Kamis, 27 Juni 2024 Pembacaan Alkitab; 1 Korintus 9-12 “Beritakanlah injil Kabar Baik” Karena jika aku memberitakan Injil, aku tidak mempunyai alasan untuk memegahkan diri. Sebab itu adalah keharusan bagiku. Celakalah aku, jika aku tidak memberitakan Injil. (1 Korintus 9:16) Rasul Paulus mengungkapkan sikap rendah hati dan penuh tanggung jawab terhadap pelayanan pemberitaan Injil. Ia menegaskan bahwa dalam tugasnya sebagai pewarta Injil, ia tidak memiliki alasan untuk membesarkan diri atau memperoleh keuntungan pribadi. Baginya, memberitakan Injil adalah suatu keharusan yang melekat pada panggilan dan kesetiaannya kepada Kristus. Sikap rendah hati Paulus yang tercermin dalam ayat ini, ia menjadi teladan bagi kita sebagai orang percaya. Pelayanan kita, baik dalam memberitakan Firman Tuhan maupun dalam tindakan kasih kepada sesama, seharusnya dilakukan tanpa motivasi yang bermuatan kesombongan atau keuntungan pribadi tapi hanya untuk kemuliaan Tuhan. Paulus juga menyatakan rasa tanggung jawab yang mendalam. Ia mengungkapkan rasa prihatinnya jika ia tidak melaksanakan tugasnya dengan baik dalam membagikan kabar baik tentang Yesus Kristus. Hal ini menyiratkan bahwa pelayanan pemberitaan Injil bukanlah sekadar tugas rutin, tetapi merupakan suatu keharusan yang mendesak bagi setiap orang percaya. Kesadaran akan pentingnya pemberitaan Injil dengan memberikan kesaksian tentang kasih dan kebenaran Kristus kepada dunia. Marilah kita meneladani sikap rendah hati, tanggung jawab, dan kesungguhan Paulus dalam pelayanan pemberitaan Injil. Sebagai orang percaya, kita dipanggil untuk menjalani hidup yang mengutamakan pelayanan tanpa pamrih, serta merespons panggilan untuk membagikan kabar baik tentang keselamatan yang ada dalam Kristus dengan penuh kesungguhan dan tanggung jawab.
Rabu, 26 Juni 2024 Pembacaan Alkitab; 1 Korintus 5-8 Kepemilikan Allah Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu! (1 Korintus 6:20) Kita diingatkan akan nilai dan makna yang terkandung dalam keselamatan kita melalui karya penebusan Kristus. “Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar,” hal ini mengingatkan kita bahwa kita bukanlah milik diri kita sendiri, melainkan sebagai orang percaya, kita telah “dibeli” oleh Kristus melalui pengorbanan-Nya yang dibayar dengan darah-Nya yang mahal, yang menghapus dosa-dosa kita dan memberi kita kemerdekaan dari hukuman dosa. Sebab itu kita harus menghormati Allah dalam segala aspek kehidupan, termasuk dalam cara kita merawat dan menggunakan tubuh kita. Hal ini mencakup pemeliharaan kesehatan fisik, penggunaan tubuh untuk melayani dan membantu sesama, serta menjauhi segala bentuk perilaku yang tidak sesuai dengan Firman Tuhan. Dan marilah kita menjalani kehidupan yang mencerminkan Kristus dalam cara berfikir, berkata-kata & bertindak, Ingatlah selalu! Bahwa kita adalah milik Allah, sebab itu, kita harus hidup sesuai dengan kehendak-Nya.
Selasa, 25 Juni 2024 Pembacaan Alkitab, 1 Korintus 1 – 4 BERSATU & SEHATI SEPIKIR Tetapi aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, demi nama Tuhan kita Yesus Kristus, supaya kamu seia sekata dan jangan ada perpecahan di antara kamu, tetapi sebaliknya supaya kamu erat bersatu dan sehati sepikir. 1 Korintus 1:10 Paulus menyerukan agar jemaat Korintus seia sekata. Ini tidak hanya mengacu pada kesatuan dalam perkataan atau doktrin, tetapi juga dalam kesaksian mereka tentang Kristus. Pentingnya bagi gereja untuk bersatu dalam pengakuan dan kesaksian tentang siapa Kristus dan apa yang Dia lakukan dalam hidup kita sebagai umat-Nya. Bahkan Paulus sangat berhati-hati untuk memperingatkan agar tidak ada perpecahan di antara mereka. Tujuan dari kesatuan yang Paulus ajarkan adalah agar jemaat bersatu dalam pikiran dan satu pendirian. Ini bukan hanya soal kesatuan eksternal, tetapi lebih dalam lagi, kesatuan hati dan pikiran di dalam Kristus. Melalui renungan ini, kita diajarkan untuk memprioritaskan kesatuan dalam Kristus di atas segala perbedaan yang mungkin ada di antara kita. Ini adalah panggilan untuk hidup dalam kasih, saling pengertian, dan kerendahan hati, memelihara persatuan yang tidak hanya membangun gereja tetapi juga memberi kesaksian yang kuat bagi dunia tentang kuasa penyatuan Kristus. Dengan demikian, kita dapat menjalani panggilan kita sebagai tubuh Kristus dengan efektif dan memberi kemuliaan kepada nama-Nya.
Senin, 24 Juni 2024 Pembacaan Alkitab, Hakim-Hakim 19 – 21 IKUTI ARAHAN TUHAN Lalu orang Israel berangkat dan maju ke Betel. Di sana mereka bertanya kepada Allah: “Siapakah dari kami yang lebih dahulu maju berperang melawan bani Benyamin?” Jawab TUHAN: “Suku Yehudalah lebih dahulu.” Hakim-hakim 20:18 Dalam menghadapi konflik dan tantangan, bangsa Israel memutuskan untuk mencari petunjuk dan bimbingan dari Allah. Mereka menyadari bahwa mereka memerlukan pertolongan dan arahan-Nya dalam situasi sulit yang mereka hadapi. Ini mengajarkan kepada umatNya, begitu pentingnya bergantung pada Allah dalam setiap langkah hidup ini, terutama dalam menghadapi ujian dan masalah yang kompleks. Dalam perjalanan hidup ini, jangan pernah mengandalkan kekuatan atau mempercayai strategi kita sendiri dalam menghadapi situasi sulit, tetapi fokus dalam mencari bimbingan dan petunjuk dari Allah. Berdoa dan meminta petunjuk-Nya adalah langkah yang tepat, karena Tuhan adalah sumber kebijaksanaan dan kekuatan yang tak terbatas. Mari kita belajar dari suku Israel, yaitu dengan mencari Allah, dan meminta petunjuk-Nya dalam setiap langkah hidup. Dengan demikian, kita akan mampu menghadapi tantangan hidup dengan keyakinan dan kekuatan yang diberikan oleh Allah.
Minggu, 23 Juni 2024 Pembacaan Alkitab, Hakim-Hakim 16 – 18 Kesetiaan kepada ALLAH Demikianlah mereka menempatkan bagi mereka sendiri patung pahatan yang telah dibuat Mikha itu, dan patung itu ada di sana selama rumah Allah ada di Silo. Hakim 18:31 Suku Dan, menciptakan berhala dan membuat imam-imam bagi patung patung tersebut. Mereka melanggar hukum Allah dengan menciptakan berhala dan mengangkat imam-imam palsu untuk mempraktikkan penyembahan sesat. Hal Ini menjadi peringatan bagi kita tentang bahayanya penyembahan berhala dan kesesatan spiritual. Dalam kehidupan ini, mungkin kita juga dihadapkan pada godaan untuk menyembah hal-hal yang palsu dan menjauh dari kebenaran Allah. Ini bisa berupa materiisme, kesombongan, atau bahkan kesesatan rohani yang menghalangi kita untuk intim dengan Allah & mengenal Allah yang sesungguhnya. Tetaplah hidup dengan berpegang teguh pada iman dan kepatuhan kepada Allah, Jangan biarkan diri kita terpengaruh oleh godaan penyembahan berhala dan disesatkan oleh hal-hal yang kelihatannya dari Tuhan Belajarlah dari kesalahan suku Dan, teguhkan iman & gunakanlah firman Allah sebagai pedoman utama dalam hidup ini.
Sabtu, 22 Juni 2024 Pembacaan Alkitab: Hakim 13–15 “JANJI KELAHIRAN SANG PEMBEBAS” “Tetapi ia berkata kepadaku: Engkau akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki; oleh sebab itu janganlah minum anggur atau minuman yang memabukkan dan janganlah makan sesuatu yang haram, sebab sejak dari kandungan ibunya sampai pada hari matinya, anak itu akan menjadi seorang nazir Allah.” (Hakim 13:7) Setelah berkali-kali melakukan hal yang jahat di hadapan Allah, orang Israel akhirnya diserahkan-Nya ke dalam tangan orang Filistin selama empat puluh tahun. Di dalam penjajahan orang Filistin itu orang Israel hidup sangat menderita. Dengan kekuatan mereka sendiri, mereka tidak sanggup membebaskan diri. Tetapi Allah sangat mengasihi umat-Nya. Ketika Israel berada dalam masa kesusahan ini, Tuhan menjanjikan tentang kelahiran Simson, yang nantinya akan membebaskan orang Israel dari penjajahan orang Filistin. Orang tuanya lama tidak mempunyai anak, karenanya berita tentang kelahiran seorang pembebas ini menjadi kabar sukacita bagi orang tuanya dan seharusnya juga menjadi kabar baik bagi seluruh bangsa Israel. Lalu lahirlah Simson, ia menjadi besar, perkasa, Hatinya digerakkan oleh Roh Allah; dengan kekuatan super yang dianugerahkan Tuhan kepadanya, Simson dapat mengalahkan orang Filistin yang menindas negerinya. Ia menjadi hakim atas Israel selama dua puluh tahun. Sama seperti bangsa Israel yang tidak bisa membebaskan dirinya sendiri dari penindasan, maka semua manusia juga tidak bisa menyelamatkan dirinya dari kuasa dosa. Karena pelanggaran dan kejahatannya, tidak ada seorang pun yang layak untuk memperoleh anugerah Tuhan, tapi karena kemurahan-Nya maka Tuhan Yesus lahir ke dunia untuk memerdekakan umat manusia. Kabar baik ini harus diberitahukan kepada semua orang supaya mereka juga dimerdekakan dan diselamatkan. Jika Tuhan sudah berjanji, maka Ia pasti menggenapi.Yesus Kristus menggenapi janji Allah untuk memerdekakan & menyelamatkan manusia
Jumat, 21 Juni 2024 Pembacaan Alkitab: Hakim-Hakim 10–12 “HAJARAN YANG MENGHASILKAN PERTOBATAN” “Dan mereka menjauhkan para allah asing dari tengah-tengah mereka, lalu mereka beribadah kepada TUHAN. Maka TUHAN tidak dapat lagi menahan hati-Nya melihat kesukaran mereka.” (Hakim 10:16) Bangsa Israel adalah bangsa yang tegar tengkuk, susah diatur, dan mudah memberontak. Ketika mereka beralih dari Tuhan dan menyembah tujuh dewa asing. Dan Akibat dari tindakan mereka itu, Allah menghukum mereka dengan cara membiarkan mereka ditindas oleh bangsa-bangsa lain. Hajaran ini sebagai tindakan pendisiplinan, karena Tuhan mengasihi bangsa Israel. Setelah sekian lama ditindas oleh bangsa-bangsa lain akhirnya orang Israel menjadi sadar akan kesalahan mereka. Mereka mengakui dosa-dosa mereka, tunduk sepenuhnya pada hajaran Allah, dan berdoa memohon keselamatan. Inilah buah-buah pertobatan yang dilihat oleh Tuhan, maka Ia tidak tahan lagi penderitaan mereka. Maka Ia pun mengampuni bangsa Israel dengan cara mengangkat hukuman atas mereka. Bukan hanya itu, kemudian Tuhan menyerahkan wilayah musuh ke tangan mereka sebagai hadiah atas buah pertobatan mereka. Belajar dari apa yang telah dialami oleh bangsa Israel, jangan sampai kita menerima hajaran pendisiplinan Tuhan. Tangan Tuhan selalu terbuka bagi anak-anak-Nya yang mau kembali kepada-Nya dan mengakui kesalahan mereka. Apabila kita sudah terlanjur melakukan kesalahan, jangan biarkan kesalahan itu semakin dalam dan mendukakan hati Tuhan. Kembalilah kepada-Nya, mengambil langkah pertobatan, maka Ia akan memulihkan kehidupan kita kepada rencana indah-Nya. Hajaran Tuhan tidak dimaksudkan untuk menyakiti umat-Nya. Tetapi apabila mereka tidak segera berbalik dan bertobat, maka hukuman yang sesungguhnya akan menimpa mereka. Tetapi Allah kita adalah Tuhan yang panjang sabar, selalu menanti umat-Nya mengalami pertobatan, dan Ia akan mengampuni mereka.
Kamis, 20 Juni 2024 Pembacaan Alkitab: Hakim-Hakim 7–9 “TUHAN yang memberi Kemenangan” “Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Gideon: “Dengan ketiga ratus orang yang menghirup itu akan Kuselamatkan kamu: Aku akan menyerahkan orang Midian ke dalam tanganmu; tetapi yang lain dari rakyat itu semuanya boleh pergi, masing-masing ke tempat kediamannya.” (Hakim-Hakim 7:7) Suatu ketika di zaman hakim-hakim, orang Israel melakukan apa yang jahat di hadapan Tuhan, yaitu menyembah dewa Baal. Tuhan menjadi marah dan Ia membiarkan orang Midian menindas mereka selama tujuh tahun. Saat orang Israel kembali berbalik pada Tuhan dan berseru kepada-Nya, maka Ia pun menolong mereka. Tuhan mengutus Gideon sebagai seorang hakim yang memimpin orang Israel melepaskan diri dari kejahatan orang Midian. Gideon pun segera merobohkan mezbah Baal dan tiang berhala di sebelahnya. Demikianlah Gideon menghancurkan berhala yang membuat orang Israel dimurkai Allah. Ketika Gideon hendak memimpin orang Israel untuk menghadapi orang Midian yang tidak sedikit jumlahnya, Maka terkumpullah 10.000 orang pasukan Israel. Tapi ternyata Tuhan tidak menghendaki terlalu banyak orang yang berperang bersama dengan Gideon, karena Ia tidak ingin mereka menyombongkan diri. Sebab apabila mereka berhasil mengalahkan orang Midian karena kekuatan mereka besar, maka mereka akan merasa bahwa kemenangan terjadi karena kekuatan mereka sendiri. Sebab itu melalui berbagai penyaringan, tersisalah 300 orang saja di antara orang Israel yang akan berangkat melawan orang Midian. Melalui 300 orang yang dipimpin Gideon, pasukan Midian dikalahkan dan kedua rajanya pun ditangkap lalu dibunuh. Dari peristiwa ini kita belajar bahwa justru dengan kekuatan kita yang sangat terbatas Tuhan sanggup menolong kita untuk memperoleh kemenangan atas permasalah kehidupan. Tuhan tidak menghendaki kita mengandalkan kekuatan diri sendiri. Hanya Tuhan yang sanggup memberikan kemenangan dan menyelamatkan kita. Andalkanlah Tuhan, jangan yang lain.