Author: Administrator

HAL YANG MENAJISKAN MANUSIA

“Dengar dan camkanlah: bukan yang masuk ke dalam mulut yang menajiskan orang, melainkan yang keluar dari mulut, itulah yang menajiskan orang (Mat. 15:11)   Sejak kembali dari pembuangan di Babilonia, ahli-ahli Taurat membuat banyak aturan yang mengatur kehidupan orang Yahudi. Peraturan yang ditetapkan Musa, ditafsirkan kembali dan diberlakukan. Namun peraturan yang diterapkan itu justru membuat orang Yahudi terjerumus pada ketidakpastian dan kebingungan. Orang-orang Farisi dan ahli Taurat mempermasalahkan perilaku murid-murid Yesus yang tidak membasuh tangan sebelum makan. Menurut tradisi orang Yahudi, tidak membasuh tangan sebelum makan adalah suatu kenajisan. Tuhan Yesus memberikan sanggahan atas apa yang dilontarkan oleh orang Farisi dan ahli Taurat, “bukan yang masuk ke dalam mulut yang menajiskan orang, melainkan yang keluar dari mulut…”   Tuhan Yesus sedang menegaskan bahwa yang berlawanan bukanlah apa yang sudah ditetapkan oleh Allah, makanan ada untuk dimakan, tidak membuat seseorang menjadi najis. Hal yang menajiskan adalah ketika kita melakukan hal yang tidak berkenan di hadapan Allah. Lalu bagaimana dengan kita? Sudahkah hidup kita kudus di hadapan Allah? Mulut kita harus mengeluarkan puji-pujian yang memuliakan nama Allah, bukan perkataan kutuk. Perkataan yang membangun diri sendiri dan orang lain, bukan perkataan yang melemahkan orang. Lakukan perintah Tuhan bukan untuk mencari muka, tetapi karena ketaatan, sebab kita telah dikuduskan oleh darah Kristus.   Laksanakanlah firman Tuhan dengan penuh ketaatan, agar hidup kita menjadi kesaksian. God bless!!!

JANGAN TAKUT SAAT BERSAMA YESUS

Kata Yesus: “Datanglah!” Maka Petrus turun dari perahu dan berjalan di atas air mendapatkan Yesus. Tetapi ketika dirasanya tiupan angin, takutlah ia dan mulai tenggelam lalu berteriak: “Tuhan, tolonglah aku!” (Mat. 14:29-30)   Berjalan bersama Yesus sesungguhnya sangat menyenangkan, sebab saat bersama-Nya tidak ada yang perlu kita takutkan. Semua pergumulan dan tantangan yang kita hadapi dalam hidup ini dapat kita lalui saat bersama-Nya. Namun, pada kenyataannya hal itu nampaknya tidak selalu berjalan dengan mulus. Kita seringkali kalah dan menyerah dengan setiap pergumulan yang ada di dalam hidup kita. Pertanyaannya, apakah benar Tuhan Yesus selalu menolong kita? ya, Dia selalu menolong kita, hanya saja seringkali kita tidak benar-benar berserah kepada-Nya. Di satu sisi kita berdoa kepada-Nya, tetapi disisi lain kita mengandalkan kekuatan sendiri, bahkan mengandalkan orang lain. Inilah yang terjadi terhadap Petrus, saat ia meminta berjalan di atas air, sebenarnya ia bisa melakukannya tetapi saat ada tiupan angin, ia mulai takut dan akhirnya tenggelam.   Sejujurnya dalam menjalani kehidupan ini, hidup kita hanya perlu berfokus kepada Yesus. Masalah dan tantangan akan selalu ada, tetapi percayalah Tuhan Yesus akan selalu menolong kita. Ia akan mengangkat tangan kita dari setiap pergumulan yang ada. Ia tidak akan membiarkan kita tenggelam. Dalam hidup ini ada banyak hal yang dapat ditakuti, namun Yesus ingin agar kita memandang Dia dan tidak takut lagi. Kata-kata-Nya yang membangkitkan semangat dilandaskan pada kuasa-Nya yang tidak terbatas serta kasih pribadi yang sangat kuat kepada semua orang yang benar-benar menjadi milik-Nya.   Apapun yang terjadi dalam hidupkita, kita hanya perlu memfokuskan pandangan kita kepada Kristus. God bless!!!

MUJIZAT LIMA ROTI DAN DUA IKAN

Tetapi Yesus berkata kepada mereka: “Tidak perlu mereka pergi, kamu harus memberi mereka makan. (Mat. 14:16) Pada saat itu Yesus hendak menyingkir dan mengasingkan diri ke tempat sunyi, tetapi orang banyak mendengar dan mengikuti Dia. Kira-kira 5.000 orang laki-laki, belum termasuk kaum perempuan dan anak-anak. Melihat orang sebanyak itu, hati Yesus tergerak oleh belas kasihan. Menyingkirkan permasalahan pribadi-Nya dan menolong setiap mereka yang datang kepada-Nya. Yesus menyembuhkan yang sakit, bahkan juga memikirkan kebutuhan jasmani orang-orang tersebut.   Mukjizat lima roti dan dua ikan dicatat dalam keempat Injil (Mr 6:34-44; Luk 9:10-17; Yoh 6:1-14). Pentingnya mujizat ini menunjuk kepada Yesus sebagai roti hidup (bd. pasal Yoh 6:1-71), Dialah yang memelihara baik tubuh maupun jiwa. Adakah hari-hari ini kita mengalami takut dan kuatir akan makanan? Bukankah Dia Tuhan yang sanggup membuat mujizat 5 roti dan 2 ikan yang dapat menghidupi 5000 orang lebih? Apakah yang harus kita takutkan? Tuhan kita bukanlah Tuhan yang selalu sibuk dengan perkara rohani saja, tetapi Ia juga memperhatikan perkara jasmani kita. Tak ada masalah yang tak terselesaikan bila kita mau menyerahkannya kepada Tuhan Yesus, karena Dia Mahasanggup: mengubah masalah menjadi berkat, mengubah tidak ada menjadi ada. Tetaplah beriman kepada pemeliharaan-Nya atas hidup kita.   Yesus bukanlah Tuhan yang selalu disibukkan dengan perkara rohani saja, tetapi Ia juga memberkati kebutuhan jasmani kita. God bless!!!

SEMUA DALAM KEHENDAK-NYA

Disuruhnya memenggal kepala Yohanes di penjara dan kepala Yohanes itupun dibawa orang di sebuah talam, lalu diberikan kepada gadis itu dan ia membawanya kepada ibunya. (Mat. 14:10-11)   Kadang kita berpikir bahwa orang baik pasti akan meninggal dengan layak, sedangkan orang yang jahat akan meninggal dengan cara yang mengenaskan. Benarkah demikian? Kisah kematian Yohanes Pembaptis sungguh amat mengenaskan dan amat memilukan, karena perbuatan raja Herodes kepala Yohanes Pembaptis dianggap seperti sebuah mainan yang dapat diberikan sebagai hadiah pada anak perempuan Herodias. Melalui kematian Yohanes Pembaptis mungkin kita akan berpikir, kenapa Tuhan Yesus pada saat itu tidak menolongnya? Apakah Tuhan Yesus tidak peduli? Tentu saja anggapan ini tidak benar, sebab apa yang kita pikirkan belum tentu itu yang Tuhan Yesus pikirkan.   Bagaimana cara mati seseorang tidak ada sangkut pautnya dengan kehidupan seseorang. Lama atau tidaknya mati seseorang juga tidak ada kaitannya dengan karakter seseorang. Ingatlah bahwa hidup dan mati seseorang ada dalam kedaulatan Tuhan. Yang terpenting bagi Tuhan adalah bukan bagaimana cara ia mati, tetapi bagaimana cara hidup seseorang. Barang yang sudah selesai diproses, pasti akan dikemas dan siap dikirim kepada konsumen. Demikianlah dengan hidup kita, jika kita selesai diproses oleh Tuhan Yesus di dunia ini, pasti kita akan kembali kepada pangkuan Bapa di sorga. Untuk itu, perhatikanlah bagaimana cara kita hidup, pastikan hidup kita berkenan di hadapan-Nya. Melakukan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya, supaya didapati oleh Kristus menjadi hamba yang layak masuk dalam kerajaan-Nya.   Tidak peduli bagaimana cara mati seseorang, yang terpenting di hadapan Tuhan Yesus adalah cara hidup seseorang. God bless!!!

KETIDAKPERCAYAAN PENGHALANG MUJIZAT

Dan karena ketidakpercayaan mereka, tidak banyak mujizat diadakan-Nya di situ. (Mat. 13:58)   Mujizat merupakan hal yang sangat diinginkan oleh setiap orang, terlebih saat berada dalam masalah. Namun, tidak semua orang dapat merespon mujizat dengan benar, hanya karena mereka melihat status sosial seseorang. Hal inilah yang dialami oleh Tuhan Yesus. Tindakan penolakan tersebut merupakan hal yang lumrah terjadi. Sebab pada umumnya orang menilai seseorang berdasarkan apa yang tampak, seperti: status sosial dan latar belakang seseorang. Akibat dari penolakan tersebut, Tuhan Yesus tidak banyak melakukan mujizat.   Ketidakpercayaan kita kepada Tuhan Yesus seringkali menjadi penghalang untuk mengalami mujizat. Untuk itu, bukalah hati kita untuk Tuhan Yesus agar Ia bekerja dalam hati kita. Penolakan yang dialami Tuhan Yesus pun dapat menjadi pelajaran bagi kita, penolakan tidak akan menghentikan pelayanan kita. Sebagai anak-anak-Nya kita akan terus mengabarkan Injil kepada setiap orang, sampai bumi ini percaya kepada Tuhan Yesus. Yesus bukan sekedar nabi, Yesus bukan sekedar orang baik, Yesus bukan sekedar Pemimpin Agama, tetapi Yesus adalah Tuhan! Maka dari itu, tunduklah dan rendahkanlah hati kita dibawah tangan-Nya yang kuat.   Saat percaya pada Yesus, mujizat akan terjadi. Yesus adalah pembuat mujizat. God bless!!!

FIRMAN YANG BERTUMBUH

Dan sebagian jatuh di tanah yang baik lalu berbuah: ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat. (Mat. 13:8)   Dalam pasal Mat 13:1-58 terdapat perumpamaan-perumpamaan mengenai Kerajaan Sorga, yang mengisahkan akibat pemberitaan Injil dan kondisi rohani yang akan ada di bumi ini di kalangan anggota Kerajaan Sorga yang kelihatan (yaitu gereja-gereja) hingga akhir zaman. Perumpamaan tentang seorang penabur mencerminkan kehidupan masyarakat agraris atau suka bercocok tanam pada masa itu. Benih yang dilemparkan oleh penabur itu bisa jatuh di pinggir jalan, tanah berbatu, tempat penuh semak duri, atau tempat subur. Yesus merupakan penabur benihnya, sedangkan tanah itu adalah gambaran hati kita. Kita melihat bahwa hasil dari benih yang ditabur berbeda-beda, ada yang tidak bertumbuh, ada yang tumbuh tapi tidak berakar, ada juga yang bertumbuh.   Dewasa atau tidaknya seseorang tidak bergantung pada berapa lama ia mengikut Kristus, tetapi bergantung pada firman yang dipraktekkan dalam hidup sehari-hari. Hampir setiap hari kita mendengar firman, tetapi berapa banyak yang sudah kita praktekkan atau hidupi. Kita tidak akan semakin serupa dengan Kristus selama tidak menghidupi firman. Biarlah hati kita menjadi tanah yang subur dimana firman yang ditaburkan akan bertumbuh dan berbuah dalam hidup kita.   Jadikanlah hati kita tanah yang subur dimana firman yang ditabur akan berakar, bertumbuh dan berbuah lebat dalam hidup kita. God bless