Author: Administrator

[BREAD OF LIFE – GIVES LIFE] BOL365 | DAY 287

Sabtu, 14 Oktober 2023 Pembacaan Alkitab: Yesaya 37–39 “BERTAHAN KARENA BERAKAR KUAT” “Dan orang-orang yang terluput di antara kaum Yehuda, yaitu orang-orang yang masih tertinggal, akan berakar pula ke bawah dan menghasilkan buah ke atas. Sebab dari Yerusalem akan keluar orang-orang yang tertinggal dan dari gunung Sion orang-orang yang terluput; giat cemburu TUHAN semesta alam akan melakukan hal ini.” (Yesaya 37:31-32) Serangan bangsa Asyur terhadap kota Yerusalem telah menyebabkan banyak orang Yehuda yang terbunuh, sisanya diangkut ke pembuangan. Hal ini membuat raja Hizkia menjadi takut. Tetapi nubuatan yang disampaikan melalui Yesaya menyebutkan bahwa tidak semua orang Yehuda akan dibinasakan, karena masih ada yang disisakan, yaitu mereka yang berlindung di kota Yerusalem dan di gunung Sion. Mereka yang terluput ini akan keluar dari tempat perlindungannya, kembali menduduki tanah mereka, lalu membangun kembali negerinya. Berkat Allah turun ke atas mereka dan memulihkan Yehuda. Sebuah pohon, agar dapat berbuah dengan baik, haruslah berada di tanah yang baik dan menancapkan akarnya dengan dalam. Bangsa Yehuda yang menetap di negerinya harus berakar kokoh supaya bisa bertahan dan tidak akan tercabut oleh badai serangan musuh. Tetapi kokohnya akar itu tertanam bukan karena kekuatannya sendiri, melainkan karena pekerjaan Tuhan Allah yang berkuasa atas alam semesta, Dialah yang melakukannya. Sebagai umat Allah di akhir zaman ini Kita juga harus berakar kuat di dalam iman yang benar kepada Tuhan Yesus Kristus untuk bisa menghasilkan buah.Tentu saja kokohnya akar yang tertanam itu bergantung dari kuasa Roh-Nya yang memimpin kita. Sebab itu milikilah pengenalan yang baik akan pribadi Tuhan, dengarkanlah sabda firman-Nya dan biarlah Roh Kudus membimbing hidup kita.

[BREAD OF LIFE – GIVES LIFE] BOL365 | DAY 286

Jumat, 13 Oktober 2023 Pembacaan Alkitab: Yesaya 34–36 “MENGUATKAN DAN MEMBERI PENGHARAPAN” “Katakanlah kepada orang-orang yang tawar hati: “Kuatkanlah hati, janganlah takut! Lihatlah, Allahmu akan datang dengan pembalasan dan dengan ganjaran Allah. Ia sendiri datang menyelamatkan kamu!” (Yesaya 35:4) Ayat ini berisi perintah Tuhan kepada nabi Yesaya, yaitu tentang tugasnya untuk menguatkan umat Tuhan yang sedang lemah fisiknya dan tawar hatinya karena menderita akibat diserang musuhnya. Mungkin kita pernah menjumpai hal ini terjadi pada saudara seiman. Ada kalanya dalam perjalanan hidupnya sebagai seorang Kristen, ia harus berhadapan dengan musuh yang ingin merusak nama baik, menghancurkan usaha atau karir yang dibangun, bahkan menyakiti keluarganya. Lalu kita bertanya: mengapa orang jahat itu muncul, padahal kita tahu saudara seiman kita ini adalah orang yang cinta damai dan tidak ingin memiliki musuh? Tetapi kenyataannya, ada musuh yang lebih besar dari pada orang-orang jahat yang membenci dia (dan juga kita), yaitu Iblis yang menginginkan kejatuhan setiap orang percaya. Semua kejahatan yang dirancang oleh Iblis dan para pengikutnya itu bisa menyebabkan munculnya rasa takut dan gentar, putus asa dan kehilangan harapan, yang akan berujung pada kekecewaan dan melemahnya iman pada saudara kita itu. Adalah tugas kita untuk memberikan pertolongan, penghiburan, dan menguatkan iman saudara-saudara kita yang sedang mengalami penderitaan seperti itu. Kita harus terus menguatkan hati mereka dengan mengingatkan mereka pada janji-janji Tuhan bagi umat-Nya, mengingatkan mereka akan kasih Allah yang begitu besar, yang tidak dapat dipisahkan oleh apapun juga, termasuk oleh para musuh yang datang dengan segala serangan. Kita juga harus menguatkan mereka untuk dapat mengatasi ketakutannya, sampai mereka memiliki keberanian yang penuh untuk melangkah dalam pengharapan iman mereka. Bukankah Allah adalah Hakim yang adil? Ia akan datang dan bertindak, melakukan pembalasan. Tetapi begitu besar kasih Allah, sehingga Ia sendiri datang untuk menyelamatkan umat-Nya. Janji-janji inilah yang mesti disampaikan kepada saudara-saudara seiman kita tersebut. Masih banyak orang di luar sana yang hidup di dalam kegelapan. Mata mereka harus dicelikkan dan telinganya harus dibukakan, supaya melihat dan mendengar tentang betapa besar kasih dan rahmat Tuhan bagi umat manusia. Tuhan menghendaki tidak seorang pun yang binasa. Biarlah kabar kegirangan dan sukacita akan datangnya keselamatan dari Allah disampaikan kepada bangsa-bangsa.

[BREAD OF LIFE – GIVES LIFE] BOL365 | DAY 285

Kamis, 12 Oktober 2023 Pembacaan Alkitab: Yesaya 31–33 “HAKIM DAN RAJA YANG MENYELAMATKAN” “Sebab TUHAN ialah Hakim kita, TUHAN ialah yang memberi hukum bagi kita; TUHAN ialah Raja kita, Dia akan menyelamatkan kita.” (Yesaya 33:22) Memang tidak mudah untuk tetap bisa hidup benar di zaman modern dengan segala perkembangan teknologi dan dinamika sosialnya. Perubahan nilai-nilai moralitas dalam masyarakat dunia yang semakin lama semakin menurun akan berbenturan dengan nilai-nilai kekristenan, ini menjadi tantangan bagi orang percaya. Bukankah kita sering melihat ketidakadilan terjadi di depan mata, tanpa bisa berbuat apa-apa? Segala masalah baru ini membuat banyak orang di luar sana menjadi putus asa, karena tampaknya tidak ada seorang pun yang dapat membela mereka, sebab tidak ada keadilan bagi mereka di dunia ini. Tetapi sebagai umat Allah, kita memiliki pengharapan yang besar, karena Tuhan adalah hakim kita – TUHAN akan menjadi sumber kebahagiaan, kebenaran, dan kesejahteraan bagi kita. Kehadiran-Nya akan menjadi berkat bagi kita, membawa sukacita dan damai sejahtera di dalam diri kita. Tuhan memberi hukum bagi kita; Ia telah menetapkan hukum-hukum bagi kita sebagai umat-Nya, menuliskannya di dalam hati kita, dan bahkan menaruh Roh-Nya yang Kudus di dalam diri kita, kehadiran-Nya di dalam diri kita inilah yang memampukan kita untuk menaati segala hukum tersebut. Tuhan Allah adalah Raja kita, dan kita adalah rakyat-Nya. Di dalam pemerintahan Kerajaan Allah kita akan mengalami keadilan, perlindungan, dan rasa aman yang sesungguhnya, karena di dalam Kerajaan Allah ada kebenaran, damai sejahtera, dan sukacita oleh Roh Kudus. Tuhanlah pengharapan kita, Ia telah menyelamatkan kita dan menebus kita dari segala dosa, Ia menganugerahkan keselamatan yang kekal bagi kita. Tuhan menyelamatkan kita dari para musuh yang ingin menjerat dan mendakwa kita, yaitu Iblis dan orang-orang jahat yang ada dalam kekuasaannya. Di dalam setiap pergumulan masalah janganlah takut, asalkan kita hidup dalam kebenaran dan kekudusan Allah, maka Ia sendiri yang akan membela perkara kita. Tuhan Yesus adalah sang Penasehat Ajaib bagi kita, Ia akan memberitahukan jalan-jalan-Nya supaya kita melangkah di dalamnya dan mencapai kemenangan di ujung jalan itu.

[BREAD OF LIFE – GIVES LIFE] BOL 365 | DAY 284

Rabu, 11 Oktober 2023 Pembacaan Alkitab; Yesaya 28-30 SENI MENDENGAR Pasanglah telinga dan dengarkanlah suaraku; perhatikanlah dan dengarkanlah perkataanku! (Yesaya 28:23) Tuhan memberikan kita satu mulut dan dua telinga dengan sebuah tujuan. Ia ingin agar kita banyak mendengar dari pada berbicara. Firman Tuhan menuliskan bahwa, “Di dalam banyak bicara pasti ada pelanggaran, tetapi siapa yang menahan bibirnya, berakal budi.” (Ams. 10:19). Seni mendengarkan melibatkan kesediaan untuk fokus sepenuhnya pada kata-kata yang disampaikan oleh orang lain. Mendengar juga mengajarkan kita untuk menghormati lawan bicara kita. Hal ini juga berlaku saat kita berdoa kepada Tuhan, biarkanlah Tuhan yang berbicara kepada kita dan kita berikan telinga kita untuk mendengarkan isi hatinya. Acapkali saat kita berdoa, kita lebih sering yang berbicara kepada Tuhan. Kita lebih suka menyampaikan masalah hidup kita dari pada mendengarkan isi hati Tuhan. Pertanyaan penting untuk kita renungkan adalah apakah selama ini kita benar-benar menangkap pesan Tuhan dalam doa kita? Apakah kita benar-benar memberikan perhatian kepada Firman-Nya dengan hati yang terbuka? Seni mendengar bukan hanya tentang mendengar kata-kata, tetapi juga tentang mendengarkan dengan hati yang peka. Sebab bisa saja kita mendengar tetapi kita melupakan perkataan-Nya begitu saja Tuhan Yesus menginginkan supaya kita belajar untuk melakukan apa yang menjadi isi hati-Nya dari pada fokus kepada masalah hidup kita. Ketika kita mendengarkan perkataan Tuhan dengan benar, kita akan semakin berhikmat, bertumbuh di dalam rohani, dan semakin memiliki keintiman dengan Tuhan. Marilah kita menjadi pendengar yang baik untuk Tuhan! Dan apa yang kita dengar dari-Nya kita aplikasikan dalam kehidupan kita sehari-hari. Setiap kata yang terucap dari mulut Tuhan, tersimpan pelajaran yang berharga untuk kehidupan kita.

BREAD OF LIFE – GIVES LIFE] BOL 365 | DAY 283

Selasa, 10 Oktober 2023 Pembacaan Alkitab; Yesaya 25-27 BERSAMA TUHAN, KITA PASTI MENANG Ya TUHAN, Engkaulah Allahku; aku mau meninggikan Engkau, mau menyanyikan syukur bagi nama-Mu; sebab dengan kesetiaan yang teguh Engkau telah melaksanakan rancangan-Mu yang ajaib yang telah ada sejak dahulu (Yesaya 25:1) Kita tentu sering mendengar dan mengamini ayat firman Tuhan yang menuliskan bahwa “kita lebih dari pemenang” (Rm. 8:37). Sudahkah kita menghidupi firman Tuhan tersebut dengan benar? Ada masa di mana kita pernah merasa gagal dan kalah di dalam pergumulan hidup yang kita hadapi. Mulut kita berkata bahwa kita lebih dari pemenang, tetapi mental kita seringkali ciut ketika menghadapi persoalan hidup. Kita merengek dan seringkali mengeluh kepada Tuhan, bahkan ada yang sampai meninggalkan Tuhan. Firman Tuhan hari ini mengingatkan kita bahwa berjalan bersama Tuhan pasti akan menang. Bangsa Israel mengalami kemenangan karena Tuhan yang memberikan kemenangan melawan musuh-musuhnya. Mengapa kita seringkali kalah dengan persoalan yang kita hadapi? Karena kita seringkali mengandalkan kekuatan kita sendiri. Kita menganggap diri kita mampu menghadapinya tanpa pertolongan Tuhan. Apalah artinya hidup kita tanpa Tuhan Yesus? Tanpa-Nya kita tidak akan mampu berjalan sendiri. Dalam setiap kemenangan dan tantangan, kita dapat menemukan kekuatan dan harapan dalam hubungan kita dengan Tuhan. Bersama-Nya, kita dapat mengatasi rintangan, menghadapi ketidakpastian, dan merayakan kemenangan. Kita memiliki keyakinan bahwa rencana Tuhan untuk kita adalah rencana kebaikan dan bukan kejahatan. Tetaplah mempercayai-Nya karena Ia tidak akan mengecewakan kita. Di dalam ketergantungan pada Tuhan, kita menemukan kekuatan sejati. Dan rencana-Nya menuntun kita untuk meraih kemenangan.

[BREAD OF LIFE – GIVES LIFE] BOL 365 | DAY 282

Senin, 9 Oktober 2023 Pembacaan Alkitab; Yesaya 22-24 PENGHARAPAN HARI TUHAN Sesungguhnya, TUHAN akan menanduskan bumi dan akan menghancurkannya, akan membalikkan permukaannya, dan akan menyerakkan penduduknya (Yesaya 24:1) Ketika ditanya saat mati apakah kita yakin masuk surga? Kita pasti akan menjawab ‘ya yakin’. Namun, pertanyaan selanjutnya adalah apakah kita sudah siap jika Tuhan Yesus besok datang? Ada yang menjawab siap, ada yang menjawab belum siap. Seringkali keyakinan kita tentang kepastian masuk sorga berbanding terbalik dengan kesiapan kita menyambut kedatangan-Nya. Kita yakin bahwa surga adalah tempat yang indah dan tidak ada ratap tangis, namun kebanyakan dari kita masih nyaman tinggal di bumi yang penuh dengan penderitaan. Siap atau tidak, hari kedatangan-Nya pasti akan segera tiba. Untuk itu, setiap hari kita harus memiliki sikap berjaga-jaga menyambut kedatangan-Nya. Tidak ada yang perlu kita takutkan! Bagi kita yang percaya kepada Tuhan Yesus akan ada pengharapan. Tuhan memiliki rencana-Nya yang sempurna atas hidup kita Meskipun mungkin kita menghadapi keadaan sulit atau kegelapan dalam hidup ketika di dunia, Tuhan sebagai Sang Pencipta, memiliki kekuasaan untuk membawa terang, kehidupan, dan kesejahteraan. Ini merupakan pengharapan bahwa Tuhan dapat memulihkan, menghidupkan, dan memberikan berkat dalam setiap situasi. Sesulit apapun perjalanan hidup kita, jangan sampai kita meninggalkan iman kita. Pengharapan hari Tuhan juga dapat memberikan semangat kepada kita untuk percaya bahwa kekuasaan Tuhan tidak terbatas oleh keadaan apapun. Apa pun yang tampaknya mustahil bagi manusia, namun menjadi mungkin dalam tangan Tuhan. Siapkanlah hidup kita untuk menyambut kedatangan-Nya, biarlah kita di dapati oleh Tuhan Yesus sebagai hamba yang setia menanti kedatangan-Nya. Biarkan roh kita tetap menyala-nyala di dalam Tuhan! Dunia ini adalah tempat tinggal sementara bagi kita, tempat tinggal kita yang sesungguhnya adalah bersama dengan Tuhan Yesus di sorga.

[BREAD OF LIFE – GIVES LIFE] BOL 365 | DAY 281

Minggu, 8 Oktober 2023 Pembacaan Alkitab; Yesaya 19 – 21 JANJI KESELAMATAN BAGI MESIR Pada waktu itu akan ada mezbah bagi TUHAN di tengah-tengah tanah Mesir dan tugu peringatan bagi TUHAN pada perbatasannya. Itu akan menjadi tanda kesaksian bagi TUHAN semesta alam di tanah Mesir: apabila mereka berseru kepada TUHAN oleh karena orang-orang penindas, maka Ia akan mengirim seorang juruselamat kepada mereka, yang akan berjuang dan akan melepaskan mereka. (Yesaya 19:19-20) Semua orang pada masa itu tentu tahu bagaimana kekuatan bangsa Mesir. Mereka menindas umat Israel dengan kekerasan hati mereka untuk tidak mau percaya kepada Tuhan. Mereka lebih memilih percaya kepada dewa-dewa asing daripada percaya kepada Allah orang Israel. Umat Israel mengalami penderitaan oleh karena banhsa Mesir. Namun bukan berarti tidak ada harapan bagi Mesir untuk mengalami Tuhan. Dari kisah ini ada janji Tuhan yang disampaikan lewat nabi Yesaya bahwa akan terjadi nanti dimana orang Mesir akan dibawa kepada pertobatan. Ini menggambarkan bagaimana Allah akhirnya menyatakan kemuliaan-Nya oleh karena seruan doa dari umat Israel yang ditindas. Asalkan mereka sadar akan setiap kesalahan dan mau kembali percaya kepada Tuhan. Doa mereka akan membawa pertobatan bagi Mesir. Dimana akan ada banyak kesaksian tentang kekuatan Allah yang dialami oleh orang-orang Mesir. Sesuatu yang tak mungkin akan menjadi mungkin karena Allah. Kisah ini menjadi kekuatan juga buat umat Tuhan yang hari-hari ini sedang mengalami penderitaan karena pergumulan. Jangan pernah berhenti percaya kepada Tuhan, teruslah percaya dan berdoa karena suatu hari nanti kita akan melihat Tuhan menyatakan kemuliaan kuasa-Nya kepada orang-orang yang kita layani dan kita doakan.

[BREAD OF LIFE – GIVES LIFE] BOL 365 | DAY 280

Sabtu, 7 Oktober 2023 Pembacaan Alkitab; Yesaya 16 – 18 KESOMBONGAN MENDATANGKAN KEHANCURAN Maka sekalipun Moab pergi beribadah dan bersusah payah di atas bukit pengorbanan dan masuk ke tempat kudusnya untuk berdoa, ia tidak akan mencapai apa-apa. (Yesaya 16:12) Salah satu yang tidak disukai Allah adalah kesombongan. Mengapa? Karena kesombongan adalah sikap yang membanggakan diri karena merasa lebih baik, lebih Kuat & menonjolkan kehebatan diri sendiri serta merasa paling benar daripada yang lain. Hal ini juga yang membuat Allah tidak mengindahkan perbuatan Moab karena sikap mereka yang Sombong sehingga tidak perlu lagi meminta dan mendengar arahan serta petunjuk dari Tuhan. mereka tidak mau mendengarkan apa yang disampaikan Allah melalui Yesaya. Mereka lebih memilih tidak tunduk kepada Allah dan tetap berdiam dalam kesombongan mereka. Sikap mereka yang angkuh itu, membuat mereka jatuh dan hancur karena perbuatan mereka sendiri. Dari kisah Moab ini, kita bisa mengambil pelajaran penting untuk tidak sombong yaitu dengan memilih tetap berjalan sesuai tuntunan dan arahan-Nya. Tuhan menuntun & mengarahkan kita sesuai dengan Firman-Nya. Tapi seringkali Tuhan juga memakai orang lain seperti pemimpin kita, keluarga, bahkan rekan sepelayanan kita untuk mengajar atau menegur kita, supaya kita tetap dijalan yang benar & rendah hati Jika kita memberikan respon yang benar dan tetap percaya serta mengandalkan kekuatan-Nya, maka kita akan menerima semua arahan serta teguran yang diberikan, lalu kita menjadi taat & mau mendengarkan Dia. Maka Selanjutnya kita akan melihat apa yang selama ini kita doakan dan rindukan akan digenapi Nya.