Sabtu, 24 Juni 2023 Pembacaan Alkitab: Hakim-Hakim 16–18 “DI TENGAH PERSIMPANGAN” Berkatalah perempuan itu kepadanya: “Bagaimana mungkin engkau berkata: Aku cinta kepadamu, padahal hatimu tidak tertuju kepadaku? Sekarang telah tiga kali engkau mempermain-mainkan aku dan tidak mau menceritakan kepadaku, karena apakah kekuatanmu demikian besar.” Lalu setelah perempuan itu berhari-hari merengek-rengek kepadanya dan terus mendesak-desak dia, ia tidak dapat lagi menahan hati, sehingga ia mau mati rasanya.” (Hakim-Hakim 16:15-16) Simson senang bermain-main dengan kekuatan yang dianugerahkan Tuhan kepadanya. Padahal kekuatan yang ia miliki seharusnya ia gunakan untuk membebaskan orang Israel dari penindasan oleh orang Filistin. Setelah berusaha dengan berbagai cara, orang Filistin tidak pernah dapat mengalahkannya, maka mereka memanfaatkan Delilah untuk mencari kelemahannya. Simson terpesona pada Delilah, ia menjadi terbelenggu oleh nafsu kepada perempuan asing yang jahat. Memang tiga kali Simson berhasil mengakali Delilah dan para raja Filistin yang mencari titik kelemahannya. Tetapi ancaman terakhir Deliah membuat jiwanya sangat tertekan, sampai rasanya seperti hampir mati. Simson berada dalam kebimbangan antara tugasnya sebagai seorang hakim yang diangkat atas Israel atau hasratnya untuk merebut hati Delilah. Pada akhirnya ia menyerah, memberitahukan rahasia kekuatannya, yaitu pada rambutnya. Setelah rambutnya dicukur, bukan hanya kehilangan kekuatannya, tetapi Tuhan juga meninggalkannya. Dengan mudah orang Filistin dapat menangkap, Menganiaya dan memenjarakannya. Kisah Simson dan Delilah menggambarkan keadaan orang percaya yang berada di dalam persimpangan antara mengikuti jalan Tuhan atau kembali pada dosa lama. Harta, tahta, cinta, dan daya tarik dunia bisa digunakan oleh Iblis untuk membuat kita terpesona, sehingga bisa kembali jatuh ke dalam dosa. Jangan bermain-main dengan karunia Tuhan, jangan mau dibelenggu lagi dalam kenikmatan palsu, dan jangan sampai babak belur seperti Simson. Kita memerlukan Tuhan untuk bisa menjaga kekudusan hati dan hidup dalam kebenaran-Nya. Izinkan Roh Kudus mengambil alih kendali kehidupan kita, maka kita akan dimampukan untuk mengikuti kehendak-Nya dan mencapai tujuan akhir yang indah dan mulia. Karunia dan kuasa yang diberikan Tuhan kepada anak-anak-Nya harus digunakan untuk kepentingan Kerajaan Allah, bukan untuk menyenangkan diri atau memuaskan keinginan daging.
Jumat, 23 Juni 2023 Pembacaan Alkitab: Hakim-Hakim 13–15 “JANGAN ANGGAP REMEH PANGGILAN TUHAN” “Tetapi ia berkata kepadaku: Engkau akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki; oleh sebab itu janganlah minum anggur atau minuman yang memabukkan dan janganlah makan sesuatu yang haram, sebab sejak dari kandungan ibunya sampai pada hari matinya, anak itu akan menjadi seorang nazir Allah.” (Hakim-Hakim 13:7) Setelah berkali-kali melakukan hal yang jahat di hadapan Allah, orang Israel akhirnya diserahkan-Nya ke dalam tangan orang Filistin selama empat puluh tahun. Di dalam pendudukan oleh orang Filistin itu orang Israel hidup sangat menderita. Tetapi Allah sangat mengasihi umat-Nya. Ketika Israel berada dalam pada masa kesusahan ini, Tuhan menjanjikan tentang kelahiran Simson, seorang yang nantinya akan membebaskan orang Israel dari penjajahan oleh orang Filistin. Orang tuanya memang sudah lama tidak mempunyai anak, karenanya berita tentang kelahiran seorang pembebas ini menjadi kabar sukacita bagi orang tuanya. Simson sudah ditetapkan menjadi abdi Allah, oleh sebab itu sejak dalam kandungan ia sudah dikhususkan. Ibunya harus menjaga dirinya dengan cara yang khusus pula. Ia tidak boleh minum anggur baru maupun anggur tua; ia juga tidak boleh makan sesuatu yang haram dan bisa menajiskan dirinya. Lalu lahirlah Simson, ia menjadi besar, perkasa, dan diurapi Tuhan. Roh Allah menguasai hidup simson; dengan kekuatan supranatural yang dianugerahkan Tuhan kepadanya, Simson dapat mengalahkan orang Filistin yang menindas bangsanya. Tetapi sayangnya ia menganggap remeh dengan karunia yang Tuhan sudah berikan, sebab itu orang Filistin bisa menangkapnya. Walaupun agak terlambat tapi pada Simson menjadi sadar, lalu Tuhan mengembalikan kekuatannya sehingga ia bisa mengalahkan banyak orang Filistin yang akhirnya mati bersamanya. Sebagai umat pilihan kita sudah ditetapkan untuk diselamatkan, karena itu kita juga harus menjaga kekudusan diri kita dengan tidak menganggap remeh karunia dan keselamatan yang telah diberikan oleh Tuhan. Jangan pernah meremehkan kasih karunia & keselamatan yang Tuhan sudah berikan pada kitai.
Kamis, 22 Juni 2023 Pembacaan Alkitab: Hakim-Hakim 10–12 “HAJARAN YANG MENGHASILKAN PERTOBATAN” “Dan mereka menjauhkan para allah asing dari tengah-tengah mereka, lalu mereka beribadah kepada TUHAN. Maka TUHAN tidak dapat lagi menahan hati-Nya melihat kesukaran mereka.” (Hakim-hakim 10:16) Bangsa Israel adalah bangsa yang tegar tengkuk, susah diatur, dan mudah memberontak. Bukan hanya memberontak tapi juga tidak mengikuti perintah nabi-nabi yang diutus Tuhan, & mereka juga melawan hakim-hakim yang diangkat Tuhan untuk memimpin mereka. Suatu kali mereka beralih dari Tuhan dan menyembah tujuh dewa asing. Akibat dari tindakan mereka itu, Allah menghukum mereka dengan cara membiarkan mereka ditindas oleh bangsa-bangsa lain. Hajaran ini sebagai tindakan pendisiplinan, karena Tuhan mengasihi bangsa Israel, sehingga anugerah mengalir dari kasih Allah, yang memiliki tujuan kebahagiaan dan kesejahteraan umat-Nya. Sebagai manusia, kadang keinginan daging bisa muncul kembali dan membahayakan kehidupan kita sebagai orang percaya. Keinginan daging yang terus dibuahi bisa membawa kita semakin menjauh dari jalan Tuhan dan menjauh dari pribadi-Nya yang kudus. Setelah sekian lama ditindas oleh bangsa-bangsa lain akhirnya orang Israel menjadi sadar akan kesalahan mereka. Mereka mengakui dosa-dosa mereka, tunduk sepenuhnya pada hajaran Allah, dan berdoa memohon keselamatan. Bukan hanya berjanji, mereka juga menyingkirkan ilah-ilah asing dari tengah-tengah mereka dan kembali beribadah kepada Tuhan. Inilah buah-buah pertobatan yang dilihat oleh Tuhan, maka Ia tidak tahan lagi melihat penderitaan mereka & segera menolong. Selayaknya seorang Bapa yang tidak tega melihat anaknya menderita karena hukuman yang diberikan kepada anaknya yang nakal. Namun didikan dan hajaran tetap harus diberikan, Tuhan pun mengampuni bangsa Israel dengan cara mengangkat hukuman atas mereka. Bukan hanya itu, kemudian Tuhan menyerahkan wilayah musuh ke tangan mereka sebagai hadiah atas buah pertobatan mereka. Tangan Tuhan selalu terbuka bagi anak-anak-Nya yang mau kembali kepada-Nya dan mengakui kesalahan mereka. Jangan biarkan kesalahan itu semakin dalam dan mendukakan hati Tuhan. Kembalilah kepada-Nya, mengambil langkah pertobatan, maka Ia akan memulihkan kehidupan kita Hajaran Tuhan tidak dimaksudkan untuk menyakiti umat-Nya. Tetapi untuk membuat mereka berbalik kepada Nya & mengalami Berkat yang telah disediakan Nya
Rabu, 21 Juni 2023 Pembacaan Alkitab; Hakim-Hakim 7-8 ALLAH YANG BERPERANG BAGI KITA Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Gideon: “Dengan ketiga ratus orang yang menghirup itu akan Kuselamatkan kamu: Aku akan menyerahkan orang Midian ke dalam tanganmu; tetapi yang lain dari rakyat itu semuanya boleh pergi, masing-masing ke tempat kediamannya.” (Hakim 7:7) Sebanyak 32.000 orang Israel bergabung dengan Gideon untuk memerangi bangsa Midian yang telah menjajah mereka bertahun-tahun. Namun, pasukan Gideon kalah jumlah dibandingkan dengan pasukan Midian yang berjumlah 135.000 orang, terlebih lagi pasukan mereka adalah pasukan yang terlatih. Sementara pasukan Israel hanyalah para petani biasa, tidak heran jika mereka sangat takut dan gentar. Maka ketika Allah meminta Gideon mempersilakan siapa yang takut dan gentar untuk pulang, 22.000 orang undur diri. Dengan jumlah pasukan yang tersisa, Tuhan berfirman lagi kepada Gideon bahwa pasukan Gideon masih terlalu banyak. Pada akhirnya pasukan Gideon tersisa 300 orang. Menurut pandangan manusia, pasukan Gideon pasti kalah. Namun, menurut pandangan Tuhan, jumlah pasukan bukanlah menjadi ukuran kemenangan, sebab Tuhanlah yang berperang bersama Gideon. Ketika pasukan Gideon berkurang drastis, manusia mungkin beranggapan bahwa mereka sudah tidak mumgkin menang dalam pertempuran. Namun, Allah memiliki rencana dimana, Dia ingin menunjukkan bahwa bukan kekuatan manusia yang menentukan hasilnya, melainkan kehendak-Nya yang kuat. Dalam hidup kita, mungkin kita merasa kecil dan tidak berarti, tetapi jika kita berpegang pada iman dan ketaatan kepada Allah, maka Dia akan menguatkan kita dan memakai kita untuk melakukan hal-hal yang besar. Kita harus mengandalkan Allah sepenuhnya! Meskipun mungkin kita merasa lemah atau terbatas, Allah memiliki kekuatan untuk mengubah situasi dan memberikan kemenangan. Ketika kita hidup dalam kepercayaan, ketaatan, dan ketergantungan pada-Nya, kita dapat menjadi alat dalam tangan-Nya untuk mencapai hal-hal yang luar biasa untuk menyatakan kemuliaan Nya & memberi dampak pada dunia di sekitar kita. Jangan biarkan masalah hidup, menghentikan langkah kita, sebab Allah yang bersama kita akan memampukan kita untuk melewati masalah itu.
Selasa, 20 Juni 2023 Pembacaan Alkitab; Hakim-Hakim 4-6 PUJIAN YANG MEMBERIKAN KEKUATAN “Dengarlah, ya raja-raja! Pasanglah telingamu, ya pemuka-pemuka! Kalau aku, aku mau bernyanyi bagi Tuhan, bermazmur bagi Tuhan, Allah Israel.” (Hakim 5:3) Perikop hari ini berisikan nyanyian yang dinyanyikan oleh Debora dan Barak setelah mereka memimpin bangsa Israel dalam pertempuran melawan Sisera, seorang panglima perang Kanaan yang kuat. Nyanyian ini mengekspresikan syukur dan pujian kepada Allah atas kemenangan-Nya dan penghakiman-Nya terhadap musuh-musuh Israel. Nyanyian ini dimulai dengan memuji dan memuliakan Allah atas perbuatan-Nya yang luar biasa dalam memberikan kemenangan kepada bangsa Israel. Debora dan Barak dengan tulus mengakui bahwa kemenangan tersebut adalah hasil kuasa Allah yang bekerja melalui mereka. Nyanyian ini juga tentang penghakiman Allah terhadap musuh-musuh Israel. Sisera, panglima perang Kanaan yang ditakuti, dihancurkan oleh tangan seorang perempuan bernama Yael. Hal ini menunjukkan bagaimana Allah menggunakan orang-orang biasa untuk melaksanakan kehendak-Nya dan menegakkan penghakiman-Nya. Allah adalah sumber kekuatan sejati dan Dia dapat menggunakan siapa saja untuk melakukan perbuatan-Nya yang besar. Apapun yang kita hadapi saat ini, baik hal buruk ataupun hal baik, kita harus selalu memuji kebesaran Allah. Dengan menaikkan pujian bagi Dia, kita akan mendapatkan kekuatan baru, roh kita pun disegarkan dalam hadirat-Nya. Pujian adalah salah satu cara kita untuk mengungkapkan rasa syukur dalam segala keadaan. Lewat lagu, kita bisa mencurahkan isi hati kita kepada-Nya. Jangan pernah berhenti menaikkan pujian bagi Tuhan, sebab hal itu pasti menyenangkan hati Tuhan.
Senin, 19 Juni 2023 Pembacaan Alkitab; Hakim-Hakim 1-3 KEKUATAN DALAM KERJA SAMA “Lalu berkatalah Yehuda kepada Simeon, saudaranya itu: ”Majulah bersama-sama dengan aku ke bagian yang telah diundikan kepadaku dan baiklah kita berperang melawan orang Kanaan, maka aku pun akan maju bersama-sama dengan engkau ke bagian yang telah diundikan kepadamu.” Lalu Simeon maju bersama-sama dengan dia.” (Hakim-hakim 1:3) Yehuda dan Simeon, dua suku Israel, yang bekerja sama untuk menaklukkan musuh-musuh mereka dan merebut wilayah yang telah dijanjikan oleh Allah. Mereka mengalami kemenangan yang besar dan berhasil menguasai beberapa kota. Namun, setelah itu, mereka juga menghadapi kesulitan dalam merebut beberapa wilayah yang lebih sulit. Allah mengizinkan beberapa suku bangsa tinggal di antara mereka untuk menguji kesetiaan dan iman Israel kepada-Nya. Allah ingin mereka terus mengandalkan-Nya dan tidak bergantung pada kekuatan mereka sendiri. Ini mengajarkan kita untuk mengakui keterbatasan kita sebagai manusia dan selalu mengandalkan Allah dalam setiap aspek kehidupan kita. Sebagai umat Allah, kita harus bersatu dan bekerja sama. Yehuda dan Simeon menyadari bahwa mereka tidak dapat mencapai kemenangan tanpa bekerja sama. Mereka saling mendukung dan melengkapi satu sama lain, sehingga mereka dapat menghadapi musuh bersama-sama. Ini mengajarkan kita tentang pentingnya persatuan dan kerjasama di antara umat Allah. Ketika kita bersatu dan bekerja bersama dengan tujuan yang sama, kita dapat menghadapi tantangan yang sulit dengan lebih efektif. Dalam menjalani kehidupan ini, kita pun harus bekerjasama dengan Tuhan Yesus. Kita melakukan apa yang menjadi tanggung jawab kita dan tunduk pada kehendak-Nya, biarkan Tuhan yang melakukan bagian-Nya. Kita tidak bisa hidup dengan kekuatan sendiri, kita perlu Tuhan Yesus.
Minggu, 18 Juni 2023 Pembacaan Alkitab; Roma 15 – 16 MENGUATKAN YANG LEMAH Kita, yang kuat, wajib menanggung kelemahan orang yang tidak kuat dan jangan kita mencari kesenangan kita sendiri. Setiap orang di antara kita harus mencari kesenangan sesama kita demi kebaikannya untuk membangunnya. (Roma 15:1) Paulus sebagai rasul memiliki iman yang kuat memberi perintah supaya mereka yang imannya kuat bisa mengalah kepada mereka yang lemah. Seringkali kita lupa bahwa tidak semua orang itu kuat imannya, oleh karena itu sebagai orang yang sama-sama mengasihi Tuhan untuk saling menopang & memperhatikan mereka yang iman nya lemah agar menjadi kuat. Jika kita melihat ada saudara-saudara kita yang lagi lemah imannya, jangan kita sudutkan dan jangan dihakimi, apalagi dijauhi. Tapi topanglah mereka dalam doa & Nasehat serta arahkan & kuatkan dengan kasih supaya mereka yang lemah tidak makin lemah, tapi menjadi kuat dan bangkit lagi. Kita harus menunjukkan sikap peduli dan perhatian kepada mereka sebagai bukti kasih kita kepada Allah, sama seperti yang sudah Dia lakukan juga buat kita. Amin
Sabtu, 17 Juni 2023 Pembacaan Alkitab; Roma 13-14 Pemerintah adalah Wakil ALLAH Tiap-tiap orang harus takluk kepada pemerintah yang di atasnya, sebab tidak ada pemerintah, yang tidak berasal dari Allah; dan pemerintah-pemerintah yang ada, ditetapkan oleh Allah. (Roma 13:1) Dari nats ini, Paulus memberitahukan dengan jelas, kalau kita harus taat kepada pemerintah, karena tidak ada pemerintah yang tidak berasal dari Allah. Pemerintah merupakan lembaga yang ditetapkan oleh Allah. Karena di dalam dunia ini perlu ada yang mengatur dan melaksanakan pembatasan & peraturan tertentu untuk melindungi kita dari kekacauan dan ketidakadilan. Sebab itu sebagai orang percaya, yang taat kepada Allah, seharusnya juga taat kepada pemerintah yang dipercayakan Allah di dunia ini. Salah satu contoh praktis dimana kita taat kepada pemerintah adalah dengan membayar pajak, mengikuti protokol dan anjuran apa yang yang ditetapkan pemerintah. Sebagai orang yang taat kepada Tuhan, kita harus memberikan contoh dan teladan bagi yang lain dengan melakukan apa yang dianjurkan pemerintah kita, karena kita tahu bahwa Allah juga bekerja lewat pemerintah. Jadi mari kita takluk kepada pemerintah dan tetap mendukung selalu dalam doa supaya pemerintah kita ini berjalan sesuai dengan arahan dan tuntunan Tuhan demi kesejahteraan kita.