Senin, 25 Desember 2023 Pembacaan Alkitab; Hagai 1 – 2 JANJI TUHAN sesuai dengan janji yang telah Kuikat dengan kamu pada waktu kamu keluar dari Mesir. Dan Roh-Ku tetap tinggal di tengah-tengahmu. Janganlah takut! (Hagai 2:5) Ini adalah pernyataan yang mengingatkan umat Allah bahwa Roh-Nya tetap ada bersama umatNya dan memberikan kekuatan serta perlindungan. Pesan ini dapat menjadi penghiburan bagi semua orang yang merasa dan mengalami ketakutan. Tuhan hadir di tengah-tengah umat-Nya dan kita tidak pernah sendiri dalam menjalani kehidupan ini. Kita punya Tuhan yang setia terhadap janji-Nya, bahkan dalam situasi sulit sekalipun, Tuhan tetap setia dan memegang janji-Nya. Kehadiran Roh Kudus di tengah-tengah umat-Nya adalah bukti bahwa Tuhan tetap setia kepada janji-Nya. Roh Kudus adalah pembimbing, penghibur, dan penolong bagi kita. Kita tidak perlu takut atau cemas dalam menghadapi tantangan hidup, karena Roh Kudus ada di dalam diri kita. Mari terus mengandalkan Tuhan dan mengingat janji-janji-Nya dalam setiap situasi. Seperti halnya umat Israel yang menerima kekuatan-Nya saat mereka melintasi padang gurun dan menghadapi musuh-musuhnya, kita juga dapat mengandalkan Tuhan dalam melalui setiap tantangan hidup. *Kehadiran dan kesetiaan-Nya dalam perjanjian-Nya akan menjadi sumber kekuatan dan penghiburan bagi kita.*
Minggu, 24 Des 2023 Pembacaan Alkitab; Zefanya 1 – 3 KASIH DAN SUKACITA TUHAN TERHADAP UMATNYA TUHAN Allahmu ada di antaramu sebagai pahlawan yang memberi kemenangan. Ia bergirang karena engkau dengan sukacita, Ia membaharui engkau dalam kasih-Nya, Ia bersorak-sorak karena engkau dengan sorak-sorai, Zefanya 3:17 Keintiman antara Tuhan dan umat-Nya, dinyatakan dengan kehadiran Nya tengah-tengah umatNya sebagai Juru selamat yang perkasa. Hal Ini menunjukkan kedekatan dan kekuasaan-Nya untuk melindungi dan menyelamatkan umat-Nya. Dia tidak jauh & tak terpisahkan, tetapi Ia hadir di dalam kehidupan kita setiap saat. Ia adalah pembela kita, pemberi jalan keluar dalam kesulitan kita, dan pelindung kita. Betapa besar kasih dan kegembiraan Tuhan terhadap umat-Nya. Kita tidak hanya memiliki Tuhan yang kuat dan perkasa sebagai Juru selamat, tetapi juga Tuhan yang senang dan beria-ria karena umatNya. Mari kita bersukacita, bersyukur dan hidup dalam kesadaran akan kasih-Nya yang tak terbatas. Menjadi pengingat bagi setiap umatNya, bahwa kita tidak sendirian dalam perjalanan hidup ini. *Tuhan ada di tengah-tengah kita dan senantiasa bersama kita, menopang dan memperhatikan kita dengan penuh kasihNya.*
Sabtu, 23 Desember 2023 Pembacaan Alkitab: Habakuk 1–3 “PENGETAHUAN TENTANG KEMULIAAN TUHAN” “Sebab bumi akan penuh dengan pengetahuan tentang kemuliaan TUHAN, seperti air yang menutupi dasar laut.” (Habakuk 2:14) Nabi Habakuk hidup di kerajaan Yehuda pada masa ketidakadilan, yaitu masa di mana orang jahat yang punya kekuasaan besar bisa menindas orang benar yang lemah. Tetapi Tuhan akan menghukum bangsa Yehuda atas kejahatan mereka kepada Allah dan kepada manusia, Ia akan menghukum mereka dengan cara mengirimkan bangsa Babel. Tetapi setelah lewat masa penghukuman, bangsa Babel juga akan dihancurkan. Lalu pada saatnya nanti bumi akan penuh dengan pengetahuan tentang kemuliaan Tuhan. Setelah nubuatan ini disampaikan, kemudian orang Yehuda dikalahkan oleh orang Babel, lalu diangkut sebagai orang buangan. Tidak lama setelahnya kerajaan Babel juga akhirnya dihancurkan oleh kerajaan Persia, begitulah nubuatan itu tergenapi. Tetapi nubuatan utamanya adalah tentang berdirinya Kerajaan Allah, di mana sang Mesias akan menjadi Rajanya. Berbanding terbalik dengan kerajaan Babel yang segera lenyap, Kerajaan Allah akan tetap ada dan berkuasa untuk selamanya. Ketika Yesus Kristus datang ke dunia, Ia membawa kerajaan-Nya ke bumi. Dengan hadirnya Kerajaan Allah, maka bangsa-bangsa non-Yahudi yang sebelumnya tidak mengenal Tuhan akan memiliki pengetahuan tentang Tuhan, kehendak-Nya, dan kemuliaan-Nya. Pengetahuan itu akan memenuhi bumi, yaitu bangsa demi bangsa, seperti air yang menutupi dasar laut. Segala bangsa akan bisa mengenal Tuhan apabila Roh Kudus menyadarkan mereka tentang dosa.. Ketika kabar baik itu diketahui kepada semua orang maka genaplah nubuatan yang disampaikan oleh Habakuk. *Marilah kita ikut ambil bagian dalam penggenapan rencana Tuhan yang indah dan mulia bagi umat manusia. Kabarkanlah Injil Kristus, biarlah semua orang mendengarnya, agar mereka dapat diselamatkan Tuhan.*
Jumat, 22 Des 2023 Pembacaan Alkitab: Nahum 1–2 “KEBAIKAN TUHAN BAGI ORANG YANG DIKENAL-NYA” (Nahum 1:7) Setelah nabi Yunus menyerukan tentang murka Tuhan yang akan menimpa, orang-orang di Niniwe (Ibu kota Asyur) bertobat, lalu diluputkan dari hukuman. Tetapi sekitar seratus tahun kemudian -pada masa nabi Nahum- orang Niniwe telah berubah, mereka tidak lagi mengenal Tuhan Allah, bahkan mereka menjadi lebih jahat dari pada sebelumnya. Tetapi Bukan hanya itu, raja Asyur, Sanherib, berencana untuk menyerbu Israel, umat milik Tuhan. Tuhan itu baik, panjang sabar, dan besar kasih setia-Nya. Tuhan menjadi tempat pengungsian, yaitu tempat berlindung yang kokoh pada waktu kesusahan. Tetapi kebaikan Tuhan yang dimaksud di ayat ini adalah kemurahan dan kasih karunia Tuhan yang khusus kepada umat-Nya yang Ia kenal saja, bukan kepada semua orang. Inilah nubuatan yang disampaikan Tuhan lewat mimpi kepada nabi Nahum, sebuah nubuatan yang menjadi pengharapan bagi umat Israel, saat bangsa Asyur akan menyerang mereka. Ada jaminan bagi kelangsungan hidup mereka, yaitu kebaikan Tuhan. Sikap yang berbeda Tuhan tunjukkan kepada bangsa asing yang jahat. Tuhan tidak membebaskan orang jahat dan orang fasik dari hukuman. Akan ada kesengsaraan dan penderitaan bagi setiap orang yang berbuat jahat, itulah hukuman bagi mereka yang menganggap remeh kuasa Tuhan, Allah Israel. Apabila mereka hendak melawan Tuhan, maka murka-Nya akan menimpa mereka. Marilah kita merenungkan, di manakah posisi kita di hadapan Tuhan, dan bagaimana sikap hati kita kepada-Nya saat ini? *Percayalah dan bergantunglah kepada Tuhan, nanti-nantikanlah Dia dengan penuh pengharapan, maka kebaikan-Nya akan dinyatakan dalam hidup kita.*
Kamis, 21 Des 2023 1embacaan Alkitab: Mikha 6–7 “KORBAN YANG DIKEHENDAKI” “Hai manusia, telah diberitahukan kepadamu apa yang baik. Dan apakah yang dituntut TUHAN dari padamu: selain berlaku adil, mencintai kesetiaan, dan hidup dengan rendah hati di hadapan Allahmu?” (Mikha 6:8) Tuhan begitu mengasihi bangsa Israel. Ia telah melepaskan mereka dari perbudakan di tanah Mesir dan membawa mereka masuk ke tanah yang dijanjikan-Nya. Tetapi setelah orang Israel itu mendiami negeri itu, memang mereka berlaku saleh dengan melakukan kewajiban keagamaan mereka, tetapi hatinya tidak sungguh-sungguh tertuju kepada Tuhan. Oleh sebab itu Tuhan pernah menegur mereka melalui nabi Samuel bahwa Ia lebih menghendaki orang Israel mendengarkan suara-Nya, dari pada semua korban bakaran dan sembelihan (_bdk._ 1 Sam. 15:22). Tuhan kembali mengingatkan orang Israel di zaman nabi Mikha. Tuhan hendak memberikan pengampunan atas dosa mereka, tetapi pengampunan itu hanya terjadi apabila mereka memiliki pertobatan. Tujuan korban bakaran adalah untuk menebus perbuatan salah dan dosa orang Israel. Tetapi penebusan dan pengampunan tidak akan pernah terjadi apabila mereka tidak berbalik dari jalan mereka yang jahat. Sebagai tanda pertobatan, Tuhan menuntut mereka untuk berlaku adil, mencintai kesetiaan, dan hidup dengan rendah hati di hadapan Allah. Dari sini kita bisa memahami apa yang Tuhan kehendaki bagi kita, orang percaya yang telah ditebus-Nya. *Pertama,* berlaku adil – dengan memberikan kepada semua orang apa yang menjadi haknya, tanpa memandang status sosialnya; *Kedua*, mencintai kesetiaan – yaitu penuh belas kasihan, pemaaf, dan murah hati kepada semua orang; *Ketiga*, hidup dengan rendah hati di hadapan Allah – selalu mengingat bahwa dulu kita adalah orang berdosa yang tidak layak di hadapan Tuhan, tetapi menerima kemurahan-Nya yang menyelamatkan. Marilah kita melakukan apa yang Tuhan kehendaki agar ibadah kita tidak sia-sia di hadapan-Nya. *Korban persembahan yang kita bawa di hadapan Tuhan akan berkenan kepada-Nya, apabila kita mau memenuhi apa yang dikehendaki-Nya.*
Rabu, 20 Des 2023 Pembacaan Alkitab; Mikha 4-5 PEMULIHAN DARI TUHAN Akan terjadi pada hari-hari yang terakhir: gunung rumah TUHAN akan berdiri tegak mengatasi gunung-gunung dan menjulang tinggi di atas bukit-bukit; bangsa-bangsa akan berduyun-duyun ke sana. (Mikha 4:1) Sampai hari ini kita terus menantikan janji tentang pemulihan dari Tuhan. Mengenai waktunya, kita tidak akan pernah tahu, tapi janji firman-Nya pasti akan digenapi. Sama seperti janji Tuhan akan memulihkan Israel, Ia juga berjanji akan memulihkan hidup kita. Pemulihan bangsa Israel bukan hanya menjadi pengangkatan mereka sebagai bangsa yang dihormati di antara bangsa-bangsa, tetapi juga menunjukkan pembaruan spiritual dan hubungan mereka dengan Tuhan. Renungkanlah bahwa pemulihan dari Tuhan tidak hanya terbatas pada aspek fisik atau materi, tetapi juga mencakup pembaruan rohaniah. Gunung rumah TUHAN yang tegak menjadi simbol kehadiran-Nya yang kuat dan tak tergoyahkan. Pemulihan ini akan terjadi ketika kita mencari Tuhan dengan segenap hati, Ia memberikan pemulihan yang seutuhnya dan sempurna dalam hidup kita. Pemulihan dari Tuhan bukan hanya sekadar perubahan situasi, tetapi juga transformasi hati dan hubungan kita dengan-Nya. Pemulihan ini menunjukkan rekonsiliasi penuh antara manusia dan Tuhan. Segala hambatan dan hukuman atas dosa akan dihapuskan, dan kita akan dapat berada dalam persekutuan yang sempurna dengan Sang Pencipta. Sambil menantikan kedatangan-Nya, jangan biarkan api dalam hidup kita padam. Biarlah Ia mendapati hidup kita tetap setia sampai hari kedatangan-Nya. Dalam kehadiran-Nya, segala sesuatu akan diperbarui, Ia akan memulihkan kita dari segala sesuatu
Selasa, 19 Des 2023 Pembacaan Alkitab; Mikha 1-3 TUHAN MEMBENCI DOSA Dengarlah, hai bangsa-bangsa sekalian! Perhatikanlah, hai bumi serta isinya! Biarlah Tuhan ALLAH menjadi saksi terhadap kamu, yakni Tuhan dari bait-Nya yang kudus (Mikha 1:2) Jika kita bertanya kepada Tuhan apa yang paling dibenci oleh-Nya, pasti Ia akan menjawab, DOSA. Tuhan membenci dosa, tetapi mengasihi pendosa. Dalam pasal 1, kita melihat Tuhan memberikan peringatan atas kesalahan dan pemberontakan bangsa Israel. Penggambaran tentang Tuhan yang turun dan mengguncang bumi, mencairkan pegunungan, dan mematahkan patung-patung pahatan menunjukkan kekuasaan dan hukuman-Nya. Firman Tuhan hari ini mengajarkan kita bahwa dosa memiliki konsekuensi. Tuhan yang maha suci dan adil tidak dapat membiarkan kejahatan berlangsung tanpa hukuman. Namun, di tengah hukuman tersebut, kita melihat belas kasihan Tuhan yang memberikan peringatan sebagai panggilan untuk bertobat. Meskipun Tuhan membenci dosa, kasih-Nya tetap ada. Kesempatan untuk bertobat selalu terbuka, dan Tuhan menginginkan pemulihan dan perubahan hati. Mari kita merespons panggilan-Nya dengan tulus dan bersedia meninggalkan dosa, menempuh jalan hidup yang sesuai dengan kehendak-Nya. Di dalam kebencian Tuhan terhadap dosa, tersembunyi belas kasihan-Nya yang tak terbatas bagi kita.
Senin, 18 Des 2023 Pembacaan Alkitab; Yunus 3-4 KESEMPATAN KEDUA Datanglah firman TUHAN kepada Yunus untuk kedua kalinya, demikian: “Bangunlah, pergilah ke Niniwe, kota yang besar itu, dan sampaikanlah kepadanya seruan yang Kufirmankan kepadamu. (Yunus 3:1-2) Dalam Yunus 3, kita melihat bagaimana Allah begitu mengasihi Yunus. Bukti kasihnya adalah dengan memberikan kesempatan kedua kepada Yunus, meskipun Yunus sebelumnya telah menolak tugas untuk menyelamatkan Niniwe, tetapi ia justru memilih untuk melarikan diri. Inilah contoh nyata tentang kasih dan kemurahan hati Allah yang memberikan peluang untuk bertobat dan memperbaiki kesalahan. Hal ini mengajarkan kita bahwa tidak ada dosa atau kesalahan yang begitu besar sehingga tidak dapat diampuni oleh Tuhan. Setiap orang diperhadapkan pada kesempatan kedua untuk kembali kepada Tuhan. Terlepas dari kegagalan kita di masa lalu, Tuhan senantiasa memberi kita peluang baru untuk memperbaiki langkah dan hidup sesuai dengan kehendak-Nya. Sebagai refleksi, kita dapat bertanya pada diri sendiri: apakah kita siap mengambil kesempatan kedua ini? Seperti Yunus, kita mungkin telah mengalami kegagalan atau kesalahan, tetapi Tuhan selalu membuka pintu untuk kita kembali kepada-Nya. Mari gunakan kesempatan kedua ini dengan sungguh-sungguh, merenungkan jalan hidup kita, dan bersedia mentaati panggilan Tuhan dalam hidup kita. Kembalilah kepada Tuhan dan mulailah untuk tunduk pada kehendak-Nya. Tidak ada kesalahan yang terlalu besar yang tidak bisa diampuni oleh Tuhan. Ia selalu menunggu pertobatan kita!