Kamis, 3 Agustus 2023 Pembacaan Alkitab: 2 Raja-raja 11–13 “DISELAMATKAN DAN DIBERKATI” “Hazael, raja Aram, menindas orang Israel sepanjang umur Yoahas. Tetapi TUHAN mengasihani serta menyayangi mereka, dan Ia berpaling kepada mereka oleh karena perjanjian-Nya dengan Abraham, Ishak dan Yakub, jadi Ia tidak mau memusnahkan mereka dan belum membuang mereka pada waktu itu dari hadapan-Nya.” (2 Raja-raja 13:22-23) Yoas adalah raja Israel yang hidup di dalam dosa, ia melakukan kejahatan di hadapan Tuhan. Tapi beruntung, pada masa pemerintahannya masih ada nabi Elisa yang saat itu sudah berusia lanjut dan menderita sakit. Pada waktu Hazael – raja Aram, hendak menyerang Israel, Yoas menjadi ketakutan. Bukan tanpa alasan, sebab Yoas tahu bahwa Hazael telah menindas orang Israel selama hidup Yoahas, ayah Yoas. Lalu Yoas mendatangi Elisa dan menangis minta tolong. Maka sebelum mati, Elisa menyampaikan nubuatan bahwa Yoas akan mengalahkan tentara Aram. Pasukan Aram terpukul mundur dan Hazael mati. Segera setelah itu Yoas bisa merebut kembali wilayah Israel yang sempat diduduki orang Aram. Semua itu terjadi karena Tuhan mengasihi dan menyayangi Israel, bahkan Tuhan ingat akan mereka karena perjanjian-Nya kepada Abraham, Ishak, dan Yakub. Karena itulah, Ia tidak bisa membiarkan bangsa Israel musnah, Ia juga tidak membuang mereka dari hadirat-Nya. Seperti Yoas yang jahat, sebenarnya tidak ada seorang pun yang layak di hadapan Tuhan, termasuk kita. Semua manusia telah jatuh ke dalam dosa dan telah melakukan berbagai kejahatan. Tetapi karena belas kasihan-Nya, Tuhan memberikan janji keselamatan-Nya. Oleh kasih karunia-Nya, Tuhan mau menyelamatkan kita dari kebinasaan. Seperti Yoas yang menghampiri tempat Elisa untuk mendapat pertolongan, demikianlah seharusnya kita datang kepada Tuhan. Tangan-Nya selalu terbuka, mau menyambut kita. Bukan hanya kita diselamatkan dan dilepaskan dari kemalangan yang seharusnya menimpa kita, tetapi Tuhan bahkan juga memberikan kemenangan dan berkat terbaik bagi kita, karena kasih-Nya yang besar bagi kita.
Rabu, 2 Agustus 2023 Pembacaan Alkitab; 2 Raja-raja 8-10 RANCANGAN TUHAN MENDATANGKAN KEBAIKAN Lalu berkemaslah perempuan itu dan dilakukannyalah seperti perkataan abdi Allah itu. Ia pergi bersama-sama dengan keluarganya, lalu tinggal menetap sebagai pendatang di negeri orang Filistin tujuh tahun lamanya. (2 Raja. 8:2) Suatu kali Elisa pergi ke daerah yang bernama Sunem. Disitu ia bertemu dengan perempuan kaya, ramah dan murah hati, namanya tidak dituliskan. Saat ia tahu bahwa Elisa adalah seorang abdi Allah, ia membangun satu kamar khusus baginya untuk beristirahat. Lalu terjadilah beberapa tragedi yang menimpa hidupnya, yaitu Putra tunggalnya mati, namun Tuhan membangkitkannya. Kemudian, ia dan keluarganya harus meninggalkan kotanya karena kelaparan panjang menimpa negerinya ke negeri Filistin. Setelah tujuh tahun berlalu, perempuan tersebut kembali ke negerinya, dan ternyata rumah dan ladang miliknya telah diambil alih oleh orang lain. Dia datang kepada raja untuk memohon kembalinya harta miliknya. Ketika raja bertanya kepadanya, dia bercerita tentang pengalamannya selama tujuh tahun itu, tentang bagaimana dia harus meninggalkan negerinya karena kelaparan dan betapa beratnya perjalanannya. Lalu raja pun mengembalikan apa yang menjadi hak miliknya,. Kita bisa menyaksikan peristiwa demi peristiwa yang menimpa perempuan Sunem tersebut. Kehidupannya begitu pahit, namun pertolongan demi pertolongan Tuhan lakukan dalam hidupnya. Kebaikan-Nya tidak selalu datang pada saat yang kita inginkan atau dengan cara yang kita harapkan, tetapi Tuhan tahu apa yang terbaik bagi kita dan memiliki waktu yang sempurna untuk menggenapi rencana-Nya. Terlepas dari situasi apa pun yang kita alami, ingatlah bahwa Tuhan adalah Allah yang penuh kasih dan bijaksana. Dia tahu setiap detail hidup kita dan tidak pernah lupa akan janji-Nya. Apa yang Ia kerjakan pasti mendatangkan kebaikan. Percayalah bahwa dalam setiap langkah hidup kita, Tuhan mendekatkan kita kepada rencana-Nya yang luar biasa, meskipun terkadang jalan yang harus kita tempuh mungkin penuh dengan tantangan. Rencana Tuhan selalu mendatangkan kebaikan, dan dalam percaya kepada-Nya kita menemukan kekuatan dan ketenangan.
Selasa, 1 Agustus 2023 Pembacaan Alkitab; 2 Raja-raja 4-7 PERCAYA DAN BERTINDAK Pergilah perempuan itu dari padanya; ditutupnyalah pintu sesudah ia dan anak-anaknya masuk; dan anak-anaknya mendekatkan bejana-bejana kepadanya, sedang ia terus menuang (2 Raja 4:5) Salah seorang istri nabi datang mengadu kepada Nabi Elisa tentang kesulitannya. Ia menjelaskan bahwa sejak suaminya meninggal, hidupnya penuh dengan kesulitan. Penagih hutang datang kepada dia dengan niat mengambil kedua anaknya jika dia tidak bisa melunasi semua hutangnya. Karena janda ini tidak memiliki apa-apa untuk membayar hutangnya, sebab itu ia datang kepada Elisa dengan harapan bisa menolongnya. Dan Elisa menolongnya, tetapi ia tidak memberikan uang kepadanya. Melainkan Elisa meminta perempuan itu untuk melakukan tiga hal. Pertama, mengumpulkan bejana. Kedua, menutup pintu dan menuang minyak. Ketiga, menjual bejana yang berisi minyak. Janda itu mengikuti setiap perintah demi perintah yang Elisa minta walaupun ia pun bisa menolaknya. Dia bisa saja berkata, “tidak perlu repot-repot mengumpulkan bejana-bejana, cukup berikan saya uang saja.” Kehidupan suaminya yang takut akan Tuhan telah menjadi teladan untuk medewasakan dirinya. Akhirnya masalah janda tersebut pun terselesaikan. Di dalam perjalanan iman kita mengikut Tuhan, masalah pasti ada. Respon kita pun bermacam-macam, ada yang takut, kuatir, panik. Renungan hari ini mengajarkan kita dua hal. Pertama, ketika kita menghadapi kesulitan, penting bagi kita untuk percaya dan mengandalkan Tuhan. Keyakinan kita pada-Nya akan memberi kita harapan dan kekuatan untuk menghadapinya. Kedua, kita harus bertindak dengan iman dalam menjalani hidup. Percaya saja tidak cukup; kita perlu melangkah maju dalam iman, sebagaimana istri nabi itu melakukan tindakan dengan menuangkan minyak ke dalam wadah-wadah. Percayalah bahwa Tuhan adalah sumber kekuatan dan kemampuan untuk mengatasi setiap masalah dalam hidup. Iman tanpa tindakan hanyalah omong kosong, tetapi iman yang diimbangi dengan tindakan akan membawa kita mengalami mukjizat.
Senin, 31 Juli 2023 Pembacaan Alkitab; 2 Raja-raja 1-3 MEMINTA PETUNJUK YANG BENAR Pada suatu hari jatuhlah Ahazia dari kisi-kisi kamar atasnya yang ada di Samaria, lalu menjadi sakit. Kemudian dikirimnyalah utusan-utusan dengan pesan: “Pergilah, mintalah petunjuk kepada Baal-Zebub, allah di Ekron, apakah aku akan sembuh dari penyakit ini.” (2 Raja-raja 1:2) Biasanya setiap akhir tahun orang-orang banyak yang suka meminta petunjuk atau ramalan untuk memasuki tahun baru. Mereka banyak bertanya tentang bagaimana nasib ekonomi, percintaan dan keluarganya. Sikap demikian merupakan sikap yang salah, karena kita lebih percaya kepada manusia dari pada Allah. Hal ini pun pernah dilakukan oleh raja Ahazia. Raja Israel ini lebih memilih meminta petunjuk berisi ramalan tentang nasib hidupnya. Ia meminta petunjuk kepada allah orang Ekron, yaitu Baal-zebub. Akibat dari perbuatannya, Allah pun meminta Elia untuk menyampaikan pesan-Nya kepada Ahazia, bahwa ia akan meninggal di tempat ia berbaring. Hidup orang percaya adalah hidup karena iman kepada Tuhan, bukan karena ramalan. Memilih untuk mengandalkan Tuhan dari pada ramalan adalah langkah bijaksana agar hidup kita mengalami kemenangan. Lakukanlah hal yang menyenangkan-Nya, dan janganlah melakukan hal yang membawa petaka atas hidup kita. Ia tidak pernah merasa direpotkan jika kita selalu datang meminta pertolongan kepada-Nya, karena hati Tuhan Yesus selalu tertuju kepada kita. Kasih-Nya yang besar tidak akan pernah membiarkan kita melangkah sendirian. Maka dari itu, mintalah selalu petunjuk dari-Nya, bukan dari manusia. Petunjuk dari Tuhan pasti membawa kita kepada rancangan yang indah, sedangkan petunjuk dari ramalan akan mendatangkan musibah.
Minggu, 30 Juli 2023 Pembacaan Alkitab; 1 Raja-raja 19 – 22 KUNCI KEBERHASILAN DALAM HIDUP Di sana masuklah ia ke dalam sebuah gua dan bermalam di situ. Maka firman TUHAN datang kepadanya, demikian: “Apakah kerjamu di sini, hai Elia?” (1 Raja-raja 19:9) Dari pembacaan ini kita bisa melihat bagaimana hubungan antara Elia dengan Allah. Dibalik keberhasilan pelayanan Elia, ada hubungan yang erat tantara Elia dengan Tuhan. dalam perjalanan pelayanannya, tidak lepas dari pergumulan, tantangan bahkan ancaman. Tapi juga ada kemenangan. Dan semua itu karena kehadiran Tuhan yang selalu dinyatakan lewat pelayanan Elia. Kunci dari pencapaian Elia adalah hubungan dengan Tuhan. Dalam hidup ini kita tidak terlepas dengan ujian dan pergumulan hidup. Namun apakah kita tetap memiliki hubungan yang erat dengan Tuhan ? Apakah mata kita tetap tertuju kepada-Nya ? Apakah kita masih tetap bertanya kepada Tuhan di setiap doa-doa kita ? Yang membuat kita berhasil bukanlah bakat atau kepintaran kita, Tapi karena kita memiliki hubungan yang erat dengan Tuhan. Hubungan yang erat dengan Tuhan akan embuat kita mengerti apa yang menjadi kehendak-Nya. Firman Tuhan berkata: “Ëngkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan; “ (Maz. 16:11) Bagaimana mungkin kita bisa tahu jalan-jalan-Nya kalau kita tidak punya hubungan yang erat dengan Dia ? sedangkan Tuhan selalu memberitahukan jalan-jalan-Nya kepada orang-orang yang mengasihi Dia. Kalau kita mau berhasil dalam dalam segala aspek kehidupan kita, kuncinya adalah hubungan yang melekat dengan Tuhan. mari membangun hubungan yang erat dengan Tuhan supaya kita dapat hidup sesuai dengan kehendak-Nya.
Sabtu, 29 Juli 2023 Pembacaan Alkitab; 1 Raja-raja 15 – 18 KOMITMEN Asa melakukan apa yang benar di mata TUHAN seperti Daud, bapa leluhurnya. Ia menyingkirkan pelacuran bakti dari negeri itu dan menjauhkan segala berhala yang dibuat oleh nenek moyangnya. (1 Raja-raja 15:11-12) Asa Mengambil Keputusan untuk melakukan apa yang benar dimata Tuhan & melaksanakan kehendak Allah, pertama-tama Asa menghapuskan kebiasaan menyembah berhala dan mengusir para penyembah berhala dari kerajaannya. Asa sangat bertolak belakang dari Abiam, ayahnya. Sang ayah tidak dengan sepenuh hati berpaut kepada Tuhan. Sebaliknya, Asa berpaut kepada Tuhan sepanjang hidupnya. Hal yang membedakan keduanya adalah komitmen kepada Tuhan. Setiap orang yang menjalin suatu hubungan membutuhkan komitment. Tanpa adanya komitmen, sebuah hubungan tidak bisa berjalan dengan harmonis. Begitu juga hubungan kita dengan Tuhan membutuhkan komitment. Asa mengambil keputusan yang tepat yaitu berpaut kepada Tuhan sepanjang hidupnya. Sebagai raja yang muda, keputusan Asa untuk menghancurkan kebiasaan menyembah berhala dari bangsanya merupakan Tindakan yang memuliakan Tuhan. Sikap seperti ini tidaklah mudah tapi karena komitment, Asa berani melakukannya. Belajar dari Tindakan Asa, kita sebagai umat yang percaya perlu membangun komitment dengan Tuhan. Komitmen yang kita ambil karena kita mengasihi Tuhan serta mengasihi jiwa-jiwa. Satu Tindakan radikal sangat perlu, guna membangun iman dan rasa cinta kita kepada Tuhan. Misalnya ketika kita berkomitment untuk meninggalkan hal-hal yang dulunya membuat kita nyaman dengan dosa yang bertahun-tahun masih kita simpan, atau kepercayaan nenek moyang dan adat istiadat yang melekat dengan kita. Hal-hal itu perlu kita singkirkan dalam kehidupan kita. Sikap sepeprti ini tentu membutuhkan komitment yang kuat dengan Tuhan. Tanpa sebuah komitment, kita akan sangat sulit melepaskan semua hal-hal yang nyaman itu. Jika kita ingin memiliki hidup yang berkenan pada Tuhan, kita perlu punya komitment. Di saat kita membangun komitment dengan Tuhan maka hubungan kita dengan Tuhan akan semakin melekat sehingga hidup kita akan berdampak.
Jumat, 28 Juli 2023 Pembacaan Alkitab; 1 Raja-raja 10-14 KONSEKUENSI AKAN DOSA Sebab itu TUHAN menunjukkan murka-Nya kepada Salomo, sebab hatinya telah menyimpang dari pada TUHAN, Allah Israel, yang telah dua kali menampakkan diri kepadanya, dan yang telah memerintahkan kepadanya dalam hal ini supaya jangan mengikuti allah-allah lain, akan tetapi ia tidak berpegang pada yang diperintahkan TUHAN. Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Salomo: “Oleh karena begitu kelakuanmu, yakni engkau tidak berpegang pada perjanjian dan segala ketetapan-Ku yang telah Kuperintahkan kepadamu, maka sesungguhnya Aku akan mengoyakkan kerajaan itu dari padamu dan akan memberikannya kepada hambamu. (1 Raja-Raja 11:9-11) Raja Salomo merupakan raja yang penuh hikmat dan sangat bijaksana serta diberkati oleh Tuhan. Namun, sayangnya, ia tergoda oleh keinginan daging dan hati yang tidak taat kepada Tuhan. Ada dua dari 1 Raja 9:4-8) yang bisa kita renungkan sebagai anak Tuhan: 1) Bahaya godaan: Salomo, meskipun begitu bijaksana dan diberkati, ia tidak terlepas dari godaan yang membuat hatinya terbelah. Dia jatuh ke dalam dosa dengan berpaling dari Tuhan dan menyembah allah lain. Hal ini mengingatkan kita bahwa tidak peduli sebesar apa Hikmat dan berkat yang kita miliki, kita semua rentan terhadap godaan dan kesalahan. Ini adalah peringatan bagi kita untuk selalu menjaga hati kita dari godaan dosa. 2) Konsekuensi dari ketidaksetiaan: Tuhan tidak tinggal diam atas perbuatan Salomo. Ia memberikan peringatan yang tegas mengenai konsekuensi perbuatan dosa yang dilakukan Salomo dan keturunannya. Yang menyebabkan kerajaannya akan terpecah menjadi dua, dan keturunan Salomo akan mengalami kesulitan. Ini menunjukkan betapa seriusnya Tuhan melihat ketidaksetiaan dan dosa yang dilakukan oleh umat-Nya. Hal tersebut mengajarkan kita untuk selalu berpegang teguh pada iman dan menghormati perintah Tuhan. Keinginan daging dan kesenangan dunia mungkin menarik, tetapi kita harus belajar dari kegagalan Salomo dan berusaha menghindarinya. Ketika kita tergoda, ingatlah konsekuensinya dan tetaplah berpegang pada perintah Tuhan. Jika kita pernah melakukan dosa dan bersalah, mari bertobat dan kembali kepada-Nya dengan tulus hati. Maka Kita pasti akan diampuni & menemukan kasih-Nya yang tak terbatas yang mengalir melalui Anugerah-Nya. Renungkanlah hal ini sebagai peringatan bagi kita, hiduplah dalam kesetiaan serta ketaatan kepada-Nya. Dengan demikian hidup kita menjadi berkenan dihadapan Tuhan & kita akan mengalami Hidup yang diberkati.
Kamis, 27 Juli 2023 Pembacaan Alkitab; 1 Raja-raja 7-9 TAAT & SETIA PADA PERINTAH TUHAN Mengenai engkau, jika engkau hidup di hadapan-Ku sama seperti Daud, ayahmu, dengan tulus hati dan dengan benar, dan berbuat sesuai dengan segala yang Kuperintahkan kepadamu, dan jika engkau tetap mengikuti segala ketetapan dan peraturan-Ku, maka Aku akan meneguhkan takhta kerajaanmu atas Israel untuk selama-lamanya seperti yang telah Kujanjikan kepada Daud, ayahmu, dengan berkata: Keturunanmu takkan terputus dari takhta kerajaan Israel. Tetapi jika kamu ini dan anak-anakmu berbalik dari pada-Ku dan tidak berpegang pada segala perintah dan ketetapan-Ku yang telah Kuberikan kepadamu, dan pergi beribadah kepada allah lain dan sujud menyembah kepadanya, maka Aku akan melenyapkan orang Israel dari atas tanah yang telah Kuberikan kepada mereka, dan rumah yang telah Kukuduskan bagi nama-Ku itu, akan Kubuang dari hadapan-Ku, maka Israel akan menjadi kiasan dan sindiran di antara segala bangsa. Dan rumah ini akan menjadi reruntuhan, sehingga setiap orang yang lewat akan tertegun, bersuit, dan berkata: Apakah sebabnya TUHAN berbuat yang demikian kepada negeri ini dan kepada rumah ini? (1 raja-Raja 9:4-8) Tuhan berbicara kepada Raja Salomo setelah ia menyelesaikan pembangunan Bait Suci, dengan Firman Tuhan yang berisi janji dan juga sebuah tantangan bagi Salomo dan umat Israel yaitu : 1) Tuhan menegaskan janji-Nya kepada Salomo bahwa Bait Suci yang baru dibangun akan menjadi tempat kediaman-Nya di tengah-tengah umat Israel selama mereka setia mengikuti hukum-Nya dan berjalan dalam jalan-jalan-Nya. 2) Tuhan memberikan peringatkan kepada Salomo tentang bahayanya murtad jika menyembah allah lain, atau jika mengabaikan perintah-Nya, maka berkat-berkat-Nya akan dicabut dan Bait Suci yang indah itu akan menjadi tanda kehancuran dan kehinaan. Hal ini mengingatkan kita tentang betapa pentingnya kesetiaan dalam hidup berjalan bersama Tuhan. Janji Tuhan atas berkat dan perlindunganNya hanya berlaku bagi mereka yang tetap setia dan tunduk pada kehendak-Nya. Namun, ada peringatan yang jelas bahwa ketika kita mengabaikan-Nya atau menyimpang dari kebenaran maka akan membawa akibat yang serius. Kita harus selalu mengingat betapa limpahnya kasih dan kemurahan Tuhan, tetapi kita juga harus menjaga hati supaya tidak tergoda untuk menyimpang dari-Nya. Kesetiaan kita kepada Tuhan adalah tanggung jawab kita sendiri. Tetap berpegang teguh pada iman, berjalanlah dalam jalan kebenaran, dan berusaha hidup dalam kehendak Tuhan ini adalah suatu keputusan yang kita harus buat setiap hari. Dalam kehidupan kita yang penuh tantangan ini, mari kita tetap setia mengikuti-Nya. Dengan demikian, kita dapat mengalami berkat-Nya yang melimpah dan merasakan hadirat-Nya yang mendampingi dalam setiap langkah kita.