Rabu, 29 Maret 2023 Pembacaan Alkitab: Keluaran 34-36 KESEMPATAN KEDUA Berjalanlah TUHAN lewat dari depannya dan berseru: ”TUHAN, TUHAN, Allah penyayang dan pengasih, panjang sabar, berlimpah kasih-Nya dan setia-Nya (Kel. 34:6) Pertemuan Musa dengan Allah di atas gunung Sinai, terjadi setelah bangsa Israel melakukan dosa dalam menyembah anak lembu emas. Allah menunjukkan kasih sayang-Nya dengan memberikan Musa peraturan yang harus diikuti oleh bangsa Israel. Meskipun bangsa Israel telah melakukan kesalahan besar, Allah tetap bersedia memperlihatkan kasih sayang-Nya dan memberikan kesempatan kedua bagi mereka untuk memperbaiki diri. Allah tidak hanya menghakimi dan menghukum tetapi juga memberikan kasih sayang dan belas kasih kepada umat-Nya. Biarlah kita menjadi semakin mengerti bahwa Ia adalah Allah yang panjang sabar dan setia. Meskipun sering kali kita sebagai anak-Nya melanggar perjanjian dan janji yang telah dibuat, Allah tetap setia kepada kita. Dia tidak cepat marah dan tidak lelah untuk membimbing kita. Kita harus belajar untuk menjadi panjang sabar dan setia seperti Allah, terutama dalam menghadapi mereka yang telah Melukai dan Merugikan hidup kita, haruslah kita ampuni & melupakan kesalahannya seperti Tuhan juga mengampuni & melupakan dosa kita memang Tidak mudah, namun bukan berarti tidak bisa. Siapakah kita di hadapan Allah? Kita adalah manusia yang tidak layak mendapatkan anugerah dari-Nya, namun kasih sayang Tuhan Yesus yang tak terbatas membuat kita dilayakan mendapatkan anugerah Nya. Jika saat ini kita masih ada dalam pergumulan dosa, datanglah meminta pengampunan kepada Nya, Ia pasti akan mengampuni dan menyucikan kita dari segala dosa (1 Yoh. 1:9). Gunakanlah kesempatan kedua yang Tuhan berikan kepada kita untuk hidup dalam kebenaran, bukan hidup di dalam dosa. Muliakanlah Tuhan Yesus melalui segala perbuatan hidup kita. Bukan karena perbuatan baik kita diselamatkan, tetapi karena anugerah Tuhan. Kita diselamatkan untuk melakukan perbuatan baik.
“Ia tidak ada di sini, Ia telah bangkit. Ingatlah apa yang dikatakan-Nya kepada kamu, ketika Ia masih di Galilea,” (Luk. 24:6) Pada ayat bacaan hari ini mengisahkan tentang kejadian pada hari Sabtu pagi, ketika beberapa wanita pergi ke makam Yesus untuk meminyaki tubuh-Nya. Ketika mereka sampai di sana, mereka menemukan batu yang telah digulingkan dari pintu makam, dan ketika mereka masuk, mereka tidak menemukan tubuh Yesus di dalamnya. Mereka sangat terkejut dan bingung, dan tiba-tiba dua orang malaikat muncul di dekat mereka dan memberi tahu bahwa Yesus telah bangkit dari antara orang mati. Para wanita itu kemudian pergi memberi tahu para murid, tetapi mereka tidak percaya pada awalnya. Namun, Petrus kemudian pergi ke makam dan menemukan bahwa Yesus tidak ada di sana, seperti yang telah dikatakan wanita-wanita itu. Semua ini memperkuat keyakinan mereka bahwa Yesus benar-benar telah bangkit dari antara orang mati, dan ini juga menjadi bukti bahwa Yesus telah menepati janji-Nya. Kematian-Nya bukanlah akhir dari segalanya, melainkan awal dari kehidupan yang baru. Ini adalah tanda nyata dari kekuatan dan kuasa Allah atas kematian, dan merupakan bukti bahwa Yesus adalah Anak Allah yang sejati. Kita juga dapat meneladani kesetiaan para wanita yang pergi ke makam itu. Mereka tetap setia pada Yesus bahkan setelah kematian-Nya, dan berusaha memenuhi kewajiban mereka dengan meminyaki tubuh-Nya. Mereka juga menjadi saksi pertama dari kebangkitan-Nya, dan melalui mereka, pesan ini menyebar ke seluruh dunia. Selain itu, kisah ini juga menjadi pengingat bagi setiap dari kita bahwa Yesus bukanlah figur sejarah yang telah lama mati, tetapi Dia masih hidup dan hadir di dalam hidup kita saat ini. Kita dapat memiliki hubungan yang intim dengan-Nya, dan melalui iman kita, kita juga dapat mengalami kebangkitan kehidupan yang baru dalam Kristus.
Selasa, 28 Maret 2023 Pembacaan Alkitab: Keluaran 31-33 “Tanpa Penyertaan TUHAN kita tidak akan Mampu” Berkatalah Musa kepada-Nya: ”Jika Engkau sendiri tidak membimbing kami, janganlah suruh kami berangkat dari sini (Kel. 33:15) Ketika kita masih kecil, kehidupan kita sangat bergantung penuh pada orang tua kita. Begitu pula dalam kehidupan kita sebagai anak Allah biarlah kita semakin bergantung sepenuhnya kepada Nya. Jika kita tidak Bergantung & mengandalkan Tuhan, hal ini menunjukkan kesombongan kita karena merasa kuat tanpa penyertaan Nya. Tuhan sangat senang ketika kita menyerahkan diri sepenuhnya kepada Nya, sehingga Dia dapat memimpin dan membimbing kita sesuai dengan kehendak dan rencana-Nya. Saat memimpin bangsa Israel Musa meminta tuntunan dan bimbingan dari Tuhan. Pernyataan: “Jika Engkau sendiri tidak membimbing kami, janganlah suruh kami berangkat dari sini.” Ini adalah bentuk penyerahan dan kerendahan hati Musa di hadapan Tuhan, bahwa tanpa Tuhan dia tidak mungkin bisa membawa keluar bangsa Israel dari tanah Mesir. Banyak orang memilih untuk menempuh jalannya sendiri dari pada meminta petunjuk Tuhan, karena seringkali kita merasa jalan Tuhan tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan. Penyertaan-Nya tidak menjamin hidup kita bebas dari masalah, tetapi penyertaan-Nya membuat kita Mampu menghadapi masalah. Hari-hari ini, kita belajar menyerahkan hidup sepenuhnya kepada Tuhan Yesus. Tanpa-Nya, tidak mungkin kita bisa melakukan apapun, bahkan apapun yang kita lakukan sia-sia & tidak memiliki nilai kekekalan. Penyertaaan Tuhan membuat kita kuat disaat kita mulai lemah, penyertaan-Nya membuat kita memiliki pengharapan di kala kesesakan. Penyertaan Allah adalah sumber kekuatan bagi hidup kita. Tanpa-Nya, kita tidak bisa melakukan apa-apa.
Senin, 27 Maret 2023 Pembacaan Alkitab: Keluaran 28-30 KEHADIRAN ALLAH MEMBERIKAN KEBEBASAN “Maka mereka akan mengetahui, bahwa Akulah, TUHAN, Allah mereka, yang telah membawa mereka keluar dari tanah Mesir, supaya Aku diam di tengah-tengah mereka; Akulah TUHAN, Allah mereka.” (Kel. 29:46) Dalam hidup orang percaya, seringkali kita diperhadapkan dengan tantangan dan cobaan yang dapat membuat kita merasa terperangkap dan terbelenggu. Namun, firman Tuhan hari ini mengingatkan kita bahwa kita memiliki Tuhan yang rindu membebaskan kita dari segala sesuatu yang menindas kita. Dia tidak hanya membebaskan kita dari dosa dan perbudakan, tetapi juga memenuhi kebutuhan kita dan membimbing dalam jalan hidup yang benar. Tuhan Yesus adalah Allah yang ingin berdiam dalam kehidupan kita untuk membimbing & menuntun kita Dia ingin kita mengalami kehadiran-Nya dalam segala sesuatu yang kita lakukan. Melalui kehadiran Nya, Dia memberikan kebebasan dari rasa takut, Kuatir & kesedihan Bergaul dan bersekutu dengan Allah adalah kebutuhan utama bagi orang Percaya. Marilah kita terus mencari kehadiran-Nya dalam hidup ini. ‘Hanya dekat Allah saja aku tenang, dari pada-Nyalah keselamatanku.’ (Mzm. 62:2). Kehadiran Allah adalah kedamaian dan kebebasan bagi hidup kita. Tuhan Yesus adalah Allah yang selalu rindu menolong dan memulihkan hidup kita. Ingatlah, tidak ada tempat yang lebih indah selain dari hadirat Tuhan.
Minggu, 26 Maret 2023 Pembacaan Alkitab; Keluaran 25-27 TEMPAT KUDUS BAGI ALLAH “Dan mereka harus membuat tempat kudus bagi-Ku, supaya Aku akan diam di tengah-tengah mereka.” (Keluaran 25:8) Dalam Perjanjian lama Perjumpaan Allah dengan umat-Nya dilaksanakan pada tempat-tempat yang telah dikhususkan bagi Allah. Sama seperti yang dimaksud dalam Keluaran 25 ini dimana Allah menghendaki bangsa Israel sebagai kepunyaan-Nya untuk mempersiapkan tempat yang kudus bagi-Nya. Dimana tempat itu akan menjadi tempat yang dikuduskan bagi Allah berdiam, tempat dimana Allah bertemu dengan umat-Nya. Sama seperti ketika Allah bertemu dengan Musa di gunung Sinai. Dengan Kehadiran Yesus, tempat yang terbatas itu dihancurkan melalui pengorbanan Yesus. Dia menjadikan diri-Nya sebagai jaminan dan jalan satu-satunya agar kita umat-Nya bisa menjalin hubungan kembali dengan Allah. Karena Yesus, tidak ada lagi penghambat yang menghalangi kita menjalin hubungan dengan Allah. Tempat kudus tidak selalu berarti sebuah bangunan gereja atau tempat ibadah. Tempat kudus adalah tempat dimana Allah dimuliakan, dipuji, disembah & dirindukan kehadiranNya, sehingga HadiratNya menjadi nyata. Dimana ada Hadirat Nya disitulah menjadi tempat Kudus. Kita Memerlukan hadirat Nya didalam segala aspek kehidupan kita
Sabtu, 25 Maret 2023 Pembacaan Alkitab; Keluaran 22-24 MENJADI PELAKU FIRMAN Lalu datanglah Musa dan memberitahukan kepada bangsa itu segala firman TUHAN dan segala peraturan itu, maka seluruh bangsa itu menjawab serentak: “Segala firman yang telah diucapkan TUHAN itu, akan kami lakukan.” (Keluaran 24:3) Bangsa Israel memang adalah bangsa pilihan tapi bukan berarti bangsa ini tidak lagi membutuhkan arahan ataupun bimbingan. Justru karena bangsa pilihan, Tuhan hendak membimbing dan menuntun bangsa ini supaya menjadi bangsa yang sungguh-sungguh taat, yang mengikuti perintah dan ketetapan Nya. Oleh karena itu Tuhan membuat perjanjian dengan Bangsa Israel sebagai pengikat melalui Musa. Disuruhnyalah orang-orang muda dari bangsa Israel, untuk mereka mempersembah kan korban bakaran dan menyembelih lembu jantan sebagai korban keselamatan kepada Tuhan. Kemudian darahnya menjadi tanda perjanjian antara Tuhan dengan Bangsa Israel. Kita dikaitkan sebagai Israel rohani. Hidup kita sudah ditebus bukan dengan darah lembu tapi oleh darah Yesus sebagai pengikat yang menyatukan kita dengan diri-Nya sebagai anak-anak-Nya. Dan sebagai anak-Nya, Ia rindu kita taat dan menghidupi firman-Nya. Bagaimana cara kita menghidupi firman-Nya? Yaitu dengan membaca Firman, Merenungkan & Melakukannya setiap saat. Jika firman Tuhan katakan, “bersyukurlah dalam segala hal”, itulah yang kita lakukan, Kalau firman Tuhan katakan: “ampunilah seorang akan yang lain” itu berarti kita juga harus melakukannya Marilah kita menjadi pelaku firman yang taat kepada-Nya.
Jumat, 24 Maret 2023 Pembacaan Alkitab; Keluaran 19 – 21 Berkat Ketika Menghormati Orang Tua “Hormatilah ayahmu dan ibumu, supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan Tuhan, Allahmu, kepadamu.” (Keluaran 20:12) Betapa pentingnya menaruh rasa hormat kepada orangtua, ini terbukti ketika Tuhan memberikan kesepuluh hukum taurat Ia pun menuliskannya. Bahkan tidak hanya itu saja, Tuhan juga menyediakan berkat didalamnya. Apabila seorang anak menaruh rasa hormat kepada orang tuanya maka Tuhan akan menjadikan diriNya sendiri jaminan untuk membalas dan memberkati anak tersebut. Mungkin juga banyak orangtua yang tidak mampu untuk membalas sendiri perbuatan anak-anaknya, karena keterbatasan yang ada, tetapi Tuhan selalu mampu dan pasti memberkati. Jadi sebagai seorang anak, jangan pernah melihat apakah orangtua nantinya bisa memberkati atau tidak. Sebagai orang yang percaya, sekalipun orang tua kita tidak mampu atau berkekurangan, namun kita harus tetap menghormati mereka dengan penuh cinta dan tulus hati karena itu adalah kehendak Tuhan bagi kita. Kita harus taat akan firman Tuhan karena firmanNya jelas menyatakan bahwa Tuhan sendiri yang akan memberkati kita, bukan orangtua. Setiap anak yang sungguh-sungguh menghormati orangtuanya akan hidup diberkati Tuhan jasmani dan rohani. Jangan sekali-kali berlaku kurang ajar dan jangan pernah hitung-hitungan ketika kita memberikan sesuatu kepada orangtua, karena Tuhan sendiri yang akan membalasnya dengan berlimpah dan bukan hanya itu saja, tetapi Tuhan berjanji akan memberikan umur panjang kepada kita. Hai anak-anak, taatilah orang tuamu di dalam Tuhan, karena haruslah demikian, Hormatilah ayahmu dan ibumu — ini adalah suatu perintah yang penting, seperti yang nyata dari janji ini: supaya kamu berbahagia dan panjang umurmu di bumi.(Efesus 6:1-3)
Kamis, 23 Maret 2023 Pembacaan Alkitab; Keluaran 16-18 Kerjasama yang Mendatangkan Kemenangan “Maka penatlah tangan Musa, sebab itu mereka mengambil sebuah batu, diletakkanlah di bawahnya supaya ia duduk diatasnya. Harun dan Hur menopang kedua belah tangannya, seorang di sisi yang satu, seorang di sisi yang lain sehingga tangannya tidak bergerak sampai matahari terbenam.” (Keluaran 17:12) Ketika pertempuran antara bangsa Amalek melawan bangsa Isarel, dimana bangsa Isarel di pimpin oleh Yosua dalam pertempuran ini (Kel 17) Maka Musa menopang bangsa Israel dari atas gunung Horeb. Saat Musa mengangkat kedua tangannya untuk meninggikan Allah, maka bangsa Israel yang dipimpin Yosua menjadi kuat, namun saat Musa kelelahan dan tangannya turun maka orang Amalek yang menjadi kuat. Ketika hal itu terjadi tanpa diperintah, Harun dan Hur yang bersama-sama dengan Musa di atas gunung tersebut meletakkan batu di bawah ke dua tangan Musa yang teracung. Sementara bangsa Israel bersama dengan Yosua terus berperang melawan orang Amalek yang akhirnya dapat dimenangkan. Itulah hasil dari kerjasama yang kuat dalam kebersamaan, maka kemenangan di dalam Tuhan pun dapat diraih. Hal ini juga berlaku juga dalam setiap kehidupan kita sebagai orang percaya dalam keluarga atau dalam sebuah pelayanan digereja. Seperti Musa sebagai pemimpin bisa saja merasa lelah apalagi menghadapi peperangan besar sehingga dia perlu ditopang oleh Harun dan Hur, inilah kesatuan dan kerja sama, walaupun masing-masing menempati posisi yang berbeda namun menghasilkan sesuatu yang besar. Tugas pekerjaan yang besar hanya akan berhasil apabila dilakukan secara bersama dalam kesatuan sama seperti tubuh itu satu dan anggotanya banyak namun semua anggota meskipun berbeda tapi merupakan satu tubuh; demikian pula Kristus (1 Kor 12:12). Tubuh akan terlihat indah kalau masing-masing anggota menempati posisinya dengan benar. Demikian juga sebagai anggota tubuh Kristus akan terlihat indah dan menghasilkan karya yang besar bahkan kemenangan yang hebat saat satu sama lain saling bekerja sama dan menempati posisi yang tepat sesuai dengan karunia Allah yang dipercayakan.