Author: Administrator

Jesus Empty Tomb in Jerusalem and Dome over it

BERGANTUNG PADA YANG KEKAL

Lalu Yesus berkata kepadanya: “Kaulihat gedung-gedung yang hebat ini? Tidak satu batupun akan dibiarkan terletak di atas batu yang lain, semuanya akan diruntuhkan.” (Mrk. 13:2)   Hal apa yang kita banggakan di dunia ini? Kekayaan, kepintaran, prestasi atau apapun hal lainnya di dunia ini. Jika hidup kita bergantung kepada semua itu, hidup kita akan sengsara dan binasa, sebab semuanya itu tidak menjamin kebahagian yang sesungguhnya. Seorang murid Yesus berkata: “Guru, lihatlah betapa kukuhnya batu-batu dan megahnya gedung-gedung itu” (Mrk. 13:11). Kemegahan dunia sering kali membuat kita gagal untuk fokus mengejar kehidupan kekal, karena apa yang tampak di depan mata lebih menarik dari pada apa yang tidak kelihatan.   Yesus menyadarkan para murid agar hati mereka jangan terikat pada hal-hal duniawi yang fana. Yesus mengatakan bahwa semuanya akan diruntuhkan. Ingatlah, semua yang ada di dunia ini akan hilang dan lenyap, hanya Tuhan yang kekal, yang layak menjadi pegangan hidup kalau mau mendapatkan harta yang abadi. Harta, prestasi, kepintaran yang ada di dunia tak perlu menjadi tujuan dalam hidup, melainkan menjadi sarana untuk memuliakan Allah. Fokus kepada apa yang bernilai kekekalan, bukan yang sementara. Peganglah firman Allah sekuat mungkin karena firman-Nya yang akan menuntun kita terhindar dari neraka yang kekal.   Fokuskanlah hidup kita kepada hal-hal yang menyenangkan Allah, bukan yang mendukakan-Nya. God bless!!!

MEMBERI DARI KEKURANGAN

Sebab mereka semua memberi dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, semua yang ada padanya, yaitu seluruh nafkahnya. (Mrk. 12:44)   Ketika melihat seorang janda miskin memasukkan persembahan di kantong kolekte, mungkin ada orang yang berkata dalam hati, “Ah… persembahannya paling tak banyak, hanya beberapa ribu saja.” Sedangkan ketika kita melihat orang kaya, kita akan berpikir bahwa, “wah persembahnnya berapa juta atau berapa miliar yah. . .” Dengan standar itu, kita menilai bahwa persembahan si kaya lebih diterima oleh Tuhan dari pada si miskin. Kita menilai dengan ukuran logika kita, bukan dengan ukuran Allah. Alkitab menyatakan bahwa janda miskin itu memasukkan dua peser ke dalam peti persembahan. Peser adalah mata uang tembaga Yahudi yang paling kecil, sama dengan setengah duit. Dari segi jumlah, memang janda ini memberi sangat kecil, tetapi dari segi kemampuan, ia memberi yang terbaik dari semua orang.   Allah mengukur persembahan bukan dari jumlah yang dipersembahkan tetapi dari kasih, pengabdian, dan pengorbanan yang terkandung dalam persembahan itu. Dari hal ini Tuhan Yesus mengajarkan kepada kita untuk selalu memberi yang terbaik dari apa yang ada pada kita, bukan memberi dengan asal-asalan. Yang Tuhan mau adalah memberi dengan sikap hati yang tulus dan hormat kepada Tuhan. Apalah artinya memberi banyak tetapi tidak disertai dengan hati yang tulus di hadapan Tuhan. Apa yang kita berikan kepada Tuhan merupakan bukti kita mengasihi Tuhan.   Tuhan layak menerima yang terbaik dari apa yang Tuhan percayakan kepada kita. God bless!!!

Red deer stag in morning autumn mist

GILA HORMAT

Dalam pengajaran-Nya Yesus berkata: “Hati-hatilah terhadap ahli-ahli Taurat yang suka berjalan-jalan memakai jubah panjang dan suka menerima penghormatan di pasar, (Mrk. 12:38)   Yesus mengingatkan para pengikut-Nya agar hati-hati terhadap para pemimpin agama yang mencari penghargaan dan penghormatan dari manusia. Yesus menyebut mereka orang munafik. Apapun yang dilakukan mereka memiliki tujuan untuk mendapatkan pengakuan dari manusia. Ahli-ahli Taurat termasuk salah satu kelompok agamawan yang dihormati oleh orang banyak. Tugas mereka adalah memelihara dan mengajarkan hukum Allah. Namun kenyataannya, status yang disandang mereka jauh dari kehidupan rohani yang berkenan kepada Allah. Statusnya berbanding terbalik dengan perilaku hidupnya sehari-hari, bahkan Tuhan Yesus pun sering menyebut mereka dengan orang munafik.   Sebagai manusia, kita memiliki kebutuhan untuk dihormati. Orang dunia mengemas hidupnya dengan berbagai cara untuk mendapatkan penghormatan, baik cara yang negatif maupun positif. Sebagai orang percaya, kita perlu membangun hidup kita diatas dasar yang benar. Orang menghormati kita karena hidup kita mencerminkan Kristus, kita menjadi orang yang terkenal baik. Untuk itulah kita dipanggil di dunia ini, untuk menjadi surat Kristus yang terbuka. Berhenti mencari perkenanan manusia, karena hal itu bersifat sementara. Carilah penghormatan di hadapan Allah dengan hidup sesuai firman-Nya.   Hidup kita ditentukan oleh apa kata Tuhan, bukan apa kata manusia. God bless!!!

MENGASIHI SESAMA SEPERTI DIRI SENDIRI

Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini.” (Mrk. 12:31)   Tuhan Yesus tidak pernah memberikan perintah untuk mengasihi diri sendiri dan mengabaikan orang lain. Tuhan Yesus juga tidak pernah mengajarkan kita untuk menjadi manusia yang egois, hanya berpusat kepada dirinya sendiri. Kita telah menerima kasih Kristus, dan Tuhan Yesus ingin kita menyalurkan kasih tersebut kepada semua orang yang ada disekitar kita, terlebih lagi kepada orang-orang yang belum mengenal Tuhan dan terbelenggu oleh dosa supaya mereka tahu bagaimana dikasih oleh Tuhan.   Namun, tidak mudah untuk mengasihi sesame seperti diri kita sendiri, terlebih kita tidak mengenal orang tersebut. Kasih yang benar tidak menghakimi orang yang melakukan kesalahan. Terkadang kita suka memposisikan diri sebagai Tuhan dan menganggap diri kita lebih baik dari pada orang lain. Berdoalah dan angkatlah mereka yang masih hidup di dalam dosa, karena kita adalah garam dan terang dunia. Mengasihi selalu membuaahkan perbuatan-perbuatan baik; mengasihi berarti membalas kejahatan dengan kebaikan, mampu berbuat baik dan berdoa kepada orang yang menyakiti kita.   Kasih yang telah kita terima dari Tuhan Yesus harus dibagikan kepada orang lain. Ingatlah bahwa kita bukan hanya objek kasih, tetapi juga saluran kasih. God bless!!!

TIDAK TAHU KEBENARAN

Jawab Yesus kepada mereka: “Kamu sesat, justru karena kamu tidak mengerti Kitab Suci i maupun kuasa Allah (Mrk. 12:24)   Satu hal yang dapat kita pelajari dari orang Farisi, Saduki dan para imam kepala adalah tentang semangatnya yang tidak pernah kendor untuk menjatuhkan Tuhan Yesus. Meskipun semangatnya adalah semangat yang sia-sia. Setelah mereka gagal menjebak Yesus dengan pertanyaan yang bermuatan politik, kali ini mereka berusaha menjebak Yesus dengan pertanyaan yang bermuatan teologi. Pertanyaan tersebut berkaitan dengan kebangkitan orang mati. Jika Yesus salah menjawab, sudah dipastikan ajaran Yesus dianggap sesat. Mendengar pertanyaan tersebut, Tuhan Yesus dengan tegas menyebut orang Saduki sesat. Mereka tidak hanya salah tafsir, tetapi juga salah memahami Taurat.   Kesesatan dalam memahami firman Tuhan akan berdampak pada pikiran dan perbuatan sesat. Ketidakmengertian terhadap firman Tuhan akan membawa dampak buruk bagi pertumbuhan rohani kita. Pahami firman Tuhan sesuai dengan isi teks dan konteks dengan benar, bukan untuk kepentingan pribadi atau pembenaran. Dewasa ini, kita pun perlu memilih pengajaran yang sesuai dengan firman Tuhan. Pilihlah dan aplikasikanlah makanan rohani yang dapat mengenyangkan manusia rohani kita, bukan hanya sekedar mengenakkan telinga kita tapi tidak mendewasakan hidup kita. Waspadalah terhadap ajaran menyesatkan yang berlindung di balik kebenaran firman Allah.   Pergunakanlah firman Tuhan bukan untuk dasar pembenaran, tetapi menjadi dasar kebenaran. God bless!!!

What’s next plans

MENJAUHI KEMUNAFIKAN

Tetapi Yesus mengetahui kemunafikan mereka, lalu berkata kepada mereka: “Mengapa kamu mencobai Aku? Bawalah ke mari suatu dinar supaya Kulihat!” (Mrk. 12:15)   Di perikop sebelumnya Yesus dengan pedas menyindir para imam kepala dengan perumpamaan kebun anggur. Kali ini mereka melontarkan isu mengenai pajak. Mereka mendatangi Tuhan Yesus dengan memuji bahwa Yesus tidak takut dengan siapapun, tidak mencari muka dan orang yang jujur mengajar di jalan Allah (Mrk. 12:14). Mendengar hal itu, Tuhan Yesus tidak senang dengan pujian tersebut, karena Tuhan Yesus mengetahui tujuan mereka mengatakan hal tersebut. Mereka datang kepada Tuhan Yesus seolah-olah mereka ingin belajar kebenaran Allah.   Tuhan Yesus membenci orang-orang yang munafik. Kemunafikan membuat orang tidak dapat melihat kesalahan sendiri, tapi cenderung mudah menghakimi orang lain. Kemunafikan mendorong seseorang untuk bersikap tidak tulus. Kemunafikan juga membuat kehidupan rohani kita tidak mengalami pertumbuhan. Jauhi sikap munafik, karena hal itu tidak menyenangkan hati Tuhan Yesus. Melangkahlah dengan sikap hati yang memiliki integritas di hadapan Kristus, tidak perlu menggunakan topeng. Hiduplah apa adanya di hadapan Kristus, tanpa kepura-puraan karena hal itu lebih menyenangkan hati-Nya.   Buanglah semua topeng kemunafikan dalam hidup kita, dan jadilah orang Kristen yang benar. God bless!!!

MENOLAK KRISTUS

Tetapi penggarap-penggarap itu berkata seorang kepada yang lain: Ia adalah ahli waris, mari kita bunuh dia, maka warisan ini menjadi milik kita (Mrk. 12:7).   Yesus kembali menerangkan bagaimana sikap Allah terhadap umat-Nya melalui sebuah perumpamaan. Dalam perumpaman ini, Yesus memakai lukisan kebun anggur. Pemilik kebun anggur menyewakan kebun anggurnya kepada penggarap. Ketika tiba musimnya, pemilik kebun itu menyuruh hambanya untuk menerima sebagian hasil kebun anggurnya dari para penggarap. Tetapi para penggarap itu malah memukuli hamba tersebut. Tiga hamba yang diutus diperlakukan tidak benar. Hingga akhirnya ia mengutus anaknya, dengan harapan bahwa perkataan anaknya pasti akan di dengar. Namun, hasilnya pun sama saja, keadaannya lebih parah. Anaknya dibunuh.   Perumpamaan ini menunjukkan kesalahan bangsa Israel. Mereka telah menjadikan Kerajaan Allah sebagai milik pribadi, memandang rendah pada Firman-Nya, dan menolak menaati Putera-Nya, yaitu Yesus Kristus. Penolakan akan Kristus berujung pada maut. Dari hal ini kita melihat bahwa setiap perbuatan yang kita lakukan di dunia ini akan dipertanggungjawabkan di hadapan Tuhan. Yesus mengingatkan bahwa mata Allah selalu mengawasi mereka dari tempat yang jauh. Terimalah Kristus dalam hidup kita, agar Dia bertakhta sepenuhnya atas hidup kita.   Yesus yang diperlakukan seperti kriminal akan menjadi hakim dunia. God bless!!!