Selasa, 18 Juli 2023 Pembacaan Alkitab; 2 Samuel 5-8 MELIBATKAN TUHAN Dan Daud berbuat demikian, seperti yang diperintahkan TUHAN kepadanya, maka ia memukul kalah orang Filistin, mulai dari Geba sampai dekat Gezer (2 Samuel 5:25) Firman Tuhan hari ini mencatat tentang perintah yang diberikan Tuhan kepada Raja Daud saat dia menghadapi pertempuran melawan orang Filistin di sekitar Bukit Perasim. Tuhan memberi petunjuk kepada Daud untuk maju dalam pertempuran, dan Daud dengan setia mengikuti perintah-Nya. Hal ini mengingatkan kita bahwa kita tidak boleh melupakan Tuhan dalam setiap aspek kehidupan kita, sekecil apapun itu di mata kita. sering kali kita mengandalkan kekuatan dan kepintaran kita sendiri. Lupa bahwa kita membutuhkan bimbingan, perlindungan, dan kekuatan dari Tuhan. Ketika kita melibatkan Tuhan dalam setiap langkah kita, maka kita sedang mengakui bahwa Dia adalah sumber kehidupan dan kekuatan sejati. Dalam hidup ini, kita dihadapkan pada berbagai masalah dan tantangan yang seringkali melebihi kemampuan kita sendiri. Ketika kita memilih untuk melibatkan Tuhan, maka kita mengakui bahwa Dia adalah yang paling berkuasa dan mampu mengatasi segala sesuatu yang kita hadapi. Melibatkan Tuhan berarti mengandalkan-Nya sepenuhnya, menyerahkan diri kita kepada-Nya, dan mempercayakan segala hal kepada kebijaksanaan-Nya. Kekuatan kita sangat terbatas. Tuhan Yesus adalah sumber kekuatan, hikmat, dan keberhasilan kita. Dia akan memimpin kita dalam setiap langkah kita dan memberikan jalan keluar yang terbaik dalam setiap pertempuran hidup kita. Kita tidak perlu takut atau putus asa, karena Tuhan berjanji akan selalu bersama kita dan memberikan pertolongan-Nya. Melibatkan Tuhan adalah langkah bijaksana yang membawa hidup kita mengalami kemenangan demi kemenangan.
Senin, 17 Juli 2023 Pembacaan Alkitab; 2 Samuel 1-4 MENGHORMATI PEMIMPIN Lalu Daud memegang pakaiannya dan mengoyakkannya; dan semua orang yang bersama-sama dengan dia berbuat demikian juga (2 Sam. 1:11) Seorang pengantar datang kepada Raja Daud dengan berita yang mengejutkan dan menyedihkan mengenai kematian Raja Saul. Meskipun Saul berulang kali berusaha membunuh Daud, dia tetap menghormati Saul sebagai raja yang diurapi dan menghargai persahabatannya dengan Yonatan. Daud tidak bersukacita, melainkan meratapi kematiannya. Dalam saat ini, kita melihat pentingnya empati dan belas kasihan yang ditunjukkan Daud kepada Saul. Walaupun Daud punya alasan untuk membenci Saul, Daud tetap mengasihi dan menghormati Saul sebagai raja yang diurapi oleh Allah. Dia merasakan kehilangan dan kesedihan yang mendalam atas kematian Saul. Sikap Daud sungguh luar biasa, sikapnya mengajarkan kita untuk melihat kebaikan dalam orang lain, bahkan ketika kita berada dalam konflik atau perselisihan dengan mereka. Kita tidak boleh membiarkan permusuhan dan konflik menghalangi kita untuk mempraktekkan kasih dan empati kepada sesama. Respons Daud yang sangat menghormati Allah melalui menghormati orang yang diurapi Allah mengingatkan kita untuk bersikap rendah hati menghormati orang yang ditunjuk Tuhan menjadi pemimpin kita. Pemimpin kita memiliki kelemahan atau kekurangan, adakalanya secara tidak sengaja menyakiti kita dengan perkataan dan perbuataannya. Namun, jangan biarkan kelemahannya jadi alasan bagi kita membencinya. Saat mengalami musibah, kita patut berempati, bukan bersukacita. Oleh karena itu, doakanlah para pemimpin yang Tuhan tempatkan dimana pun kita berada, baik di gereja, ditempat kita bekerjaa, bahkan mungkin pemimpin kita disekolah. Berdoalah agar mereka dipelihara Tuhan untuk menjadi berkat bagi semua orang! Kekurangan atau kelemahan pemimpin kita bukanlah sebuah alasan untuk membencinya. Sebab itu, berdoalah bagi pemimpin kita.
Minggu, 16 Juli 2023 Pembacaan Alkitab; 1 Samuel 29 – 31 TETAP PERCAYA KEPADA -NYA “Lalu menangislah Daud dan rakyat yang bersama-sama dengan dia itu dengan nyaring, sampai mereka tidak kuat lagi menangis.” (1 Samuel 30:4) Dari ayat di atas, kita bisa membayangkan betapa berat pergumulan yang dialami Daud dan seluruh rakyatnya sehingga menangis sampai mereka sudah tidak kuat lagi. Pernahkah kita mengalami pergumuluan yang berat seperti Daud ? atau mungkin saat ini kita sedang berada dalam pergumulan tersebut? Ketika mengalaminya, apakah kita mengandalkan Tuhan dengan tetap menaruh pengharapan kita kepada-Nya ? pergumulan Daud sangat berat saat itu, tapi keputusan Daud tepat meskipun dalam pergumulan yang berat, Daud tetap menguatkan kepercayaannya kepada Tuhan. Semua orang pasti pernah mengalami pergumulan. Apapun bentuk pergumulannya, keputusan kita seharusnya seperti Daud. Karena pencobaan-pencobaan yang kita alami adalah pencobaan biasa yang tidak melebihi kemampuan dan kekuatan kita (1 Kor 10:13). Pergumulan akan selalu ada tapi Tuhan juga berjanji akan menyertai kita dan memberikan kekuatan kepada kita untuk bisa menanggungnya. Dia mengasihi kita itu sebabnya Dia tidak akan membiarkan kita hanyut dalam pergumulan. Tidak ada masalah dan pergumulan yang tidak ada jalan keluar. Selama kita berjalan Bersama Tuhan, apapun pergumulan yang kita hadapi, Tuhan akan selalu menyertai dan memberikan kekuatan bagi kita. Tetaplah percaya dan berharap kepada-Nya. Dia pasti menolong kita.
Sabtu, 15 Juli 2023 Pembacaan Alkitab; I Samuel 26 – 28 MEMBALAS KEJAHATAN DENGAN KEBAIKAN Tetapi kata Daud kepada Abisai: “Jangan musnahkan dia, sebab siapakah yang dapat menjamah orang yang diurapi TUHAN, dan bebas dari hukuman?” (1 Samuel 26:9) Selama kita masih berada didunia ini kita tidak akan terlepas dari disakiti atau dikhianati. Ketika kita mengalaminya yang terpenting adalah reaksi kita. Seseorang yang Memiliki kedewasaan rohani sikap dan caranya mengatasi persoalan pasti akan sesuai dengan kehendak Allah. Kita bisa belajar sikap ini dari Daud ketika dia menghadapi Saul. Berkali kali Saul berniat jahat kepada Daud bahkan berikthiar untuk membunuhnya, tapi Daud selalu mengampuni Saul. Bahkan berkali kali juga Daud mendapat kesempatan untuk membalas Saul, tapi Daud memilih untuk tidak melakukannya. Padahal kesempatan ada dan situasi pada waktu itu juga memungkinkan. Bagaimana dengan kita? Pernahkan kita dikecewakan, difitnah atau bahkan dirugikan? Seperti Daud, meskipun punya kesempatan untuk membalas Saul, tapi ia memilih untuk tidak melakukan itu. Daud tahu kalau ia tidak harus membalas kejahatan dengan kejahatan. Mungkin saat ini keadaan kita seperti Daud, yang membalas Kejahatan dengan kebaikan. Tuhan ingin kita mengasihi musuh kita bahkan berdoa bagi mereka. Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga.(Matius 6:14)
Jumat, 14 Juli 2023 Pembacaan Alkitab; 1 Samuel 22-25 MENGAMPUNI & MELUPAKAN Ketahuilah, pada hari ini matamu sendiri melihat, bahwa TUHAN sekarang menyerahkan engkau ke dalam tanganku dalam gua itu; ada orang yang telah menyuruh aku membunuh engkau, tetapi aku merasa sayang kepadamu karena pikirku: Aku tidak akan menjamah tuanku itu, sebab dialah orang yang diurapi TUHAN. (1 Samuel 24:11) Tindakan apakah yang akan dilakukan seseorang ketika mendapatkan dirinya diperlakukan dengan jahat & tidak adil? Umumnya adalah dengan balas dendam. Dalam 1 Samuel 24 diceritakan bahwa Daud dan anak buahnya bersembunyi di sebuah gua untuk melarikan diri dari kejaran Raja Saul yang ingin membunuhnya. Ketika Raja Saul berjalan masuk ke dalam gua yang sama, untuk membuang hajat ternyata disitu pula Daud dan anak buahnya bersembunyi, anak buah Daud melihat hal itu sebagai kesempatan yang tidak boleh dilewatkan untuk menghabisi raja Saul sebagai cara balas dendam. Namun, Daud tidak mau melakukannya. Ketika Raja Saul mengetahui bahwa Daud memilih untuk tidak membunuhnya, Raja Saul hampir tidak percaya. Bahkan ia berseru “Engkau lebih benar dari pada aku,”(ay.18-19). Saat kita mengalami ketidakadilan akankah kita mengambil tindakan dengan balas dendam? seperti yang diinginkan anak buah Daud, atau kita mengambil keputusan seperti yang Daud lakukan? Sebab Daud tahu bahwa siapakah raja Saul itu, bukan karena dia takut kepadanya melainkan karena Daud takut akan Tuhan & tahu bahwa Raja Saul adalah seseorang yang diurapi Tuhan. Jadi, marilah kita untuk tidak mudah menyerahkan hasrat jahat dengan balas dendam kepada orang yang sudah berlaku tidak baik dan tidak adil kepada kita, melainkan kita harus mengampuninya seperti yang sudah Tuhan Yesus ajarkan (Mat. 5:44; Rm 45:21).
Kamis, 13 Juli 2023 Pembacaan Alkitab; 1 Samuel 19-21 “MENINGGALKAN KEBENCIAN” Saul mengatakan kepada Yonatan, anaknya, dan kepada semua pegawainya, bahwa Daud harus dibunuh (1 Sam. 19:1) Dalam kehidupan, sering kali kita juga diperhadapkan pada situasi di mana seseorang mungkin melukai atau menyakiti kita. Dalam situasi tersebut, respon kita terhadap perlakuan buruk adalah pilihan kita. Apakah kita memilih untuk memelihara kebencian atau kita mengampuni dan membiarkan kasih Tuhan memimpin tindakan kita. Kebencian Saul kepada Daud. Dalam pasal 19, secara terbuka Saul mengumumkan ingin membunuh Daud, yang adalah menantunya (1). Kedengkiannya saul terhadap Daud kadang hilang kadang kambuh lagi. Saul awalnya menghormati Daud karena keberhasilannya dalam pertempuran melawan Filistin dan karena kepiawaiannya dalam berbagai bidang. Namun, ketika rakyat mulai memuji Daud lebih dari Saul dan ketika Daud diangkat sebagai raja oleh Allah melalui Samuel, rasa cemburu dan kebencian tumbuh dalam hati Saul. Kebencian Saul mendorongnya untuk melakukan berbagai cara untuk membunuh Daud Kebencian merupakan sampah dalam hidup kita, jika kita tidak membuangnya akan menimbulkan penyakit dalam diri kita. Saat kita membenci, kita sedang meracuni hati dan pikiran kita dengan emosi negatif yang membuat kita tidak mengalami damai sejahtera. Namun, jika kita memilih untuk mengampuni dan melepaskan kebencian, maka kita akan menemukan kedamaian dan sukacita sejati. Meninggalkan kebencian bukan berarti melupakan atau mengabaikan kesalahan yang dilakukan orang lain. Namun, kita sedang memilih untuk tidak membiarkan kebencian mengendalikan hidup kita dan membiarkan kasih yang bekerja pada situasi sulit. Ketika kita dihadapkan pada situasi di mana kebencian menghampiri kita, marilah kita memilih untuk mengampuni dan meninggalkan kebencian. Mintalah kekuatan kepada Roh Kudus agar kita mampu meninggalkan kebencian, sebab tanpa kekuatan Nya kita tidak mungkin bisa mengampuni. Mari meneladani sikap Tuhan Yesus yang sedikit pun tidak memendam kebencian ketika mengalami siksa sebelum mati di kayu salib. Mengampuni bukanlah tanda bahwa kita lemah, melainkan bukti bahwa kita memiliki iman yang kokoh.
Rabu, 12 Juli 2023 Pembacaan Alkitab; 1 Samuel 16-18 Menang Atas “Goliath” Tetapi Daud berkata kepada orang Filistin itu: “Engkau mendatangi aku dengan pedang dan tombak dan lembing, tetapi aku mendatangi engkau dengan nama TUHAN semesta alam, Allah segala barisan Israel yang kau tantang itu. (1 Samuel 17:45) Pertarungan Daud melawan Goliat adalah pertarungan yang bisa dikatakan mustahil. Sebab seperti yang kita tahu bahwa Daud adalah anak muda yang tidak berpengalaman, namun ia menantang Goliat, raksasa Filistin yang ganas. Goliat adalah seorang yang gagah perkasa memiliki kekuatan dan persenjataan yang lengkap seperti baju zirah tembaga dan lembing tajam yang mematikan (1 Sam 17:5-6). Sedangkan, Daud adalah seorang gembala yang masih sangat muda yang hanya membawa sebuah ketapel. Bayangkan betapa terkejutnya orang-orang ketika Daud mengajukan dirinya untuk melawan Goliat, ia mendapatkan keberanian yang tidak dimiliki oleh para prajurit israel lain, karena Daud tidak melihat Goliat yang berbadan besar seperti raksasa itu, namun ia hanya melihat Allahnya yang besar. Bahkan dalam ayat 46 dengan iman Daud mengatakan bahwa “Tuhan akan menyerahkan [Goliat] ke dalam tanganku,”. Meskipun semua orang meyakini Goliat sangat luar biasa, tetapi Daud percaya Allah jauh lebih besar dan luar biasa. Itu semua terbukti saat Daud hanya dengan sebutir batu yang diontarkannya ke kening Goliat, maka roboh dan matilah goliat. Begitu juga dengan kita sering kali mempercayai bahwa “Goliat” yang dapat juga kita gambarkan sebagai kesulitan & masalah mengendalikan hidup kita. Tetapi, percayalah bahwa Allah jauh lebih besar dan hanya Dialah yang sanggup mengendalikan jalan hidup kita, sehingga kita akan menang melawan “Goliath” dalam kehidupan kita.
Selasa, 11 Juli 2023 Pembacaan Alkitab; 1 Samuel 13 – 15 Akibat Ketidaktaatan pada Tuhan Mengapa engkau tidak mendengarkan suara TUHAN? Mengapa engkau mengambil jarahan dan melakukan apa yang jahat di mata TUHAN?” 1 Samuel 15:19 Melalui Samuel, Allah memberikan tugas kepada Saul untuk menumpas bangsa Amalek secara total. Awalnya, Saul melakukan apa yang diperintahkan Allah. Namun, pada akhirnya berbeda. Saul tidak taat. Melalui Samuel, Allah menegur Saul bahwa apa yang telah dilakukannya adalah jahat Saul berdalih atas ketidaktaatannya dan kemudian melemparkan semua kesalahan itu pada rakyatnya. Samuel mengingatkan Saul bahwa ketaatan kepada Allah jauh lebih penting daripada kurban bakaran, ketidaktaatan adalah dosa. Samuel mengingatkan Saul bahwa ia bisa menjadi raja karena Allah memberikan anugerah kepadanya. Tanpa Tuhan, mustahil Saul dapat menjadi raja atas orang Israel. Saul seharusnya selalu mengingat kebaikan Tuhan dan hidup takut kepada Tuhan, bukan takut kepada manusia. Kesombongan yang ada pada Saul begitu besar. Meskipun ia mengakui dosanya, namun hal tersebut bukan datang dari pertobatan yang sungguh-sungguh. Ia tetap berdalih dan menyalahkan pihak lain. Dosa inilah yang menjadikan Saul sebagai seorang pemimpin yang gagal di mata Allah Dalam Ulangan 11:28 “dan kutuk, jika kamu tidak mendengarkan perintah TUHAN, Allahmu, dan menyimpang dari jalan yang kuperintahkan kepadamu . . . “ Ada konsekuensi dalam ketidaktaatan kita kepada Tuhan. Ketaatan pada Tuhan hanya dapat kita lakukan jika kita memberi diri untuk dipimpin oleh Roh Kudus sehingga kita dapat hidup sesuai dengan Firman Nya & mampu untuk menyangkal diri serta menyerahkan sepenuhnya hidup ini kepada Kristus.