Jumat, 10 Mei 2024 Pembacaan Alkitab: Ulangan 4-6 “Berpegang pada perintah TUHAN” “Janganlah kamu menambahi apa yang kuperintahkan kepadamu dan janganlah kamu menguranginya, dengan demikian kamu berpegang pada perintah TUHAN, Allahmu, yang kusampaikan kepadamu.” (Ulangan 4:2) Segala Ketetapan yang diajarkan oleh Musa merupakan kehendak Tuhan yang disampaikan melalui dirinya. Sebab itu Musa melarang umat Israel menambahi dan menguranginya. Hukum-hukum Allah & tidak boleh diubah, dipersingkat, dimodifikasi, atau dicampur aduk dengan hukum buatan manusia. Sayangnya pada masa kini, tidak jarang kita menemukan orang yang dengan seenaknya mengubah makna dari firman Tuhan menurut penafsiran mereka sendiri. Mereka mengajar di berbagai tempat dan mengkhotbahkan firman Tuhan yang dipelintir artinya. Mereka membawa hukum yang berbeda dengan hukum Tuhan yang benar. Jika kita perhatikan ada banyak guru-guru palsu yang muncul, mereka hanya mau menyenangkan telinga para pendengarnya, untuk membenarkan nafsu kedagingan mereka. Apa yang bisa diharapkan dari ajaran yang berbeda dari ajaran Tuhan? Tanpa kebenaran maka tidak ada kebebasan, dan orang yang terjebak dalam ajaran guru-guru palsu akan semakin terbelenggu dalam ikatan kedagingan. Sebagai orang percaya, kita harus memulai dari diri kita sendiri untuk berpegang teguh pada kebenaran perintah Tuhan. Kita harus melatih diri untuk dapat hidup dalam ketaatan dan takluk di bawah kaki Tuhan, mendengarkan suara Roh Kudus ketika Ia memimpin dan mengajar kita. Percayalah jika kita setia dalam memegang ketetapan dan perintah Tuhan, maka segala janji dan berkat yang terbaik akan Tuhan curahkan dalam hidup kita. Ketetapan perintah Tuhan adalah yang terbaik bagi kita, apabila dilakukan dengan setia dan benar, maka kita akan menikmati buahnya.
Kamis, 9 Mei 2024 Pembacaan Alkitab: Ulangan 1-3 “BERKAT DAN PENYERTAAN TUHAN” “Sebab TUHAN, Allahmu, memberkati engkau dalam segala pekerjaan tanganmu. Ia memperhatikan perjalananmu melalui padang gurun yang besar ini; keempat puluh tahun ini TUHAN, Allahmu, menyertai engkau, dan engkau tidak kekurangan apapun.” (Ulangan 2:7) Masa empat puluh tahun pengembaraan di padang gurun adalah masa penghakiman untuk generasi pertama Israel yang kurang percaya dan sering memberontak kepada TUHAN. Mendekati akhir perjalanan mereka, generasi yang pertama itu sudah mati semuanya, dan tinggallah generasi yang kedua. TUHAN mengingatkan bahwa bagi mereka bahwa Dia telah menyediakan perlindungan, bimbingan, makanan, air, pakaian yang tidak menjadi rusak atau usang, dan juga kemenangan dalam peperangan menghadapi lawan yang kuat. Generasi kedua dari orang Israel inilah yang pada akhirnya berhasil masuk ke Tanah Perjanjian. Sekalipun mereka juga kadang meniru perilaku orang tuanya, tetapi Allah tetap menyertai mereka, itulah kemurahan-Nya bagi orang Israel. Lebih dari itu, TUHAN juga memberkati mereka dalam segala apa pun yang mereka kerjakan. Sebagai umat Tuhan, kadang kita melakukan pelanggaran atau dosa yang mendukakan hati-Nya, sama seperti umat Israel. Tetapi dengan panjang sabar Tuhan menunggu kita untuk berhenti memberontak kepada-Nya, lalu kembali kepada-Nya. Kalau kita melihat kasih Tuhan yang terus dinyatakan dalam kemurahan-Nya, maka hati kita akan terkagum-kagum. Betapa besar rencana Tuhan bagi kita, dan Dia ingin kita mencapainya! Oleh sebab itulah Tuhan senantiasa menyertai dan memberkati kita. Hargailah berkat dan penyertaan Tuhan, jangan mempermainkan kebaikan hati-Nya. Tunduklah kepada Allah supaya perjalanan hidup kita berhasil mencapai tujuan indah yang telah ditetapkan-Nya.
Rabu, 08 Mei 2024 Pembacaan Alkitab, Yohanes 19-21 PERCAYA WALAU TAK MELIHAT Kata Yesus kepadanya: “Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.” (Yohanes 20:29) Dalam kehidupan kita yang sering kali dipenuhi oleh keraguan dan ketidakpastian, iman adalah kunci yang membuka pintu kebenaran yang sejati. Sebab pada dasarnya manusia tidak akan percaya kepada sesuatu sebelum melihatnya terlebih dahulu. Hal ini jugalah yang seringkali menjadi penghalang dalam mengikut Tuhan, sebab terkadang realita yang kita hadapi seringkali tidak sejalan dengan apa yang tertulis dalam firman Tuhan. Yesus mengajarkan bahwa kebahagiaan sejati terletak pada orang yang meskipun tidak melihat secara langsung, tetapi tetap percaya kepada-Nya. Percaya tanpa melihat tidak berarti mengabaikan akal sehat atau penggunaan hikmat. Namun, ini berarti melepaskan keraguan dan mempercayai janji-janji Allah dengan sungguh-sungguh, bahkan ketika tidak semua hal terlihat jelas di depan mata. Iman adalah kunci utama dalam mengiring Tuhan Yesus. Percaya bahwa Tuhan tidak membiarkan kita berjalan sendiri. Marilah kita melepaskan keraguan kita dan mempercayai janji-janji Allah dengan sepenuh hati, memperkuat iman kita melalui doa dan pembacaan firman Tuhan setiap hari. Semua akan aman jika kita percaya dan berserah sepenuhnya kepada Tuhan Yesus. Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.
Selasa, 07 Mei 2024 Pembacaan Alkitab, Yohanes 16-18 DIPIMPIN DALAM KEBENARAN Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran. . . (Yohanes 16:13a) Jika tidak ada rambu-rambu lalu lintas di jalan raya, kecelakaan akan menjadi hal yang umum terjadi. Demikian pula, jika tidak ada undang-undang di bangsa Indonesia, kasus kriminal akan meningkat secara signifikan. Artinya setiap manusia perlu tuntunan untuk bisa hidup benar. Tuhan tahu apa yang menjadi kebutuhan hidup kita, oleh karena itu Roh Kudus tinggal tetap dalam hidup kita untuk memimpin hidup dalam kebenaran. Namun, seringkali kita cenderung mengandalkan kekuatan dan pemahaman kita sendiri. Kita mungkin merasa yakin bahwa kita memiliki kontrol atas hidup kita, kita merasa diri bisa dan tahu segalanya tentang kehidupan ini. Padahal tanpa Roh Kudus kita pasti akan banyak melakukan hal yang salah. Ketika kita berserah sepenuhnya kepada-Nya, Ia akan menuntun kita melalui setiap keadaan, bahkan ketika jalan terasa gelap dan sulit. Oleh karena itu, marilah kita belajar untuk mendengarkan suara Roh Kudus dalam kehidupan kita. Ketika kita memberikan ruang bagi-Nya untuk bekerja dalam hati kita, maka Ia akan memimpin kita ke dalam jalan kebenaran dan mengarahkan langkah-langkah kita sesuai dengan kehendak-Nya. Sehingga, dalam setiap langkah yang kita ambil, kita dapat hidup sesuai dengan panggilan-Nya dan memuliakan-Nya. Dalam pergumulan hidup, Roh Kudus adalah pilar yang kokoh, mengarahkan kita melewati badai dan memimpin kita hidup dalam kebenaran.
Senin, 06 Mei 2024 Pembacaan Alkitab, Yohanes 13-15 TELADAN DALAM MELAYANI kemudian Ia menuangkan air ke dalam sebuah basi, dan mulai membasuh kaki murid-murid-Nya lalu menyekanya dengan kain yang terikat pada pinggang-Nya itu (Yohanes 13:5) Di era saat ini, popularitas dan keberhasilan menjadi fokus utama bagi banyak orang. Manusia sering kali melakukan berbagai cara agar keberadaan dan prestasi mereka diperhatikan oleh orang lain, dari upaya positif hingga tindakan yang tidak baik. Sebagai orang percaya, kadang-kadang kita juga terjebak dalam pola pikir dan tindakan semacam itu, baik dalam kehidupan pribadi, karier, maupun pelayanan kita. Seringkali, kita terlalu sibuk mengejar ambisi dan kepentingan pribadi sehingga melupakan arti sejati dari melayani. Fokus utama dalam hidup kita adalah menjadi orang yang berkenan di hadapan Tuhan, popularitas adalah bonus. Tuhan Yesus memberikan teladan kepada murid-murid-Nya tentang pelayanan, ketika kita melihat bagaimana Yesus, Sang Guru dan Tuhan, dengan rendah hati menyelesaikan tugas yang biasanya dilakukan oleh budak atau pelayan, yaitu membasuh kaki. Menjadi yang terbesar di hadapan Tuhan bukan berarti harus duduk ditempat-tempat yang terhormat, melainkan memiliki kerendahan hati untuk melayani. Sebagai orang Kristen, kita dipanggil untuk mengikuti teladan dalam melayani seperti yang Yesus lakukan. Melayani dengan hati yang tulus, tanpa pamrih, dan dengan penuh kasih. Kita harus siap mengorbankan diri, mengesampingkan kepentingan pribadi, dan rela menghadapi tantangan demi kehormatan dan kemuliaan Tuhan. Mari, milikilah sikap hati yang benar seperti Tuhan Yesus dalam melayani. Melayani Tuhan bukanlah tentang mencari pengakuan atau popularitas, melainkan memberikan segalanya bagi-Nya dengan sepenuh hati.
Minggu, 05 Mei 2024 Pembacaan Alkitab, Yohanes 10 – 12 GEMBALA YANG BAIK “Akulah gembala yang baik dan Aku mengenal domba-domba-Ku dan domba-domba-Ku mengenal-Ku.” (Yohanes 10:14) Gembala yang baik adalah perumpamaan tentang hubungan yang intim antara Tuhan Yesus sebagai Gembala dan umat-Nya sebagai domba-domba Nya. Seperti halnya seorang gembala yang mengenal setiap domba dalam kawanan dan domba-domba tersebut juga mengena suara gembala mereka, demikianlah hubungan antara Yesus dengan kita orang percaya. Kita diajarkan tentang betapa pentingnya memiliki hubungan yang intim dengan Tuhan Yesus sebagai Gembala kita. Ketika kita mengenal-Nya melalui firman-Nya dan berkomunikasi dalam doa, maka hal itu dapat membuat kita lebih peka terhadap suara dan arahan-Nya dalam hidup kita. Sebagai domba-domba Nya, kita dipanggil untuk memberikan respon melalui ketaatan dan kepercayaan diri kita kepada Tuhan Yesus Gembala yang baik yang mengasihi kita.
Sabtu, 04 Mei 2024 Pembacaan Alkitab, Yohanes 7 – 9 AIR HIDUP YANG MENGHIDUPKAN “Barangsiapa Percaya kepada-Ku, seperti yang dikatakan oleh kitab suci: Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup.” (Yohanes 7:38) “Aliran-aliran air hidup” menggambarkan berkat dan pengalaman rohani yang melimpah, memenuhi serta memberikan kehidupan kepada siapapun yang haus akan kebenaran. Melalui iman percaya kepada Yesus, seseorang akan dapat merasakan kehadiran Roh Kudus yang memberi kehidupan seperti aliran-aliran air hidup yang.memberikan kehidupan Kata “percaya” dalam bahasa Yunani berarti “percaya dengan sepenuh hati” dan “berserah diri”. Ini bukan sekadar kepercayaan secara intelektual, tetapi merupakan komitmen secara total dan penyerahan diri sepenuhnya kepada Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Sedangkan kehadiran Roh Kudus digambarkan seperti Air yang mengalir. Ini berarti kehadiran Roh Kudus dapat memberikan kesejukkan, kesegaran, dan pemulihan bagi mereka yang haus sebagaimana air di dalam hidup manusia. Aliran air hidup ini mengalir dalam kehidupan dan bekerja di dalam diri orang percaya, serta memberikan kekuatan, sukacita, dan kuasa untuk hidup dalam kebenaran.
Jumat, 03 Mei 2024 Pembacaan Alkitab; Yohanes 4-6 Iman dalam Perjumpaan Maka teringatlah ayah itu, bahwa pada saat itulah Yesus berkata kepadanya: “Anakmu hidup.” Lalu ia pun percaya, ia dan seluruh keluarganya. (Yohanes 4:53) Percaya kepada Yesus bukan hanya tentang mujizat, tetapi juga tentang hubungan pribadi dengan-Nya. Iman sejati dibangun melalui perjumpaan dengan Yesus, mendengarkan firman-Nya, dan taat kepada-Nya. Mujizat dapat menjadi tanda nyata kuasa Allah dan menguatkan iman kita. Namun, yang terpenting adalah mengenal Yesus secara pribadi dan membangun hubungan yang erat dengan-Nya. Iman yang sejati tidak hanya membawa perubahan bagi diri sendiri, tetapi juga bagi orang-orang di sekitar kita. Ketika kita percaya kepada Yesus, kita dapat menjadi Berkat dan teladan bagi orang lain. Yohanes 4:53 adalah kisah inspiratif tentang iman yang diteguhkan dan kehidupan yang diubahkan, yaitu kisah Yesus dan seorang pejabat istana Kapernaum. Pejabat istana dan keluarganya menemukan iman dan pengharapan baru melalui perjumpaan mereka dengan Yesus. Hal ini mengingatkan kita bahwa Yesus selalu rindu untuk menyelamatkan dan mengubah hidup kita.