Author: Administrator

[BREAD OF LIFE – GIVES LIFE] BOL 365 │DAY 123

Kamis, 02 Mei 2024 Pembacaan Alkitab; Yohanes 1-3 “Firman itu telah Menjadi Manusia” Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran. (Yohanes 1:14) Yesus Kristus, adalah Firman yang merupakan Allah sendiri yang menjadi manusia, ini adalah inti dari iman Kristen. Dia adalah Allah yang menjelma menjadi manusia untuk menyelamatkan umat manusia. Melalui Yesus Kristus, Allah tidak lagi jauh dan tak terjamah. Dia telah datang ke dunia dan hidup bersama manusia, sehingga manusia dapat mengenal Allah dengan lebih dekat dan menjalin hubungan yang intim dengan-Nya. Yesus Kristus datang untuk membawa kasih karunia Allah yang menyelamatkan manusia dari dosa dan memberikan kebenaran yang membebaskan manusia dari kegelapan. Yohanes 1:14 mengingatkan kita akan kasih Allah yang besar bagi umat manusia dan mengajak kita untuk hidup dalam iman dan ketaatan kepada Yesus Kristus.

[BREAD OF LIFE – GIVES LIFE] BOL 365 │DAY 122

Rabu, 01 Mei 2024 Pembacaan Alkitab; Bilangan 34-36 JANGANLAH MENAJISKAN Maka janganlah najiskan negeri tempat kedudukanmu, yang di tengah-tengahnya Aku diam, sebab Aku, TUHAN, diam di tengah-tengah orang Israel.” (Bilangan 35:34) Firman ini disampaikan Tuhan kepada bangsa Israel setelah mereka diperintahkan untuk mendirikan kota-kota perlindungan bagi para pembunuh tidak sengaja (Bilangan 35:9-33). Tuhan mengingatkan bangsa Israel bahwa tanah Kanaan yang akan mereka masuki bukanlah sembarang tanah, Itu adalah tempat kediaman-Nya, dimana Dia akan hadir dan bersemayam di tengah-tengah umat-Nya. Kehadiran Tuhan menjadikan tanah Kanaan berbeda dan harus dihormati. Bangsa Israel memiliki tanggung jawab untuk tidak menajiskan tanah tersebut. Kata “najis” dalam ayat ini merujuk pada hal-hal yang dianggap cemar atau tidak sesuai dengan standar kekudusan Tuhan. Ini bisa diartikan sebagai dosa, ketidaktaatan, dan perbuatan yang tidak sesuai dengan kehendak Tuhan. Tuhan tidak menghendaki tanah Kanaan menjadi najis karena perbuatan umat-Nya. Panggilan ini juga berlaku bagi kita sebagai umat Tuhan saat ini. Kita dipanggil untuk tidak menajiskan hidup dan berlaku menyenangkan hati Tuhan melalui pola hidup yang sesuai dengan firman-Nya.

[BREAD OF LIFE – GIVES LIFE] BOL 365 │DAY 121

Selasa, 30 April 2024 Pembacaan Alkitab; Bilangan 31 – 33 TUHAN yang Bela umat NYA Lalu berkatalah Musa kepada bangsa itu: “Baiklah sejumlah orang dari antaramu mempersenjatai diri untuk berperang, supaya mereka melawan Midian untuk menjalankan pembalasan TUHAN terhadap Midian. Bilangan 31:3 Tuhan memberikan perintah kepada Musa untuk memimpin serangan terhadap orang Midian sebagai balasan atas tipu daya yang dilakukan oleh orang Midian terhadap bangsa Israel & hal itu harus segera dilaksanakan karena perbuatan jahat yang dilakukan oleh orang Midian terhadap umat-Nya. Tuhan adalah Tuhan yang adil dan memegang standar keadilan-Nya. Meskipun sering kali kita tidak dapat memahami alasan di balik perintah-Nya, kita harus mengakui bahwa Tuhan selalu bertindak dalam keadilan-Nya yang sempurna. Terkadang kita mungkin diuji atau dipanggil untuk melakukan tindakan atau keputusan yang sulit, namun kita harus mempercayai bahwa Tuhan tahu apa yang terbaik bagi kita. Mari kita percayai dan taat pada otoritas-Nya, meskipun terkadang kita mungkin tidak memahami alasan di balik keputusan-Nya. Hiduplah dalam ketaatan dan tetap percaya bahwa Tuhan selalu berbuat baik bagi kita, meskipun terkadang jalannya mungkin sulit dipahami dan diselami oleh pikiran kita.

[BREAD OF LIFE – GIVES LIFE] BOL 365 │DAY 120

Senin, 29 April 2024 Pembacaan Alkitab; Bilangan 28 – 30 SETIA, MEMBERI YANG TERBAIK “Perintahkanlah kepada orang Israel dan katakanlah kepada mereka: Dengan setia dan pada waktu yang ditetapkan haruslah kamu mempersembahkan persembahan-persembahan kepada-Ku sebagai santapan-Ku, berupa korban api-apian yang baunya menyenangkan bagi-Ku. (Bilangan 28:2) Tuhan memberikan perintah kepada bangsa Israel untuk mempersembahkan korban bakaran kepada Tuhan, yaitu korban yang harum & menyenangkan bagi Nya, sebagai suatu ibadah yang kudus dan berkenan kepada-Nya. Penting bagi setiap umat Tuhan untuk memberikan yang terbaik kepada Nya dalam segala hal. Tuhan menghendaki kita membawa persembahan hati yang tulus dan kudus sebagai wujud penghargaan dan ibadah kepada-Nya. Kita diingatkan betapa pentingnya hidup dalam ketaatan dan kekudusan kepada Tuhan. Setiap persembahan yang kita bawa kepada Tuhan haruslah dilakukan dengan penuh rasa syukur dan hormat kepada-Nya. Kita harus mempersembahkan hidup kita sebagai persembahan yang harum bagi Tuhan, dengan mengikuti segala kehendak-Nya dan hidup dalam ketaatan kepada Nya. Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.(Roma 12:1)

[BREAD OF LIFE – GIVES LIFE] BOL 365│DAY 119

Minggu, 28 April 2024 Pembacaan Alkitab; Bilangan 25 – 27 MURKA TUHAN Ketika Israel berpasangan dengan Baal-Peor, bangkitlah murka TUHAN terhadap Israel; lalu berfirmanlah TUHAN kepada Musa: “Tangkaplah semua orang yang mengepalai bangsa itu dan gantunglah mereka di hadapan TUHAN di tempat terang, supaya murka TUHAN yang bernyala-nyala itu surut dari pada Israel.” Bilangan 25:3-4 Kitab Bilangan menceritakan tentang bangsa Israel yang tergoda untuk bersekongkol dengan para perempuan Moabite dan menyembah dewa mereka. Perbuatan ini membuat murka Tuhan dan menimbulkan hukuman berat bagi bangsa Israel. Peristiwa ini mengajarkan kita untuk tetap setia kepada iman dan prinsip-prinsip kebenaran, meskipun mungkin terjadi tekanan atau godaan dari luar. Setia kepada Tuhan dan firman-Nya harus menjadi prioritas utama, agar tidak tersesat atau tergoda oleh godaan dunia. Kita juga perlu memperhatikan betapa pentingnya menjaga kesucian hati dan pikiran kita, agar tidak terjerumus dalam dosa-dosa yang menghancurkan hubungan kita dengan Tuhan. Ini menjadi peringatan kepada setiap umatNya, agar selalu setia kepada Tuhan, menjaga kesucian hati dan pikiran kita, serta menjauhi segala bentuk godaan yang dapat menyesatkan kita.

[BREAD OF LIFE – GIVES LIFE] BOL365 | DAY 118

Sabtu, 27 April 2024 Pembacaan Alkitab: Bilangan 22-24 “ALLAH TIDAK PERNAH BERDUSTA” “Allah bukanlah manusia, sehingga Ia berdusta; bukan anak manusia, sehingga Ia menyesal. Masakan Ia berfirman dan tidak melakukannya, atau berbicara dan tidak menepatinya?” (Bilangan 23:19) Allah bukanlah manusia, oleh sebab itu Ia tidak dapat dan tidak mungkin berdusta. Sementara itu manusia adalah makhluk yang terdiri dari darah dan daging. Dosa manusia diturunkan melalui darah Adam dan Hawa kepada seluruh keturunannya. Setiap keturunan manusia dilahirkan dengan tabiat berdosa dan mudah berdusta. Tetapi Tuhan adalah Allah yang Mahakudus. Karena kekudusan-Nya, Ia tidak mungkin melakukan dosa seperti berdusta misalnya. Tidak mungkin Allah mengatakan kebohongan atau tipu daya, sebab Tuhan adalah sang Kebenaran. Allah selalu menepati setiap janji-Nya dan menggenapi nubuatan-Nya. Lalu mengapa banyak orang yang mengalami kekecewaan kepada Tuhan? Sebagian orang mengeluh bahwa Tuhan tidak bisa dipercaya, bahwa Tuhan sudah banyak berjanji tetapi janji-janji itu tidak kunjung ditepati. Mengapa bisa seperti itu? Mungkin mereka sudah lama mengingini sesuatu, lalu mereka mulai mengklaim janji Tuhan secara sembarangan. Mereka pikir dengan mendeklarasikan kata-kata iman maka mereka dapat membuat Tuhan mengabulkan keinginan mereka. Tetapi apa yang mereka klaim tidak ada dasarnya, sebab Allah tidak akan membiarkan diri-Nya dipermainkan. Lagi pula apa yang mereka ingini hanyalah untuk memuaskan nafsu kedagingan mereka semata, maka Tuhan tidak akan berkenan kepada segala sesuatru yang tidak kudus, walaupun hal itu dibungkus dalam kemasan yang sepertinya rohani. Setelah yang diinginkannya tidak dapat mereka peroleh, maka mereka mulai kecewa, dan ujung-ujungnya menuduh Allah sebagai pendusta. Jangan biarkan nafsu kedagingan menguasai pikiran dan hati kita untuk memperalat Tuhan. Puaskan diri kita dengan memahami kehendak Tuhan. Ikuti rencana Tuhan supaya kita bisa melihat kebaikan-Nya.

[BREAD OF LIFE – GIVES LIFE] BOL365 | DAY 117

Jumat, 26 April 2024 Pembacaan Alkitab: Bilangan 19-21 “KESALAHAN KECIL BERAKIBAT FATAL” “Ketika Musa dan Harun telah mengumpulkan jemaah itu di depan bukit batu itu, berkatalah ia kepada mereka: “Dengarlah kepadaku, hai orang-orang durhaka, apakah kami harus mengeluarkan air bagimu dari bukit batu ini?” Sesudah itu Musa mengangkat tangannya, lalu memukul bukit batu itu dengan tongkatnya dua kali, maka keluarlah banyak air, sehingga umat itu dan ternak mereka dapat minum. Tetapi TUHAN berfirman kepada Musa dan Harun: “Karena kamu tidak percaya kepada-Ku dan tidak menghormati kekudusan-Ku di depan mata orang Israel, itulah sebabnya kamu tidak akan membawa jemaah ini masuk ke negeri yang akan Kuberikan kepada mereka.” (Bilangan 20:10-12) Pada saat umat Israel menempuh perjalanan keluar dari Mesir, suatu ketika sampailah mereka di padang gurun Zin. Di tempat itulah mereka kehabisan air dan tidak bisa mendapatkan sumber air. Oleh sebab itu mulailah mereka bersungut-sungut seperti biasanya, mereka juga bertengkar dengan Musa dan Harun. Lalu datanglah Musa dan Harun menghadap kepada Tuhan di Kemah Pertemuan untuk mengadukan masalah mereka. Kemudian Musa melakukan beberapa kesalahan. Kesalahan, Yang pertama adalah menyebut umat Israel sebagai orang-orang durhaka, ini adalah kata-kata yang tidak layak diucapkan, padahal Tuhan tidak pernah menyebut mereka demikian. Yang kedua, Musa menggunakan kata “kami” saat memukul bukit batu dengan tongkat. Dengan begitu seolah-olah dia dan Harun yang bisa melakukan mujizat mengeluarkan air dari bukit batu, padahal sebenarnya Tuhanlah yang hendak memberi minum bagi umat Israel. Yang ketiga, Musa memukul bukit batu dua kali dengan tongkatnya. Hal ini menunjukkan ketidaktaatan Musa Padahal Tuhan hanya meminta mereka untuk berbicara saja kepada bukit batu tersebut, tidak perlu melampiaskan emosinya atau bertindak berlebihan. Seharusnya mereka tidak perlu mengatakan dan melakukan yang tidak diperintahkan Tuhan. Dengan melakukan kesalahan-kesalahan itu, menunjukkan bahwa mereka tidak sepenuhnya taat kepada Tuhan dan menghormati kekudusan-Nya. Sebab itu Tuhan kemudian marah dan menghukum mereka, sehingga mereka tidak bisa masuk ke tanah perjanjian. Belajar dari apa yang dialami oleh Musa dan Harun, kita harus menghormati kekudusan Tuhan dan mengerjakan perintah Tuhan tepat seperti apa yang Ia firmankan, tidak lebih dan tidak kurang. Jangan biarkan sebuah ketidaktaatan hari ini berkembang menjadi pemberontakan di kemudian hari. Senangkan Tuhan dengan melakukan perintah-Nya tepat seperti yang Ia kehendaki. Muliakanlah Tuhan dengan melakukan pekerjaan yang membuat orang-orang memuji Tuhan.

[BREAD OF LIFE – GIVES LIFE] BOL365 | DAY 116

Kamis, 25 April 2024 Pembacaan Alkitab: Bilangan 16-18 “DILUPUTKAN KARENA PEMBELAAN HAMBA-NYA” “Tetapi sujudlah mereka berdua dan berkata: “Ya Allah, Allah dari roh segala makhluk! Satu orang saja berdosa, masakan Engkau murka terhadap segenap perkumpulan ini?” (Bilangan 16:22) Korah adalah seorang keturunan Lewi, dia memimpin pemberontakan di antara umat Israel. Korah dan beberapa orang lainnya tidak senang dengan posisi yang diberikan oleh Tuhan kepada Musa dan Harun. Para pemberontak itu merasa bahwa para abdi Allah itu telah diberi terlalu banyak kekuasaan dan wewenang. Lalu mereka mulai menghasut segenap umat Israel untuk melawan Musa dan Harun. Ternyata Tuhan tidak menganggap remeh perlawanan terhadap Musa dan Harun. Pemberontakan kepada para hamba Tuhan yang telah diutus-Nya sama dengan memberontak kepada Dia yang telah mengutus mereka. Tuhan pun menjadi murka, Ia hendak menghancurkan seluruh umat Israel dalam sekejap mata. Tetapi Musa dan Harun sujud tersungkur, menyentuh hati Tuhan, dan memohon agar umat Israel diluputkan dari murka Allah. Sebab, dosa itu dimulai hanya oleh seorang saja, yaitu Korah yang memimpin pemberontakan. Maka Allah memperhatikan pembelaan Musa dan Harun. Lalu Korah dan para pengikutnya harus menghadapi hukuman yang berat atas pemberontakan mereka. Mereka dan harta bendanya hilang ditelan oleh bumi, para pengikutnya pun hangus terbakar. Tetapi umat Israel masih diberi kesempatan oleh Tuhan untuk memperbaiki diri. Tuhan menghendaki ketertiban, ketaatan, dan penundukan diri. Tuhan mau semua rencana-Nya yang indah dan penuh kebaikan itu diikuti; Tuhan juga mau semua perintah dan ketetapan-Nya dihormati. Demi kepentingan hal-hal itu, maka Tuhan mengutus hamba-hamba-Nya untuk memimpin umat-Nya dalam mengikuti kehendak Tuhan. Orang percaya adalah kumpulan orang tertib yang telah dilembutkan oleh Roh Kudus. Sejak zaman gereja mula-mula sampai zaman gereja modern, jemaat Tuhan selalu bertekun di dalam pimpinan dan pengajaran hamba-hamba-Nya. Sebagai orang percaya, mari kita memberi diri untuk dipimpin oleh para hamba Tuhan yang telah ditetapkan-Nya untuk memimpin kita.