Author: Administrator

[BREAD OF LIFE – GIVES LIFE] BOL 365 | DAY 187

Jumat, 5 Juli 2024 Pembacaan Alkitab: Galatia 4–6 “HASILKANLAH BUAH ROH” “Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.” (Galatia 5:22-23) Setiap orang yang telah lahir baru, yaitu dilahirkan kembali oleh Roh Kudus, ia harus tetap hidup di dalam Roh pula. Hidup di dalam Roh artinya kita harus memberikan diri sepenuhnya dalam pimpinan Roh Kudus, tinggal di dalam-Nya, dan membiarkan-Nya berkuasa atas kehidupan kita. Orang yang hidup di dalam Roh, tentu kehidupan barunya juga akan dipenuhi dengan hal-hal rohani yang baru pula. Dan Dibuktikan dengan adanya buah Roh yang dihasilkan. Ada 9 hal yang disebut sebagai “buah” dalam bentuk tunggal, artinya kesembilannya merupakan satu kesatuan yang dilakukan berpadu dan selaras dengan keinginan Roh Kudus. Maukah kita hidup dalam pimpinan Roh Kudus supaya hidup kita menghasilkan buah Roh yang menyenangkan hati Tuhan dan memberkati sesama.

[BREAD OF LIFE – GIVES LIFE] BOL365 | DAY 186

Kamis, 4 Juli 2024 Pembacaan Alkitab: Galatia 1–3 https://youtu.be/IBy9HlrEbr8?si=5R6QL-GIk7dNLVW1 “KRISTUS yang Hidup didalam aku” “Namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku.” (Galatia 2:20) Sebagai orang percaya yang telah mengalami pertobatan, sudah seharusnya kita mati atas dosa-dosa lama dan kedagingan kita. Artinya, segala nafsu duniawi tidak boleh lagi mendapat tempat sedikit pun dalam kehidupan kita, baik itu di dalam hati dan pikiran, maupun di dalam tubuh jasmani kita. Apabila kita sungguh-sungguh hidup dalam pertobatan, maka kita tidak lagi berkeinginan untuk berbuat hal yang cemar yaitu melakukan kejahatan atau dosa, Sebab kita tidak lagi hidup dalam manusia lama kita, melainkan Yesus Kristuslah yang hidup di dalam manusia baru kita. Di dalam satu tubuh tidak boleh ada dua tuan. Apabila kita memiliki iman yang menghidupkan kita di dalam Tuhan Yesus, maka seharusnya Dialah yang bertahta dan berkuasa atas tubuh kita. Lalu kedagingan? Biarlah Tuhan Yesus menguasai diri kita & jangan biarkan kedagingan menguasai nya Buatlah komitmen untuk hidup bagi Kristus. Sebab oleh kasih-Nya kepada kita, Ia telah menyerahkan diri-Nya & menguduskan kita.

[BREAD OF LIFE – GIVES LIFE] BOL 365 | DAY 185

Rabu, 3 Juli 2024 Pembacaan Alkitab, Rut 1-4 RENCANA TUHAN DIBALIK PENDERITAAN Lalu matilah juga keduanya, yakni Mahlon dan Kilyon, sehingga perempuan itu kehilangan kedua anaknya dan suaminya (Rut 1:5) Naomi dan keluarganya pindah ke Moab karena kelaparan di Betlehem. Di Moab, Naomi kehilangan suami dan kedua anaknya, menyisakan dia dengan dua menantu, Orpa dan Rut. Meskipun Naomi menyuruh kedua menantunya kembali ke keluarga mereka, Rut dengan tegas menolak dan memutuskan untuk mengikuti Naomi, mengucapkan kata-kata yang terkenal: “Ke mana engkau pergi, ke situ jugalah aku pergi” (Rut 1:16). Naomi telah mengalami kehilangan hal yang besar, yang bisa membuat siapa pun merasa putus asa. Namun, kisah ini menunjukkan bahwa penderitaan bukanlah akhir dari cerita. Tuhan memiliki rencana yang lebih besar di balik setiap penderitaan yang kita alami. Naomi tidak mengetahui bahwa perjalanan ini akan membawa Rut ke dalam garis keturunan yang akan melahirkan Raja Daud dan, akhirnya, Yesus Kristus. Dalam menghadapi penderitaan, penting bagi kita untuk ingat bahwa Tuhan memiliki rencana yang lebih besar. Apa yang tampak sebagai akhir yang tragis bisa menjadi awal dari sesuatu yang indah yang direncanakan Tuhan untuk kita. Kita perlu percaya bahwa Tuhan bekerja di balik layar untuk membawa kebaikan dari setiap situasi. Jagalah iman dan hati untuk selalu berpegang teguh kepada Tuhan Yesus, percayalah bahwa Ia tidak pernah membuat rencana buruk bagi hidup kita (Yer. 29:11). Apa yang tampak seperti akhir yang tragis bagi hidup kita bisa menjadi awal dari kisah indah yang Tuhan rencanakan.

[BREAD OF LIFE – GIVES LIFE] BOL 365 | DAY 184

Selasa, 2 Juli 2024 Pembacaan Alkitab, 2 Korintus 11-13 CUKUPLAH KASIH KARUNIA-KU Tetapi jawab Tuhan kepadaku: “Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.” Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku. 2 Korintus 12:9) Dalam konteks ayat ini, Paulus sedang berbicara tentang “duri dalam daging” yang dia alami, sebuah penderitaan atau kesulitan yang dia minta Tuhan untuk diambil darinya. Namun, jawaban Tuhan adalah bahwa kasih karunia-Nya cukup untuk Paulus, dan dalam kelemahan Paulus, kuasa Tuhan menjadi sempurna. Tidak ada manusia yang sempurna, artinya setiap orang memiliki kelemahan. Ada hal-hal di dalam hidup kita yang setiap hari perlu dibaharui terus oleh Tuhan. Kelemahan kita bukanlah sesuatu yang harus disembunyikan atau dihindari. Justru dalam kelemahan kita menjadi wadah di mana kuasa Tuhan dapat dinyatakan secara sempurna dalam hidup kita. Jangan takut untuk mengakui kelemahan kita. Tuhan Yesus tidak mencari kesempurnaan manusiawi, tetapi Ia mencari hati yang terbuka untuk Dia bekerja. Dengan menerima kelemahan kita. Kita memberi ruang bagi kuasa Tuhan untuk bekerja secara ajaib dalam hidup. Kita mengakui bahwa tanpa Dia, kita tidak dapat berbuat apa-apa, tetapi dengan Dia, segala sesuatu mungkin. Kelemahan kita bukanlah kegagalan, tetapi kesempatan bagi Tuhan untuk menunjukkan kuasa-Nya dalam hidup kita.

[BREAD OF LIFE – GIVES LIFE] BOL 365 | DAY 183

Senin, 1 Juli 2024 Pembacaan Alkitab, 2 Korintus 8-10 HATI YANG KAYA Selagi dicobai dengan berat dalam pelbagai penderitaan, sukacita mereka meluap dan meskipun mereka sangat miskin, namun mereka kaya dalam kemurahan (2 Korintus 8:2) Paulus menulis kepada jemaat di Korintus mengenai jemaat di Makedonia yang mengalami penderitaan dan kesulitan ekonomi yang luar biasa. Meski demikian, mereka tetap menunjukkan sukacita yang meluap dan kemurahan hati yang besar. Sering kali, penderitaan dan kesulitan membuat kita kehilangan sukacita. Namun, kehidupan jemaat Makedonia justru berbeda, mereka menunjukkan bahwa sukacita sejati berasal dari iman dan hubungan kita dengan Tuhan, bukan dari keadaan materi atau kenyamanan fisik. Mereka menemukan sukacita dalam penderitaan karena mereka tahu bahwa penderitaan mereka tidak sia-sia dan ada maksud ilahi di balik setiap cobaan yang mereka hadapi. Mereka tetap berpegang pada janji Tuhan dan percaya bahwa Dia akan menyediakan dan menguatkan mereka dalam setiap situasi. Hari ini kita diingatkan untuk tetap bersukacita dan memiliki kemurahan hati meskipun dalam kesulitan. Sukacita dalam Kristus adalah kekuatan bagi hidup kita. Mari kita fokus pada berkat-berkat rohani yang kita miliki dalam Kristus dari pada berfokus pada kekurangan atau penderitaan kita. Sukacita sejati ditemukan bukan dalam kelimpahan materi, tetapi dalam hati yang dipenuhi oleh kasih Kristus.

[BREAD OF LIFE – GIVES LIFE] BOL 365 | DAY 182

Minggu, 30 Juni 2024 Pembacaan Alkitab, 2 Korintus 5 – 7 BERITA PENDAMAIAN “Sebab Allah mendamaikan dunia dengan diri-Nya oleh Kristus dengan tidak memperhitungkan pelanggaran mereka. Ia telah mempercayakan berita pendamaian itu kepada kami..” (2 Korintus 5:19) Hubungan manusia dengan Allah menjadi rusak karena dosa, namun kini oleh-Nya kita diperdamaikan kembali. Artinya tidak ada lagi yang dapat memisahkan kita dari Allah. Pengorbanan Kristus di kayu salib menjadi bukti bahwa darah-Nya menyucikan dan mendamaikan kita. Kita yang tadinya orang berdosa, sekarang dipulihkan menjadi orang yang merdeka dan menjadi sahabat-Nya. Sebagai sahabat-Nya, sekarang kita dipercayakan juga untuk menyampaikan berita pendamaian itu kepada banyak orang. Berita Pendamaian yang membawa pemulihan hubungan manusia dengan Allah, Agar mereka yang berdosa dapat menerima keselamatan yang dari Allah

[BREAD OF LIFE – GIVES LIFE] BOL 365 | DAY 181

Sabtu, 29 Juni 2024 Pembacaan Alkitab, 2 Korintus 1 – 4 KEMERDEKAAN SEJATI Di mana ada Roh Allah, di situ ada kemerdekaan. (2 Korintus 3:17) Semua orang pasti mau merdeka. Tuhan sanggup memerdekakan kita dari dosa dan keterikatan sehingga kita bisa hidup sesuai dalam kehendak Allah. Dahulu kita hidup dalam dosa sehingga hidup kita jauh dari Allah. Hubungan kita dengan Allah terputus karena dosa. Namun oleh karena Allah mengasihi kita sehingga melalui Roh Kudus-Nya, Ia memerdekakan kita dari dosa dan segala keterikatan. Kita yang dahulu diperbudak oleh dosa, sekarang kita dimerdekakan oleh Allah. Pikiran dan hati kita yang jahat karena dosa, diubahkan-Nya sehingga hidup kita menjadi baru. Tidak ada lagi yang dapat menghalangi kita untuk mendekat kepada Allah dan menjadikan kita orang-orang yang berkenan kepada-Nya.

[BREAD OF LIFE – GIVES LIFE] BOL 365 │DAY 180

Jumat, 28 Juni 2024 Pembacaan Alkitab; 1 Korintus 13-16 Jerih Payahmu tidak sia-sia Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia. (1 Korintus 15:58) Bertekunlah dalam pekerjaan Tuhan dengan tanpa ragu-ragu. Tetaplah teguh dan tidak goyah dalam iman serta pelayanan kita kepada Kristus. Karena Persekutuan & jerih payah kita tidak sia-sia. Kita diingatkan kembali bahwa setiap tindakan kita dalam melayani Tuhan memiliki nilai dan tujuan yang mulia di hadapan-Nya. Dalam kehidupan sehari-hari, kita mungkin mengalami tantangan, kelelahan, dan ketidakpastian. Namun, usaha kita dalam melayani Tuhan tidak akan sia-sia. Setiap tindakan kita yang dilakukan dengan tujuan yang tulus dan dalam persekutuan dengan Tuhan memiliki dampak yang abadi. Hal ini membangkitkan semangat kita untuk terus giat dalam pekerjaan Tuhan. Tuhan menghargai setiap usaha dan pengorbanan yang kita lakukan untuk-Nya. Marilah kita tetap giat dan tekun dalam pekerjaan Tuhan, serta meyakini bahwa segala sesuatu yang kita lakukan itu pasti akan mendatangkan berkat dan kemuliaan bagi-Nya.