Senin, 10 Juli 2023 Pembacaan Alkitab; 1 Samuel 9 – 12 “DIPILIH TUHAN” Dan Samuel berkata kepada seluruh bangsa itu: “Kamu lihatkah orang yang dipilih TUHAN itu? Sebab tidak ada seorangpun yang sama seperti dia di antara seluruh bangsa itu.” Lalu bersoraklah seluruh bangsa itu, demikian: “Hidup raja!” 1 Samuel 10:24 Saul dipilih Allah untuk menjadi raja atas orang Israel. Allah yang telah memilih Saul tidak membiarkan dia begitu saja. Ia mengubah hati Saul dan memenuhi Saul dengan Roh-Nya, sehingga Saul memiliki kuasa dan hikmat untuk memimpin orang Israel. Begitu juga terhadap kita orang percaya, Allah memilih, memperlengkapi & Memakai kita untuk melaksanakan tugas yang Ia berikankan pada kita. Saul yang telah dipilih Allah dan diurapi oleh Samuel menjadi raja Israel.Terhadap penobatan tersebut, ada orang yang bersorak gembira dan rela mengabdi. Ada juga orang-orang yang tidak menyukainya dan menghina Saul. Tetapi, Saul tidak perduli dengan hinaan mereka karena ia hendak fokus pada panggilan Allah. Marilah kita tetap berfokus pada panggilan Tuhan karena kita adalah orang pilihan Nya dan sesungguhnya semua itu terjadi atas perkenanan Allah. Fokuslah kepada hal-hal yang benar, yang menumbuhkan dan membangun diri Kita maupun orang lain disekitar kita.
Minggu, 9 Juli 2023 Pembacaan Alkitab; 1 Samuel 5 – 8 “Berbalik kepada Tuhan” Lalu berkatalah Samuel kepada seluruh kaum Israel demikian: “Jika kamu berbalik kepada TUHAN dengan segenap hati, maka jauhkanlah para allah asing dan para Asytoret dari tengah-tengahmu dan tujukan hatimu kepada TUHAN dan beribadahlah hanya kepada-Nya; maka Ia akan melepaskan kamu dari tangan orang Filistin.” (1 Samuel 7:3) Berbalik kepada Tuhan dengan segenap hati adalah syarat untuk memulihkan hubungan manusia dengan Dia. Bangsa Israel mengalami penindasan diakibatkan oleh sikap mereka yang telah meninggalkanNya. Itulah sebabnya Allah mengingatkan bangsa itu agar mereka memperbaiki hidup mereka di hadapan Tuhan dan segera berbalik kepada-Nya. dua hal yang dimaksud dengan berbalik kepada Tuhan, yaitu; Pertama, jauhkanlah para allah asing. Kita harus yakin dan percaya hanya kepada Allah saja serta harus membuang semua bentuk penyembahan berhala dari hidup kita. Jika ingin Tuhan berperang ganti kita, maka jangan pernah menduakan DIA dalam hidup kita. Semua orang yang dengan sungguh-sungguh mencari dan menyenangkan hati Tuhan akan mendapatkan pemeliharaan, berkat dan pembebasan yang berasal dari TUHAN. Kedua, berikan hatimu kepada TUHAN dan beribadahlah kepada-Nya dengan sungguh-sungguh Serta Melakukan apa yang benar dimata Tuhan. Ketika kita berbalik kepada Tuhan maka Ia pasti akan menolong dan memampukan kita untuk hidup berkemenangan
Sabtu, 8 Juli 2023 Pembacaan Alkitab: 1 Samuel 3–4 “PENYERTAAN TUHAN YANG MEMBAWA KEBERHASILAN” “Dan Samuel makin besar dan TUHAN menyertai dia dan tidak ada satu pun dari firman-Nya itu yang dibiarkan-Nya gugur. Maka tahulah seluruh Israel dari Dan sampai Bersyeba, bahwa kepada Samuel telah dipercayakan jabatan nabi TUHAN.” (1 Samuel 3:19-20) Setelah Samuel menjadi terbiasa dengan penglihatan dari Allah dan mendengar suara-Nya, ia mulai bertambah besar. Bukan hanya dalam hal umur dan fisik, tetapi juga dalam kasih karunia, kebaikan, hikmat, pengetahuan, dan pengertian. Selain itu ia juga memperoleh penghargaan, pujian, dan reputasi di hadapan manusia. Karena Tuhan menyertai Samuel, maka ia bukan hanya dihormati manusia, tetapi juga berkenan kepada Allah. Kehadiran Tuhan menyertai pelayanannya, membuat berhasil dalam segala hal yang dia kerjakan. Firman Tuhan berkuasa. Dan Samuel dengan setia menyampaikan pesan yang telah Tuhan percayakan kepadanya, sebab itu Tuhan memakainya lebih lagi dalam pelayanan dan membuatnya berhasil. Apa pun yang dikatakan Tuhan melalui Samuel sebagai seorang nabi selalu terbukti benar, dan digenapi pada waktunya. Seiring dengan pertumbuhan usia jasmani yang menjadi lebih dewasa, kita juga harus bertumbuh semakin dewasa secara rohani. Apabila kita bisa dipercaya untuk membagikan firman Tuhan, maka kita akan memperoleh kasih, perkenanan Tuhan, dan dihormati manusia.
Jumat, 7 Juli 2023 Pembacaan Alkitab: 1 Samuel 1–2 “MENGHORMATI JANJI TUHAN” “Sebab itu — demikianlah firman TUHAN, Allah Israel — sesungguhnya Aku telah berjanji: Keluargamu dan kaummu akan hidup di hadapan-Ku selamanya, tetapi sekarang — demikianlah firman TUHAN —: Jauhlah hal itu dari pada-Ku! Sebab siapa yang menghormati Aku, akan Kuhormati, tetapi siapa yang menghina Aku, akan dipandang rendah.” (1 Samuel 2:30) Jabatan sebagai seorang Imam Besar adalah jabatan tinggi yang sangat penting dalam kehidupan keagamaan orang Israel, sama pentingnya dengan jabatan sebagai Nabi. Keistimewaan dari jabatan ini adalah diberikan berdasarkan keturunan. Ada janji khusus yang Tuhan berikan bagi Imam Besar dan keturunannya, bahwa keluarga dan kaum mereka akan “hidup di hadapan Tuhan selamanya” yang secara harafiah artinya adalah berjalan di hadapan Tuhan. Maksudnya adalah Imam Besar dan keturunannya akan dengan setia berbakti kepada Tuhan dan menikmati anugerah-Nya. Mereka akan memiliki kehormatan tersebut, asalkan mereka setia melakukan pelayanan imamatnya. Hidup benar dan setia di hadapan Allah adalah syarat utama dari perjanjian Allah itu. Lalu, dapatkah janji Allah yang khusus ini dibatalkan? Ya, tentu saja, karena janji Allah tentang keimamatan ini adalah bersyarat. Apabila syarat-syarat mutlak yang telah ditetapkan Tuhan bagi Imam Besar tidak dipenuhi, maka ia janji akan kehilangan janji itu. Imam Eli gagal karena anak-anaknya tidak menghormati kekudusan Tuhan. Oleh sebab itu, baik jabatannya saat itu sebagai Imam Besar maupun warisannya bagi keturunannya sebagai penerus jabatan itu pun ikut dicabut. Tidak setia dengan apa yang telah Tuhan percayakan adalah bentuk dari tidak menghormati Tuhan. Apabila saat ini kita memiliki pekerjaan, pelayanan, dan berbagai tanggung jawab yang dipercayakan, lakukanlah dengan setia dan takut akan Tuhan. Maka, segala janji-janji Nya bagi kita pasti digenapi.
Kamis, 6 Juli 2023 Pembacaan Alkitab: Galatia 4–6 “MENGHASILKAN BUAH ROH” “Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.” (Galatia 5:22-23) Setiap orang yang telah lahir baru, ia harus tetap hidup di dalam Roh. Hidup di dalam Roh artinya kita harus memberikan diri sepenuhnya dalam pimpinan Roh Kudus, tinggal di dalam-Nya, dan membiarkan Dia berkuasa atas kehidupan kita. Orang yang hidup di dalam Roh, tentu kehidupan barunya juga akan dipenuhi dengan hal-hal rohani. Apabila kita sungguh-sungguh hidup di dalam Roh, maka akan ada buah Roh yang kita hasilkan. Ada sembilan hal yang disebut sebagai “buah” dalam bentuk tunggal, artinya kesembilannya merupakan satu kesatuan yang dilakukan berpadu dan selaras dengan keinginan Roh Kudus. Dan Buah Roh itu juga merupakan Karakter Kristus & yang seharusnya ada pada mereka yang hidupnya dipimpin oleh Roh Kudus Maukah kita hidup dalam pimpinan Roh Kudus supaya hidup kita menghasilkan buah Roh yang menyenangkan hati Tuhan dan memberkati sesama.
Rabu, 5 Juli 2023 Pembacaan Alkitab; Galatia 1-3 HANYA ADA SATU INJIL Aku heran, bahwa kamu begitu lekas berbalik dari pada Dia, yang oleh kasih karunia Kristus telah memanggil kamu, dan mengikuti suatu injil lain, yang sebenarnya bukan Injil. Hanya ada orang yang mengacaukan kamu dan yang bermaksud untuk memutarbalikkan Injil Kristus (Galatia 1:6-7) Paulus memulai surat ini dengan menjelaskan bahwa dia bukanlah rasul yang diangkat berdasarkan kemauannya sendiri, melainkan oleh Yesus Kristus yang telah mengangkatnya (ay. 1). Pada saat itu, rasul Paulus merasa terkejut dengan cepatnya para jemaat Galatia berpaling dari ajaran yang benar dan beralih ke ajaran lain yang tidak sesuai dengan Injil. Keadaan tersebut membuat Paulus merasa gagal dalam melayani jemaat Galatia. Seolah-olah apa yang mereka lakukan selama ini sia-sia. Injil yang lain yang dimaksud adalah keselamatan meliputi bukan hanya percaya kepada Kristus, tetapi juga bergabung dengan agama Yahudi dengan jalan disunat (Gal 5:2), menaati hukum Taurat (Gal 3:5), dan merayakan hari-hari raya Yahudi (Gal 4:10). Untuk memberi respons pada situasi itu, mereka pun mengirimkan surat teguran kepada jemaat Galatia. Dalam pasal-pasal berikutnya, Paulus pun menjelaskan tentang Injil yang benar adalah pesan tentang keselamatan melalui iman kepada Yesus Kristus, yang datang dari Allah dan disampaikan kepada manusia melalui para rasul-Nya. Keselamatan adalah kasih karunia Allah, bukan karena usaha manusia. Kita diselamatkan bukan karena berbuat baik, tetapi kita diselamatkan untuk melakukan perbuatan baik. Saat ini, kita hidup diakhir zaman, dimana firman Tuhan menuliskan bahwa akan muncul pengajar-pengajar palsu. Jika kita tidak kokoh di dalam iman & firman, kita akan mudah terbawa oleh pengajaran tersebut, sehingga pada akhirnya kita akan menjauh dari Kristus. Hanya melalui iman kepada Yesus Kristus kita dapat mencapai keselamatan, dan setelah kita diselamatkan kita harus hidup sesuai dengan kehendak Allah. Untuk itulah sebagai anak-Nya, kita harus mendekatkan diri dan membangun relasi dengan-Nya. Marilah kita terus mempelajari, merenungkan, dan hidup berdasarkan Injil yang benar, yaitu Yesus Kristus. Injil yang benar menjelaskan tentang keselamatan adalah kasih karunia dari Allah, bukan usaha manusia.
Selasa, 4 Juli 2023 Pembacaan Alkitab; Rut 1-4 SETIA DALAM SEGALA KEADAAN Tetapi kata Rut: “Janganlah desak aku meninggalkan engkau dan pulang dengan tidak mengikuti engkau; sebab ke mana engkau pergi, ke situ jugalah aku pergi, dan di mana engkau bermalam, di situ jugalah aku bermalam: bangsamulah bangsaku dan Allahmulah Allahku; (Rut 1:16) Kesetiaan adalah kualitas yang sangat dihargai dalam sebuah hubungan karena mencerminkan rasa tanggung jawab, kepercayaan, dan penghargaan terhadap orang lain. Ketika seseorang setia, ia akan membangun kepercayaan dan menciptakan rasa aman. Namun, menjadi orang yang setia bukanlah sesuatu yang mudah dilakukan. Terkadang kita dihadapkan pada situasi yang menguji kesetiaan kita. Dalam menghadapi hal tersebut, kesetiaan memerlukan tekad yang kuat dan pengorbanan diri. Untuk menjadi orang yang setia, kita perlu belajar dari Rut. Rut, merupakan seorang wanita Moab, ia menunjukkan kesetiaan yang luar biasa kepada ibu mertuanya, Naomi. Ketika Naomi memerintahkan agar Ruth meninggalkannya dan kembali ke keluarganya, tetapi Ruth dengan penuh tekad menolak dan berjanji untuk tetap berada di sisinya. Tidak hanya itu, Ruth memilih untuk meninggalkan agama dan kepercayaannya sendiri untuk menyembah Allah Israel. Hal Ini juga mengingatkan kita untuk tetap setia kepada Allah dalam segala situasi dan mengikuti-Nya dengan sepenuh hati, meskipun harus meninggalkan hal-hal yang kita anggap penting atau nyaman. Sebagai orang Kristen, kita pun dituntut menjadi orang yang setia, baik itu terhadap Tuhan maupun sesama. Kita diajak untuk membangun komitmen dan tekad yang kuat untuk tetap setia, mengikuti-Nya dalam setiap langkah hidup kita, baik dalam keadaan menyenangkan atau pun tidak menyenangkan. Dalam perjalanan iman kita mengikut Kristus, ada masa di mana kita mendapatkan ujian. Dalam posisi itu kita diperhadapkan kepada pilihan, apakah kita akan tetap setia atau memilih meninggalkan-Nya? Orang yang setia mengikut Tuhan akan mendapatkan mahkota kehidupan (Why. 2:10b), sedangkan yang tidak setia mengiring Kristus akan dimasukkan mengalami kebinasaan. Biarlah hari-hari ini Tuhan Yesus mendapati kita menjadi pribadi yang berkenan di hadapan Nya, sehingga kita layak disebut sebagai anak-Nya. Kesetiaan adalah kekuatan yang membuat kita bertahan pada masa sulit yang membuat kita memiliki keyakinan bahwa Tuhan sanggup memulihkan hidup kita.
Senin, 3 Juli 2023 Pembacaan Alkitab; 2 Korintus 11-13 TETAP MELAYANI, WALAU TIDAK MUDAH Apakah mereka pelayan Kristus? – aku berkata seperti orang gila – aku lebih lagi! Aku lebih banyak berjerih lelah; lebih sering di dalam penjara; didera di luar batas; kerap kali dalam bahaya maut. (2 Kor. 11:23) Mungkin kita pernah merasakan lelah atau capek saat Bekerja atau melayani Tuhan. Sehingga kita mudah tersinggung, ketika apa yang kita lakukan tidak mendapatkan apresiasi, kita akan mudah marah dan rasanya ingin berhenti dari pekerjaan atau pelayanan. Sebenarnya Apa yang kita alami tidak sebanding dengan yang Paulus alami. Paulus menjelaskan tentang kehidupan pelayanannya yang penuh dengan tantangan, ia lebih sering di dalam penjara; didera di luar batas; kerap kali dalam bahaya maut. Lima kali disesah orang Yahudi, setiap kali empat puluh kurang satu pukulan, tiga kali didera, satu kali aku dilempari dengan batu, tiga kali mengalami karam kapal, sehari semalam aku terkatung-katung di tengah laut, dan masih hal lainnya yang Paulus alami dalam pelayanannya (2 Kor. 11:23-25). Berbagai tantangan yang dialami oleh Paulus tidak membuatnya menjadi lemah dalam iman, ia juga tidak berhenti melayani Tuhan, tetapi dari buah pelayanan Paulus bisa kita rasakan sampai saat ini, setengah dari kitab Perjanjian Baru ditulis olehnya. Ada harga yang dibayar saat melayani Tuhan! Ada korban yang kita curahkan di hadapan Tuhan, baik itu waktu, materi, pikiran dan jerih lelah kita. Pergumulan dalam pelayanan bukanlah alasan bagi kita untuk mundur dan tidak mau melayani Tuhan. Milikilah tekad yang kuat dan semangat yang tak tergoyahkan untuk terus menerus melangkah dalam panggilan-Nya, meskipun menghadapi tantangan dan penderitaan? Jangan bergantung pada kekuatan dan kemampuan kita sendiri, tetapi pada kuasa Allah yang bekerja melalui kita. Mari, berikanlah seluruh hidup kita kepada Tuhan! Ketika kita mengorbankan kenyamanan dan keamanan diri demi melayani Kristus, kita akan menyaksikan kekuatan-Nya yang sempurna bekerja melalui kelemahan kita.