia miliki. Namun, kekuasaan ini juga yang membuatnya merasa bangga dan meninggalkan aturan yang telah ditetapkan oleh Allah. hal ini mengingatkan kita bahwa kebanggan diri bisa membuat kita menjadi tinggi hati atau sombong dan hal itu merupakan dosa. Kita diingatkan untuk selalu bersyukur dan tetap rendah hati saat kita meraih kesuksesan, dan untuk tidak melupakan asal-usul kita. Raja Uzia memutuskan untuk memasuki tempat yang hanya diperuntukkan bagi para imam, yaitu Bait Suci TUHAN, dan membakar korban bakaran di sana. Ini adalah pelanggaran serius terhadap hukum Allah, dan para imam segera mengingatkan tentang kesalahannya. Akibatnya, Allah menghukum Uzia dengan penyakit lepra yang menyebabkannya dia diisolasi dari masyarakat. Ini menjadi peringatkan kepada Kita untuk harus selalu hidup dalam ketaatan dan aturan Allah. Meskipun raja Uzia mengalami kehancuran karena kesombongannya, namun kita dapat melihat belas kasihan Allah dalam ayat-ayat selanjutnya. Bahkan dalam hukuman-Nya, Allah masih memberikan kesempatan bagi raja Uzia untuk bertobat dan belajar dari kesalahannya. Ini mengingatkan kita bahwa Allah adalah Allah yang penuh kasih dan memberikan kesempatan untuk memperbaiki diri. Ketika kita mengakui dosa kita dan merendahkan diri di hadapan-Nya, maka kita dapat mengalami pemulihan dari pada-Nya.
Selasa, 22 Agustus 2023 Pembacaan Alkitab; 2 Tawarikh 21 – 24 Fokus hanya pada TUHAN & bukan manusia Mereka meninggalkan rumah TUHAN, Allah nenek moyang mereka, lalu beribadah kepada tiang-tiang berhala dan patung-patung berhala. Oleh karena kesalahan itu Yehuda dan Yerusalem tertimpa murka. 2 Tawarikh 24:18 Imam Yoyada memegang peranan penting dalam pemerintahan raja Yoas. Ia menjadi penasihat dan pendamping yang sangat menolong bagi raja Yoas. Firman Tuhan mengatakan bahwa selama hidup Yoyada, Yoas melakukan apa yang benar di mata TUHAN. Mereka berhasil membangun kembali rumah Tuhan menurut keadaanya semula dan mengokohkannya. Sepanjang umur Yoyada, korban bakaran tetap dipersembahkan dalam rumah TUHAN. Namun, sangat disayangkan setelah Yoyada meninggal, Yoas berubah hati. Ia hanya melakukan hal yang benar karena pengaruh kuat dari Yoyada. Kesalehan Yoas ternyata sangat bergantung pada Yoyada, Hal ini terlihat dalam kehidupan raja Yoas. Setelah imam Yoyada mati, para pemimpin Yehuda datang menyembah raja Yoas. Sejak saat itu, Raja Yoas mendengarkan mereka. Raja terbuai oleh sanjungan yang ia terima dari para pemimpin itu. Hatinya menjadi lemah dan ia menurut kepada mereka. Ia tidak lagi menurut kepada firman TUHAN, tetapi kepada manusia. Apa yang dialami oleh raja Yoas itu sangat bisa terjadi pada setiap orang percaya. Kita harus menjadi dewasa, iman kita harus bergantung kepada Tuhan sehingga tetap kuat sampai akhir. Selama kita mencari Tuhan, maka Dia membuat segala usaha kita berhasil. Tetaplah berfokus hanya kepada Tuhan. Ketika Iman kita bergantung kepada manusia, maka kita seperti mendirikan rumah diatas pasir yang mudah dihancurkan oleh ombak dan badai hidup
Senin, 21 Agustus 2023 Pembacaan Alkitab; 2 Tawarikh 17 – 20 ALLAH lah yang berperang bagimu Lalu Yahaziel bin Zakharia bin Benaya bin Matanya, seorang Lewi dari bani Asaf, dihinggapi Roh TUHAN di tengah-tengah jemaah, dan berseru: “Camkanlah, hai seluruh Yehuda dan penduduk Yerusalem dan tuanku raja Yosafat, beginilah firman TUHAN kepadamu: Janganlah kamu takut dan terkejut karena laskar yang besar ini, sebab bukan kamu yang akan berperang melainkan Allah. 2 Tawarikh 20:14-15 Ketakutan tidak membuat Raja Yosafat menyerah terhadap musuh bahkan membuat dia mencari TUHAN lebih lagi dan memerintahkan seluruh rakyat Yehuda untuk berpuasa. Menjadi pembelajaran bagi kita bahwa kemenangan dalam peperangan tidaklah ditentukan oleh jumlah pasukan, melainkan oleh campur tangan Allah. Dan bila Allah menjadi Pembela kita, seharusnya tidak ada sesuatu pun yang patut membuat kita menjadi ketakutan. Bila kita yakini & percaya bahwa Allah menyertai kita, maka kita akan melihat Allah memberi kemenangan kepada kita. Meskipun kita menghadapi jalan buntu, tetaplah berharap pada Tuhan karena Dia lah yang akan membuka jalan bagi kita Tetaplah percaya akan janji Firman Tuhan, maka Tuhan yang akan memampukan kita hidup menjadi lebih dari pemenang. tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.(Yesaya 40:31)
Minggu, 20 Agustus 2023 Pembacaan Alkitab; 2 Tawarikh 13 – 16 KOMITMEN UNTUK BERUBAH Seluruh Yehuda bersukaria atas sumpah itu, karena dengan segenap hati mereka bersumpah setia dan dengan kehendak yang bulat mereka mencari TUHAN. TUHAN berkenan ditemui oleh mereka dan mengaruniakan keamanan kepada mereka di segala penjuru. (2 Tawarikh 15:15) Azarya bin Oded, seorang nabi yang betugas di Yehuda. Ia diutus Allah untuk menemui Raja Asa, seluruh Yehuda dan Benyamin dengan pesan bahwa Tuhan menyertai mereka. Untuk itu, mereka harus mencari Tuhan. Pesan ini sangat penting karena sebelumnya Israel hidup tanpa Allah yang benar, tanpa ajaran dan tanpa hukum. Inilah penyebab utama mereka hidup tanpa ada rasa aman dan damai. Umat Allah di Yehuda diingatkan. Peringatan ini menjadi titik balik yang sangat penting karena terjadi gerakan reformasi yang dilakukan Asa dengan menyingkirkan para dewa bangsa asing dari seluruh tanah Yehuda dan Benyamin. Selain itu, ia melakukan pembaruan mezbah Tuhan yang ada di Bait Allah. Asa pula mengadakan perjanjian untuk mencari wajah Tuhan dengan segenap hati dan jiwa, serta bersumpah setia kepada Tuhan. Tidak ada hal lain yang dapat kita lakukan untuk menyukakan hati Tuhan selain ketika kita berkomitmen untuk mengasihi-Nya dengan bersungguh hati. Mengasihi Tuhan yang diwujudkan dalam sikap tunduk dan ketaatan melakukan semua kehendak-Nya. Ketika seseorang bertobat maka itulah titik balik sebagai sebuah komitmen untuk diperbarui. Kita harus berubah dan mengikut Tuhan. Mengikut Tuhan adalah sebuah reformasi menuju kebaikan, kedamaian dan keamanan di masa yang akan datang.