Rabu, 26 Juli 2023 Pembacaan Alkitab; 1 Raja-raja 4-6 HIKMAT & KEBIJAKSANAAN Dan Allah memberikan kepada Salomo hikmat dan pengertian yang amat besar, serta akal yang luas seperti dataran pasir di tepi laut, sehingga hikmat Salomo melebihi hikmat segala bani Timur dan melebihi segala hikmat orang Mesir. (1 Raja-Raja 4:29-30) Tuhan memberikan hikmat yang luar biasa kepada Raja Salomo. Betapa mengagumkan hikmat dan kebijaksanaan yang dianugerahkan oleh Tuhan sehingga Salomo dapat menggubah 3000 amsal, dan 1005 nyayian, bahkan orang berbondong-bondong datang untuk mendengarkan hikmatnya. Dari kehidupan Salomo kita belajar tentang pentingnya mencari hikmat dari Tuhan dalam hidup ini. Kebijaksanaan sejati tidak didasarkan pada pengetahuan atau kecerdasan manusia semata, melainkan berasal dari keintiman dengan Allah. Jangan mengandalkan Hikmat & kemampuan intelektual kita sendiri ketika menghadapi masalah dan mengambil keputusan yang benar & tepat dalam hidup kita. Ketika kita memiliki hikmat dari Tuhan, maka kita akan dapat melihat hidup ini dari perspektif Allah. Kita akan menjadi lebih peka terhadap kebutuhan orang lain dan memahami bahwa kebijaksanaan sejati itu melibatkan kasih, kerendahan hati, dan pertimbangan terhadap kebutuhan orang lain. Milikilah hikmat yang dari Tuhan karena Dia adalah sumber hikmat dan kebijaksanaan itu sendiri yang tak terbatas, dan Dia rindu untuk memberikan hikmat-Nya kepada kita yang sungguh-sungguh mencarinya. Karena TUHANlah yang memberikan hikmat, dari mulut-Nya datang pengetahuan dan kepandaian (Amsal 2:6) Permulaan hikmat adalah takut akan Tuhan, dan mengenal Yang Mahakudus adalah pengertian.(Amsal 9:10)
Selasa, 25 Juli 2023 Pembacaan Alkitab; 1 Raja-raja 1 – 3 “Mintalah hikmat dari Tuhan” Maka berikanlah kepada hamba-Mu ini hati yang faham menimbang perkara untuk menghakimi umat-Mu dengan dapat membedakan antara yang baik dan yang jahat, sebab siapakah yang sanggup menghakimi umat-Mu yang sangat besar ini?” (1 Raja-raja 3:9) Raja Salomo dikenal sebagai raja yang paling berhikmat di dalam sejarah kerajaan Israel. Tuhan Yesus sendiri memujinya dan Tuhan menyatakan bahwa sebelum dan sesudahnya, tidak ada orang yang berhikmat seperti dia. Hikmat yang Salomo miliki terbukti nyata ketika ia menangani permasalahan dua Orang ibu yang memperebutkan anak yang masih hidup, di mana Salomo menemukan ibu yang sebenarnya. Dalam konteks ini tercatat pelajaran yang amat berharga bagi setiap orang percaya, yaitu meminta hikmat lebih penting dari segalanya. Di sini terlihat bahwa Salomo sangat mengerti kebutuhan utama dirinya yakni sebagai pemimpin Israel, dibandingkan dengan umur panjang, kekayaan, maupun kekuasaan. Permintaan Salomo menyenangkan hati Allah. Allah tidak hanya memberikan hikmat tetapi juga dengan kepandaian dan kekayaan lainnya sehingga kerajaannya semakin kokoh. Allah senang dengan doa Salomo. Dia bukan hanya memberi padanya hikmat, Allah memberikannya secara bekelimpahan. Allah menjadikan dia orang yang begitu bijaksana dimana tidak ada orang yang sebelumnya atau yang sesudahnya yang akan sebanding dengan dia dalam hal kebijaksanaan. Allah bukan saja memenuhi pemohonannya, tapi juga memberikan padanya hal-hal yang tidak dimintanya. Dengan hikmat Tuhan, kita sanggup mengatasi Masalah bahkan dengan hikmat yang dari Tuhan kita dapat menjadi pandai melebihi orang-orang pandai sekalipun. Dengan hikmat Tuhan artinya kita memakai cara Tuhan. Dalam bekerja, berusaha, sekolah dan lain sebagainya maka hikmat Tuhan akan menuntun kita. Hikmat Tuhan timbul dari hidup takut akan Tuhan.
Senin, 24 Juli 2023 Pembacaan Alkitab; Efesus 4 – 6 Hidup yang memancarkan terang Kristus Memang dahulu kamu adalah kegelapan, tetapi sekarang kamu adalah terang di dalam Tuhan. Sebab itu hiduplah sebagai anak-anak terang, karena terang hanya berbuahkan kebaikan dan keadilan dan kebenaran, Efesus 5 : 8 – 9 Terang itu memliki buah atau hasil. Gelap juga memiliki buah dan hasil. Buah terang akan membawa kita pada kehidupan yang baik dan berguna bagi dirikita dan sesama manusia. Dan buah kegelapan akan membawa kita kepada kematian, kebianasaan serta kesengsaraan bagi orang lain. Orang percaya dituntut untuk berbuah terang bukan gelap, karena setiap orang percaya harus menjadi anak-anak terang. Kita sudah dipindahkan dari kegelapan kepada terang, perpindahan itu menyebakan hidup kita berubah. Harus ada perubahan yang besar dalam hidup seseorang ketika mempercayai Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamatnya. Keadaan itu digambarkan seperti seseorang yang berada dalam kegelapan berpindah ke dalam terang. Dalam gelap seseorang tidak tahu apa yang harus diperbuatnya, mencekam, menakutkan dan sulit membedakan mana yang benar dan yang salah. Sedangkan didalam terang yang berbuahkan kebaikan, keadilan dan kebenaran. Kebaikan adalah sifat dari buah terang. Kebaikan akan mengalahkan kejahatan. Melakukan pekerjaan yang baik adalah rencana Allah bagi setiap orang percaya. Keadilan adalah lawan dari kecurangan dan penindasan. Ketika kita sebagai anak terang memperlakukan orang lain dengan adil, maka sesungguhnya kita sedang mematahkan belenggu kelaliman dan penindasan. Hal ini menjadikan orang tersebut melihat dan mengalami terang Tuhan dalam hidupnya. Perbuatan kita haruslah merupakan ekspresi dari kebenaran firman Allah, sehingga kita akan menghasilkan terang sepanjang hidup kita. Karena itu, teruslah berbuah yang memancarkan terang Kristus selama kita masih hidup.
Minggu, 23 Juli 2023 Pembacaan Alkitab; Efesus 1 – 3 Jangan sia-siakan pilihanNya Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya. (Efesus 1:4) Tujuan Tuhan memilih kita adalah supaya kita memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Tuhan dan supaya kita hidup kudus, tak bercacat sampai hari kedatanganNya. Jadi apapun yang terjadi dalam hidup kita, semuanya bertujuan agar kita memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Tuhan. Dipilih menjadi anak-anak Allah adalah berkat rohani yang tak ternilai harganya. Pada bagian ini, Paulus menekankan betapa luar biasanya pemilihan Allah itu. Melalui Yesus Kristus, Allah menebus kita dengan darah-Nya dan menganugerahkan pengampunan dosa sehingga kita diselamatkan dan menjadi milik kepunyaan Allah. Pemilihan Allah ini bukan karena kita layak, pemilihan itu berdasarkan keputusan Allah yang berdaulat. Betapa bahagianya kita yang mendapat berkat rohani yang tak ternilai ini. Sudah sepatutnya kita hidup secara bertanggung jawab sebagai orang pilihan Allah, yaitu dengan hidup kudus dan menjadi puji-pujian bagi kemuliaan Allah. Hidup kudus berarti kita harus berbeda dengan orang-orang yang hidup di luar Tuhan. Menjadi puji-pujian bagi kemuliaan-Nya berarti hidup ini harus bermakna, yaitu menjadi berkat dan memuliakan nama Tuhan. Dalam kasih karunia-Nya, Ia menguatkan dan memampukan kita untuk hidup sebagai orang pilihan-Nya di tengah dunia yang bobrok dan gelap ini. Hiduplah sebagai orang-orang pilihan Allah, karena Allah setia adanya. Hidup sesuai kehendak Allah bukanlah pilihan melainkan ungkapan syukur, iman, dan ketaatan kita yang seharusnya kepada Allah sebagai orang-orang yang telah menerima berkat rohani yang tak ternilai harganya. “Bagi seorang Kristen yang sejati dan setia, hidup kudus bukanlah sebagai sesuatu yang terjadi begitu saja. Ia itu menuntut perhatian yang besar. Sebagaimana urusan prajurit adalah berperang, demikian pula urusan orang Kristen adalah meneladani Kristus” ~ Jonathan Edwards
Sabtu, 22 Juli 2023 Pembacaan Alkitab: 2 Samuel 21–24 “TUHAN TEMPAT KESELAMATAN KITA” “Allahku, gunung batuku, tempat aku berlindung, perisaiku, tanduk keselamatanku, kota bentengku, tempat pelarianku, juruselamatku; Engkau menyelamatkan aku dari kekerasan.” (2 Samuel 22:3) Daud menyebut Allah sebagai gunung batu tempat ia berlindung, sebab saat melarikan diri dari lawannya, Daud sering bersembunyi di gunung batu. Secara alami di gunung batu ada gua-gua tempat Daud dapat berteduh, barisan bebatuan besar juga dapat digunakannya untuk bersembunyi saat musuh melesatkan anak panah atau melemparkan lembing. Bagi Daud, Tuhan adalah tanduk keselamatan dan kota benteng. Tanduk melambangkan kuasa, kuasa keselamatan yang diberikan oleh Tuhan telah menyelamatkan Daud dari berbagai sergapan musuh yang menyerbunya. Tuhan adalah kota benteng, tempat Daud bukan hanya memperoleh perlindungan saat melarikan diri, tetapi juga tempat untuk ia dapat beristirahat, mengalami kedamaian bahkan di saat musuh mengepung. Tuhan adalah juruselamat Daud, tak terhitung berapa kali Tuhan menyelamatkan nyawa Daud. Demikianlah nyanyian Daud saat ia dilepaskan dari cengkeraman musuh-musuhnya. Semua orang memiliki masalah, kadang masalah yang begitu mengancam kehidupan kita atau keluarga kita. Kekuatan kita sangat terbatas, karena itu kita memerlukan Tuhan untuk melepaskan kita dari cengkeraman masalah kita. Kuasa keselamatan Tuhan tak terbatas, Tuhan Yesus telah menyelamatkan kita dari belenggu dosa, kita dibebaskan, dikuduskan, dan dibenarkan-Nya. Ia juga akan menyelamatkan kita dari berbagai masalah kehidupan, termasuk yang terberat sekalipun, Ia sanggup menolong kita, memberikan kelegaan, damai sejahtera-Nya. Jangan pernah kuatir dengan apa pun juga. Asalkan kita hidup benar dan lurus, maka saat masalah datang mengepung, tangan Tuhan terbuka, menjadi tempat perlindungan dan keselamatan kita.
Jumat, 21 Juli 2023 Pembacaan Alkitab: 2 Samuel 17–20 “BELAS KASIH YANG BERBUAH PENGAMPUNAN” “Kemudian berkatalah raja kepada Simei: “Engkau tidak akan mati.” Lalu raja bersumpah kepadanya.” (2 Samuel 19:23) Dengan kematian Absalom maka berakhirlah pemberontakan tentara Israel melawan Daud. Tuhan memulihkan tahta Daud sebagai raja Israel. Saat Daud kembali, Simei menjadi orang pertama yang menyambutnya. Simei bersujud dan menyatakan kesalahannya kepada Daud. Maka sebagai orang yang diurapi Tuhan, hati Daud penuh dengan belas kasihan terhadap Simei yang pernah mengutukinya. Daud tidak mau menyimpan dendam seperti Simei. Saat itu Abisai kembali hendak menghukum mati Simei, tetapi sekali lagi Daud melarangnya. Dua kali Simei Harusya dihukum, tetapi dua kali pula Daud mengampuni nyawanya. Ini adalah sebuah pelajaran tentang berkali-kali kita harus mengampuni orang yang bersalah kepada kita. Mengampuni orang yang telah merendahkan & menghina, menunjukkan kemuliaan dan kemurahan yang dimiliki oleh seorang raja. Hari sukacita karena kemenangan sudah seharusnya menjadi hari-hari penuh pengampunan, karena kemenangan yang sebenarnya bukan saja tentang menang perang, tetapi juga menang di dalam menjaga kebersihan hati yang tidak terkotori oleh amarah dan dendam pengampunan yang diberikan Daud bahkan disahkan dengan sumpah, untuk menunjukkan kepada rakyat bahwa secara resmi Simei telah diampuni. Memang tidak mudah bertemu orang yang pernah berbuat jahat kepada kita. Namun kita harus belajar bahwa pembalasan dendam hanya akan membawa kehancuran. Tuhan menghendaki kita berdamai dengan semua orang, termasuk dengan orang yang memusuhi kita. Biarlah kasih dan damai sejahtera Tuhan memenuhi hati kita, sehingga kita bisa mengampuni orang yang bersalah kepada kita. Tuhan telah mengampuni kita, orang yang dulunya berdosa. Menjadi serupa dengan Kristus artinya kita juga harus serupa dengan-Nya dalam hal memberi pengampunan.
Kamis, 20 Juli 2023 Pembacaan Alkitab: 2 Samuel 13–16 “MENGUBAH KUTUK MENJADI BERKAT” “Mungkin TUHAN akan memperhatikan kesengsaraanku ini dan TUHAN membalas yang baik kepadaku sebagai ganti kutuk orang itu pada hari ini.” (2 Samuel 16:12) Suatu saat raja Daud bertemu dengan Simei, seorang dari saudara raja Saul. Simei begitu membenci Daud, sehingga ia melempari Daud dengan batu dan mengucapkan kutukan. Tetapi itu adalah kutukan yang salah alamat, karena ditujukan kepada orang yang benar. Daud adalah orang yang hidup benar dan berkenan di hadapan Allah. Daud selalu menyesali dosanya, merendahkan diri di hadapan Tuhan, sehingga mendapat pengampunan dari-Nya. Tuhan sanggup mengubah dosa yang kotor menjadi putih bersih, Ia sanggup mengubah penderitaan menjadi kebaikan, dan bahkan mengubah kutuk menjadi berkat. Demikianlah yang terjadi pada Daud, Tuhan membalasnya dengan kebaikan sebagai ganti kutukan yang dilontarkan oleh Simei kepada Daud. Di dalam kehidupan kadang kita mengalami ‘hari-hari yang buruk’ dimana masalah demi masalah muncul silih berganti. Sekalipun musuh mengutuki kita dan bersukacita atas kesusahan kita, ingatlah bahwa Allah itu murah hati dan penuh belas kasihan. Ia mengasihani anak-anak-Nya. Karena itu Tuhan akan menopang, menghibur, menyegarkan, dan memberikan kebaikan bagi kita. Kebaikan-Nya mengubah kutuk yang keji menjadi berkat yang indah. Tuhan sanggup mengubah kesengsaraan menjadi kebaikan, dan mengubah kutuk menjadi berkat bagi orang yang dikasihi-Nya, yang mau hidup di dalam kebenaran-Nya.
Rabu, 19 Juli 2023 Pembacaan Alkitab; 2 Samuel 9-12 BERJAGA-JAGA, JANGAN LENGAH! Setelah lewat waktu berkabung, maka Daud menyuruh membawa perempuan itu ke rumahnya. Perempuan itu menjadi isterinya dan melahirkan seorang anak laki-laki baginya. Tetapi hal yang telah dilakukan Daud itu adalah jahat di mata TUHAN (2 Samuel 11:27) 2 Samuel 11 menuliskan kejatuhan Daud sebagai seorang Raja. Sekilas kembali ke masa-masa sebelum ia menjadi seorang raja, kalau diperhatikan secara kerohanian, kurang apakah Daud? Selain sebagai seorang yang diurapi Tuhan, dia juga memiliki hubungan yang sangat dekat dengan Tuhan sehingga hidupnya dikenan oleh Tuhan. Tetapi karena kelengahannya Daud pun bisa jatuh ke dalam dosa perzinahan. Iblis benar-benar tahu kapan waktu yang tepat untuk melancarkan serangannya. Hal itu terjadi karena Daud lengah, ia memilih untuk beristirahat dan bersantai-santai daripada maju ikut berperang dan ia juga hanya memerintahkan Yoab beserta orang-orangnya dan seluruh orang Israel maju berperang. Maka, inilah awal dari kejatuhanya dalam dosa perzinahan, “Sekali peristiwa pada waktu petang, ketika Daud bangun dari tempat pembaringannya, lalu berjalan-jalan di atas sotoh istana, tampak kepadanya dari atas sotoh itu seorang perempuan sedang mandi; perempuan itu sangat elok rupanya” (2 Sam. 11:2). “Sesudah itu Daud menyuruh orang mengambil dia. Perempuan itu datang kepadanya, lalu Daud tidur dengan dia” (2 Sam. 11:4a). Maka benarlah apa yang ditulis Yakobus bahwa “…tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya. Dan apabila keinginan itu telah dibuahi, ia melahirkan dosa; dan apabila dosa itu sudah matang, ia melahirkan maut.” (Yakobus 1:14-15). Akibat perbuatannya ini Daud harus menanggung krmatian anaknya yang dilahirkan Betsyeba. Sadar atau tidak, hidup kita ini adalah sebuah peperangan, setiap saat kita harus berperang melawan keinginan daging kita dan berperang melawan tipu muslihat Iblis. Karena itu jangan pernah berhenti untuk berjuang, jangan lengah dan jangan hidup di zona nyaman tanpa ada pergumulan, sebab lawan kita yaitu Iblis, terus mengincar kelengahan kita (Ef. 6:12) yang sewaktu-waktu menyerang kita. Pastikanlah hidup kita selalu terkoneksi dengan Tuhan, agar kita kuat menghadapi tantangan hidup ini Kesalahan dan dosa tidak bisa disembunyikan di bawah mata Tuhan. Marilah kita hidup dengan integritas, karena setiap tindakan kita terbuka di hadapan-Nya.