Author: Administrator

[BREAD OF LIFE – GIVES LIFE] BOL365 | DAY 231

Sabtu, 19 Agustus 2023 Pembacaan Alkitab: 2 Tawarikh 9–12 “BERTEKUN MENCARI TUHAN” “Ia berbuat yang jahat, karena ia tidak tekun mencari TUHAN.” (2 Tawarikh 12:14) Rehabeam dikenal sebagai raja Yehuda yang melakukan hal yang jahat di hadapan Tuhan. Awalnya dia bukan orang yang baik, tetapi ada orang-orang Lewi yang datang mendukungnya, maka ia melakukan ibadah kepada Tuhan. Hal itu terjadi pada tiga tahun pertama pemerintahannya. Tetapi selanjutnya Rehabeam mulai berubah, ia kembali kepada dosa-dosa lamanya, ia menyembah berhala dan melakukan kekejian. Kejahatan Rehabeam di hadapan Tuhan ini dipengaruhi oleh beberapa faktor: Pertama – faktor keluarga karena pengaruh ibunya, Naama. Ia adalah seorang perempuan Amon yang dinikahi Salomo, dia tidak mengenal Tuhan, dia juga mempengaruhi Rehabeam untuk menyembah berhala sejak usianya masih muda. kedua – faktor hati Rehabeam berbuat yang jahat, karena ia tidak tekun mencari Tuhan. Di dalam bahasa Ibrani artinya “karena ia tidak mempersiapkan hatinya untuk mencari Tuhan” , hatinya tidak sungguh-sungguh tertuju kepada Tuhan. Meskipun kelihatannya Rehabeam menyembah Tuhan, tetapi sebenarnya ia melakukan hal itu secara lahiriah saja, tidak dengan ketulusan dan sepenuh hati; Rehabeam tidak pernah dengan sungguh-sungguh datang kepada Tuhan. Itulah sebabnya dengan mudah ia berbalik dari Tuhan. Karena dipimpin oleh raja yang memberontak kepada Tuhan, maka seluruh rakyat Yehuda juga turut melakukan dosa, mereka meninggalkan Tuhan, berbuat kejahatan, dan menyembah berhala. Maka bangkitlah murka Tuhan, Ia menghukum seluruh Yehuda dengan membiarkan raja Sisak dari Mesir untuk masuk menyerbu negeri Yehuda. Sejarahwan Flavius Josephus mencatat bahwa pasukan raja Sisak yang menyerbu ada sebanyak empat ratus ribu prajurit infanteri. Pasukan itu tidak menemui perlawanan berarti sepanjang penyerbuan mereka ke kerajaan Yehuda. Dengan mudah mereka dapat merebut kota-kota Yehuda yang paling dibentengi, termasuk Yerusalem. Rehabeam tidak mampu melawan karena ia takut kepada Sisak. Raja Sisak tidak menghancurkan Yerusalem, tetapi memaksa Rehabeam untuk melucuti segala barang yang terbuat dari emas di Bait Suci. Tuhan tidak senang dengan perilaku orang yang bermain-main dengan kasih karunia dan kemurahan-Nya. Orang percaya harus serius dalam pertobatannya, supaya tidak kembali hidup ke dalam perhambaan dalam dosa dan dikuasai Iblis.

[BREAD OF LIFE – GIVES LIFE] BOL365 | DAY 230

Jumat, 18 Agustus 2023 Pembacaan Alkitab: 2 Tawarikh 5–8 “PENGAMPUNAN DAN PEMULIHAN” “Dan umat-Ku, yang atasnya nama-Ku disebut, merendahkan diri, berdoa dan mencari wajah-Ku, lalu berbalik dari jalan-jalannya yang jahat, maka Aku akan mendengar dari sorga dan mengampuni dosa mereka, serta memulihkan negeri mereka.” (2 Tawarikh 7:14) Ayat ini adalah jawaban Tuhan atas doa khusus yang dinaikkan oleh Salomo kepada-Nya (baca: 2Taw. 6:24-31). Israel adalah umat pilihan Allah. Bangsa ini adalah bangsa kepunyaan Allah. Tuhan memberkati bangsa Israel dengan berkat-berkat khusus yang didasarkan kepada perjanjian yang dilakukan-Nya dengan Abraham–Ishak–Yakub, kakek moyang mereka. Bukan hanya memberkati mereka, Tuhan juga memelihara bangsa Israel dengan segala hasil bumi yang terbaik di tanah perjanjian, Tuhan menjaga mereka dari serangan wabah penyakit maupun bencana alam, Tuhan juga melindungi bangsa ini dari serangan bangsa-bangsa di sekitar wilayahnya, yaitu bangsa-bangsa yang jauh lebih besar jumlah orangnya dan lebih kuat militernya. Itulah janji setia Tuhan kepada umat Israel, yang akan terus terjadi apabila mereka tetap setia menyembah Tuhan sebagai Allah mereka. Tetapi apabila mereka berbalik dari-Nya, memberontak, menyembah dewa-dewa asing, atau melakukan kekejian dan kejahatan di hadapan Tuhan, maka penghakiman dan hukuman Tuhan akan ditimpakan kepada Israel. Pertama Tuhan bisa menutup bumi, sehingga terjadi kelaparan; Kedua, Tuhan juga bisa membiarkan wabah penyakit kusta menimpa mereka; Ketiga, hukuman Tuhan adalah dengan cara membuka “pintu gerbang tembok perlindungan-Nya”, lalu membiarkan bangsa asing masuk menyerbu dan mengalahkan orang Israel, menduduki tanah mereka, dan bahkan mengangkut mereka keluar sebagai orang buangan. Itulah hukuman atas ketidaksetiaan kepada perjanjian Allah. Apabila suatu saat umat Israel mau bertobat, merendahkan diri di hadapan-Nya, lalu berseru-seru kepada nama-Nya yang Kudus, maka Tuhan akan mendengar seruan mereka, mengampuni mereka, lalu memulihkan keadaan mereka. Tanah akan kembali subur, penyakit sampar lenyap, dan pasukan bangsa asing yang datang menyerbu pun dihancurkan oleh Tuhan. Itulah pemulihan Tuhan atas negeri Israel. Tuhan memilih kita untuk diselamatkan. Di dalam naungan-Nya kita diberkati, dilindungi, dan dipelihara. Tetapi apabila kita kembali hidup di dalam dosa, maka hal itu akan mendukakan Roh Kudus & memberi kesempatan untuk iblis berkuasa atas hidup kita. Marilah kita tetap taat dan setia kepada Tuhan. Tuhan itu setia dan benar, Ia menginginkan umat-Nya juga berlaku setia dan benar. Tuhan sanggup memulihkan keadaan orang yang kembali datang kepada-Nya dalam pertobatan.

[BREAD OF LIFE – GIVES LIFE] BOL365 | DAY 229

Kamis, 17 Agustus 2023 Pembacaan Alkitab: 2 Tawarikh 1–4 “MENCARI WAJAH TUHAN” “Salomo mempersembahkan korban di sana di hadapan TUHAN di atas mezbah tembaga yang di depan Kemah Pertemuan itu; ia mempersembahkan seribu korban bakaran di atasnya. Pada malam itu juga Allah menampakkan diri kepada Salomo dan berfirman kepadanya: “Mintalah apa yang hendak Kuberikan kepadamu.” (2 Tawarikh 1:6-7) Ketika Salomo naik tahta menjadi raja atas Israel, ia mengambil tindakan pertama di dalam memulai pemerintahannya dengan cara melakukan perjalanan ke tempat tinggi di Gibeon. Salomo naik bersama para pemimpin dan perwakilan jemaat Israel untuk memberikan persembahan di mezbah Tuhan yang dulu dibuat oleh nabi Musa di sana. Ada seribu korban bakaran yang dipersembahkan. Ini bukanlah persembahan pribadi, melainkan persembahan yang ditujukan sebagai bentuk permohonan agar Allah memberkati pemerintahan Salomo. Upacara besar di hadapan banyak orang ini juga sebagai deklarasi bahwa raja Salomo bergantung pada anugerah Tuhan. Salomo berbeda dari para raja lain, yang lebih menginginkan hal-hal duniawi seperti ingin tahtanya menjadi semakin kuat, wilayah kerajaannya menjadi semakin luas atau harta kekayaannya dijadikan berlipat ganda. Berbeda dengan Salomo yang mengutamakan untuk mencari wajah Tuhan agar dapat mengerti kehendak-Nya. Karena itu Salomo hanya meminta diberikan hikmat dan pengertian, supaya bisa memimpin bangsa Israel, umat kepunyaan Tuhan. Dan Tuhan memberi Salomo hikmat, kebijaksanaan, pengertian, kekayaan, harta benda, dan kemuliaan yang tidak pernah dimiliki raja manapun. Ini adalah perkenanan khusus yang diberikan Tuhan hanya kepada Salomo. Mari kita belajar dari Salomo yang menyerahkan diri pada rencana Tuhan dan lebih memikirkan kesejahteraan umat-Nya, dari pada kepentingan dirinya sendiri. Miliki hati yang rindu untuk menjadi berkat bagi banyak orang. Tuhan menganugerahkan hikmat dan kekayaan bagi orang yang mencari perkenanan-Nya, agar bisa digunakan demi kepentingan Kerajaan Allah.

[BREAD OF LIFE – GIVES LIFE] BOL 365 | DAY 228

Rabu, 16 Agustus 2023 Pembacaan Alkitab; 1Tawarikh 27-29 MEMBERIKAN PERSEMBAHAN TERBAIK Bangsa itu bersukacita karena kerelaan mereka masing-masing, sebab dengan tulus hati mereka memberikan persembahan sukarela kepada TUHAN; juga raja Daud sangat bersukacita (1 Tawarikh 29:9) Hal untuk memberi bukan soal menunggu kapan waktunya untuk dapat melakukan hal itu dan seberapa besar nilai sesuatu yang kita beri. Tidak harus kaya terlebih dahulu untuk memberi, atau saat kita dalam kekurangan kita tidak perlu memberi. Belajar dari Raja Daud, meskipun bukan Daud yang dipilih Allah untuk dapat mendirikan bait Allah melainkan Salomo anaknya, Daud tetap mendukung penuh dalam pembangunan bait Allah tersebut. Sebab ia menyadari bahwa Pembangunan Bait Suci bukanlah untuk manusia, tetapi untuk Tuhan. Tindakan Daud pun akhirnya membakar semangat para pemimpin beserta kepala suku Israel, sehingga membuat hati mereka begitu sukacita dan langsung tergerak untuk juga memberikan persembahan sukarela dalam bentuk tambahan bahan untuk membangun rumah Tuhan. Pemberian terbaik adalah cerminan dari penghargaan dan cinta kita kepada Allah. Pemberian yang terbaik tidak diukur dari jumlahnya, tetapi diukur dari sikap hati, apakah kita tulus atau hanya ingin mencari pujian? Dalam hidup ini, kita diberikan banyak hal oleh Tuhan. Baik itu berkat finansial, bakat, waktu, atau sumber daya lainnya. Apa yang akan kita lakukan dengan apa yang telah Tuhan berikan kepada kita? Apa yang Tuhan percayakan kepada kita saat ini, pergunakanlah untuk kemuliaan Tuhan saja, bukan untuk diri kita sendiri. Kita akan menemukan bahwa dalam memberi dengan sukacita, maka kita akan merasakan kehadiran Allah yang mendalam dan merasakan kebahagiaan yang melebihi segala sesuatu. Milikilah sebuah prinsip bahwa untuk Tuhan Yesus kita harus memberikan yang terbaik, bukan yang biasa saja. Tidak ada sukacita yang lebih besar daripada memberikan persembahan terbaik kepada Tuhan dengan hati yang tulus & mengasihi Nya.

[BREAD OF LIFE – GIVES LIFE] BOL 365 | DAY 227

Selasa, 15 Agustus 2023 Pembacaan Alkitab; 1 Tawarikh 23-26 MELAYANI DENGAN TANGGUNG JAWAB “Mereka harus melakukan pemeliharaan Kemah Pertemuan serta tempat kudus dan harus melayani anak-anak Harun, saudara-saudara mereka, untuk menyelenggarakan ibadah di rumah TUHAN.” (1 Tawarikh 23:32) Kondisi Daud yang sudah mulai tua dan lanjut umur tidak memungkinkan dirinya menjalankan pemerintahan dengan baik. Dalam masa pemerintahannya yang dikatakan berhasil, ada satu hal yang menjadi kegelisahan Daud, yaitu Bait Suci. Karena itu, ia segera mengangkat Salomo sebagai pengganti raja Israel (ay. 1). Untuk memastikan segala sesuatunya berjalan lancar, Daud mengumpulkan segala pembesar Israel, para imam dan orang-orang Lewi, berkenaan dengan tugas orang-orang Lewi untuk melayani di Bait Suci. Ada yang mendapat tugas pengawasan dan pengorganisasian, ada pula yang bertugas dalam penyelenggaraan ibadah, ada yang ditugaskan untuk menjaga pintu gerbang. Tugas mereka diatur menurut kelompok asal dari keturunan Lewi. Mereka melayani bersama dan saling membangun sinergi, melayani dengan serasi menurut talentanya masing-masing. Orang-orang yang dipilih Daud melayani dengan penuh tanggung jawab. Dalam pelayanan, kita perlu memahami peran dan tugas kita dengan baik. Setiap orang memiliki kontribusi unik dalam pelayanan, dan pemahaman ini membantu menciptakan keharmonisan dalam kerja bersama. Sadarilah bahwa setiap orang yang percaya kepada Tuhan Yesus adalah hamba Tuhan. Dimana pun kita ditempatkan, baik di gereja maupun di dunia kerja, kita harus belajar melayani dengan tanggung jawab. Tidak perlu iri dengan keberhasilan orang lain, cukup lakukan yang menjadi bagian kita. Tuhanlah yang menilai setiap tindakan yang kita lakukan. Kita perlu menjalankan tugas-tugas kita dengan penuh ketaatan, tanpa mengabaikan atau meremehkan apapun yang telah ditugaskan kepada kita. Layanilah Tuhan dan sesama dengan penuh tanggung jawab! Setiap pelayanan yang Tuhan percayakan kepada kita jika dilakukan dengan penuh tanggung jawab pasti akan menyenangkan hati-Nya

[BREAD OF LIFE – GIVES LIFE] BOL 365 | DAY 226

Senin, 14 Agustus 2023 Pembacaan Alkitab; 1 Tawarikh 19-22 STRATEGI DAN PERTOLONGAN TUHAN tetapi orang Aram itu lari dari hadapan orang Israel, dan Daud membunuh dari orang Aram itu tujuh ribu ekor kuda kereta dan empat puluh ribu orang pasukan berjalan kaki; juga Sofakh, panglima tentara itu, dibunuhnya (1 Tawarikh 19:18) Setelah raja bani Amon meninggal, Daud berencana untuk menjalin persahabatan dengan anaknya yaitu Nahas. Namun, niat baik Daud dicurigai oleh para pemimpin Bani Amon dan Hanun bin Nahas. Dalam situasi ini, Daud sendiri dilecehkan oleh mereka dengan cara menghina utusannya; setengah bagian janggutnya dipotong dan pantatnya diperlihatkan. Tindakan Hanun yang menghina Daud membuatnya tersinggung. Sebagai respons terhadap hal ini, Hanun bersama bani Amon dan tentara Aram bersiap untuk berperang melawan Daud. Tetapi mereka kalah berperang melawan Daud. Dengan strategi perangnya, Daud maju berperang dan mendapat kemenangan besar atas tentara Aram (17-18). Penting untuk diingat bahwa dalam peperangan Daud selalu menang karena dia mengandalkan Tuhan & memiliki strategi militer. Dalam setiap penyelesaian tugas & masalah dihidup kita, Ada bagian yang harus kita kerjakan, ada bagian yang Allah kerjakan. Keyakinan dan kepercayaan yang dalam terhadap Tuhan sebagai sumber kekuatan dan kemenangan sejati merupakan hal terpenting. Daud tahu bahwa meskipun dia memiliki perencanaan yang baik, ia tetap membutuhkan pertolongan dari Tuhan. Dalam hidup, kita juga sering dihadapkan pada situasi sulit, tantangan, dan masalah. Kita perlu belajar dari Daud dalam menggabungkan strategi manusia dengan kepercayaan yang kokoh kepada Tuhan. Kita harus berusaha untuk merencanakan dengan bijak, menggunakan pengetahuan dan keterampilan yang kita miliki, tetapi juga harus selalu mengandalkan pertolongan dan arahan Tuhan Yesus. Saat kita melibatkan Tuhan Yesus dalam rencana dan tindakan kita, maka kita memiliki jaminan bahwa Dia akan mendukung dan memimpin kita melewati setiap cobaan. Kita perlu memahami bahwa kemenangan sejati datang dari Tuhan Yesus, dan mengandalkan-Nya adalah kunci untuk mengatasi segala rintangan yang kita hadapi.

[BREAD OF LIFE – GIVES LIFE] BOL 365 | DAY 225

Minggu, 13 Agustus 2023 Pembacaan Alkitab; I Tawarikh 15 – 18 Kekudusan Membawa kehadiran Tuhan Jadi para imam dan orang-orang Lewi menguduskan dirinya untuk mengangkut tabut TUHAN, Allah Israel (1 Tawarikh 15: 14) Para imam dan orang-orang Lewi memiliki kesiapan dan kerendahan hati untuk mengangkut tabut Tuhan. Tabut Tuhan atau Tabut Perjanjian merupakan tempat di mana Allah bertemu dengan umat-Nya dan juga merupakan tanda kehadiran Allah di antara umat Israel. Pada saat yang kritis dalam sejarah Israel, para imam dan orang-orang Lewi menunjukkan kesediaan mereka untuk melayani Tuhan dengan sungguh-sungguh. Mereka sadar akan pentingnya untuk mereka mengangkut Tabut Tuhan yang kudus. Mereka tidak hanya melaksanakan tugas dengan hati yang tulus tetapi mereka juga beribadah dalam kekudusan. Seperti para imam dan orang Lewi ini, kita juga harus membawa persembahan yang kudus & berkenan kepada Allah (Roma 12:1) Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati. Para imam dan orang Lewi memastikan bahwa mereka siap untuk mengangkut Tabut Tuhan. Begitu juga dalam hidup kita, sangat perlu kita mempersiapkan diri dengan Sikap hati yang kudus & benar, Supaya apa yang kita persembahkan itu berkenan kepada Allah. Sehingga kita dapat selalu merasakan & mengalami kehadiran Tuhan dalam hidup kita.

[BREAD OF LIFE – GIVES LIFE] BOL 365 | DAY 224

Sabtu, 12 Agustus 2023 Pembacaan Alkitab: 1Tawarikh 11 – 14 DIBERKATI KARENA DISERTAI TUHAN, Lalu makin lama makin besarlah kuasa Daud, sebab TUHAN semesta alam menyertainya. (1 Tawarikh 11:9) Usaha dan kerja keras manusia tidak akan memberikan hasil yang baik tanpa campur tangan Tuhan di dalamnya. Daud menyadari betapa pentingnya penyertaan Tuhan dalam hidupnya. Daud sangat percaya bahwa untuk membangun dan memimpin umat Israel tidak akan pernah berhasil tanpa penyertaan Tuhan. Kehidupan Daud sebagai Raja semakin hari semakin diberkati. Daud menjadi Raja Israel yang berhasil karena dia mengandalkan Tuhan & Tuhan pun menyertainya, sehingga Daud menjadi raja atas Israel yang memiliki pengaruh kian hari kian besar. Mari kita belajar dari Daud. Kita adalah orang yang dipanggil dan dipilih oleh Tuhan untuk menjadi rekan sekerja-Nya dibumi ini. Untuk itu kita harus selalu mengandalkan Tuhan & mengharapkan penyertaanNya dalam segala aspek kehidupan kita, sehingga hidup kita akan semakin berdampak lebih luas lagi agar dapat menjangkau jiwa-jiwa untuk diselamatkan. Jika Tuhan menyertai maka perjalanan hidup kita akan berhasil & beruntung. Jika Tuhan yang Menyertai, maka kita tidak perlu takut akan hari esok