Jumat, 16 Juni 2023 Pembacaan Alkitab; Roma 11-12 CIRI HIDUP ORANG KRISTEN Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa! (Roma 12:12) Salah satu ciri hidup orang Kristen adalah memiliki unsur sukacita karena iman kepada Kristus dan berharap sepenuhnya pada apa yang akan dikerjakan Nya. Sehingga, sekalipun krisis hidup menekan, kita tidak khawatir, sedih atau susah.Tapi justru bersukacita didalam Tuhan. Tuhan ingin agar Kita tetap bersukacita dalam Pengharapan. Sebab, pengharapan didalam Kristus tidak akan mengecewakan. Bersabarlah dalam menghadapi berbagai ujian dan cobaan hidup. Karena, Tuhan tidak pernah meninggalkan kita. Seringkali Tuhan mengizinkan kesulitan datang untuk membuat umat-Nya menjadi lebih kuat dari sebelumnya. Atau sebaliknya, jika diuji dengan kenikmatan, kesenangan, dan kelimpahan, ia justru tidak mudah terlena dan tidak mudah lupa akan Tuhan. Sebab disaat seperti itulah, umat Tuhan tidak mudah jatuh bahkan tidak akan menjauh dari padaNya dan ketekunan dalam Doa seseorang terlihat. Inilah Ciri hidup orang Kristen: ▪︎ Tetap Bersukacita ▪︎ Memiliki Pengharapan dalam Kristus. ▪︎ Bersabar dalam Kesesakan ▪︎ Bertekun dalam Doa
Kamis, 15 Juni 2023 Pembacaan Alkitab; Roma 9-10 “Iman Timbul Dari Pendengaran akan Firman Tuhan” Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus. (Roma 10:17) Rasul Paulus mengingatkan bahwa kita harus benar-benar memberikan perhatian penuh akan firman Tuhan. Jangan biarkan firman Tuhan yang kita dengar itu terlewat bagai angin lalu saja, tanpa menanggapinya dengan baik. Rasul Paulus mengingatkan kita agar jangan sampai seperti bangsa Israel yang mendengarkan firman Tuhan, namun tidak merespon dengan baik (ayat 16-21). Itu sebabnya, dikatakan iman timbul dari pendengaran oleh firman Kristus. Karena awal dari munculnya iman kepada kristus adalah dengan mendengarkan firman dengan penuh perhatian, barulah firman itu akan mengubahkan kita menjadi orang yang percaya kepada Kristus. Dalam menjalani hidup ini, kita perlu berhati-hati untuk mendengar. Bila iman dapat timbul dari mendengar perkataan firman, maka ketakutan dan intimidasi juga dapat muncul akibat mendengar sesuatu yang negatif. Jangan sampai “salah mendengar” karena masa depan kita salah satunya ditentukan dari apa yang kita dengar. Sekali lagi, kita tidak dapat memiliki iman tanpa mendengar & Merenungkan firman Tuhan dengan seksama, Sebab, iblis pun mengenal firman Allah namun dia tidak memiliki iman tersebut. Sebab itu, mari lebih sungguh mendengar Firman Tuhan & mintalah kepada Roh Kudus untuk menolong kita mengerti tentang Firman Tuhan yang kita baca atau dengar agar iman kita terus bertumbuh & menjadi Kuat.
Rabu, 14 Juni 2023 Pembacaan Alkitab; Roma 7-8 HIDUP SEBAGAI AHLI WARIS Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia. (Roma 8:17) Banyak orang Kristen yang tidak menyadari bahwa dirinya adalah anak Allah & ahli waris Nya. Mereka hidup layaknya anak-anak dunia, melakukan apa yang dikehendaki dunia. Bahkan mencari dan menginginkan apa yang diinginkan dan dicari oleh dunia. Mereka juga selalu hidup dalam keluhan dan ketakutan akan hari esok, yang pada akhirnya mati, tanpa mengerti hak sebagai anak Allah. Kita adalah anak-anak Allah, demikian Firman Tuhan (Yoh. 1:12) Kita juga adalah pewaris janji-janji Allah dan kita akan menerimanya. Sebab itu hiduplah sebagai anak-anak Allah dengan cara: – Hidup yang dipimpin oleh Roh Kudus (Roma 8:14), sebab Mereka yang hidup dalam Roh, tidak lagi hidup menurut daging. Mereka yang hidup dalam roh tidak lagi memikirkan hal-hal yang dari daging. – Hidup menjadi kesaksian (Rm. 8:16), Sebagaimana kita disebut anak-anak Allah, sikap dan perkataan kita juga harus mencerminkan Bapa kita di surga, setiap perkataan dan tindakan haruslah dipertanggungjawabkan. Jadi apa pun yang terjadi jangan pernah kita melepaskan hak waris tersebut. Walaupun harus menderita, karena kita menderita bersama Kristus, dan kita akan dipermuliakan sebagai anak bersama Kristus.
Selasa, 13 Juni 2023 Pembacaan Alkitab; Roma 5 – 6 DOSA JANGAN BERKUASA LAGI Demikianlah hendaknya kamu memandangnya: bahwa kamu telah mati bagi dosa, tetapi kamu hidup bagi Allah dalam Kristus Yesus. Sebab itu hendaklah dosa jangan berkuasa lagi di dalam tubuhmu yang fana, supaya kamu jangan lagi menuruti keinginannya. Roma 6:11-12 Nasihat Rasul Paulus kepada jemaat di Roma, mengingatkan kita bahwa orang percaya hendaknya tidak bertekun dalam dosa, karen akhirnya akan membawa hidup kita kepada maut. Bagaimana agar dapat menang atas dosa? Tak ada cara lain, selain mengarahkan hati dan pikiran kita untuk hidup bagi Allah. Seseorang tidak dapat hidup dalam dosa, tetapi diwaktu bersamaan ia juga hidup bagi Allah. Sebaliknya, seseorang yang mengarahkan hidupnya bagi Allah tentu tidak akan dapat tahan berlama-lama hidup berkubang dalam dosa. Roh Kudus akan menginsyafkan, menyadarkannya dan mendorongnya untuk segera bertobat. Perjuangan untuk memilih hidup dalam dosa atau hidup bagi Allah akan menjadi pergumulan seumur hidup bagi setiap orang percaya. Keputusan sepenuhnya ada di tangan kita, apakah kita akan memilih hidup bagi Allah atau bertekun di dalam dosa. Ini waktunya mengarahkan fokus hidup kita ke arah yang tepat, yakni hidup bagi Kristus. Setelah menjadi orang percaya, hidup kita tidak boleh dijalani dengan sembarangan. Ada aturan yang harus ditaati. Allah menginginkan kita untuk hidup sesuai dengan kehendak-Nya.. Kita telah dimerdekakan dari dosa dan menjadi hamba Allah, bukan lagi hamba dosa. Kristus telah memberikan kita hati yang baru dan roh yang baru. Roh Kudus akan menolong dan memimpin kita dalam perjuangan melawan dosa sehingga kita hidup berkemenangan. Tinggalkanlah dosa, jangan bermain-main dengan kasih karunia Allah. Kiranya Roh Kudus memampukan kita untuk hidup bagi Allah.
Senin, 12 Juni 2023 Pembacaan Alkitab; Roma 3 – 4 IMAN YANG KOKOH Sebab sekalipun tidak ada dasar untuk berharap, namun Abraham berharap juga dan percaya, bahwa ia akan menjadi bapa banyak bangsa, menurut yang telah difirmankan: “Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu.” Roma 4:18 Abraham diperhitungkan dan dipercayakan Allah sebagai Bapa orang beriman. Hal ini disebabkan oleh kesetiaan Abraham berjalan dalam iman. Paulus mencoba menguraikan bagaimana perjalanan iman Abraham hingga ia diperhitungkan oleh Allah. Kita juga dapat memiliki iman yang kokoh seperti Abraham, ketika kita tidak lagi berharap kepada manusia yang terbatas, tetapi hanya kepada Allah yang tidak terbatas. DIA Tuhan yang berdaulat memberi kekuatan dan menolong kita melewati setiap tantangan hidup yang ada, seperti apa yang dikatakan oleh Daud, “TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku. Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang;. . . (Mzm. 23:1-4). Ketika kita percaya sepenuhnya kepada Kristus, maka iman & pengharapan kita akan kokoh tidak tergoyahkan. Teruslah berharap kepada Tuhan sekalipun tidak ada dasar untuk berharap dan tetaplah percaya kepada janji Allah meskipun kita belum melihat hal itu terjadi. Bangunlah kehidupan yang intim dengan Tuhan, yaitu dengan menjadi pelaku firman Nya agar menjadi pribadi yang tetap mempercayai janji Tuhan, sesulit apapun keadaannya.
Minggu, 11 Juni 2023 Pembacaan Alkitab; Roma 1 – 2 JANGAN KERASKAN HATIMU Tetapi oleh kekerasan hatimu yang tidak mau bertobat, engkau menimbun murka atas dirimu sendiri pada hari waktu mana murka dan hukuman Allah yang adil akan dinyatakan. Roma 2:5 Paulus dalam nasihatnya mengingatkan jemaat di Roma agar tidak mengeraskan hatinya dengan mengabaikan segala kebaikan, kemurahan, kesabaran dan kelapangan hati Tuhan terhadap kita. karena ada murka dan hukuman Allah pada waktuNya. Kekerasan hati membuat kita tidak menghiraukan setiap peringatan-peringatan dan teguran-teguran dari Allah. Dosa membuat hati manusia menjadi keras. Kekerasan hati manusia mengakibatkan manusia sulit untuk mengampuni, menganggap diri benar, menutup diri terhadap koreksi dan menolak untuk berubah. Kekerasan hati telah menyebabkan hubungan dengan sesama dan Tuhan menjadi berantakan. Sebagai umat yang percaya kepadaNya, kita harus mengalami perubahan dalam hidup kita. Perubahan hidup diawali dengan pertobatan, tidak hanya perasaan menyesal saja. Pertobatan menyangkut pengakuan yang jujur akan dosa dan kesalahan yang kita buat di hadapan Tuhan. Pertobatan juga adalah awal hidup baru bersama Yesus Kristus. Anugerah Allah akan turun kepada orang yang mau merendahkan hati dan bertobat. Pertobatan akan menjauhkan kita dari hati yang keras dan sehingga kita dapat melihat keindahan dari pekerjaan Allah. Karena itu, janganlah mengeraskan hati agar kita terhindar dari segala murka Tuhan. Mintalah kekuatan dari Roh Kudus untuk menjadikan hati kita lembut dalam menerima kebenaran firman-Nya untuk memperbaiki seluruh hati, pikiran dan perilaku kita.
Sabtu, 10 Juni 2023 Pembacaan Alkitab: Yosua 23–24 “IBADAH YANG MURNI” “Oleh sebab itu, takutlah akan TUHAN dan beribadahlah kepada-Nya dengan tulus ikhlas dan setia. Jauhkanlah allah yang kepadanya nenek moyangmu telah beribadah di seberang sungai Efrat dan di Mesir, dan beribadahlah kepada TUHAN. Tetapi jika kamu anggap tidak baik untuk beribadah kepada TUHAN, pilihlah pada hari ini kepada siapa kamu akan beribadah; allah yang kepadanya nenek moyangmu beribadah di seberang sungai Efrat, atau allah orang Amori yang negerinya kamu diami ini. Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN!” (Yosua 24:14-15) Setelah bangsa Israel berhasil menduduki tanah Kanaan, Tuhan kembali mengingatkan mereka bahwa Dialah yang telah memilih Abraham (dan keturunannya dari Ishak ke Yakub dst.) untuk menjadi umat milik-Nya, dan juga untuk menerima suatu warisan, sebuah tanah untuk mereka berdiam, yaitu tanah Kanaan. Tuhan membebaskan mereka dari perbudakan di Mesir dengan mengutus nabi Musa memimpin mereka menuju tanah perjanjian itu. Kemurahan yang luar biasa dari Tuhan ini menempatkan Israel di bawah kewajiban untuk beribadah pada Tuhan dengan rasa syukur, ketulusan hati, dan dalam kebenaran. Tuhan tidak menghendaki adanya penyembahan ilah-ilah lain dan berhalanya. Bangsa Israel hanya boleh menyembah Tuhan saja. Hal ini perlu diserukan melalui Yosua, karena beberapa dari orang Israel memang menyembah Tuhan tetapi sekaligus menyembah dewa-dewa lain. Ibadah yang murni kepada Allah tidak boleh dicemari dengan penyembahan berhala. Penyembahan yang benar kepada Allah harus berakar dari dalam hati. Yosua menyerukan kepada para wakil bangsa itu bahwa ia dan seisi rumahnya akan beribadah kepada Tuhan saja. Di zaman modern ini banyak hal yang bisa menjadi ‘ilah-ilah’ atau ‘berhala’ bagi orang yang telah ditebus Tuhan. Entah itu barang koleksi, hobby, pekerjaan, uang, atau apa pun yang membuat kita mendedikasikan waktu secara khusus kepadannya yang berpotensi menjadi berhala. Tuhan menghendaki ibadah yang murni kepada-Nya. Kita tidak bisa datang beribadah sementara pikiran atau hati kita tertuju kepada hal lain selain kepada Allah. Datanglah menyembah Allah dalam roh dan kebenaran, melalui tuntunan Roh Kudus-Nya.
Jumat, 9 Juni 2023 Pembacaan Alkitab: Yosua 21–22 “JANJI TUHAN DAN KETAATAN KITA” “Dari segala yang baik yang dijanjikan TUHAN kepada kaum Israel, tidak ada yang tidak dipenuhi; semuanya terpenuhi.” (Yosua 21:45) Allah memenuhi janji-Nya kepada nenek moyang umat Israel, Ia telah memberikan tanah perjanjian kepada keturunan Abraham, Ishak & Yakub. Allah setia dalam menggenapi janji-Nya kepada bangsa Israel; namun mereka tetap harus melaksanakan bagian mereka dengan setia dalam menaati perjanjian itu, jika tidak mereka akan gagal memiliki seluruh tanah itu. Dari semua perkataan yang baik yang telah diucapkan Allah kepada umat Israel, tidak ada satu pun yang tidak digenapi-Nya, semuanya telah terjadi. Kepemilikan atas tanah Kanaan dianggap sebagai titik pusat dari segala janji Tuhan, karena hal kepemilikan ini akan menjadi fondasi dari semua berkat-berkat Tuhan yang berikutnya diberikan-Nya bagi Israel, yaitu janji akan adanya penggenapan yang berkelanjutan dari janji-janji Allah yang lainnya. Demikian pula di zaman Perjanjian Baru, seoerti saat ini Tuhan dengan setia akan memenuhi semua janji-Nya kepada kita, orang percaya. Namun kita tetap harus melaksanakan bagian kita dengan ketaatan yang setia, jika kita ingin memperoleh janji-janji itu. Seperti dalam hal Kerajaan Allah, kalau kita tidak pernah berusaha mencari Kerajaan Allah dan segala kebenarannya lebih dahulu, maka kita tidak akan pernah bisa mengalami apa yang Tuhan telah janjikan pada kita. Jangan sampai kita tidak menerima semua janji Allah karena kegagalan kita dalam hal ketaatan. Allah ingin menggenapi apa yang telah dijanjikan Nya pada kita. Sebab itu lakukanlah dengan taat bagian yang Tuhan perintahkan untuk kita kerjakan.