Author: Administrator

KEBANGUNAN ROHANI

Lalu datanglah kepadanya orang-orang dari seluruh daerah Yudea dan semua penduduk Yerusalem, dan sambil mengaku dosanya mereka dibaptis di sungai Yordan (Mrk. 1:5)   Yohanes Pembaptis adalah orang pertama yang menyampaikan kabar baik tentang Yesus. Ia adalah orang yang menyerukan pertobatan kepada orang-orang bahwa kerajaan Sorga sudah dekat. Suatu kebangunan rohani yang umum di Yudea dan Galilea menyertai pelayanan Yohanes Pembaptis. Sebagai akibatnya berubahlah suasana rohani di antara rakyat yang menerima pemberitaan-Nya Orang-orang pun pada akhirnya bertobat dan memberi dirinya dibaptis oleh karena pemberitaan Yohanes Pembaptis.   Sebagai orang percaya, kita merindukan sebuah kebangunan rohani. Selama ini kita hanya mendengar tentang kisah-kisah kebangunan rohani yang luar biasa, salah satunya kebangunan rohani yang ada di Azusa Street, di mana Tuhan pakai William Joseph Seymour untuk menjadi alatnya. Tidakkah di akhir zaman ini kita merindukan sebuah kegerakan rohani yang melawat bangsa Indonesia dan bangsa-bangsa? Jika kita mengamati di Indonesia dan bahkan bangsa-bangsa, banyak orang Kristen yang mengalami degradasi spiritual. Banyak orang sudah tidak peduli tentang Tuhan Yesus, akibatnya nilai kekristenan pun merosot. Kebangunan rohani di akhir zaman akan merubah paradigma orang-orang yang tidak peduli tentang Tuhan Yesus. Namun, kebangunan rohani akan terjadi ketika ada orang-orang yang mau bersedia dipakai Tuhan untuk menjadi alat-Nya seperti Yohanes Pembaptis. Orang yang siap bayar harga untuk-Nya. Mari persiapkan diri kita untuk menjadi alat-Nya dan membawa kegerakan rohani di akhir zaman, sehingga orang-orang bertobat dan datang kepada Tuhan Yesus.   Tuhan mau memakai orang yang siap membayar harga untuk diri-Nya sebagai alat kebangunan rohani. God bless!!!

PERGI DAN BERITAKANLAH INJIL

Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus (Mat. 28:19)   Salah satu tanda kedatangan Kristus ke dunia ini adalah Injil sudah diberitakan ke seluruh dunia (Mat. 24:14), artinya jika sampai saat ini Kristus belum datang, Injil belum tersebar ke seluruh dunia. Tugas untuk menyebarkan Injil adalah tanggung jawab semua orang percaya, bukan pendeta atau gembala saja. Jika kita melihat fenomena pertumbuhan gereja saat ini, gereja bertumbuh hanya karena perpindahan jemaat dari satu gereja ke gereja lain. Bagi gereja yang bertambah jemaatnya karena perpindahan, itu adalah sebuah prestasi, tapi sejujurnya itu adalah sebuah hal yang perlu kita pikirkan kembali. Apakah hal tersebut merupakan sebuah kebanggaan?   Ayat firman Tuhan hari ini merupakan Amanat Agung Kristus kepada semua pengikut-Nya dari setiap angkatan. Amanat ini menyatakan sasaran, tanggung jawab, dan penugasan gereja dalam tugas misionernya. Gereja harus pergi ke seluruh dunia untuk memberitakan Injil kepada semua orang sesuai dengan penyataan (perjanjian baru) PB tentang Kristus dan ajaran para rasul-Nya. Kita adalah gereja-gereja Tuhan, kita diutus untuk memberitakan Injil kepada segala makhluk. Masalahnya, sering kali orang Kristen terjebak dalam zona nyamannya sehingga susah untuk melangkah memberitakan Injil. Jangan menjadi garam di antara garam, dan jangan menjadi terang di tempat terang, karena hal itu merupakan hal yang sia-sia. Tuhan menginginkan kita untuk pergi dan menghasilkan buah jiwa-jiwa, terutama mereka yang belum percaya kepada Kristus.(Mat. 28:19-20)   Jangan takut untuk melangkah memberitakan Injil, sebab janji penyertaan-Nya menaungi kita. God bless!!!

JANGAN MENYEBARKAN HOAX

dan berkata: “Kamu harus mengatakan, bahwa murid-murid-Nya datang malam-malam dan mencuri-Nya ketika kamu sedang tidur. (Mat. 28:13)   Pada dasarnya manusia tidak mau dianggap bersalah atas hal yang dilakukan. Jika tidak memiliki kerendahan hati, ia akan mengeraskan hatinya dan mencari alasan untuk membenarkan tindakannya. Tidak peduli apa yang dilakukannya benar atau tidak. Tampaknya hal inilah yang dilakukan oleh para Mahkamah Agama terhadap berita kebangkitan Yesus. Para prajurit yang menjaga kubur Yesus tidak mengetahui tentang peristiwa kebangkitan Yesus. Mendengar hal itu, para imam pun mencari alasan untuk menutupi kebangkitan Yesus. Akhirnya para imam berhasil mencapai titik sepakat untuk menutupi kebenaran yang sesungguhnya dan menyebarkan berita palsu atau hoax terhadap para murid Yesus dengan menyuap para para prajurit.   Jika kita mengamati era saat ini, banyak orang ingin namanya viral di media sosial. Mereka akan melakukan segala cara untuk menjadi terkenal, dari membuat konten yang positif dan negatif. Mereka menyebarkan berita-berita negatif dan membuat berita-berita kontroversial yang mengundang orang untuk membaca dan melihat konten yang dibuat. Sebagai orang percaya, kita punya tugas besar di era teknologi saat ini, yaitu memviralkan Injil di media sosial. Sehingga media sosial dipenuhi dengan kebenaran firman Tuhan. Sebab, saat ini banyak hal-hal yang viral adalah hal-hal yang negatif. Janganlah kita menjadi orang Kristen yang turut menyebarkan berita hoax sama seperti para imam yang membenci Yesus. Ada pepatah yang mengatakan bahwa “mulutmu harimaumu,” tetapi di era saat ini “Jarimu harimaumu”. Buat atau tulislah hal yang sekiranya orang membaca membuat orang diberkati, dikuatkan dan semakin dikuatkan dalam iman sehingga banyak orang yang semakin mengenal Kristus.   Milikilah beban untuk terus memberitakan Injil di kegerakan Roh Kudus saat ini, bukan menyebarkan berita hoax. God bless!!!

DATANG DENGAN SIKAP MENYEMBAH

Tiba-tiba Yesus berjumpa dengan mereka dan berkata: “Salam bagimu.” Mereka mendekati-Nya dan memeluk kaki-Nya serta menyembah-Nya. (Mat. 28:9)   Di dalam sebuah ibadah kita akan menemukan berbagai macam motivasi orang beribadah kepada Tuhan. Ada yang datang dengan penuh kerinduan, ada yang datang dengan membawa permasalahan dan berharap masalahnya cepat terselesaikan. Ada yang ingin menjadi pengamat dan pengkritik ibadah, dan tidak sedikit mereka yang datang hanya akan diam saja, mereka hanya melakukan sebuah rutinitas ibadah Minggu. Sebab sudah seharusnya orang Kristen datang beribadah kepada Tuhan setiap Minggu. Namun, apakah sikap demikian yang diinginkan Tuhan Yesus? Tidak kebetulan bahwa Matius menutup bagian tulisannya dalam Matius 27:57-61 dengan menyinggung soal Maria Magdalena dan Maria lainnya yang ada di sana menyaksikan jenazah Yesus dimakamkan oleh Yusuf. Ketika mereka melihat Tuhan Yesus bangkit, mereka datang sujud menyembah Yesus.   Inilah sikap yang diinginkan Tuhan Yesus, datang dengan sikap menyembah. Ketika kita tahu dan sadar siapa yang kita sembah, seharusnya membuat kita datang kepada-Nya dengan penuh penghormatan. Tanpa disadari kita seringkali datang kepada-Nya dengan sikap yang tidak sopan. Bukankah Dia adalah Tuhan yang sudah mati dan bangkit bagi keselamatan kita? Datanglah kepada-Nya dengan penuh penghormatan dan naikkan rasa syukur kita karena telah diselamatkan.   Kristus disembah bukan karena Dia gila hormat, tetapi karena Kristus adalah Tuhan yang layak menerima penyembahan. God bless!!!

FIRMAN-NYA PASTI DIGENAPI

dan mereka berkata: “Tuan, kami ingat, bahwa si penyesat itu sewaktu hidup-Nya berkata: Sesudah tiga hari Aku akan bangkit. (Mat. 27:63)   Sebelum kemetian-Nya Tuhan Yesus telah memberitahukan bahwa pada hari ketiga Ia akan bangkit. Mengingat akan perkataan itu membuat orang-orang yang membenci Yesus pun menjaga kubur-Nya untuk membuktikan bahwa perkataan-Nya tidak benar. Di sisi lain, murid-murid-Nya pun sedang dalam situasi sulit, mereka menghadapi keputusasaan karena kematian Yesus dan nubuat bahwa Ia akan bangkit, tetapi hal ini pun belum terlalu pasti, karena mereka belum menyaksikannya. Tetapi pada akhirnya mereka bisa melihat dengan mata kepala mereka sendiri bahwa perkataan-Nya benar terjadi, Yesus bangkit dari antara orang mati (Mat. 28:1-10).   Dalam situasi sulit yang kita hadapi, kita hanya perlu belajar bersandar kepada perkataan-Nya. Apa yang dikatakan dalam firman-Nya bukanlah omong kosong, melainkan firman yang berkuasa mengubah hidup kita. Kita perlu belajar memiliki pengharapan di dalam Kristus. Kita memiliki Allah yang selalu bertindak tepat waktu, pertolongan-Nya tidak terlambat dan tidak terlalu cepat untuk kita. Hidup ini penuh misteri, satu atau dua detik, bahkan 1 jam ke depan tidak ada yang tahu, hal ini menyadarkan kita untuk senantiasa bersandar kepada kedaulatan-Nya. Kita terbatas, tetapi kita berjalan bersama Tuhan yang tidak terbatas. Perkataan-Nya pasti digenapi!!!   “Langit dan bumi akan lenyap, tetapi firman-Ku kekal selama-lamanya” (Mat. 24:35).” God bbless!!

MEMBERI YANG TERBAIK UNTUK TUHAN

Dan Yusufpun mengambil mayat itu, mengapaninya dengan kain lenan yang putih bersih (Mat. 27:59)   Setelah Yesus mati di kayu salib, ada seorang murid Yesus menghadap Pilatus untuk meminta izin menurunkan tubuh Yesus dan memberikan pemakamam yang layak bagi Tuhan Yesus. Dia adalah Yusuf dari Arimatea. Menurut catatan Markus, Yusuf merupakan anggota Majelis Besar Sanhedrin Yahudi (Mrk. 15:43). Tidak seperti kebanyakan pemuka agama yang lain yang membenci Yesus, Yusuf adalah orang yang mengasihi Yesus. Yusuf pun mengambil mayat Tuhan Yesus, mengapaninya dengan kain lenan yang putih bersih. Yusuf memberikan yang terbaik bagi Tuhan, mengubur dan mengapani mayat-Nya dengan layak. Ia setia melayani Yesus sampai dengan kematian-Nya.   Dalam masa-masa seperti ini, masihkah kita memberikan yang terbaik untuk Tuhan di dalam melayani-Nya sebagaimana Ia telah memanggil kita? Terkadang karena kita sudah biasa melayani Tuhan, kita hanya sekedar melyani-Nya, tanpa meminta pengurapan dari Tuhan Yesus. Banyak dari kita membutuhkan Tuhan Yesus saat dalam keadaan terjepit, saat masalah tidak ada solusi lagi. Hiduplah dengan komitmen yang tinggi bagi Tuhan untuk terus memberi yang terbaik bagi-Nya, walau situasi hidup yang kita alami tidak sesuai dengan apa yang diharapkan! Kiranya apa yang kita berikan kepada-Nya tidak bergantung pada keadaan hidup kita.   Jika kita sadar bahwa yang kita layani adalah Tuhan yang besar, kita tidak akan memberikan sesuatu yang biasa, tetapi yang terbaik. God bless!!!

TIDAK ADA PEMBATAS

Dan lihatlah, tabir Bait Suci terbelah dua dari atas sampai ke bawah dan terjadilah gempa bumi, dan bukit-bukit batu terbelah (Mat. 27:51)   Yom Kippur adalah Hari Penebusan atau Hari Pendamaian merupakan hari yang dianggap paling suci dalam agama Yahudi. Dalam hari raya ini pelayanan persembahan korban yang dilakukan di Bait Allah, ketika Imam Besar melakukan pengakuan dosa di depan seluruh umat Israel. Puncak dari bagian ini adalah ketika ia masuk ke dalam Ruang Mahakudus mengenakan pakaian dari linen berwarna putih dan mencipratkan darah dari korban persembahan dan menyalakan dupa. Pada saat itu orang Israel tidak bisa datang kepada Tuhan begitu saja, harus melalui perantaraan Imam Besar.   Dalam penyaliban Tuhan Yesus ada peristiwa di mana tabir Bait Suci terbelah dan terjadi gempa bumi. Hal itu memiliki arti bahwa saat ini semua orang percaya dan Tuhan Yesus tidak ada pembatas lagi. Penebusan-Nya di kayu salib membuat kita bisa berjumpa dengan Dia setiap waktu melalui doa dan penyembahan. Jika kita mengerti makna peristiwa tersebut, seharusnya membuat kita bersyukur atas pengorbanan-Nya di kayu salib. Kita harus memiliki kerinduan untuk selalu datang kepada-Nya. Jika dahulu bangsa Israel tidak bisa datang dengan mudah, saat ini kita memiliki akses untuk datang kepada-Nya setiap waktu. Nikmati saat-saat bersama dengan Kristus di dalam hadirat-Nya, sebab tidak ada tempat yang lebih indah selain dari hadirat Tuhan. Datanglah kepada-Nya setiap waktu, bukan saat dalam pergumulan saja.   Jumpai Tuhan Yesus setiap waktu melalui doa-doa kita, Dia selalu rindu menantikan kehadiran kita. God bless!!!