Jumat, 11 Agustus 2023 Pembacaan Alkitab; 1 Tawarikh 7-10 Hiduplah Setia & Taat pada Tuhan Demikianlah Saul mati karena perbuatannya yang tidak setia terhadap TUHAN, oleh karena ia tidak berpegang pada firman TUHAN, dan juga karena ia telah meminta petunjuk dari arwah, dan tidak meminta petunjuk TUHAN. Sebab itu TUHAN membunuh dia dan menyerahkan jabatan raja itu kepada Daud bin Isai. (1 Tawarikh 10:13-14) Dalam pasal 10 ini, kita menemukan akhir hidup yang tragis dari Raja Saul (Ayat 13-14) sangat menyedihkan karena Raja Saul tidak taat & setia kepada Tuhan. Beberapa pelajaran yang bisa kita dapatkan mengenai kematian raja Saul, yang mengingatkan kita tentang betapa pentingnya ketaatan & kesetiaan pada Allah. Raja Saul harus menanggung penderitaan akibat tidak taat & tidak setia kepada Allah. Hal Ini menjadi pelajaran untuk kita bahwa keputusan & perbuatan yang kita perbuat memiliki dampak nyata dalam hidup kita & keturunan kita selanjutnya. Saul tidak pernah mencari Tuhan, ia lebih suka memuaskan keinginannya hatinya sendiri. Padahal Tuhan menginginkan segala tindakkan yang kita lakukan harus sesuai pada kehendak-Nya. Sikap Saul Setelah menjadi Raja telah berubah ia menjadi angkuh, tidak setia & tidak taat kepada Tuhan, hal ini mencerminkan sikap tidak menghormati & tidak mengandalkan Tuhan. Didalam kehidupan kita, sangatlah penting untuk selalu hidup dalam kerendahan hati dengan mengakui keterbatasan kita sehingga kita mengandalkan Tuhan dalam setiap langkah Kehidupan. Saul adalah contoh yang buruk & salah yang bisa menjadi pelajaran bagi kita. Senangkanlah hati Tuhan dengan Hidup setia, taat dan mengasihi Nya dengan sepenuh hati Sebab itu haruslah kau ketahui, bahwa Tuhan, Allahmu, Dialah Allah, Allah yang setia, yang memegang perjanjian dan kasih setia-Nya terhadap orang yang kasih kepada-Nya dan berpegang pada perintah-Nya, sampai kepada beribu-ribu keturunan (Ulangan 9:7)
Kamis, 10 Agustus 2023 Pembacaan Alkitab; 1 Tawarikh 4-6 Melayani dengan Integritas dan Berdampak Inilah orang-orang yang ditugaskan oleh Daud memimpin nyanyian di rumah TUHAN sejak tabut itu mendapat tempat perhentian. Di hadapan Kemah Suci, yakni Kemah Pertemuan, mereka melayani sebagai penyanyi sampai Salomo mendirikan rumah TUHAN di Yerusalem. Mereka melakukan tugas jabatannya sesuai dengan peraturannya. (1 Tawarikh 6:31-32) Orang Lewi memiliki tanggung jawab khusus dalam melayani di Bait Suci. Posisi ini bukan hanya sekadar pekerjaan, tetapi juga warisan yang diteruskan dari generasi ke generasi. Hal Ini mengingatkan kita tentang pentingnya meneruskan pelayanan dengan berkualitas kepada generasi yang akan datang. Orang Lewi juga memegang tanggung jawab terhadap pelayanan ibadah dengan tugas khusus. Hal ini mengajarkan kita pentingnya kerendahan hati dan dedikasi dalam menjalankan tugas-tugas yang diberikan Tuhan kepada kita. Kita semua dipanggil untuk melayani Tuhan diberbagai bidang yang berbeda. Untuk itu diperlukan Integritas yaitu suatu ketulusan, kejujuran, kerendahan hati, kesetiaan dan kerajinan dengan komitmen yang kuat. Apapun yang kita lakukan adalah suatu bentuk pelayanan yang kita berikan bagi Tuhan. Dan Pelayanan ini bersumber dari cinta kita pada Tuhan dan juga pada sesama, yang akan memberikan dampak positif lebih besar kepada banyak orang. Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia (Kolose 3:23)
Rabu, 09 Agustus 2023 Pembacaan Alkitab; 1 Tawarikh 1-3 MENGHARGAI SILSILAH & WARISAN Inilah anak-anak Daud yang lahir bagi dia… (1 Tawarikh 3:1) Mari kita melihat daftar keturunan Raja Daud, termasuk anak-anaknya yang menjadi pewaris tahta. Ini menjadi pengingat bahwa sejarah keluarga Daud memiliki peranan yang penting dalam sejarah Israel. ada beberapa hal yang bisa kita pelajari tentang silsilah keturunan Daud: 1. Keturunan dan Warisan: Penting untuk mengenang dan menghargai warisan keluarga kita serta sejarahnya. Keturunan Daud menjadi perpanjangan dari janji Allah kepada Daud untuk menjaga tahta kerajaan di bawah naungan-Nya. Begitu pula, kita harus menghargai asal-usul kita dalam mewujudkan identitas dan tujuan hidup kita. 2. Rencana Allah: Daftar keturunan ini mengingatkan kita bahwa Allah memiliki rencana yang sempurna dalam mengatur garis keturunan dan peristiwa dalam sejarah. Dari keluarga Daud, Tuhan melanjutkan rencana penyelamatan-Nya melalui Yesus Kristus, yang merupakan pewaris tahta Kerajaan yang abadi. 3. Kesetiaan dan Pengorbanan: Dalam sejarah keluarga Daud, ada saat-saat kesetiaan dan pengorbanan, tetapi juga kelemahan dan dosa. Hal Ini mengingatkan kita tentang keterbatasan manusia dan kebutuhan akan kasih karunia Tuhan. Kita bisa belajar dari perjalanan keluarga ini untuk hidup dalam kesetiaan kepada Allah, meskipun dengan segala tantangan dan ketidaksempurnaan kita. Sebab itu, marilah kita menghargai warisan kita, memahami rencana Allah, dan hidup dalam kesetiaan. Sehingga apa yang Tuhan rencanakan dalam kehidupan kita akan terlaksana dan digenapi-Nya sehingga nama Tuhan dipermuliakan. Haleluya! Berbahagialah orang yang takut akan Tuhan, yang sangat suka kepada segala perintah-Nya. Anak cucunya akan perkasa di bumi; angkatan orang benar akan diberkati.(Maz 112:1-2)
Selasa, 08 Agustus 2023 Pembacaan Alkitab; Filipi 1 – 4 WARGA KERAJAAN SORGA Karena kewargaan kita adalah di dalam sorga, dan dari situ juga kita menantikan Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamat, yang akan mengubah tubuh kita yang hina ini, sehingga serupa dengan tubuh-Nya yang mulia, menurut kuasa-Nya yang dapat menaklukkan segala sesuatu kepada diri-Nya. Filipi 3:20-21 Meskipun kita masih tinggal di dunia ini, sesungguhnya kewarganegaraan kita adalah Kerajaan Surga, dimana waktu kita percaya Yesus sebagai Tuhan dan memberikan hidup kita kepadaNya, nama kita tercantum sebagai warga Kerajaan Surga. Sebagai warga Kerajaan Surga, kita harus memfokuskan perasaan, pikiran dan hati kita untuk kemuliaan nama-Nya dan menghidupi gaya hidup sebagai warga Kerajaan Surga. Ketika kita memancarkan gaya hidup Kerajaan Allah, kita menghadirkan kerajaanNya ditengah-tengah kehidupan kita. Gaya hidup Kerajaan Allah yang terbentuk dari kebiasaan-kebiasaan dan disiplin rohani kita sehari-hari. Kebiasaan dan disiplin rohani dimulai dari setiap keputusan kita yang sesuai dengan Firman Tuhan. Kita telah diberikan hati dan roh yang baru ketika kita mempercayakan diri kepada Tuhan Yesus, Pikiran, perasaan dan kehendak kita terus dibaharui menuju keserupaan dengan Kristus. Kita adalah warga kerajaan surga. Sesuaikanlah hidup kita dengan peraturan surga dan bergaya hiduplah sebagai warga Kerajaan Surga.
Senin, 07 Agustus 2023 Pembacaan Alkitab; 2 Raja-raja 23 – 25 “Jangan permainkan Kemurahan Tuhan” Yoyakhin berumur delapan belas tahun pada waktu ia menjadi raja dan tiga bulan lamanya ia memerintah di Yerusalem. Nama ibunya ialah Nehusta binti Elnatan, dari Yerusalem. Ia melakukan apa yang jahat di mata TUHAN tepat seperti yang dilakukan ayahnya. 2 Raja-raja 24: 8-9 Allah kita adalah Allah yang panjang sabar dan penuh dengan anugerah. Ketika umatNya terus melakukan apa yang jahat, maka penghakiman Allah akan datang dan hal tersebut sangat mengerikan. Setelah kematian Yosia, kerajaan Yehuda merosot secara tajam. Anak-anak Yosia silih berganti menjadi raja, tetapi mereka semua melakukan apa yang jahat di mata Tuhan. Anak Yosia yang terakhir menjadi raja, yaitu Zedekia, juga melakukan apa yang jahat di mata Tuhan. Semua ini menunjukkan bahwa Yehuda sedang berjalan menuju kehancuran. Tuhan merindukan kita umat-Nya untuk mengikuti Dia sepenuh hati. Mengikut Tuhan sepenuh hati artinya tidak membuka celah hati secara sengaja pada hal-hal yang menyimpang dari kehendak Tuhan, yang menjauhkan kita dari Tuhan, atau yang menjatuhkan kita ke dalam dosa. Sebab itu, jangan permainkan kemurahan Allah, jangan main-main dengan dosa. Semua itu dapat menyebabkan kehancuran dalam hidup kita. Tidak ada yang tahu kapan waktunya, tetapi kalau kita masih ada saat ini, Allah masih memberikan kesempatan untuk bertobat dan hidup dalam kehendakNya Sebab itu perhatikanlah kemurahan Allah dan juga kekerasan-Nya, yaitu kekerasan atas orang-orang yang telah jatuh, tetapi atas kamu kemurahan-Nya, yaitu jika kamu tetap dalam kemurahan-Nya; jika tidak, kamu pun akan dipotong juga. (Roma 11:22)
Minggu, 06 Agustus 2023 Pembacaan Alkitab; 2 Raja-raja 20 – 22 “Jangan sia-siakan kesempatan yang Tuhan berikan” “Baliklah dan katakanlah kepada Hizkia, raja umat-Ku: Beginilah firman TUHAN, Allah Daud, bapa leluhurmu: Telah Kudengar doamu dan telah Kulihat air matamu; sesungguhnya Aku akan menyembuhkan engkau; pada hari yang ketiga engkau akan pergi ke rumah TUHAN. 2 Raja-raja 20:5 Firman Tuhan kepada Hizkia berkata bahwa Hizkia akan mati dalam sakitnya. Mendengar hal itu segeralah Hizkia memalingkan muka ke arah dinding tembok dan berdoa kepada Tuhan disertai dengan ratapan, tanda bahwa ia berdoa dengan sungguh-sungguh. Atas pemberitaan itu Hizkia pun menangis dihadapan Tuhan dan memohon agar mengingat kasih karunia Tuhan atas hidupNya. Tangisan Hizkia sampai kepada Tuhan dan Tuhan memberikan kesempatan baginya untuk hidup selama 15 Tahun lagi. Doa Hizkia bukanlah doa yang asal-asalan diucapkan, Namun ini adalah doa dari hati yang tulus & sangat berharap pada Tuhan untuk Memohon pertolongan Nya. Disini kita dapat melihat bagaimana Tuhan begitu menghargai kesungguhan dari doa orang yang tulus dan yang hidup dalam firmanNya. Tuhan sanggup melakukan perkara yang mustahil. Tetaplah percaya dan berharap kepada-Nya. Berserulah serta merendahkan diri di hadapan Tuhan. Dan Tuhan akan turun tangan untuk memulihkan kita. Tuhan ingin merealisasikan rencana Nya yang mulia melalui keberadaan kita & memberikan kesempatan pada kita untuk melakukan hal-hal baik sehingga kita dapat menjadi berkat. Selama kita masih diberikan kesempatan hidup, pergunakanlah hidup ini sebaik mungkin. Dia ingin memakai semua yang kita miliki dalam hidup ini secara maksimal. Layani Tuhan dengan sungguh-sungguh, jangan sia-siakan waktu dan kesempatan yang telah diberikan Nya.
Sabtu, 5 Agustus 2023 Pembacaan Alkitab: 2 Raja-raja 17–19 “SIKAP HIDUP YANG MENENTUKAN “ “Ia percaya kepada TUHAN, Allah Israel, dan di antara semua raja-raja Yehuda, baik yang sesudah dia maupun yang sebelumnya, tidak ada lagi yang sama seperti dia. Ia berpaut kepada TUHAN, tidak menyimpang dari pada mengikuti Dia dan ia berpegang pada perintah-perintah TUHAN yang telah diperintahkan-Nya kepada Musa. Maka TUHAN menyertai dia; ke mana pun juga ia pergi berperang, ia beruntung. Ia memberontak kepada raja Asyur dan tidak lagi takluk kepadanya.” (2 Raja-raja 18:5-7) Hizkia adalah raja Yehuda yang hidup benar di hadapan Tuhan. Ia mulai memerintah kerajaan Yehuda pada waktu yang hampir bersama dengan zaman raja Hosea memerintah Israel. Kedua raja ini memiliki musuh yang sama, yaitu orang Asyur. Pasukan kerajaan Asyur telah menyapu dan menaklukkan banyak kerajaan. Pasukan itu mulai mendekati wilayah Israel dan Yehuda untuk menyerang. Namun perbedaan sikap hidup antara Hizkia dan Hosea menentukan keberlangsungan kerajaannya. Hosea hidup jahat di hadapan Tuhan, rakyatnya pun juga melakukan kekejian di hadapan-Nya, mereka mendirikan tugu-tugu berhala dan membakar korban bagi ilah-ilah lain. Ketika umat Tuhan tidak setia kepada-Nya, maka Ia akan mengirim bangsa lain untuk menghukum mereka. Orang Asyur menaklukkan kerajaan Israel dan mengangkut rakyatnya sebagai orang buangan ke negeri Asyur. Hizkia hidup benar di hadapan Tuhan, ia menghancurkan tugu-tugu berhala yang dulunya disembah orang Yehuda. Hizkia percaya kepada Tuhan, berpaut kepada-Nya, dan melakukan perintah-Nya. Oleh sebab itu Tuhan menyertai Hizkia. Saat kerajaan Israel ditaklukkan oleh orang Asyur, kerajaan Yehuda justru masih bisa bertahan. Sikap hidup kita menentukan masa depan kita. Tuhan mengasihi orang benar, yang mau percaya dan mengandalkan-Nya. Tuhan bukan hanya melindungi, tetapi juga akan memberikan kemenangan bagi orang benar.
Jumat, 4 Agustus 2023 Pembacaan Alkitab: 2 Raja-raja 14–16 “TUHAN Bisa Memakai Siapapun Untuk Menolong Kita” “Sebab TUHAN telah melihat betapa pahitnya kesengsaraan orang Israel itu: sudah habis lenyap baik yang tinggi maupun yang rendah kedudukannya, dan tidak ada penolong bagi orang Israel. Tetapi TUHAN tidak mengatakan bahwa Ia akan menghapuskan nama Israel dari kolong langit; jadi Ia menolong mereka dengan perantaraan Yerobeam bin Yoas.” (2 Raja-raja 14:26-27) Pada zaman raja Yerobeam, orang Israel sangat menderita. Hal itu disebabkan oleh serangan orang Aram, yang tidak hanya menaklukkan negeri-negeri di sebelah timur, tetapi juga beberapa wilayah yang cukup luas di sebelah barat Sungai Yordan. Tetapi betapa Tuhan sangat mengasihi orang Israel, sehingga Ia mau memakai raja Yerobeam untuk menolong umat-Nya. Melalui perantaraan nabi Yunus, Tuhan menyampaikan firman-Nya kepada Yerobeam bahwa garis batas wilayah Israel akan dikembalikan dari pendudukan orang Aram. Raja Yerobeam adalah raja yang melakukan hal yang jahat di hadapan Tuhan, sama seperti ayahnya, raja Yoas. Raja yang penuh dosa itu bisa dipakai Tuhan untuk menyelamatkan umat-Nya dari kehancuran. Hal ini menunjukkan bahwa saat tidak ada orang yang bisa diharapkan untuk memberi pertolongan, Tuhan bisa memakai siapa pun untuk rencana penyelamatan bagi umat-Nya. Apabila hari-hari ini kita mengalami masalah berat, yang tampaknya tidak ada seorang pun dapat meringankan beban kita itu, ingatlah bahwa Tuhan yang mengasihi umat-Nya memperhatikan kita. Ia bukan hanya melepaskan kita dari kesusahan, tetapi Ia juga akan memulihkan keadaan kita. Tuhan bisa memakai siapa pun untuk menolong kita. Ia adalah Allah yang Mahakuasa, jadi segala sesuatu di alam semesta ini bisa dipakainya untuk memastikan rancangan indah-Nya bagi kita tergenapi.