Author: Administrator

[BREAD OF LIFE – GIVES LIFE] BOL 365 │DAY 72

Senin, 13 Maret 2023 Pembacaan Alkitab; Matius 5-8 HIDUP SEBAGAI TERANG Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga. (Mat. 5:16) Setiap orang percaya yang dipanggil menjadi murid Kristus memiliki tugas yaitu hidup menjadi terang dunia. Terang yang dimaksudkan di sini bukanlah sekedar cahaya fisik tetapi terang dalam arti kebaikan, kejujuran, kasih sayang, dan kebenaran. Kita harus hidup menjadi teladan yang baik dan membawa dampak positif pada orang di sekitar kita. Dunia dikuasai oleh kegelapan, itu sebabnya dibutuhkan terang yang ada pada orang percaya. Hidup menjadi terang Yaitu dengan melakukan Firma Tuhan & memperlihatkan perbuatan yang baik kepada banyak orang Sehingga dapat menarik mereka untuk datang pada Kristus. Saat kita hidup menjadi terang, kita tidak sendirian. Roh Kudus selalu ada pada kita untuk memberikan kita kemampuan hidup sebagai terang dunia. Dengan demikian, kita akan memuliakan Tuhan Janganlah kita meremehkan kekuatan kebaikan dan terang. Satu-satunya cara untuk melawan kegelapan adalah dengan menyalakan terang. – Ralph Waldo Emerson.

Wooden figure of a man stands on a swing, his finger keeps balance. Concept of help

KETIKA DIPERLAKUKAN TIDAK ADIL

Dan orang-orang yang menahan Yesus, mengolok-olokkan Dia dan memukuli-Nya (Luk. 22:63)   Pada ayat ini, Lukas mengisahkan bagaimana Yesus telah ditangkap dan dibawa ke hadapan para imam kepala, ahli Taurat, dan pemimpin bangsa Yahudi di pengadilan mereka. Di sana, orang-orang tersebut mulai mencemooh dan memukul Yesus, bahkan meminta Dia untuk meramalkan siapa yang memukul Dia. Meskipun Yesus adalah Tuhan yang berkuasa, Dia tidak membalas dendam ketika Ia disakiti. Sebaliknya, Dia meminta Bapa-Nya untuk mengampuni para pelakunya. Kita dapat belajar dari teladan ini untuk membiarkan Allah memimpin hidup kita dan mempercayakan diri kita sepenuhnya pada-Nya, bahkan ketika kita dihadapkan pada kesulitan dan ketidakadilan.   Tuhan Yesus hendak mengajarkan bahwa dalam hidup ini, kita dapat mengalami situasi di mana kita diperlakukan dengan tidak adil, bahkan mungkin disakiti oleh orang lain. Namun, seperti Yesus yang sabar dan tunduk pada kehendak Bapa-Nya, kita juga harus mempercayakan diri kita pada Tuhan dan tidak membalas kejahatan dengan kejahatan. Selain itu, kita juga harus mengasah sikap sabar, toleransi, dan pengampunan terhadap orang lain yang mungkin telah menyakiti kita. Dengan begitu, kita dapat menunjukkan kasih dan kebaikan Kristus kepada orang lain, dan menjadikan hidup kita sebagai bukti nyata dari iman kita.   Ketika kita diperlakukan tidak adil, biarkanlah hatimu dipenuhi dengan kasih dan pengampunan, seperti yang dilakukan oleh Kristus. God bless!!!

[BREAD OF LIFE – GIVES LIFE] BOL 365 │DAY 71

Minggu, 12 Maret 2023 Pembacaan Alkitab; Matius 1-4 BUAH PERTOBATAN Jadi hasilkanlah buah yang sesuai dengan pertobatan (Mat. 3:8) Bagaimanakah cara kita mengenali pohon tersebut, tentu saja dari melihat buahnya. Buah yang baik dihasilkan dari pohon yang dirawat dengan baik. diberi pupuk dan air yang cukup (Mat.7:17) Ketika pohon tidak dirawat dengan baik &, dibiarkan begitu saja, tentu tidak akan menghasilkan buah yang baik, bahkan ada yang terlanjur Mati dan tidak sampai berbuah. Hal ini juga memberikan kita gambaran betapa pentingnya kita perlu merawat “pohon” kehidupan kita, supaya tidak kering & mati bahkan bisa terus bertumbuh dan berbuah. Kehidupan kita akan menghasilkan buah yang baik selama kita terus melekat dengan Tuhan. Tanpa Tuhan kita tidak akan bisa menghasilkan buah yang baik, karena tidak ada seorangpun mampu melakukannya jika bukan Tuhan yang mengerjakannya. Buah pertobatan akan kita hasilkan hanya ketika kita terus melekat pada Tuhan. Bukan karena kekuatan dan kepintaran kita, tapi karena kuasa Roh Kudus yang memampukan. Orang yang melekat pada Tuhan hidupnya pasti akan melakukan firman-Nya, dan pasti menghasilkan buah yang sesuai dengan pertobatannya. Sehebat dan sepintar apapun diri kita, tanpa Tuhan kita tidak bisa berbuat apa-apa, apalagi menghasilkan buah. Carilah Tuhan dan teruslah mendekat kepada-Nya. Haleluya!

A person figurine with a question mark

Menyatakan Iman atau Mencari Aman?

“Lalu berpalinglah Tuhan memandang Petrus. Maka teringatlah Petrus bahwa Tuhan telah berkata kepadanya: “Sebelum ayam berkokok pada hari ini, engkau telah tiga kali menyangkal Aku.” (Luk. 22‬:‭61‬)   Sebagai manusia, seringkali kita memiliki naluri untuk “mencari aman” ketika diperhadapkan dengan situasi yang mendesak atau mengancam kita. Mencari aman disini berarti bahwa kita cenderung menghindar atau menyangkal akan suatu kenyataan dengan maksud agar kita tidak terkena masalah dan kita bisa selamat. Pada ayat bacaan hari ini mengisahkan tentang penyangkalan Petrus sebanyak tiga kali setelah Yesus ditangkap. Ironinya, sebelum itu Petrus pernah mengatakan bahwa ia bersedia di penjara dan mati bersama Yesus (Luk. 22:33). Petrus cenderung mengikuti Yesus dari kejauhan menjaga jarak, hingga pada akhirnya beberapa orang bertanya apakah ia mengenal Yesus sebanyak tiga kali, dan ketiga kalinya juga Petrus menjawab dengan sangkalan yaitu bahwa ia tidak mengenal Yesus sama sekali.   Sikap dan respon Petrus menggambarkan masih adanya rasa takut saat menjadi pengikut Yesus. Hal ini juga mengingatkan bahwa sebagai orang percaya kita harus memiliki keberanian mendeklarasikan iman kita, apapun keadaan dan situasi yang kita hadapi. Jangan sampai menyangkal iman kita di hadapan Tuhan Yesus. Kita menyebut diri kita Kristen tetapi tidak melakukan hal yang berkenan bagi Tuhan. Kita berbicara tentang kehendak Tuhan tapi tidak melakukan apa yang Tuhan kehendaki. Kita menyebut diri murid Tuhan tetapi tidak melakukan ajaran Tuhan. Mari belajar dari kegagalan Petrus! Kita tidak lagi kompromi dengan dosa atau bahkan rela menyangkal iman kita demi mencari aman ketika diperhadapkan dengan pergumulan atau situasi mendesak. Mari pergunakan kesempatan yang kita miliki untuk menyatakan iman kita, bukan menyangkalnya.   Iman yang sejati akan mendorong kita memiliki keberanian untuk menyatakan kepercayaan kita di hadapan Tuhan Yesus. God bless!!!

[BREAD OF LIFE – GIVES LIFE] BOL 365 │DAY 70

Sabtu, 11 Maret 2023 Pembacaan Alkitab Kejadian 49-50 HIDUP SESUAI RENCANA-NYA Ruben, engkaulah anak sulungku, kekuatanku dan permulaan kegagahanku, engkaulah yang terutama dalam keluhuran, yang terutama dalam kesanggupan. (Kej. 49:3) Ruben adalah anak sulung dari Yakub. Sebagai orang tua tentu Yakub memiliki kebanggaan dan rasa syukur ketika memiliki seorang anak, terlebih lagi seorang putra di masa itu. Semua kepintaran, kepunyaan, atau segala yang ia miliki tentu akan diwariskan atau diberikan kepadanya sebagai anak sulung. Bukan hanya Yakub saja, tapi semua orang tua pun akan berpikir dan melakukan hal yang sama. Namun, niat dan rencana Yakub berubah bahkan dialihkan karena Ruben anaknya melakukan pelanggaran yaitu tidur bersama dengan gundiknya. Kesalahan ini tentu menyakiti hati Yakub. Kisah ini bisa menjadi gambaran dari rencana Tuhan buat kita. Ketika Allah hendak melakukan sesuatu yang besar lewat diri kita, Ia tentu mempersiapkan dan memfasilitasi kita supaya bisa menjadi rekan sekerja-Nya untuk melakukan pekerjaan-Nya. Namun, karena dosa dan pelanggaran yang kita lakukan, rencana Allah dalam hidup kita tertunda bahkan terhalang. Apakah rencana Allah bisa gagal dalam hidup kita? Rencana Allah tidak pernah gagal, tapi diri kita sendiri yang tidak bisa memenuhi dan mewujudkan rencana Allah karena dosa dan pelanggaran kita (Yes. 59:2). Kalau kita tidak menjaga hidup kita dari yang jahat, kita tidak bisa mewujudkan dan menggenapi apa yang sudah Tuhan rencanakan dalam hidup kita. Artinya Tuhan masih bisa pakai dan utus orang lain untuk mewujudkan maksud dan rencana Nya. Belajar dari Tuhan Yesus sebagai yang sulung dari kita anak-anak-Nya. Ia adalah setia bahkan setia sampai mati di kayu salib. Ia menggenapi rencana Allah yaitu lewat pengorbanan-Nya kita memperoleh keselamatan. Mari menjaga hidup kita agar tetap hidup sesuai dengan kehendak Nya supaya apa yang Tuhan rencanakan dapat kita wujudkan. Roh Kudus akan memberikan kekuatan & kemampuan.

Crown of thorns with blood dripping, nails on stone. Christian concept of Jesus Christ suffering

MEMBALAS DENGAN KASIH

“Tetapi Yesus berkata: “Sudahlah itu.” Lalu Ia menjamah telinga orang itu dan menyembuhkannya.” (Luk.‬ ‭22‬:‭51‬)   Dalam hubungan kita dengan orang lain baik keluarga, teman, atau orang disekitar kita, mungkin kita pernah diperhadapkan dengan pergumulan untuk tetap berbuat baik kepada orang yang bersikap tidak baik kepada kita, atau bahkan orang yang telah menyakiti kita. Dalam ayat bacaan hari ini, kita dapat membayangkan betapa mencekamnya situasi saat Yesus ditangkap. Yesus mengalami keadaan yang begitu menyakitkan, yaitu ketika Ia dikhianati oleh Yudas yang merupakan murid-Nya sendiri dengan ciuman (ayat 47). Namun selanjutnya kita dapat melihat sikap Yesus yang menyembuhkan hamba Imam Besar yang telinga kanannya putus karena dihunus pedang oleh para murid Yesus lainnya (ayat 51).   Sikap Yesus tersebut menjadi teladan bagi kita untuk mengutamakan kasih diatas apapun juga, sekalipun keadaan situasi yang kita hadapi menyakitkan. Kasih yang Yesus ajarkan kepada kita adalah kasih yang tidak bersyarat, kasih yang tidak pilih-pilih dan tidak menyimpan kebencian. Menyimpan kebencian hanya akan membuat kita menderita. Ketika kita disakiti lalu kita memilih untuk membalasnya dengan menyakitinya kembali, kita tidak akan bisa memutus rantai kebencian. Malahan hidup kita akan dikuasai oleh rasa dendam, sakit hati, dan kemarahan, dan pada akhirnya kita tidak merasakan damai sejahtera. Teladan yang Yesus ajarkan kepada kita sungguh berbeda dengan yang diajarkan dunia. Secara manusiawi mungkin rasanya mustahil untuk dilakukan, akan tetapi ketika kita memilih untuk mengalahkan kebencian dan rasa sakit di hati kita dan membalasnya dengan kasih, maka kita telah melakukan apa yang Tuhan inginkan, karena seperti yang kita ketahui, bahwa Allah kita adalah kasih.   Kasih yang sejati akan tetap mengampuni meskipun telah disakiti. God bless!!!

[BREAD OF LIFE – GIVES LIFE] BOL 365 │DAY 69

Jumat, 10 Maret 2023 Pembacaan Alkitab Kejadian 46-48 HIDUP ARIF & BIJAKSANA Berkatalah Yusuf kepada rakyat itu: “Pada hari ini aku telah membeli kamu dan tanahmu untuk Firaun; inilah benih bagimu, supaya kamu dapat menabur di tanah itu. Mengenai hasilnya, kamu harus berikan seperlima bagian kepada Firaun, dan yang empat bagian lagi, itulah menjadi benih untuk ladangmu dan menjadi makanan kamu dan mereka yang ada di rumahmu, dan menjadi makanan anak-anakmu.” Lalu berkatalah mereka: “Engkau telah memelihara hidup kami; asal kiranya kami mendapat kasih tuanku, biarlah kami menjadi hamba kepada Firaun.” (Kejadian 47:23-25) Sering kali orang lupa tatkala sudah memiliki kekuasaan. Bahkan, mereka kerapkali menyalahgunakan otoritas dengan menindas yang lemah. Namun, berbeda dengan Yusuf, dia justru menunjukkan hal yang sebaliknya. Seorang penguasa dapat bertindak arif untuk menguntungkan negara juga rakyatnya. Ketika berada di puncak kekuasaannya, Yusuf melakukan tugasnya dengan baik dan benar. Dia menguntungkan Firaun, tetapi juga berbelas kasihan menolong rakyat. Rasa syukur rakyat membuktikan bahwa Yusuf dinilai melakukan kebajikan & adil. Sebagai orang percaya, seharusnya kita mengerti bahwa Allah yang telah memberikan kekuasaan. Sebab itu, kita harus mempergunakannya dengan arif dan bijaksana. Di satu pihak, kita perlu bertindak agar menguntungkan negara. Tetapi di pihak lain, kita juga perlu memikirkan kesejahteraan rakyat. Apapun kondisi dan posisi kita sekarang, tetaplah menjadi orang yang arif dan bijaksana. Mampu menjadi penengah yang adil dan menyejukan banyak orang. Sebab kita dipilih Allah untuk menjadi kepanjangan tanganNya di bumi ini yaitu dengan menunjukan kearifan dan kebijaksanaan Allah dalam setiap tindak tanduk kita.

Praying in bedroom

Berjaga dan Berdoa Senantiasa

“Kata-Nya kepada mereka: ”Mengapa kamu tidur? Bangunlah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan.” (Luk.‬ ‭22‬:‭46)   Ketika berada di tempat umum, seringkali kita diingatkan untuk berhati-hati dan menjaga barang bawaan kita. Peringatan tersebut diberikan kepada kita agar kita tidak lengah dan mencegah terjadinya tindakan kriminal seperti pencopetan yang marak terjadi di tempat umum. Meskipun ada petugas keamanan yang bertugas menjaga tempat umum tersebut agar tetap aman, namun menjaga barang bawaan kita masing-masing dan waspada terhadap sekitar tetaplah menjadi bagian kita untuk dilakukan.   Dalam ayat bacaan hari ini, kita dapat membayangkan situasi mencekam ketika Yesus sedang berada di Taman Getsemani menjelang penangkapan-Nya. Pada perikop ini, Yesus menegaskan sebanyak dua kali kepada para murid-Nya untuk tetap berjaga-jaga dan berdoa supaya tidak ada diantara mereka yang jatuh ke dalam pencobaan (ayat 40 dan 46). Penegasan Yesus yang kedua kalinya Ia lakukan karena setelah Yesus selesai berdoa, Ia mendapati para murid-Nya tertidur di saat situasi yang sedang mencekam dan rentan bagi mereka untuk goyah dan jatuh dalam pencobaan (ayat 45).   Dari hal tersebut kita diingatkan kembali untuk berjaga-jaga dan berdoa senantiasa di dalam keadaan dan situasi apapun, karena peperangan rohani sangatlah nyata dan iblis gencar ‘menyerang’ orang-orang percaya, khususnya ketika kita sedang diperhadapkan dengan situasi yang tidak baik atau penuh dengan beban serta pergumulan. Doa adalah kunci utama bagi setiap orang percaya untuk tetap teguh dan melekat dengan Allah, sehingga tidak ada celah bagi iblis untuk melemahkan kita. Ketika kita berdoa, kita mencari Allah, Allah yang selalu setia mendengar seruan doa kita kapanpun dan dimanapun.   Berdoa atau tidak berdoa adalah sebuah pilihan, tetapi hasilnya sangatlah berbeda. Dengan berdoa, Yesus mendapatkan kekuatan dari Bapa-Nya. Sama seperti kita, apapun yang sedang kita alami hari-hari ini, mari terus berdoa, terus mencari hadirat-Nya di dalam hidup kita, sehingga kita dapat meresponi apapun situasi hidup kita dengan tepat sesuai dengan yang dikehendaki-Nya.   Di dalam doa kita mendapatkan kekuatan baru dari Tuhan untuk mematahkan kuasa si Jahat. God bless!!!