Author: Administrator

MEMBERI BUKAN UNTUK PAMER

“Ingatlah, jangan kamu melakukan kewajiban agamamu di hadapan orang supaya dilihat mereka, karena jika demikian, kamu tidak beroleh upah dari Bapamu yang di sorga.” (Mat. 6:1)   Bila kita pelajari firman Tuhan hari ini, ada suatu hukum Tuhan tentang memberi, memberi bukan untuk mendapatkan pujian dari orang lain. Tuhan tidak menginginkan kebaikan kita sebagai ajang pamer kebaikan. Tuhan memang ingin kebaikan kita dapat diketahui oleh orang lain, tetapi bukan untuk pamer. Tuhan Yesus ingin menjelaskan bahwa setiap pengikut-Nya menjadi pribadi yang terkenal baik, bukan sebaliknya. Jika kita ingin dipuji orang karena pemberian kita, maka upah kita sebatas pujian dari manusia saja, tetapi apa yang kita lakukan tidak berkenan di hadapan Allah. Secara tidak langsung kita sedang mencuri kemuliaan Tuhan.   Setiap orang percaya adalah representasi kehadiran Allah di dunia ini, sudah sewajibnya kita hidup memuliakan Tuhan sebagai tanda ucapan syukur atas segala kebaikan-Nya. Dalam memberi Tuhan menghendaki agar kita melakukannya dengan bijaksana, artinya kita harus dapat memilih di tanah dimana Tuhan menghendaki. Dalam hal memberi juga kita melakukannya karena mengasihi bukan karena mengasihani, bukan untuk mengharapkan imbalan. Segala tindakan yang dilakukan orang percaya kepada Allah bukanlah sesuatu yang dipamerkan. Bukan untuk mencari pengikut atau popularitas, tapi supaya Bapa disorga dipermuliakan melalui kita.   “Memberilah dengan sikap hati yang benar, bukan untuk mencari popularitas.” God bless

MENGASIHI MUSUH

Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu. (Mat. 5:44)   Khotbah Kristus di Bukit berisi penyataan dari prinsip-prinsip kebenaran Allah dengan mana semua orang Kristen harus hidup oleh iman kepada Anak Allah. Secara daging perintah-perintah-Nya sangat sulit. Salah satunya Yesus mengajar untuk mengasihi musuh dan berdoa untuk mereka yang menganiaya kita. Bagi manusia hal ini sangatlah sukar untuk dilakukan, karena pada kenyataannya daging kita ingin membalas kejahatan dengan kejahatan. Bila kita diperlakukan secara tidak adil, kita jangan membenci, tetapi harus menunjukkan reaksi yang memperlihatkan bahwa kita memiliki pendirian yang berpusat pada Kristus dan kerajaan-Nya. Yesus ingin murid-murid-Nya hidup menjadi berkat buat semua orang.   Perintah Tuhan Yesus tidak bisa ditawar, tetapi harus dilakukan. Demikian pula dalam hal mengasihi musuh, walaupun mustahil dilakukan, dengan pertolongan Roh Kudus kita mampu. Rasul Paulus pun menuliskan agar tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, tetapi melakukan kebaikan bagi semua orang (Rm. 12:17). Kita belajar mengasihi orang yang sudah merugikan dan menyakiti kita-orang-orang yang sepertinya tidak mungkin dikasihi-dengan mendoakannya. Jangan menyimpan sampah di dalam hati, karena hal itu akan membuat hidup kita kotor dan menimbulkan penyakit hati. Jika kita masih menyimpan kepahitan kepada sesama, mari bawa nama tersebut di hadapan Tuhan Yesus, kita doakan supaya ia bertobat dan mengenal kebenaran.   “Sampah hati tidak layak dikonsumsi, karena akan mengakibatkan penyakit hati.” God bless!!!

IDENTITAS ORANG PERCAYA

Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.” (Mat. 5:16)   Teks ini merupakan salah satu bagian Alkitab yang paling terkenal. Sayangnya, teks yang paling akrab di telinga kita seringkali justru menjadi teks yang biasa saja. Sejujurnya Tuhan Yesus menyampaikan hal ini kepada murid-murid-Nya supaya hidup kekristenannya berdampak seperti halnya garam dan terang. Karena dari buahnyalah kita akan dikenal (Mat. 7:16-20). Garam berfungsi untuk memberi rasa kepada makanan dan/atau dipakai untuk mengawetkan makanan agar tidak cepat membusuk. Ketika garam tidak berasa asin dan tidak murni, maka selain tidak berguna, garam itu akan dibuang. Terang berfungsi untuk menerangi kegelapan, seperti yang terjadi dipegunungan pada malam hari.   Setiap orang yang percaya kepada Kristus adalah Anak Allah. Jika kita mengaku anak-Nya, seharusnya kita mengikuti teladan-Nya. Hidup memberi dampak memang bukanlah perkara yang mudah, kita harus berani melawan arus dunia ini yang cenderung mengikuti keinginan Iblis. Sekalipun kita hidup di dunia, Tuhan Yesus meminta kita untuk tidak serupa dengan dunia ini (Rm. 12:1). Kita harus bisa menjaga sikap dan perbuatan kita, karena apa yang dilihat orang akan menentukan nilai kita. Tunjukkan dan presentasikan identitas kita yang sebenarnya di hadapan semua orang, jangan takut berbeda dalam hal yang benar. Tujuan kita melakukan semua itu hanya satu, agar nama Tuhan dipermuliakan.   “Sekalipun kita masih hidup di dunia, kita tidak boleh hidup mengikuti cara dunia.” God bless!!!

MENDERITA BAGI KRISTUS

Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. (Mat. 5:10)   Semua manusia pasti mengejar kesenangan, tidak ada seorangpun orang yang hidup menderita, terlebih lagi menderita karena dianiaya. Orang pergi berlibur ke suatu tempat tujuannya supaya ia mendapatkan ketenangan dan kebahagiaan. Ada orang yang hobi belanja, tujuannya untuk kebahagiaan dirinya sendiri. Semua manusia pasti mengejar kesenangan. Firman Tuhan hari ini mengingatkan kita untuk bersabar dalam penderitaan oleh karena kebenaran. Hal ini tidak mudah bagi kita, tetapi kita harus menjalani degan penuh penyerahan kepada Tuhan. Dalam negara-negara tertentu, bahkan para pengikut Kristus dipenjara, dipukuli, dan bahkan dihukum mati. Mungkin kita tidak pernah diperlakukan seperti ini karena membela iman kita. Kita dikucilkan, rumah ibadah dibakar, perizinan rumah ibadah dipersulit, hal tersebut bagian dari memikul salib.   Bersukacita atas hal yang buruk terjadi bukanlah respon alamiah dari kita sebagai manusia. Kecenderungan kita sebagai manusia adalah menolak dan menjauhkan hal buruk yang terjadi atas kita, yang kita kejar adalah kesenangan. Tetapi perhatikan Tuhan Yesus tidak mengajar kita untuk mencintai rasa sakit/penderitaan, Tuhan Yesus sedang mengajarkan kita untuk mau menderita karena iman kita. Orang-orang yang demikian adalah orang yang akan mendapatkan kerajaan sorga. Jadilah pengikut Kristus yang siap memikul salib-Nya, jangan hanya sekedar mengejar berkat-Nya saja.   “Menderita karena iman kita kepada Kristus adalah bagian dari berkat yang kita terima sebagai pengikut Kristus.” God bless!!!

PEACE MAKER

Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. (Mat. 5:9)   Kedamaian adalah sesuatu yang begitu indah, yang dikejar dan diusahakan oleh banyak orang di dunia ini. Semua orang pasti menginginkan hidup damai. Kedamaian berarti ketiadaan perang. Namun faktanya sejarah menyatakan bahwa dari zaman ke zaman selalu ada perang. Semua negara menghabiskan uangnya untuk membelanjakan peralatan perang untuk pertahanan negara, agar sewaktu-waktu ada yang menyerang negara tersebut dapat bertahan dari ancaman negara lain. Hal tersebut membuktikan bahwa kita hidup dimana kedamaian itu bisa hilang begitu saja. Seharusnya negara sibuk menghabiskan uangnya untuk menghidupi rakyatnya yang miskin, tetapi faktanya tidak demikian. Peperangan membuktikan bahwa tidak adanya kasih, sebab kasih yang sejati pasti akan membawa kedamaian. Manusia cenderung dikuasai oleh ego.   Dalam ucapan bahagia yang ketujuh ini, Yesus memanggil kita untuk membawa damai bagi dunia yang telah begitu rusak ini. Dunia mengajarkan balas kejahatan dengan kejahatan, tetapi firman Tuhan mengajarkan balas kejahatan dengan kebaikan, bahkan kita harus mendoakan mereka yang menyakiti kita. Tujuan dari semuanya itu adalah untuk mengejar perdamaian. Untuk mewujudkan perdamaian memang tidak mudah, tetapi bukan tidak bisa. Dosa yang menguasai manusia menjadi pemicu susahnya mengejar perdamaian. Untuk itu kita perlu Tuhan Yesus yang mengubah hati kita, sehingga kita bisa hidup damai dengan semua orang. Membawa damai harus dimulai dari diri sendiri, mulai dari pikiran, perkataan, perbuatan dan bahkan di dalam seluruh kehidupan kita harus menjadi berkat buat semua orang, karena itulah identitas anak Allah yang sesungguhnya.   “Ketika kita membawa damai maka dunia akan melihat dan mengakui bahwa kita adalah anak–anak Allah.” God bless!!!

HIDUP KUDUS DI HADAPAN TUHAN

Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. (Mat. 5:8)   Dizaman yang sudah mulai berubah, kehidupan Kristen harus semakin naik. Menjelang kedatangan Kristus yang semakin dekat, kita dituntut untuk hidup kudus di hadapan Tuhan. Jika kita melihat keadaan disekitar, hidup kudus dianggap sesuatu yang biasa. Hal ini diakibatkan karena mereka sudah menjauh dari Tuhan. Fenomena di negara Amerika dan Eropa dimana Gereja dijual dan menjadi tempat hiburan. Firman Tuhan menuliskan bahwa orang yang suci hatinya akan melihat Allah. Bukankah ini menjadi kerinduan setiap orang percaya untuk berjumpa dengan Kristus? Sayangnya ini hanya sebuh kerinduan tanpa mau membayar harga.   Hidup kudus atau suci artinya kita tidak tercemar dari dosa. Kamus Merriam-Webster mengambarkan “murni (pure)” sebagai sesuatu yang tidak tercampur dengan apapun dan bersih. Dalam ucapan bahagia hari ini, Yesus sedang berbicara tentang sebuah hati yang bersih yang tidak dicemari oleh dosa. Kita harus kudus karena Allah yang kita sembah kudus. Siapapun yang sudah diselamatkan oleh karya Kristus dikayu tetapi masih hidup di dalam dosa atau tidak meninggalkan manusia lamanya tidak berkenan di hadapan Tuhan. Maka dari itu, mari kejarlah kekudusan hidup agar hidup kita berkenan di hadapan Tuhan. Hidup kudus memang tidak mudah, kita harus berani membayar harga dan menyalibkan kedagingan kita. Andalkan Roh Kudus di dalam hidup kita maka Ia akan menuntun kita untuk hidup kudus.   “Kita memang masih hidup di dunia, tetapi jangan sampai hidup kita sama dengan dunia.” God bless

DAMPAK KEMURAHAN HATI

Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan (Mat. 5:7)   Dalam buku “The Paradox of Generosity”, Christian Smith dan Hilary Davidson berkata bahwa “kemurahan hati akan berdampak positif pada kebahagiaan, kesehatan dan tujuan hidup dari orang yang melakukannya. “Orang yang murah hati akan menerima kembali apa yang mereka berikan.” Orang yang bermurah hati akan menerima dampak positif bukan hanya bagi orang yang menerimanya, tetapi juga bagi orang yang melakukannya. Terlebih lagi orang yang bermurah hati akan memperoleh kemurahan dari Tuhan. Kemurahan hati bukanlah sebuah kerugian bagi hidup kita, melainkan mendatangkan keuntungan.   Apa artinya menjadi pribadi yang murah hati? Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) mendefinisikan murah hati sebagai: Suka (Mudah) memberi; tidak pelit; penyayang dan pengasih; suka menolong; baik hati. Dalam masa-masa yang sukar, orang Kristen harus menunjukkan kemurahannya kepada semua orang. Bukan untuk pamer, tapi karena ini adalah kehendak Tuhan atas hidup kita. Kemurahan hati harus menjadi identitas hidup orang percaya. Kita telah memperoleh kemurahan dari Tuhan, untuk itu kita harus membagikannya dengan cuma-cuma kepada semua orang agar mereka melihat Kristus di dalam hidup kita. Bermurah hati atau suka memberi itu tidak selalu identik dengan berkorban uang atau materi, tetapi bisa juga memberikan pengampunan kepada orang yang menyakiti kita.   “Dengan menunjukkan kemurahan kepada orang lain, kita sendiri akan beroleh kemurahan.” God bless!!!