Sabtu, 4 Maret 2023 Pembacaan Alkitab: Kejadian 28-30 “PENYERTAAN TUHAN BAGI YANG DIKASIHI-NYA” “Sesungguhnya Aku menyertai engkau dan Aku akan melindungi engkau, ke mana pun engkau pergi, dan Aku akan membawa engkau kembali ke negeri ini, sebab Aku tidak akan meninggalkan engkau, melainkan tetap melakukan apa yang Kujanjikan kepadamu.” (Kejadian 28:15) Arti nama Yakub adalah penipu dan itulah yang memang ia lakukan. Ia telah mengakali kakaknya, Esau, sehingga ia menyerahkan hak kesulungannya demi semangkok sup kacang merah kepadanya. Ia juga telah menipu ayahnya, Ishak, sehingga ia memberikan berkat anak sulung kepada Yakub yang menyamar sebagai Esau. Baik hak kesulungan maupun berkat anak sulung yang seharusnya menjadi milik Esau telah dirampas oleh Yakub. Karena tipu daya yang dilakukannya itulah ia menjadi sangat kuatir akan bahaya yang mengancam, karena Esau berniat untuk membunuhnya. Tetapi Allah berjanji untuk menjaganya, melindunginya kemana pun ia pergi. Yakub harus melarikan diri ke tempat pamannya, di sebuah negeri yang tidak dikenalnya. Walaupun ia harus menempuh perjalanan seorang diri, tetapi sesungguhnya Tuhan selalu menyertai dia, itulah yang menjadi penghiburan baginya. Sekalipun Yakub melarikan diri ke negeri yang asing, tetapi Tuhan berjanji bahwa Ia akan membawa Yakub kembali ke negeri itu. Kadang sebagai anak Allah kita juga bisa mengalami masalah yang membuat kita dikejar-kejar atau mendapat ancaman yang mengerikan. Tetapi orang yang dikasihi oleh Tuhan akan dilindungi-Nya. Tuhan sanggup melepaskan kita dari siapa pun yang akan menyakiti kita. Kadang saat kita mengalami masalah berat, rasanya ingin melarikan diri dari masalah itu karena tidak tahu apa lagi yang dapat dilakukan untuk mengatasinya. Tapi Tuhan sudah mengetahui terlebih dahulu kesusahan apa yang akan kita hadapi, bahkan Ia sudah menyiapkan pertolongan dan penghiburan bagi kita, sesuai dengan beratnya masalah yang kita hadapi. Biasanya saat kita mengalami masalah, tidak sedikit teman yang mengundurkan diri dan menarik dukungannya kepada kita. Walaupun seolah-olah kita harus berjuang seorang diri, tapi percayalah, kenyataannya Tuhan tidak pernah meninggalkan kita sendirian. Di mana pun kita berada, kita aman, dan bisa mengalami damai sejahtera apabila hadirat Tuhan ada bersama kita, menghibur kita. Bukan hanya itu, Tuhan juga akan menepati janji-Nya bagi kita yang percaya. Janji Tuhan tak pernah gagal, penyertaan-Nya selalu ada bersama kita, mengikuti naik-turun kehidupan kita, dan membawa kita pada kemenangan atas segala masalah. Sebab itu percayalah kepada janji Tuhan.
“Jagalah dirimu, supaya hatimu jangan sarat oleh pesta pora dan kemabukan serta kepentingan-kepentingan duniawi dan supaya hari Tuhan jangan dengan tiba-tiba jatuh ke atas dirimu seperti suatu jerat.” (Luk. 21:34) Banyak orang berkata bahwa hidup ini dipenuhi dengan ketidakpastian. Kita bisa memprediksi hal apapun untuk waktu yang akan datang, akan tetapi pada kenyataannya banyak hal yang terjadi diluar dugaan. Satu-satunya yang bisa kita lakukan hanyalah berjaga-jaga. Kita lengah sedikit, akan berakibat fatal. Pada ayat bacaan hari ini, kita dapat memahami bahwa tidak ada seorang pun yang tahu kapan waktunya Yesus akan datang kembali. Meskipun demikian, bukan berarti murid-murid hanya diam dan menunggu. Dalam menanti kedatangan Kristus, kita harus berjaga-jaga. Berjaga-jaga disini artinya bahwa kita tidak boleh terlena dengan kenikmatan dunia. Dampak dari kelalaian akan penantian kedatangan Kristus bisa berbalik menjadi jerat yang membinasakan. Hati kita adalah sumber utama yang mencerminkan sikap perilaku, karakter, dan juga melalui sikap hati. Kita tetap harus berjaga-jaga dan tidak boleh terseret arus dunia. Jangan sampai kita terlena dan jatuh ke dalam dosa sehingga dijatuhi hukuman ketika hari penghakiman tiba. Mari membuka mata, telinga, hati, dan pikiran kita lebih lagi untuk teguh berdiri dalam iman kepada Yesus Kristus. Keselamatan memang sudah kita terima melalui Tuhan Yesus, tetapi kita harus berjaga-jaga sampai kedatangan-Nya kedua kali. God bless!!!
Jumat, 3 Maret 2023 Pembacaan Alkitab: Kejadian 25-27 “DIBERKATI UNTUK MEMBERKATI” “Maka menaburlah Ishak di tanah itu dan dalam tahun itu juga ia mendapat hasil seratus kali lipat; sebab ia diberkati TUHAN. Dan orang itu menjadi kaya, bahkan kian lama kian kaya, sehingga ia menjadi sangat kaya.” (Kejadian 26:12-13) Allah mengadakan covenant (perjanjian) dengan Abraham, Ia akan memberkati Abraham dengan keturunan sebanyak pasir di pantai dan bintang di langit, perjanjian itu diwariskan kepada Ishak. Tuhan bukan hanya akan memberkati dengan keturunan yang banyak jumlahnya, tetapi Ia juga siap menopang kehidupan Abraham, Ishak, dan semua keturunannya itu dengan berkat-berkat yang luar biasa pula. Kita menemukan tanda kebaikan Allah terhadap Ishak. Ishak begitu diberkati Tuhan, dibuat-Nya menjadi makmur, dan semua yang ada padanya berkembang dengan pesat di tangannya. Pada waktu itu Ishak tidak memiliki tanah sendiri, sehingga ia menempati tanah milik orang Filistin, yang kemungkinan disewanya dengan berdasarkan persetujuan bersama. Walaupun demikian, ketika ia menabur di sana, Allah memberkati dia dengan hasil panen yang berlipat ganda. Dia menuai seratus kali lipat dalam tahun itu juga, ketika terjadi kelaparan di seluruh negeri. Saat orang lain hampir tidak menuai sama sekali, justru dia bisa menuai hingga berlimpah-limpah. Bukan hanya itu, Tuhan memberkati Ishak sehingga kekayaannya terus mengalami peningkatan secara luar biasa. Berkat itu tidak dinikmatinya sendirian, ia memiliki banyak anak buah yang dia pekerjakan. Mereka memperoleh penghidupan dan ikut menikmati berkat dari tuannya. Dari apa yang dialami Ishak kita bisa belajar beberapa hal: pertama, ketika Tuhan ada di pihak kita, sekalipun mungkin kita tidak memiliki banyak modal, atau bahkan tidak memiliki apa-apa, tetapi Ia sanggup membuat usaha dan pekerjaan kita berkembang, semakin maju dan meningkat; kedua, Tuhan sanggup memberikan pemeliharaan yang sempurna di saat orang-orang dunia mengalami kelaparan dan serba kekurangan, Ia sanggup melimpahi kita dengan berbagai fasilitas penunjang kehidupan; ketiga, segala berkat yang kita terima tidak dimaksudkan hanya untuk kita nikmati sendirian, melainkan kita harus bisa menjadi terang bagi bangsa-bangsa dengan cara membagikan berkat yang telah kita terima itu, dan janganlah kuatir, karena Tuhan adalah sumbernya, maka berkat itu tidak akan berhenti mengalir. Penyertaan Tuhan pada kita mendatangkan berkat yang luar biasa Biarlah hidup kita menjadi penyalur berkat, karena ketika kita diberkati itu untuk menjadi berkat.
Apabila kamu melihat pohon-pohon itu sudah bertunas, kamu tahu dengan sendirinya bahwa musim panas sudah dekat. (Luk. 21:30) Seringkali munculnya sesuatu diawali dengan sebuah tanda. Misalnya adanya api ditandai dengan munculnya asap. Atau misalnya seorang wanita yang akan mengandung ditandai dengan adanya mual atau telat mengalami menstruasi. Perihal kedatangan Tuhan Yesus diawali dengan tanda-tanda yang muncul, akan ada tanda-tanda pada matahari dan bulan dan bintang-bintang, dan di bumi bangsa-bangsa akan takut dan bingung menghadapi deru dan gelora laut (ay. 25). Munculnya tanda-tanda ini akan menimbulkan dua respon, yaitu orang semakin bersemangat menanti kedatangan Tuhan Yesus atau justru mereka menjadi takut. Hari-hari ini kita berada di masa-masa yang sukar menjelang kedatangan Tuhan kita Yesus Kristus yang kian mendekat. Sudah sangat jelas bahwa kita sudah ada dipenghujung zaman, sebagaimana yang terjadi pada hari-hari ini sudah tertulis di dalam Alkitab. Sebagai orang percaya seharusnya kita semakin lebih peka rohani menghadapi situasi yang terjadi saat ini. Bukan waktunya kita takut dan menjadi lemah, bukan waktunya juga untuk bersantai-santai dan duduk di dalam gereja saja. Kita harus mempersiapkan jalan bagi Tuhan Yesus, supaya saat ia datang didapati banyak orang yang percaya kepada Tuhan Yesus. Jika saat ini kita melihat orang-orang dunia hidup dalam kedagingan, kita tidak melakukan hal demikian. Kita harus hidup dalam pimpinan Tuhan dan hidup sesuai dengan firman-Nya. Sebab, hidup yang menyenangkan adalah ketika kita bisa hidup sesuai dengan kehendak-Nya. Tanda-tanda kedatangan-Nya boleh menakutkan kita, tetapi biarlah iman kita tetap teguh di dalam Yesus. God bless!!!
Kamis, 2 Maret 2023 Pembacaan Alkitab: Kejadian 22-24 “TUHAN YANG MENYEDIAKAN” “Dan Abraham menamai tempat itu: “TUHAN menyediakan”; sebab itu sampai sekarang dikatakan orang: “Di atas gunung TUHAN, akan disediakan”.” (Kejadian 22:14) Pernahkah kita menyukai sebuah barang, misalnya: pena berlapis emas, dan kita begitu ingin memilikinya? Lalu setelah beberapa tahun kemudian akhirnya kita bisa memilikinya, pasti kita sangat senang karena keinginan kita itu terwujud. Namun bagaimana kalau seandainya baru saja dua hari kita memegang pena itu, tetapi kita dipaksa untuk menyerahkannya kepada orang lain? Tentunya kita akan merasa keberatan bukan? Ketika Tuhan menguji iman Abraham dengan cara menyuruhnya untuk mengorbankan Ishak, maka ia sungguh-sungguh akan melakukannya walaupun dengan penuh kesedihan. Memang Abraham sangat mencintai Ishak anak yang dijanjikan dan begitu lama dinantikannya itu, tetapi ia harus membuktikan bahwa kasih dan ketaatannya kepada Tuhan jauh lebih besar dari pada kasihnya kepada Ishak. Kesungguhan Abraham bisa dilihat saat ia naik ke atas gunung Moria dan mengikat Ishak di atas mezbah, dengan cara yang persis seperti orang yang mengikat anak domba jantan yang akan disembelih untuk korban sembelihan dan bakaran. Sebelum Abraham mengulurkan tangan, bersiap untuk membunuhnya dengan pisau, ternyata seekor domba jantan yang tanduknya tersangkut pada belukar muncul sebagai pengganti Ishak. Oleh sebab kejadian itu Abraham menamai tempat itu Yehwah Yireh (Jehovah Jireh), artinya: Tuhan menyediakan. Di atas gunung itulah Tuhan menyediakan korban pengganti Ishak. Dalam naskah bahasa Ibraninya, kata “menyediakan” ditulis “yera’eh” yang artinya bisa “menyediakan” bisa juga “muncul, memperlihatkan diri.” Dengan demikian kita bisa memaknai bahwa di gunung itu Tuhan telah memperlihatkan diri-Nya, menunjukkan kasih-Nya, dengan cara menyediakan domba jantan itu. Hal ini sesuai dengan perkataan Abraham kepada Ishak saat ia mengajaknya naik ke atas gunung untuk dikorbankan: “… Allah yang akan menyediakan anak domba untuk korban bakaran bagi-Nya, anakku …” di Kejadian 22:8, sebuah perkataan sebenarnya yang tidak dimaksudkan untuk menghibur anaknya itu, melainkan diucapkan dengan iman yang besar kepada Allah. Tuhan tidak pernah pernah mempermainkan orang yang percaya kepadanya. Apabila kita mengalami kesulitan atau menemui masalah besar, mungkin Tuhan sedang menguji iman kita kepada-Nya. Percayalah bahwa Tuhan tidak pernah mengambil dan tidak pernah mencobai, tetapi sebaliknya, ujian iman yang diberikan-Nya akan menghasilkan ketekunan, dari ketekunan itu seharusnya kita bisa menghasilkan buah yang matang dan sempurna.
Rabu, 01 Maret 2023 Pembacaan Alkitab: Kejadian 19-21 “Tuhan Pasti Menggenapi Janji Nya” Tuhan memperhatikan Sara, seperti yang difirmankan-Nya, dan Tuhan melakukan kepada Sara seperti yang dijanjikan-Nya. (Kejadian 21:1) Setiap orang percaya pasti menantikan penggenapan janji Tuhan dalam hidupnya. Di dalam Alkitab pun kita dapat melihat banyak kisah para tokoh Alkitab yang menantikan janji Tuhan dinyatakan di dalam hidup mereka. Mari kita belajar dari Abraham dan Sara dalam menantikan janji Tuhan untuk memberikan keturunan yang telah mereka harapkan selama ini. Janji Allah kepada Abraham dan Sara baru digenapi setelah 25 tahun mereka menunggu lahirnya keturunan yang dijanjikan, yaitu Ishak. 25 tahun bukanlah waktu yang sebentar untuk menunggu, mengingat pada saat itu usia Sara juga tidaklah lagi muda. Pada saat melahirkan Ishak, Sara telah berusia 91 tahun. Jika kita berpikir menggunakan logika, tidaklah mungkin bagi seseorang yang telah berusia 91 tahun masih dapat memiliki keturunan. Akan tetapi kita dapat melihat bahwa bagi Allah tidak ada yang mustahil, juga mengenai kesetiaan Allah dalam menggenapi janji-Nya sudahlah terbukti. Allah kita adalah Allah yang tidak pernah lupa akan janji-Nya. Bahkan, mungkin kita yang sudah melupakan Nya karena lelah menanti untuk waktu yang panjang, atau merasa putus asa hingga kehilangan kesabaran serta pengharapan, tetapi Allah tetap setia menggenapi janji-Nya. Sekalipun pada masa itu rasanya sudah tidak ada lagi dasar untuk berharap bagi Abraham dan Sara, namun mereka memilih untuk tetap taat dan mempercayai akan janji Tuhan digenapi dalam kehidupan mereka. Mari tetap menantikan Tuhan menggenapi janji Nya & jangan pernah ragukan kebesaran serta kesetiaan-Nya, karena Ia tidak pernah lalai menepati janji-Nya. Tetapi terhadap janji Allah ia tidak bimbang karena ketidakpercayaan, malah ia diperkuat dalam imannya dan ia memuliakan Allah, (Roma 4:20).
Selasa, 28 Februari 2023 Pembacaan Alkitab: Kejadian 16-18 AKIBAT TIDAK SABAR Jadi Sarai, isteri Abram itu, mengambil Hagar, hambanya, orang Mesir itu, — yakni ketika Abram telah sepuluh tahun tinggal di tanah Kanaan lalu memberikannya kepada Abram, suaminya, untuk menjadi isterinya (Kej. 16:3) SABAR, kata yang sederhana namun seringkali kita gagal untuk melakukannya. Kegagalan untuk sabar tidak selalu disebabkan oleh hal-hal yang besar. Misalnya, saat kita mengantri untuk melakukan hal tertentu, entah itu di rumah sakit atau di kantor yang lainnya. Meskipun kita sudah mendapatkan nomor antrian, kita cenderung tidak sabar. Pada akhirnya kita mendahului orang lain, dan akhirnya kita merugikan orang lain. Hari ini kita belajar dari Abraham dan Sara yang tidak sabar menunggu janji Tuhan. Akibat ketidaksabaran mereka menantikan keturunan yang dijanjikan Tuhan, akhirnya Sara menyuruh Abraham untuk mengambil gundiknya yaitu Hagar menjadi isterinya. Dan dari Hagar, lahirlah Ismael. Ketidak sabaran mereka dalam menantikan janji Tuhan berdampak keributan diantara keturunan ismail & Ishak Kesabaran sangat penting bagi hidup kita, dimana salah satu buah Roh adalah kesabaran. Seringkali karena ketidaksabaran bukan hanya merugikan diri sendiri, tetapi juga merugikan orang-orang disekitar kita. Kesabaran tidak terjadi secara instan, perlu latihan seumur hidup. Terkadang saat kita berdoa meminta kesabaran, Tuhan Yesus justru mengirimkan orang-orang yang menyebalkan untuk kita. Tetapi itulah jawaban doa dari Tuhan Yesus, Ia ingin melatih kita untuk sabar. Bersabarlah dalam segala hal, dalam keadaan tidak menyenangkan sekalipun kita harus sabar agar tidak ada penyesalan kemudian, terlebih lagi merugikan orang lain. Mintalah Roh Kudus untuk melatih kesabaran kita. Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan, orang yang menguasai dirinya, melebihi orang yang merebut kota (Ams. 16:32). God bless!!!
Senin, 27 Februari 2023 Pembacaan Alkitab: Kejadian 13-15 MEMBUAT PILIHAN YANG BENAR Bukankah seluruh negeri ini terbuka untuk engkau? Baiklah pisahkan dirimu dari padaku; jika engkau ke kiri, maka aku ke kanan, jika engkau ke kanan, maka aku ke kiri.” (Kejadian 13:9) Setiap hari kita diperhadapkan pada sebuah plihan! Misalnya, setelah bangun tidur pada pagi hari kita diperhadapkan pada pilihan untuk berdoa atau tidak berdoa, memilih sarapan terlebih dahulu atau langsung pergi ke kantor. Saat kita memilih berdoa, kita akan mendapatkan berkat-berkat Tuhan, hidup kita akan dikuatkan. Saat kita memilih tidak sarapan, perut kita bisa sakit. Artinya, pilihan yang kita buat atau putuskan akan membawa dampak penting bagi hidup kita. Hari ini kita belajar dari kehidupan Abram dan Lot. Pada saat Abraham diberkati oleh Tuhan, kekayaannya semakin bertambah banyak. Lahan yang ada sudah tidak cukup untuk menampung kekayaan mereka. Hal ini menjadi pemicu perkelahian antara para gembala Abram dan Lot. Mereka saling berebut lahan untuk makanan ternak majikannya. Wilayah di mana mereka tinggal menjadi sangat sempit bagi Abram dan Lot. Abram pun mencoba mencari solusi terbaik bagi mereka, Abram memberi kebebasan untuk Lot agar memilih yang terbaik menurut pandangan matanya. Jika Lot ke kiri, Abram ke kanan, demikian sebaliknya. Dari hal ini kita melihat bahwa Abram tidak begitu ambisius untuk memilih tempat tinggalnya. Ia memiliki keyakinan bahwa dimana pun ia berada Allah akan selalu memberkatinya. Keyakinan tersebut didasarkan pada janji Allah yang akan memberikan keturunan baginya. Hari-hari ini, kita diperhadapkan pilihan dalam hidup kita? Berdoalah kepada Tuhan, agar Ia menunjukkan jalan terbaik bagi kita. Ia pasti akan mendengar doa-doa kita, walaupun jawaban doanya tidak selalu instan. Tetapi jangan sampai hal itu membuat kita tidak berdoa dan mengandalkan kekuatan kita sendiri. Dari kisah Lot kita belajar bahwa apa yang baik menurut pandangan kita belum tentu terbaik di mata Tuhan. Mintalah hikmat kepada Tuhan agar kita mampu mengambil pilihan yang benar. Pilihan yang benar akan membuat hidup kita penuh pengharapan, sedangkan pilihan yang salah membuat hidup kita penuh penyesalan.