Minggu, 22 Okt 2023 Pembacaan Alkitab, Yesaya 61 – 63 KEBAHAGIAAN DARI TUHAN Aku bersukaria di dalam TUHAN, jiwaku bersorak-sorai di dalam Allahku, sebab Ia mengenakan pakaian keselamatan kepadaku dan menyelubungi aku dengan jubah kebenaran, seperti pengantin laki-laki yang mengenakan perhiasan kepala dan seperti pengantin perempuan yang memakai perhiasannya. (Yesaya 61:10) Kabar keselamatan dari Allah bagi umat-Nya akan membawa sukacita dan kebahagiaan. Nabi Yesaya menggambarkan kebahagiaan mereka bagaikan pengantin laki-laki dan perempuan yang mengenakan perhiasan yang bercahaya. Kebahagiaan yang digambarkan ini merupakan kebahagiaan umat-Nya yang mengalami pembebasan dan pemulihan dari Tuhan. Dunia bisa menjanjikan kebahagiaan, tapi kebahagiaan dari dunia bersifat sementara dan tak kekal. Tapi kebahagiaan dari Tuhan adalah kebahagiaan yang mendatangkan damai sejahtera karena ada pemulihan dan pengampunan. Sama seperti yang nubuatkan oleh nabi Yesaya kepada umat Israel ketika Tuhan melawat dan membebaskan mereka. Keselamatan sudah diberikan kepada kita. Apakah kita rindu juga mengalami kebahagiaan seperti yang dijanjikan Tuhan kepada umat Israel? Carilah Tuhan dan terus mendekat kepada-Nya. Karena kunci kebahagiaan kita hanya kita dapatkan ketika kita selalu dekat dengan Tuhan. Kebahagiaan yang penuh damai sejahtra dan sukacita akan menjadi bagian daru hidup kita.
Sabtu, 21 Oktober 2023 Pembacaan Alkitab, Yesaya 58 – 60 KESUNGGUHAN HATI “Pada waktu itulah terangmu akan merekah seperti fajar dan lukamu akan pulih dengan segera; kebenaran menjadi barisan depanmu dan kemuliaan TUHAN barisan belakangmu. (Yesaya 58:8) Satu hal yang membuat hati Tuhan tersentuh adalah ketika Ia melihat kesungguhan hati kita dalam melakukan kehendak-Nya. Ia tidak melihat rupa, tapi melihat hati kita. Ingat kisah umat Israel yang memprotes keadilan Tuhan? kata mereka: “”Mengapa kami berpuasa dan Engkau tidak memperhatikannya juga? Mengapa kami merendahkan diri dan Engkau tidak mengindahkannya juga?” Tuhan bukan tidak memperhatikan mereka, tapi ada alasan mengapa seolah-olah Ia tidak mendengar adalah karena mereka masih melakukan kebiasaan berdosa dari hidup lama mereka. Mari kita Mengikut Tuhan dengan kesungguhan hati, mengasihi Dia dan bersedia meninggalkan kebiasaan hidup lama yang berdosa untuk hidup menjadi seperti yang Dia inginkan, maka perkenanan Tuhan akan ada dalam hidup kita sehingga kebajikan serta kemurahan Tuhan akan senantiasa mengikuti langkah kita, Dimanapun kita berada.
Jumat, 20 Oktober 2023 Pembacaan Alkitab; Yesaya 55-57 FirmaNya Ya Dan Amin demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya. (Yesaya 55:11) Setiap kata yang keluar dari mulut Tuhan memiliki kekuatan untuk mencipta, mengubah, dan menggenapi segala sesuatu. Firman-Nya adalah jaminan bahwa kehendak-Nya akan terjadi dalam hidup kita. Firman Tuhan akan berhasil dalam apa yang Dia kehendaki dan suruhkan. Ini mengacu pada rencana Tuhan dan kehendak-Nya bagi kita. Firman-Nya tidak pernah sia-sia atau terbuang percuma dan selalu digunakan untuk menggenapi rencana-Nya yang sempurna. Ketika Tuhan membuat janji, Dia pasti akan menggenapiNya. Firman-Nya adalah jaminan bahwa janji-Nya adalah benar dan dapat diandalkan. Ini memberi kita keyakinan bahwa apa pun yang dijanjikan oleh Tuhan dalam Firman-Nya akan digenapi dalam hidup kita. Firman Tuhan juga tidak hanya berlaku untuk saat ini, tetapi juga untuk masa depan. Sebab ia adalah firman yang kekal dan tidak akan pernah berubah. Hal Ini memberi keyakinan bahwa kita dapat bergantung pada firman-Nya dalam segala waktu dan situasi. Kita diingatkan tentang kuasa, kepastian, dan otoritas Firman Tuhan dalam hidup kita. Ketika kita memahami dan mengaplikasikan Firman Tuhan ini maka kita dapat hidup dengan keyakinan dan harapan, karena kita tahu bahwa rencana Tuhan pasti berhasil dan janji-Nya akan digenapi dalam hidup kita. Firman-Nya adalah terang yang membimbing kita dalam kegelapan dan kepastian dalam ketidakteraturan.
Kamis, 19 Oktober 2023 Pembacaan Alkitab; Yesaya 52-54 Kasih Tuhan Dan Janji Setia Nya Sebab biarpun gunung-gunung beranjak dan bukit-bukit bergoyang, tetapi kasih setia-Ku tidak akan beranjak dari padamu dan perjanjian damai-Ku tidak akan bergoyang, firman TUHAN, yang mengasihani engkau. (Yesaya 54:10) Tuhan menegaskan kasih setia-Nya yang tak tergoyahkan. Dan megingatkan kita bahwa meskipun dunia berubah dan bergoncang, kasih Tuhan tetap tidak pernah berubah. Kasih setia-Nya adalah landasan yang kokoh bagi kita dalam menghadapi segala tantangan dan perubahan dalam hidup.Tuhan juga berbicara tentang “perjanjian damai-Ku.” Ini adalah janji Tuhan untuk memberikan damai sejahtera kepada umat-Nya. Dalam dunia yang sering kali penuh dengan ketidakpastian dan ketegangan, kita dapat mempercayai pada perjanjian damai Tuhan yang menenangkan hati dan memberikan kepastian. Firman Tuhan adalah suatu kepastian yang tidak berubah. Kita dapat mempercayai dan mengandalkan pada janji-janji-Nya, karena firman-Nya adalah benar dan tidak pernah gagal. Ketika kita merasa ragu atau tidak yakin, kita dapat mencari jawaban dalam firman-Nya yang tetap kokoh. Bagaimana kita dapat menerapkan pesan dari ayat ini dalam kehidupan sehari-hari kita? Kita dapat mempercayai kasih setia Tuhan dalam segala situasi. Kita juga dapat hidup dalam damai yang diberikan Tuhan, dalam menghadapi tantangan dengan keyakinan akan janji-Nya. Dan kita juga dapat mengandalkan bahwa firman-Nya adalah pegangan yang kokoh dalam hidup kita. Walaupun terjadi perubahan dan tantangan dalam hidup ini, kita memiliki Tuhan yang setia dan firman-Nya yang tak tergoyahkan.
Rabu, 18 Oktober 2023 Pembacaan Alkitab; Yesaya 49-51 Lidah Dan Pendengaran Seorang Murid Tuhan ALLAH telah memberikan kepadaku lidah seorang murid, supaya dengan perkataan aku dapat memberi semangat baru kepada orang yang letih lesu. Setiap pagi Ia mempertajam pendengaranku untuk mendengar seperti seorang murid. (Yesaya 50:4) Ayat ini memberikan gambaran yang indah tentang panggilan dan tugas sebagai hamba Allah, yaitu sebuah panggilan untuk menggunakan karunia yang Tuhan berikan yakni “lidah yang terlatih” kepada kita. Hal Ini mengingatkan kita bahwa setiap orang memiliki karunia yang unik dari Tuhan. Sebagian dari kita, mungkin memiliki kemampuan berbicara atau memberi semangat. Dengan kata lain bahwa kita harus menggunakan karunia-karunia yang ada untuk melayani orang lain. Bahkan salah satu tujuan utama dari “lidah yang terlatih” adalah untuk memberi semangat kepada orang yang lelah. Kehidupan ini sering kali penuh dengan tantangan dan penderitaan, dan kita, sebagai pengikut Kristus, dipanggil untuk menjadi pembawa harapan. Ketika kita menggunakan kata-kata dan tindakan kita untuk mengangkat semangat dan memulihkan hati yang terluka, kita berpartisipasi dalam pekerjaan Tuhan. Pada ayat bagian 4c menyebutkan bahwa “Setiap pagi Ia mempertajam pendengaranku” Ini adalah pengingat bahwa kita harus senantiasa membuka telinga kita untuk mendengarkan kebijaksanaan dan petunjuk Tuhan dalam hidup kita. Saat kita berkomunikasi dengan Tuhan dalam doa dan membaca Firman-Nya, kita akan mendengar suara-Nya yang membimbing kita. Bahkan dikatakan juga “Mendengarkan Seperti Murid” hal ini tentu berbicara tentang sikap kerendahan hati, sebab seorang murid siap untuk diajar dan menerima pengajaran. Demikian juga kita harus tetap merendahkan hati dan diri kita dihadapanNya, untuk siap diajar oleh Tuhan, dan siap mendengarkan kebutuhan orang lain. Mari miliki hati yang bijaksana agar kita dapat lebih bijak menggunakan kata-kata, memberi semangat kepada orang lain, mendengarkan dengan penuh perhatian, dan tetap menjadi murid yang rendah hati. Dalam proses ini, kita akan menjadi alat berkat yang lebih efektif dalam tangan Tuhan dan melayani sesama dengan lebih baik.
Selasa, 17 Oktober 2023 Pembacaan Alkitab; Yesaya 46 – 48 HIDUP YANG DIMURNIKAN Sesungguhnya, Aku telah memurnikan engkau, namun bukan seperti perak, tetapi Aku telah menguji engkau dalam dapur kesengsaraan. Yesaya 48:10 Sebagai pengikut Kristus, kata kesengsaraan ini sudah tidak menjadi hal yang begitu asing didengar. Dalam Lukas 14:27 Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak dapat menjadi murid-Ku. Sudah sangat jelas sekali, sebagai murid Kristus kita harus memikul salib dan sangkal diri. Ini adalah hal yang begitu sulit untuk dilakukan jika kita tidak memiliki kesungguhan hati dalam mengikut Kristus. Salah satu hal yang harus dilalui sebagai murid Kristus adalah pemurnian. Ibarat sebuah emas, untuk melihat kemurnian emas diperlukan proses pembakaran. Dengan suhu tertentu maka kita akan mengetahui Kualitas emas itu. Demikianlah kita orang percaya. Untuk mengetahui kemurnian hidup kita, maka Tuhan memberikan ujian bagi kita. Tuhan akan menggunakan kesengsaraan atau penderitaan untuk menguji kita agar menjadi emas yang murni bukan karena Tuhan jahat, melainkan agar hidup kita murni dihadapan Tuhan. Janganlah takut terhadap dapur kesengsaraan, karena itu adalah latihan bagi kehidupan rohani dan iman kita sebagai murid Kristus. Ketika penderitaan itu datang sadarilah bahwa Tuhan mau kita hidup seperti Dia. Tuhan mau agar hidup kita itu memiliki kualitas iman yang terbaik sehingga hidup kita berkenan kepada-Nya
Senin, 16 Oktober 2023 Pembacaan Alkitab; Yesaya 43 – 45 TUHAN YANG MENYELAMATKAN Aku, Akulah TUHAN dan tidak ada juruselamat selain dari pada-Ku. Akulah yang memberitahukan, menyelamatkan dan mengabarkan, dan bukannya allah asing yang ada di antaramu. Kamulah saksi-saksi-Ku,” demikianlah firman TUHAN, “dan Akulah Allah. Yesaya 43 : 11-12 Yesus Kristus adalah juruselamat bagi semua manusia dan bagi yang percaya kepadaNya. Bagi orang percaya Yesus adalah jalan keselamatan. Hal itu dinyatakan dalam firmanNya bahwa “Tidak ada keselamatan di luar Yesus, karena Ia adalah Anak Allah satu-satunya yang dapat menyelamatkan.” “Ada jalan yang disangka orang lurus, tetapi ujungnya menuju maut.” (Amsal 14:12) Yesus membuat hal itu menjadi sangat jelas, bahwa tidak seorang pun yang dapat datang kepada Allah, kecuali melalui-Nya. “Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku” (Yoh. 14:6). Kisah Rasul 4:12 juga mengatakankan, “Dan keselamatan tidak ada di dalam siapa pun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan.” “Kita sadarilah bahwa kita diselamatkan bukan hanya untuk diampuni dari dosa atau diberi jaminan kekal di sorga, tapi kita diselamatkan untuk mengenal Allah. Maka, kita pun memiliki hasrat akan Dia. Kita begitu mengingininya, sampai-sampai kita meninggalkan segala sesuatu supaya dapat mengalami Dia” – David Platt
Minggu, 15 Oktober 2023 Pembacaan Alkitab; Yesaya 40 – 42 PILIHAN TUHAN Lihat, itu hamba-Ku yang Kupegang, orang pilihan-Ku, yang kepadanya Aku berkenan. Aku telah menaruh Roh-Ku ke atasnya, supaya ia menyatakan hukum kepada bangsa-bangsa. Yesaya 42:1 Setiap orang yang dipilihNya harus menyatakan kebenaran dan memancarkan terang Kristus. Seperti kehidupan Yesus sebagai Putra yang diutus oleh Bapa untuk menyatakan kebenaran firmanNya dan membawa setiap orang-orang untuk hidup dalam jalan kebenaran. Semua orang bisa menjadi terang bagi semua orang, namun tidak mudah untuk bisa menjadi terang dunia, perlu di proses. Tuhan memproses setiap orang pilihanNya sedemikian rupa dan dipersiapkan untuk menjadi terang bagi bangsa-bangsa untuk menyelesaikan setiap tugas yang diberikanNya. Orang pilihanNya diberikan Roh Kudus dan kuasa dari Surga untuk memperlengkapi dan menyertai setiap tugas dari Tuhan. Tuhan Allah memberikan kepada kita Roh Kudus dengan kekuatan Ilahi agar setiap orang percaya dapat membuat suatu perbedaan dan melawan arus dunia yang jahat. Kita dipanggil, dipilih dan dipenuhi oleh kuasa Roh Kudus agar dapat melaksanakan dan menyelesaikan misi-Nya.