Author: Administrator

[BREAD OF LIFE – GIVES LIFE] BOL 365 │DAY 303

Senin, 30 Oktober 2023 Pembacaan Alkitab; Yeremia 13 – 15 HIDUP DALAM PERTOBATAN Karena itu beginilah jawab TUHAN: “Jika engkau mau kembali, Aku akan mengembalikan engkau menjadi pelayan di hadapan-Ku, dan jika engkau mengucapkan apa yang berharga dan tidak hina, maka engkau akan menjadi penyambung lidah bagi-Ku. Biarpun mereka akan kembali kepadamu, namun engkau tidak perlu kembali kepada mereka. Yeremia 15:19 Dalam pembacaan ayat firman Tuhan hari ini, kita diingatkan tentang pentingnya bertobat dan mengarahkan hidup kepada Tuhan. Tuhan berbicara melalui nabi Yeremia untuk menekankan bahwa jika orang-orang bertobat dan meninggalkan perilaku yang tidak benar, Tuhan akan mengembalikan mereka dan memberikan kesempatan untuk berdiri di hadapan-Nya dan menjadi penyambung pesan dari Tuhan. Kita harus memilih dan memprioritaskan hal-hal yang benar dan berharga dalam hidup ini serta menjauhi yang tidak berguna atau yang berdampak negatif dalam hidup kita. Hidup dalam pertobatan adalah hidup yang didasarkan pada pengakuan dan perubahan hidup yang sungguh-sungguh kepada Tuhan. Hidup dalam pertobatan membutuhkan kesadaran akan dosa kita serta memiliki kerinduan yang tulus dan sungguh-sungguh untuk berubah. Pertobatan adalah proses yang berkelanjutan, di mana kita secara aktif berusaha untuk hidup sesuai dengan kehendak Tuhan dan memperbaiki hubungan kita dengan-Nya. Jadi, hidup dalam pertobatan adalah pilihan untuk hidup sesuai dengan kehendak Tuhan dan menjadi alat yang berguna dan efektif bagi-Nya. Jika kita merasa hidup kita sudah tidak sesuai dengan firmanNya, maka segeralah kembali kepada Firman Tuhan agar hidup kita kembali kearah yang benar serta memiliki nilai-nilai Kerajaan Allah.

[BREAD OF LIFE – GIVES LIFE] BOL 365 │DAY 302

Minggu, 29 Oktober 2023 Pembacaan Alkitab; Yeremia 10 – 12 DENGARKAN DAN LAKUKANLAH PERINTAH-NYA Katakanlah kepada mereka: Beginilah firman TUHAN, Allah Israel: Terkutuklah orang yang tidak mendengarkan perkataan-perkataan perjanjian ini, yang telah Kuperintahkan kepada nenek moyangmu pada waktu mereka Kubawa keluar dari tanah Mesir, dari dapur peleburan besi, dengan berfirman: Dengarkanlah suara-Ku dan lakukanlah segala apa yang Kuperintahkan kepadamu, maka kamu akan menjadi umat-Ku dan Aku akan menjadi Allahmu, Yeremia 11:3-4 Tuhan selalu melindungi, menyertai dan memberkati setiap pribadi yang setia mendengarkan suaraNya namun menghukum orang yang tidak taat kepadaNya. Bacaan firman Tuhan hari ini mengingatkan setiap kita agar selalu taat dalam mendengar serta melakukan perintahNya apapun situasi dan kondisi dalam hidup kita. Mengikuti perintah Tuhan adalah suatu bentuk ketaatan dan penghormatan kepada-Nya. Dalam hidup sehari-hari, kita bisa melakukan perintah-perintah Tuhan dengan cara mengaplikasikan kebenaran firmanNya. Dalam Yohanes 14:15, “Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku.” Melalui ketaatan, kita memperlihatkan cinta dan kasih kita kepada Tuhan. Tetap andalkan Tuhan dalam segala perkara, Roh Kudus diberikan kepada umatNya agar kita mampu untuk memahami, melakukan dan menyelesaikan setiap perintahNya. Berpeganglah pada kebenaran firmanNya Ketika kita mengikuti perintah Tuhan, kita sedang menunjukkan kasih dan kesetiaan kita kepada-Nya.

[BREAD OF LIFE – GIVES LIFE] BOL365 | DAY 301

Sabtu, 28 Oktober 2023 Pembacaan Alkitab: Yeremia 7–9 “BERMEGAH KARENA MENGENAL TUHAN” “Beginilah firman TUHAN: “Janganlah orang bijaksana bermegah karena kebijaksanaannya, janganlah orang kuat bermegah karena kekuatannya, janganlah orang kaya bermegah karena kekayaannya, tetapi siapa yang mau bermegah, baiklah bermegah karena yang berikut: bahwa ia memahami dan mengenal Aku, bahwa Akulah TUHAN yang menunjukkan kasih setia, keadilan dan kebenaran di bumi; sungguh, semuanya itu Kusukai, demikianlah firman TUHAN.” (Yeremia 9:23-24) Dalam dunia yang gelap, penuh dosa, dan penderitaan ini, semua yang kita lihat akan segera berakhir dengan penghakiman di hadapan Tuhan. Alangkah bodohnya orang yang bermegah atas hikmat dan kebijaksanaan, pengetahuan, kecakapan, kekuatan, kekuasaan & kekayaan atau apa saja yang mereka miliki. Hal-hal tersebut membuat mereka mengandalkan diri sendiri, menyeret mereka jatuh di bawah kuasa dosa, dan kelak akan menerima murka Allah. Orang Israel pada zaman nabi Yeremia memang bermegah atas nasihat bijak para tua-tua mereka, atas kekuatan tentara mereka, dan juga atas kekayaan kota-kota mereka. Tetapi melalui nabi-Nya, Tuhan mengingatkan bahwa semuanya itu tidak dapat membebaskan mereka dari kehancuran yang dibawa oleh orang Kasdim. Tuhan tidak menghendaki umat-Nya memegahkan diri atas kemampuan mereka sendiri, tetapi mengabaikan Allah sebagai satu-satunya penolong mereka. Tuhan menghendaki umat-Nya memahami dan mengenal Pribadi-Nya. Pengenalan akan Allah berhubungan dengan tiga sifat utama. Pertama, Kasih Setia. Allah menunjukkan kasih setia kepada umat Israel yang terikat perjanjian dengan-Nya; mereka lemah, penuh dosa, dan membutuhkan belas kasihan Tuhan. Kedua, Keadilan. Tuhan adalah Sang Raja sekaligus Hakim Yang Adil. Tuhan menolong orang yang miskin dan lemah untuk mendapatkan hak mereka, sekaligus menghukum orang yang bersalah. Ketiga, Kebenaran. Hukum dan peraturan Allah adalah perjanjian-Nya; Ia akan menggenapi perjanjian dengan Israel, terutaman rencana keselamatan-Nya atas bangsa ini. Mari kita bermegah dengan cara yang benar, cara yang disukai Tuhan. Milikilah pengenalan yang benar dan intim terhadap Pribadi-Nya. Pahamilah kasih setia, keadilan, dan kebenaran Tuhan yang diikat-Nya dalam Perjanjian dengan umat-Nya. Itulah kemegahan yang disukai oleh Tuhan.

[BREAD OF LIFE – GIVES LIFE] BOL365 | DAY 300

Jumat, 27 Oktober 2023 Pembacaan Alkitab: Yeremia 4–6 “DOSA YANG MENGHALANGI” “Kesalahanmu menghalangi semuanya ini, dan dosamu menghambat yang baik dari padamu.” (Yeremia 5:25) Pada zaman nabi Yeremia, ada banyak orang Israel yang hidup dalam dosa dan melakukan berbagai bentuk kejahatan. Kejahatan mereka kepada sesama manusia sangat kejam. Mereka menggunakan segala cara yang licik supaya dapat menguasai harta benda orang lain. Umat yang atasnya nama Tuhan disebut bukannya membawa berkat, tetapi justru menjadikan sesama manusia sebagai mangsanya. Kejahatan mereka kepada Tuhan juga menjijikkan. Bangsa Israel menyembah ilah-ilah lain dan meninggalkan Tuhan yang telah membebaskan mereka dari perbudakan di tanah Mesir. Baik orang kecil maupun para pejabat, semua melakukan dosa; bahkan para nabi menyampaikan nubuatan palsu dan para imam memerintah dengan lalim. Oleh karena begitu banyak kejahatan dan dosa mereka, maka Tuhan menahan berkat-berkat-Nya. Tuhan menahan hujan, sehingga air tidak turun. Orang Israel tidak bisa melakukan panen, lalu mulailah timbul kelaparan. Padahal sebenarnya Tuhan selalu menyediakan minggu-minggu penuaian yang telah ditentukan bagi mereka. Tetapi kejahatan akan menghalangi berkat-berkat yang seharusnya dicurahkan; dosa akan membuat langit menjadi seperti tembaga dan bumi menjadi seperti besi. Setiap perbuatan akan ada konsekuensinya, setiap kejahatan akan ada hukumannya. Kalau saat ini kita melihat orang yang jahat hidupnya tampak baik-baik saja dan malah semakin makmur, akan tiba waktunya nanti hukuman baginya dijatuhkan. Sebagai orang percaya yang telah ditebus dari perbudakan dosa, janganlah kita kembali hidup dalam dosa lama itu. Kalau kita mulai jatuh, sedikit demi sedikit kembali berbuat dosa, dan kita masih baik-baik saja; bukan berarti Tuhan mengizinkan perbuatan itu. Tuhan tidak akan membiarkan diri-Nya dipermainkan! Jangan sampai kita mengalami konsekuensi pahit atas perbuatan dosa itu. Cepat-cepatlah berbalik kembali kepada Tuhan dan bertobat. Tetaplah patuhi segala ketetapan dan hukum Allah, setialah kepada-Nya, supaya berkat-berkat Tuhan tidak tertahan, melainkan tercurah melimpah-limpah dalam hidup kita.

[BREAD OF LIFE – GIVES LIFE] BOL365 | DAY 299

(Kamis, 26 Oktober 2023 Pembacaan Alkitab: Yeremia 1–3 “KUASA UNTUK MENYAMPAIKAN FIRMAN” “Ketahuilah, pada hari ini Aku mengangkat engkau atas bangsa-bangsa dan atas kerajaan-kerajaan untuk mencabut dan merobohkan, untuk membinasakan dan meruntuhkan, untuk membangun dan menanam.” (Yeremia 1:10) Tuhan memanggil Yeremia sebagai nabi pada zaman pemerintahan raja Yosia. Awalnya karena merasa masih muda, Yeremia beralasan tidak pandai berbicara di hadapan orang. Tetapi bagaimanapun Tuhan sudah menetapkan Yeremia sebagai utusan-Nya. Maka Tuhan menaruh firman-Nya ke dalam mulut Yeremia. Dengan demikian Yeremia menerima kuasa untuk berbicara sebagai wakil Tuhan. Tuhan bukan hanya mengangkat Yeremia sebagai utusan biasa, melainkan sebagai nabi yang mewakili-Nya. Yeremia diberikan kuasa nubuatan atas umat Israel dan atas bangsa-bangsa yang lain di sekitarnya. Kuasa yang diberikan Tuhan adalah kuasa yang untuk menyampaikan pesan-Nya, perintah-Nya, dan melaksanakan kehendak-Nya. Begitu dahsyatnya kuasa firman yang disampaikan melalui nabi Yeremia, sehingga tidak ada kekuatan duniawi yang dapat bertahan melawan kuasa tersebut. Semua nubuatan dan perintah Tuhan tergenapi. Pada masa kini, banyak orang percaya yang dengan bersemangat menginginkan berkat Tuhan yang melimpah. Tetapi sayangnya, sebagian besar dari mereka enggan menyampaikan firman Tuhan dan bersaksi bagi Yesus Kristus, dengan berbagai macam alasan. Mungkin seperti Yeremia muda yang merasa tidak pandai berbicara, mungkin takut ditolak, takut dikucilkan, takut dianiaya, dan lain sebagainya. Padahal Tuhan telah memberikan kuasa bagi setiap orang percaya ketika Roh Kudus mengurapinya. Kuasa tersebut Tuhan berikan dengan tujuan agar mereka bisa menjadi saksi-Nya, memberitakan Injil keselamatan, menyampaikan teguran dengan kasih, dan saling menguatkan dengan dasar firman Tuhan. Lalu bagaimana dengan kita, sudahkan kita menggunakan kuasa yang diberikan Tuhan sebagai saksi-saksinya? Sama seperti Tuhan telah memilih Yeremia sejak ia masih dalam kandungan, demikian juga Tuhan telah memilih kita untuk menyampaikan kabar baik dan rencana keselamatan-Nya bagi semua orang. Jangan sia-siakan waktu di dalam hidup kita, lakukanlah kehendak Tuhan sebagai utusan-Nya.

[BREAD OF LIFE – GIVES LIFE] BOL 365 | DAY 298

Rabu, 25 Okt 2023 Pembacaan Alkitab: 2 Petrus 1-3 KESEMPATAN UNTUK BERTOBAT Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat (2 Petrus 3:9) Berita tentang kedatangan Tuhan Yesus telah dikumandangkan dari zaman dahulu, namun berita tersebut tidak terelisasi sampai hari ini. Pada akhirnya orang-orang mulai mengabaikan berita tentang kedatangan-Nya. Ada yang menjadi skeptis (kurang percaya), agnostic (ragu-ragu), bahkan atheis (tidak percaya Tuhan). Apakah firman Tuhan berbohong? Sama sekali tidak. Tuhan tidak lalai menepati janj-Nya! Waktu kedatangan-Nya yang belum tiba sampai hari ini merupakan kesempatan bagi kita untuk bertobat, sebab Ia menginginkan banyak orang yang diselamatkan. Firman Tuhan hari ini menyadarkan kita bahwa kita memliki Allah yang panjang sabar. Tidak peduli sehancur dan seburuk apapun hidup kita saat ini, Ia rindu untuk menyelamatkan hidup kita. Namun, seringkali kita, sebagai manusia, cenderung memandang rendah kesabaran Tuhan. Sejatinya, sabar-Nya adalah manifestasi kasih dan keinginan-Nya agar setiap jiwa diselamatkan. Bertobat bukanlah tanda kelemahan, melainkan langkah bijaksana untuk mendapatkan keselamatan. Jika hari-hari ini kita merasa jauh dan tidak berharga di hadapan Tuhan, ingatlah bahwa tangan Tuhan Yesus selalu terbuka untuk kita. Datanglah kepada-Nya dengan rendah hati, tidak perlu gengsi. Tidak ada kesalahan yang terlalu besar atau masa lalu yang terlalu buruk yang tidak dapat diampuni oleh Tuhan Yesus. Jangan biarkan kesempatan ini terlewat begitu saja. Jadikanlah waktu ini sebagai momentum untuk mendekatkan diri kepada Tuhan, untuk mencari kehendak-Nya, dan untuk hidup sesuai dengan rencana-Nya. Bertobat bukanlah kekalahan, melainkan kemenangan kita atas dosa.

[BREAD OF LIFE – GIVES LIFE] BOL 365 | DAY 297

Selasa, 24 Okt 2023 Pembacaan Alkitab: 1 Petrus 1-5 HIDUP KUDUS tetapi hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu sama seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu (1 Petrus 1:15) Ketika kita memiliki mobil yang mewah, kita akan menjaganya dengan sebaik mungkin dan tidak akan membiarkan orang merusak mobil yang kita miliki. Rumah yang kita miliki, sekalipun kurang mewah, kita tidak membiarkan orang lain mengotori rumah kita. Lalu kenapa kita membiarkan hidup kita dikotori oleh diri sendiri, bahkan oleh orang lain? Bukankah hidup ini adalah pemberian Tuhan yang harus kita syukuri dan dijaga dengan baik? Sebagai anak Allah, kita memang telah dilayakkan, dibenarkan dan dikuduskan. Namun, bukan berarti kita tidak perlu lakukan apa-apa lagi, tugas kita selanjutnya adalah menjaga kekudusan yang Tuhan berikan kepada kita. Bagaimanakah caranya? Yaitu dengan hidup sesuai dengan firman-Nya. Kita berbuat baik tujuannya bukan untuk menjadi kudus. Karena Kekudusan adalah karya Allah dalam hidup kita. Kita dikuduskan untuk hidup dalam kebenaran. Mulai hari ini, dalam setiap langkah yang kita ambil, setiap kata yang kita ucapkan, dan setiap keputusan yang kita buat, mari pertimbangkan apakah itu mencerminkan kekudusan Allah atau tidak. Kita mungkin tidak sempurna, tetapi dengan komitmen yang kuat dan pertolongan dari Roh Kudus, kita dapat menjaga kekudusan yang telah kita terima dari Allah. Jadi, mari berusaha untuk hidup kudus, bukan sebagai usaha untuk memperoleh keselamatan, tetapi lakukanlah sebagai respon karena Allah telah menyelamatkan kita. Hidup kudus bukanlah sarana untuk diselamatkan, tetapi sebaliknya, kita diselamatkan supaya kita hidup kudus.

[BREAD OF LIFE – GIVES LIFE] BOL 365 | DAY 296

Senin, 23 Okt 2023 Pembacaan Alkitab, Yesaya 64-66 TAAT SAAT DIBENTUK TUHAN “Tetapi sekarang, ya TUHAN, Engkaulah Bapa kami! Kamilah tanah liat dan Engkaulah yang membentuk kami, dan kami sekalian adalah buatan tangan-Mu” (Yesaya 64:8) Hidup orang percaya digambarkan seperti tanah liat dan Tuhan adalah penjunannya. Agar menjadi sebuah barang yang berharga, tanah liat harus mengalami proses pembentukan yang panjang. Mulai dibentuk oleh sang penjunan sampai proses pembakaran agar menjadi tanah liat yang kuat. Setelah melalui proses tersebut, kita akan melihat karya yang indah dan berharga, seperti guci, vas bunga, batu bata, dan lain-lain. Begitu juga Tuhan membentuk setiap aspek dari kehidupan kita. Setiap pengalaman, setiap rintangan dan halangan adalah bagian dari proses pembentukan-Nya. Pernyataan “kita adalah buatan tangan-Mu” memberikan makna bahwa kita adalah karya seni Tuhan. Dalam setiap bentuk pahatan-Nya, Tuhan membawa kita untuk semakin serupa dengan-Nya. Kita adalah karya seni-Nya yang unik, dan setiap proses yang kita lalui adalah bagian dari rencana-Nya yang indah. Dalam masa kesulitan atau tantangan, ingatlah bahwa Tuhan adalah sang Penjunan yang handal. Terkadang, proses pembentukan terasa sulit bagi hidup kita, namun Tuhan tahu yang terbaik bagi hidup kita. Ia membentuk kita dengan penuh kasih dan rencana-Nya tidak ada yang kebetulan bagi hidup kita. Jadi, marilah kita terus bersandar pada Tuhan dan mengizinkan-Nya membentuk kita sesuai dengan kehendak-Nya yang sempurna. Setiap proses hidup yang kita lewati adalah goresan tangan-Nya, membentuk kita menjadi lebih serupa dengan-Nya.