Author: Administrator

[BREAD OF LIFE – GIVES LIFE] BOL 365 │DAY 52 │

Selasa, 21 Februari 2023 Pembacaan Alkitab, Amsal 25 – 28 MENGASIHI TANPA BATAS Jikalau seterumu lapar, berilah dia makan roti, dan jikalau ia dahaga, berilah dia minum air. Karena engkau akan menimbun bara api di atas kepalanya, dan TUHAN akan membalas itu kepadamu. Amsal 25 : 21-22 Kitab Amsal mengingatkan kepada kita bahwa memiliki seteru (musuh) bukan berarti kita membalas kejahatan yang mereka telah lakukan pada kita. Tetapi justru kita harus membalasnya dengan Kasih meskipun mereka adalah seteru atau orang yang membenci kita. Ayat ini juga menegaskan, bila kita berbuat baik kepada seteru kita, maka sebenarnya kita sedang melakukan perintah Allah dalam kehidupan ini. Meskipun perbuatan baik itu sangat sederhana, tapi kita sedang memberi bagian untuk TUHAN yang akan membalasnya. Amsal 10:12 Kebencian menimbulkan pertengkaran, tetapi kasih menutupi segala pelanggaran. Mungkin benar bahwa seteru kita telah melakukan beberapa hal yang sangat menyakitkan. Tetapi membenci seteru sebenarnya suatu sikap yang akan melukai diri sendiri, dengan membenci berarti kita telah menyetujui seluruh energi rohani disedot habis oleh api kemarahan. Itu sebabnya saat kita membenci, kita kehilangan kemampuan untuk berpikir jernih dan hati yang damai. Mintalah agar Roh Kudus memampukan kita agar bisa mengasihi mereka tanpa batas. Teruslah salurkan dan wujudkan kasih Kristus yang ada dalam hidup kita, agar mereka dapat merasakan dan mengalami kasih tersebut. Filipi 4:5 Hendaklah kebaikan hatimu diketahui semua orang. Tuhan sudah dekat!

[BREAD OF LIFE – GIVES LIFE] BOL 365 │DAY 51 │

Senin, 20 Februari 2023 Pembacaan Alkitab : Amsal 22 – 24 MASA DEPAN SUNGGUH ADA Karena masa depan sungguh ada, dan harapanmu tidak akan hilang. Amsal 23:18 Iblis senantiasa ingin mengintimidasi & menguasai setiap umat Tuhan, melalui hal-hal yang pernah terjadi pada masa lalu. Sehingga akan membuat kita merasa tidak layak, minder, kecewa & takut. Namun satu hal yang sangat jelas Tuhan Yesus katakan bagi setiap umat-Nya pada Yeremia 29:11: “Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.“ Ayat ini menyebutkan, bahwa hanya Tuhan Yesus sajalah yang paling tahu kehidupan kita di masa yang akan datang. Tuhan telah membuat rancangan damai sejahtera guna memberikan hari depan yang penuh pengharapan kepada kita. Sekuat apa pun Iblis berusaha menghancurkan kita karena masa lalu yang kelam, namun ia tidak memiliki masa depan kita, hari depan setiap umat Tuhan yang penuh dengan jaminan. Karena itu, kini bersama Dia kita dapat menjalani hari depan penuh pengharapan. Masa depan disediakan bagi setiap anak-anakNya yang mengasihi dan menuruti setiap perintah-perintahNya. Amsal 24:20 Karena tidak ada masa depan bagi penjahat, pelita orang fasik akan padam. Tetaplah bekerja dengan selalu mengandalkan Tuhan. Selebihnya adalah bagian Tuhan yang akan memberkati kita. Yang berikutnya, hiduplah melekat kepada Tuhan, sebab pada waktu kita dekat dengan Tuhan, Ia yang akan membimbing kita kepada masa depan yang terbaik.

Save money coins

ARTI MEMBERI YANG SESUNGGUHNYA

“Sebab mereka semua memberi persembahannya dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, bahkan ia memberi seluruh nafkahnya.” (Luk 21‬:‭4‬)   Dalam hal memberi, tidak jarang kita mendengar kalimat “saya baru memberi kalau sudah kaya,” yang artinya bahwa ada yang beranggapan bahwa kita baru bisa memberi ketika sudah berkelimpahan. Tanpa disadari kita berpikir bahwa hidup kita akan kekurangan setelah memberi. Pada ayat bacaan hari ini, kita diajak untuk meneladani sikap seorang janda miskin yang memberi persembahan, dan ketika Yesus melihatnya, Yesus mengatakan bahwa dialah yang memberi lebih banyak dari orang-orang lainnya (ayat 3), karena ia memberi dari kekurangannya. Berbeda dengan orang-orang kaya, yang sudah pasti memberi persembahannya dari kelimpahan yang mereka miliki.   Adalah lebih baik memberi daripada menerima (Kis 20:35). Pada saat kita memberi, banyak makna yang dapat kita peroleh. Salah satunya adalah dengan memberi kita dapat melihat pemeliharaan Tuhan akan datang dengan cara-Nya dan di waktu-Nya yang tepat, meskipun cara dan waktu Tuhan bekerja mungkin tidak selalu persis seperti yang kita harapkan.vDengan memberi, kita juga dapat menyadari bahwa betapa banyak Tuhan telah memberi kepada kita dan membuat kita menjadi lebih ingin memberi yang terbaik kepada-Nya. Hal itu dapat kita alami ketika kita benar-benar mengerti bahwa Allah dalam kekayaan-Nya telah memberikan kepada kita segala sesuatu untuk kita nikmati, sehingga kita dapat memberi dengan sukacita dan menyenangkan hati Tuhan.   Memberi tidak akan membuat hidup kita menjadi miskin, justru sebaliknya akan membuat hidup kita diberkati. God bless!!!

[BREAD OF LIFE – GIVES LIFE] BOL 365 │DAY 50 │

Minggu, 19 Februari 2023 Pembacaan Alkitab : Amsal 19 – 21 Menjadi Umat Tuhan yang Bijak Terhormatlah seseorang, jika ia menjauhi perbantahan, tetapi setiap orang bodoh membiarkan amarahnya meledak. Amsal 20 : 3 Orang bijak adalah pembawa damai, bukan pembuat onar. Orang bijak tidak marah sepanjang waktu karena masalah yang terjadi dengan orang lain. Mereka tidak mencari ribut dan tidak memusuhi orang lain. Alkitab mengajarkan bahwa manusia yang dewasa rohaninya dan terhormat adalah manusia yang bisa jatuh, tapi selalu bangkit kembali. Bisa berbuat salah, namun segera menyadari, dan memiliki keberanian untuk mengakui kesalahan, mau berubah, berani meminta maaf serta mampu menerima kekurangan & kelemahan orang lain Namun, seringkali kita harus berhadapan dengan orang-orang yang yang suka memulai pertengkaran,tidak terkendali, dangkal, keras kepala, dan menganggap bahwa yang berbicara paling keras yang menang. Hindarilah orang-orang seperti ini, kalau pun harus dihadapi, belajarlah mengalah dan bijak dalam menghadapinya. Belajarlah untuk berdiam diri dan meminta hikmat dari Bapa dalam menghadapi situasi seperti ini. Waktu dan keadaan akan membuktikan kebenaran dan akan ada saatnya TUHAN menunjukkan pembelaanNya bagi kita. Sudah jelas sekali, dalam firmanNya, Amsal 22:24-25 dikatakan bahwa “Jangan berteman dengan orang yang lekas gusar, jangan bergaul dengan seorang pemarah,supaya engkau jangan menjadi biasa dengan tingkah lakunya dan memasang jerat bagi dirimu sendiri. Si pemarah membangkitkan pertengkaran, tetapi orang yang sabar memadamkan perbantahan. Biarlah Roh Kudus menolong kita untuk memiliki hikmat agar melupakan keburukan orang. Jadilah orang bijak dan terhormat.

Holding Cross on Hands with Faithfulness

APA ADANYA, BUKAN ADA APANYA

“Waspadalah terhadap ahli-ahli Taurat yang suka berjalan-jalan memakai jubah panjang dan suka menerima penghormatan di pasar, yang suka duduk di tempat terdepan di rumah ibadat dan di tempat terhormat dalam perjamuan, yang menelan rumah janda-janda dan yang mengelabui mata orang dengan doa yang panjang-panjang. Mereka itu pasti akan menerima hukuman yang lebih berat.” (Luk. 20‬:‭46-47)   Pada zaman Yesus, para ahli Taurat adalah sekelompok orang-orang yang tergolong sebagai orang terpandang, dihormati karena kesalehannya. Akan tetapi, pada ayat bacaan hari ini, kita melihat bahwa para ahli taurat tidak disukai oleh Yesus karena perbuatan mereka dan sikap hati mereka sesungguhnya sangatlah berbanding terbalik. Sikap mereka yang terlihat saleh dihadapan orang-orang hanyalah untuk menutupi kefasikan mereka semata. Kesalehan seringkali digambarkan dengan pakaian tertentu yang dikenakan seseorang, akan tetapi kesalehan tidak dapat diukur dari penampilan yang terlihat dari luar saja. Sikap hati dan perbuatan di hadapan Tuhanlah yang menentukannya karena Tuhan dapat melihat sampai ke lubuk hati yang paling dalam. Berdasarkan sikap hati dan perbuatan itulah Tuhan menimbang kesalehan manusia. Itu sebabnya Yesus memperingatkan para murid-Nya agar mewaspadai para ahli Taurat.   Hari ini kita diajarkan untuk jadi pribadi yang jujur dan apa adanya dalam sikap hati maupun dalam perbuatan kita, baik di hadapan sesama manusia dan terutama di hadapan Tuhan. Terlebih lagi, segala sesuatu yang kita lakukan dalam hidup, lakukanlah untuk memperoleh perkenanan dari Tuhan, bukan untuk mendapat pujian dari manusia yang sifatnya semu. Apalah artinya berkenan di hadapan manusia, tetapi tidak berkenan di hadapan Tuhan. Maka dari itu, carilah selalu perkenanan Tuhan.   Jika kita mengembangkan kesalehan sebagai tujuan dan bukan sebagai identitas hidup kita, kita akan menjadi seorang munafik. God bless!!!

[BREAD OF LIFE – GIVES LIFE] BOL365 | DAY 49

Sabtu, 18 Februari 2023 Pembacaan Alkitab: Amsal 16-18 “TUHANLAH YANG MENENTUKAN” “Hati manusia memikir-mikirkan jalannya, tetapi TUHANlah yang menentukan arah langkahnya.” (Amsal 16:9) Pernahkah kita merencanakan sebuah acara, yang dipersiapkan dengan sangat matang dan penuh dengan pertimbangan, namun acara tersebut batal terlaksana karena ada faktor yang tidak kita duga mengganggu pelaksanaannya? Sebaliknya pernahkah kita memiliki sebuah ide yang tidak terlalu serius dipikirkan, namun dengan mulus dapat terwujud. Sebagai makhluk yang berakal budi & memiliki kemampuan untuk membuat rencana, manusia bisa memikir-mikirkan jalan untuk mewujudkan keinginan hatinya dan menyusun cara-cara dan menyiapkan sarana untuk mencapai tujuan itu. Sebagai orang percaya kita harus bergantung dan tunduk sepenuhnya pada pimpinan dan kedaulatan pencipta kita, Allah yang telah menjadikan segala yang ada. Sebab itu kita harus menaruh pengharapan bahwa Ia akan menentukan arah langkah kita dalam pimpinan Roh Kudus. Apabila kita menjadikan kehendak Tuhan sebagai pedoman hidup kita, maka kita tidak akan kehilangan jalan dan tidak akan pula gagal mencapai tujuan kita tadi. Mari kita senantiasa mengarahkan pandangan kita kepada Tuhan & biarlah kiranya Dia membuka jalan bagi kita untuk Kemuliaan Nya

K-p-199-tong-3027wf

BERFOKUS PADA KEKEKALAN

“Ia bukan Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup, sebab di hadapan Dia semua orang hidup.” (Luk.‬ ‭20‬:‭38‬)   “Ia bukan Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup, sebab di hadapan Dia semua orang hidup.” (Luk.‬ ‭20‬:‭38‬) Dalam perikop bacaan ini, kita melihat situasi dimana para orang Saduki bertanya kepada Yesus mengenai ada atau tidaknya kehidupan setelah kematian. Dalam hal ini, orang Saduki tidak mempercayai adanya kehidupan setelah kematian. Pertanyaan itu timbul bukan hanya karena rasa ingin tahu mereka saja, melainkan mereka ingin mendapatkan peneguhan atas kepercayaan yang dianut. Dengan pertanyaan itu, mereka ingin Yesus mengakui ajaran mereka. Mengenai hal ini, kita dapat memahami bahwa orang yang hidup di dunia untuk Allah akan mengalami hidup kekal yang ditujukan bagi Allah karena Allah yang kita sembah adalah Allah orang-orang hidup, dan dihadapan-Nya semua orang hidup (ayat 38).   Selain itu, kita juga diingatkan bahwa kita tidak boleh hidup dengan pemikiran seolah-olah hidup ini hanya akan berakhir di dunia ini. Lakukanlah hal-hal yang membuat kita dapat menjadi bagian dari “orang-orang yang dianggap layak menjadi bagian dalam dunia yang lain itu” (ayat 34) yaitu dengan melakukan kehendak Bapa di surga dan tidak berfokus pada perkara duniawi saja melainkan juga berfokus pada perkara yang ‘diatas’ yang akan membawa kita kepada kebangkitan hidup yang kekal.   Lakukanlah hal yang menyenangkan hati Tuhan selama di dunia ini, karena hal itu akan memuliakan Tuhan. God bless!!!

[BREAD OF LIFE – GIVES LIFE] BOL365 | DAY 48

Jumat, 17 Februari 2023 Pembacaan Alkitab: Amsal 13-15 “PRINSIP HIDUP TAKUT AKAN TUHAN” “Dalam takut akan TUHAN ada ketenteraman yang besar, bahkan ada perlindungan bagi anak-anak-Nya. Takut akan TUHAN adalah sumber kehidupan sehingga orang terhindar dari jerat maut.” (Amsal 14:26-27) Takut akan Tuhan adalah salah satu prinsip hidup yang menjadi ciri terpenting dalam gaya hidup orang percaya. Apabila kita menerapkan prinsip ini dalam kehidupan kita, maka kita akan mendapatkan berbagai hasil yang luar biasa. Apabila kita menerapkan prinsip hidup takut akan Tuhan, kita akan memperoleh sebuah jaminan ketenteraman besar, ada rasa aman dan damai sejahtera yang dicurahkan Tuhan di dalam hati dan pikiran kita. Ketenteraman besar tersebut akan memampukan kita untuk sanggup menjaga kekudusan dan memiliki keberanian untuk tidak mengikuti keinginan dunia. Prinsip ini juga membawa berkat bagi keturunan ilahi dan keturunan secara jasmani. Baik anak-anak rohani maupun anak-anak yang dilahirkan oleh orang yang takut akan Tuhan, mereka akan mewarisi iman yang sama, kepercayaan yang sama pada Kristus yang menyelamatkan, mereka juga akan mewarisi perlindungan yang melingkupi orang tuanya, perlindungan yang penuh dan sempurna. Prinsip takut akan Tuhan merupakan sumber mata air penghiburan dan sukacita yang berlimpah ruah dan tiada henti-hentinya mengalir, sebagai sumber kehidupan yang menghasilkan sukacita dan kepuasan yang tiada habisnya bagi jiwa kita. Sukacita yang kita peroleh dari sumber ini adalah sukacita yang murni dan segar, yang memuaskan dahaga jiwa kita, yang tidak akan pernah bisa kering di segala musim kehidupan. Mata air ini adalah sumber kehidupan yang memancar terus hingga pada kehidupan yang kekal. Bukan hanya mengalirkan kehidupan, prinsip hidup takut akan Tuhan juga akan memampukan kita untuk melawan dosa dan menghadapi segala pencobaan, sehingga kita terhindar dari jerat maut yang membinasakan. Orang yang takut akan Tuhan akan mengalami damai sejahtera dan perlindungan yang penuh, memperoleh kesegaran dalam air hidup Tuhan, dan terhindar dari jerat maut.