Kamis, 09 Maret 2023 Pembacaan Alkitab; Kejadian 43-45 HIDUP MENJADI BERKAT Tetapi sekarang, janganlah bersusah hati dan janganlah menyesali diri, karena kamu menjual aku ke sini, sebab untuk memelihara kehidupanlah Allah menyuruh aku mendahului kamu. (Kejadain 45:5) Ketika Yusuf memperkenalkan dirinya. “Akulah Yusuf”, (Kej 45:3) saudaranya merasa ketakutan karena seharusnya mereka menyambut dengan sukacita & dengan pelukan rindu, sebab sudah begitu lama mereka berpisah. Tapi yang terjadi adalah mereka tetap berdiri di tempat, dengan sangat ketakutan. Hal itu terjadi karena yang ada dihadapan mereka adalah adik mereka sendiri, yang pernah mereka perlakukan dengan sangat jahat, namun sekarang telah menjadi penguasa atas seluruh tanah Mesir yang sangat berpengaruh dalam menentukan masa depan bangsa itu. Saudara-saudaranya merasa bersalah atas perlakukan yang telah mereka lakukan terhadap adiknya itu. Dari kisah ini, kita dapat belajar sebagai orang percaya janganlah pernah merancang kejahatan terhadap orang lain. Dan Jangan pernah merancang kebinasaan bagi masa depan orang lain. Serta Jangan pernah menciptakan fitnah dan menyebarkannya pada orang lain. Karena segala rancangan jahat, yang dirancang untuk menghancurkan orang lain, pasti Tuhan akan menyingkapkannya pada waktunya yang terkadang tidak pernah diduga. Tuhan tidak pernah menghendaki anak-anakNya merancang hal yang jahat bagi sesamanya. Sebab Tuhan mau untuk kita merancang hal yang baik bagi orang lain. Mari sebagai orang percaya, teruslah bersikap dan berbuat baik terhadap siapapun, baik terhadap orang yang baik kepada kita ataupun juga terhadap orang yang berbuat jahat kepada kita. Karena Tuhan menghendaki kita untuk hidup menjadi terang dan garam yang selalu menjadi berkat dimanapun kita berada.
Rabu, 08 Maret 2023 Pembacaan Alkitab; Kejadian 40-42 Tetap Berterimakasih dan Andalkan Tuhan “Tetapi Yusuf tidaklah diingat oleh kepala juru minuman itu, melainkan dilupakannya.” (Kejadian 40:23) Ketika Yusuf dimasukkan ke dalam penjara karena difitnah, dia memiliki harapan untuk bisa keluar dari penjara. Saat ia menerangkan arti mimpi dari juru minuman dan juru roti Firaun yang dipenjara, Yusuf berharap setelah mereka itu keluar dari penjara dapat menolong dirinya untuk bebas dengan menceritakan kepada Firaun keadaannya yang sebenarnya bahwa dirinya difitnah dan dapat membebaskannya. Namun harapannya untuk bebas dari penjara ternyata sia-sia. Juru minuman lupa akan Yusuf, Dari kisah Yusuf ada 2 hal yang bisa kita pelajari: yang pertama untuk berterima kasih & tidak melupakan pada orang yang sudah berbuat baik kepada kita. Sebab, kita berterima kasih bukan saja kepada Tuhan, tapi juga kepada sesama. Sebab, bukankah Tuhan menolong kita melalui orang-orang di sekitar kita? Janganlah melupakan kebaikan yang sudah kita terima, Yang kedua Andalkan Tuhan dan bukan manusia. Juru minuman bisa lupa dengan Yusuf tetapi tidak demikian dengan Tuhan. Ia bukan seperti manusia yang bisa lupa. Janji Tuhan selalu “ya dan amin”, kalau Tuhan sudah berjanji, Ia pasti menggenapinya. Tuhan menepati janji yang pernah diberikan pada Yusuf saat masih remaja bahwa dia akan menjadi seseorang yang akan dihormati dan itu terjadi, Yusuf menjadi orang nomor dua di Mesir. Marilah kita terus berterimakasih kepada siapapun yang sudah membantu atau menolong kita dari hal sekecil apapun dan terus andalkan Tuhan jika kita juga sudah menolong orang jangan pernah berharap untuk mendapatkan balasan dari manusia.
Selasa, 7 Maret 2023 Pembacaan Alkitab; Kejadian 37 – 39 YESUS, PENGHARAPAN KU Hanya pada Allah saja kiranya aku tenang, sebab dari pada-Nyalah harapanku. Mazmur 62:5 Dalam Ibrani. 6:19 “Pengharapan itu adalah sauh yang kuat dan aman bagi jiwa kita, yang telah dilabuhkan sampai ke belakang tabir,” Pengharapan digambarkan sebagai sauh atau jangkar untuk membantu kapal agar tidak hanyut. Untuk melakukan fungsinya jangkar tidak dapat berdiri sendiri dan diperlukan adanya rantai atau tali yang menghubungkan jangkar dengan kapal. Suatu ilustrasi yang menarik dan menghubungkan antara iman dan pengharapan. Kalau pengharapan adalah jangkar, maka iman adalah rantainya dan hidup adalah kapalnya. Tanpa iman, pengharapan hidup kita akan sia-sia seperti jangkar tanpa rantai. Jadi perlu iman agar pengharapan menjadi kenyataan. Iman timbul dari pendengaran akan Firman Tuhan dan kemudian menghidupkan pengharapan kita akan janji-janji Tuhan. Semakin besar kapalnya, maka semakin besar jangkar dan rantai yang diperlukan. Semakin besar keberhasilan kehidupan seseorang, semakin besar iman dan pengharapan yang diperlukan agar tidak hanyut dengan arus dunia dan persoalan yang ada. Pengharapan yang sangat kuat dan aman untuk kita dan selalu bisa diandalkan di semua musim adalah pengharapan yang kita tautkan kepada Tuhan Yesus. Roma 5:5 “Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.” Roh Kudus hadir menyatakan kasih Allah, Roh Kudus hadir untuk memberikan kekuatan bagi kita agar terus mengandalkanNya. Kegagalan utama manusia bukan ketika ia tidak bisa sukses atau berhasil, tetapi ketika tidak bisa meyakinkan dirinya dan berharap terus kepada Yesus.
Tetapi kamu tidaklah demikian, melainkan yang terbesar di antara kamu hendaklah menjadi sebagai yang paling muda dan pemimpin sebagai pelayan (Luk. 22:26) Hampir setiap orang memiliki keinginan untuk menjadi yang terbesar, sebab ketika menjadi yang terbesar akan mendapatkan pengakuan dan penghormatan dari orang-orang disekitarnya. Tidak ada orang yang maunya hanya dipimpin, mereka pasti ingin memimpin. Hal itu tampak di dalam sebuah organisasi atau institusi, baik di kalangan Kristen aau non-Kristen. Setiap pergantian pemimpin, mereka pasti langsung mencari penggantinya. Agar terpilih, mereka melakukan kampanye dan menyuarakan visi-misinya demi menarik pemilih. Keingingan untuk menjadi yang terbesar terjadi di antara para murid Yesus, mereka mulai mempersoalkan tentang siapa yang terbesar di antara mereka. Padahal pada saat itu pengiringan mereka mengikut Yesus motivasinya belum benar, sebab mereka melihat Tuhan Yesus yang begitu tenar. Hal yang harus disadari adalah menjadi murid Kristus harus menjalankan tugas bukan sebagai orang yang harus dilayani namun sebagai orang yang melayani. Dan inilah yang harus diaplikasikan oleh kita sebagai hamba-hamba Tuhan saat ini. Melayani Tuhan bukanlah kesempatan untuk menerima hak istimewa, tetapi sebuah tanggung jawab yang harus dilakukan dengan penuh kerendahan hati di hadapan Allah. Kita tidak perlu mempersoalkan siapa yang terbesar sebagai hamba Tuhan, sebab setiap orang memiliki peranannya masing-masing sebagai anggota tubuh Kristus, tanggung jawab kita adalah melayani dengan sepenuh hati. Melayani adalah kehormatan, bukan beban. Hidup yang menyenangkan adalah hidup yang dapat memuliakan nama Tuhan. God bless!!!
Senin, 6 Maret 2023 Pembacaan Alkitab; Kejadian 34 – 36 “ALLAH YANG MEMPERHATIKAN MU” Kuda adalah harapan sia-sia untuk mencapai kemenangan, yang sekalipun besar ketangkasannya tidak dapat memberi keluputan. Sesungguhnya, mata TUHAN tertuju kepada mereka yang takut akan Dia, kepada mereka yang berharap akan kasih setia-Nya, Mazmur 33:17-18 Dalam hidup ini ada banyak hal yang ditakut kan, namun Yesus ingin agar kita memandang Dia dan tidak takut lagi. Kata-kata-Nya yang membangkitkan semangat dilandaskan pada kuasa-Nya yang tidak terbatas serta kasih Nya yang sangat kuat kepada semua orang yang menjadi milik-Nya. Didalam Alkitab tercatat, bahwa Yesus memberi dorongan kepada umat-Nya dengan mengatakan, “Jangan takut.” Percayalah bahwa Yesus selalu bersama kita dan menyertai kita, sehingga badai kehidupan pun reda jika ada Yesus. Miliki pengalaman berjalan bersama dengan Tuhan, seperti apa yang dialami oleh Ayub. Dalam Ayub 42:5 “Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau,” Tuhan berkuasa dan tahu apa yang harus Dia perbuat. Ciri orang yang hidupnya berjalan dengan Tuhan adalah tetap percaya dan tenang dalam setiap masalah yang dihadapi. Tuhan Yesus berkuasa, mampu, dan tahu bagaimana menolong anak-anak-Nya dengan cara-Nya.Tetaplah berdoa dan lakukan firman Tuhan dan tunggu waktunya Tuhan. PertolonganNya selalu tepat & tidak pernah terlambat
“Maka berangkatlah mereka dan mereka mendapati semua seperti yang dikatakan Yesus kepada mereka. Lalu mereka mempersiapkan Paskah.” (Luk. 22:13) Seorang pemuda sedang pergi berlibur ke sebuah negara. Setibanya di sana, ia hendak mengunjungi sebuah objek wisata yang agak sulit untuk dijangkau lokasinya. Pada awalnya ia berjalan menggunakan panduan peta dari handphonenya, akan tetapi tiba-tiba ia kehilangan sinyal sehingga peta tersebut tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Kemudian, ia bertemu dengan penduduk lokal dan kemudian ia bertanya, lalu si penduduk lokal tersebut dengan senang hati bersedia mengantarkannya. Pemuda itu mempercayai penduduk lokal tersebut dengan mengikuti kemana arah ia berjalan, hingga akhirnya si pemuda sampai pada tempat tujuan sesuai yang ia rencanakan dengan selamat. Ilustrasi diatas berkaitan dengan ayat bacaan pada hari ini yang mengisahkan tentang Yesus mengajak para murid-Nya makan bersama pada hari roti tak beragi. Ia meminta Petrus dan Yohanes agar mempersiapkan perjamuan untuk makan Paskah dan menyuruh mereka pergi ke suatu tempat yang sama sekali tidak mereka ketahui. Yesus hanya berpesan bahwa mereka akan bertemu dengan orang yang membawa kendi berisi air. Tanpa membantah, Petrus dan Yohanes melakukan sesuai dengan apa yang Yesus perintahkan. Ajaibnya, mereka memang mendapati persis seperti prediksi Yesus. Perintah Yesus terdengar sulit untuk dilakukan. Mungkin, jika kita dalam posisi Petrus atau Yohanes, kita pasti akan bingung atau bahkan tidak mau melakukannya. Akan tetapi, mereka memilih untuk tetap percaya akan perkataan Yesus pasti benar dan pasti terjadi. Kisah tersebut dapat menjadi pengingat untuk kita agar tetap taat dan percaya penuh terhadap perintah Tuhan. Mungkin perintah-Nya sulit untuk kita lakukan, tetapi percayalah bahwa Ia akan memampukan kita untuk melakukan kehendak-Nya. Tanpa taat dan percaya perintah-Nya, kita tidak akan sampai pada tujuan hidup yg Tuhan tetapkan untuk kita. Kita justru tersesat di tengah jalan, karena kita tidak tau kemana kita akan melangkah. Mari mempercayai Tuhan lebih lagi dan hidup taat melakukan setiap apa yang dikehendaki-Nya dalam hidup kita. Ketaatan dan keperacayaan kepada perintah Tuhan akan membawa kita menuju panggilan Tuhan atas hidup kita. God bless!!!
Minggu, 5 Maret 2023 Pembacaan Alkitab; Kejadian 31 – 33 PENOLONG YANG SEJATI Sebab bukan untuk seterusnya orang miskin dilupakan, bukan untuk selamanya hilang harapan orang sengsara. Mazmur 9:18 Daud bersyukur karena pertolongan dan perbuatan Allah baginya yaitu setiap masalah, kesulitan, dan penderitaan yang bertumpuk, satu-persatu dibereskan oleh Allah. Musuh-musuhnya dibuat Allah mundur, jatuh, dan binasa di hadapan-Nya. Ia juga melihat bagaimana Allah membela haknya secara adil. Daud mengingat kemenangan demi kemenangan yang diberikan Allah, sehingga ia berhasil memperluas wilayah kekuasaan dan pengaruhnya. Ada begitu banyak alasan yang dapat membuat kita bersyukur, karena perbuatan Allah yang ajaib bagi kita. Dan kita pun harus meyakini, bahwa Allah tetaplah Allah yang selalu menolong, membela, memberikan jalan keluar yang terbaik serta Allah yang tidak akan melupakan orang miskin dan sengsara. Ketika kita sedang berhadapan dengan berbagai kesulitan, Masalah & tantangan hidup, ingat pertolongan Tuhan pada masa lalu, naikkan syukur serta pujian dengan penuh keyakinan dan pengharapan. Mintalah Roh Kudus untuk membukakan mata rohani kita untuk lebih lagi mengenalNya. Pengenalan yang benar tentang Pribadi Allah, akan menumbuhkan keyakinan dan iman yang kokoh bagi kita untuk melangkah dalam kehidupan yang berkemenangan & diberkati
Lalu pergilah Yudas kepada imam-imam kepala dan kepala-kepala pengawal Bait Allah dan berunding dengan mereka, bagaimana ia dapat menyerahkan Yesus kepada mereka (Luk. 22:4) Seringkali dalam dunia politik kita menjumpai istilah “mana kawan dan mana lawan.” Terlebih lagi menjelang pemilu, partai-partai mencari koalisi antara satu dengan yang lainnya. Tujuannya adalah agar mereka mendapatkan suara terbanyak di pemilu, sehingga pemimpin yang mereka calonkan menang. Masalahnya yang sering terjadi adalah partai yang hari ini berkoalisi, di pemilu yang akan datang bisa menjadi lawan. Kenapa bisa terjadi demikian? Karena mereka memiliki kepentingan. Hari ini kita belajar tentang pengkhianatan Yudas kepada Tuhan Yesus. Pemilihan Yudas bukanlah kegagalan Tuhan Yesus, sebab Yudaslah yang memilih untuk berkhianat kepada Tuhan Yesus. Pertanyaan yang sama adalah kenapa Yudas begitu tega mengkhianati Tuhan Yesus? Karena Yudas memiliki kepentingan, yaitu agar ia mendapatkan uang. Oleh karena uang orang bisa menyakiti hati Tuhan, tidak sedikit hal itu terjadi di dalam dunia pelayanan. Pastikan kepentingan kita melayani Tuhan bukan karena uang, tetapi karena mengasihi Tuhan Yesus. Jika pelayanan kita didasarkan pada uang, pelayanan kita tidak pernah menyenangkan hati Tuhan. Yudas menjadi contoh nyata bagi kita, bahwa orang yang dekat dengan Tuhan Yesus pun bisa berkhianat. Hal itu terjadi karena Yudas tidak pernah mengalami perjumpaan dengan Tuhan Yesus dengan benar. Maka dari itu, pengiringan kita akan Yesus harus didasarkan pada iman yang benar, bukan karena berkat-berkat-Nya. Dengan demikian kita tidak akan mengkhianati-Nya, melainkan hidup kita akan memuliakan-Nya. Tundukkanlah kepentingan pribadi kita dibawah kepentingan Tuhan Yesus atas hidup kita. Kepentingan-Nya pasti yang terbaik untuk kita! God bless!!!