Sabtu, 13 Juli 2024 Pembacaan Alkitab, I Samuel 22 – 25 TAAT PADA PERINTAHNYA “Lalu bertanyalah Daud kepada TUHAN: “Apakah aku akan pergi mengalahkan orang Filistin itu?” Jawab TUHAN kepada Daud: “Pergilah, kalahkanlah orang Filistin itu dan selamatkanlah Kehila.” Tetapi orang-orang Daud berkata kepadanya: “Ingatlah, sedangkan di sini di Yehuda kita sudah dalam ketakutan, apalagi kalau kita pergi ke Kehila, melawan barisan perang orang Filistin.” (I Samuel 23:2-3) Kita harus lebih taat kepada perintah Tuhan daripada manusia. Dimanapun kita berada, dalam segala aspek kehidupan. Seringkali kita diperhadapkan pada suatu keputusan yang benar, walaupun mungkin itu terlihat baik dimata manusia. Namun kita harus tetap taat akan apa yang Tuhan perintahkan untuk kita lakukan. Kita harus peka dan belajar memberi respon dengan cara taat melakukan apa yang Tuhan mau Belajarlah dari cara Daud ketika hendak melakukan sesuatu. Sebelum ia bertindak, maka Ia bertanya kepada Tuhan lebih dahulu. Kemudian setelah mendengar jawaban Tuhan, Ia taat melakukan apa yang menjadi arahan dan perintah-Nya. Kesuksesan dalam hidup dapat terjadi jika kita taat pada apa yang menjadi perintah Nya seperti yang dilakukan oleh Daud. Sebab itu lakukanlah perkataan perjanjian ini dengan setia, supaya kamu beruntung dalam segala yang kamu lakukan.[Ulangan 29:9]
Jumat, 12 Juli 2024 Pembacaan Alkitab; 1 Samuel 19-21 Pengorbanan Yang Kudus Lalu imam itu memberikan kepadanya roti kudus itu, karena tidak ada roti di sana kecuali roti sajian; roti itu biasa diangkat orang dari hadapan TUHAN, supaya pada hari roti itu diambil, ditaruh lagi roti baru. (1 Samuel 21:6) Tindakan imam memberikan roti kudus tersebut menunjukkan pentingnya pengorbanan dan pelayanan dalam kekudusan. Roti kudus yang diangkat dari hadapan TUHAN menggambarkan pengorbanan yang dipersembahkan kepada-Nya. Pengorbanan dan kekudusan ini juga dapat dihubungkan dengan persembahan kudus dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini mengajarkan kita untuk menghormati kekudusan Tuhan dan mempersembahkan yang terbaik dalam hidup kita kepada-Nya. Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.[Roma 12:1]
Kamis, 11 Juli 2024 Pembacaan Alkitab; 1 Samuel 16-18 Tuhan Melihat Hati Tetapi berfirmanlah TUHAN kepada Samuel: “Janganlah pandang parasnya atau perawakan yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati.” (1 Samuel 16:7) Tuhan tidak memandang penampilan fisik atau status sosial seseorang, melainkan Tuhan melihat ke dalam hati seseorang. Tuhan menegaskan bahwa penilaian-Nya terhadap manusia tidak didasarkan pada penampilan luar atau hal-hal yang terlihat oleh manusia, tetapi Tuhan melihat ke dalam hati seseorang. Hal Ini mencerminkan bahwa Tuhan lebih memperhatikan keadaan batiniah seseorang, seperti keikhlasan, kejujuran, kebaikan, dan ketulusan hati, daripada penampilan fisik atau status sosial. Tuhan memandang hati seseorang lebih dari pada penampilan luar. “Bila Engkau menguji hatiku, memeriksanya pada waktu malam, dan menyelidiki aku, maka Engkau tidak akan menemui sesuatu kejahatan; mulutku tidak terlanjur.” (Maz 17:3)
Rabu, 10 Juli 2024 Pembacaan Alkitab; 1 Samuel 13-15 Ketaatan dan Kesetiaan pada Tuhan Tetapi jawab Samuel: “Apakah TUHAN itu berkenan kepada korban bakaran dan korban sembelihan sama seperti kepada mendengarkan suara TUHAN? Sesungguhnya, mendengarkan lebih baik dari pada korban sembelihan, memperhatikan lebih baik dari pada lemak domba-domba jantan. (1 Samuel 15:22) Mendengarkan dan memperhatikan perintah Tuhan lebih penting daripada melakukan korban sembelihan atau bakaran. Samuel menegaskan bahwa Tuhan lebih menghargai ketaatan dan pengabdian yang tulus daripada korban-korban fisik. Hal ini mencerminkan pentingnya hati yang tulus dan taat yang sungguh-sungguh dalam mematuhi kehendak Tuhan. Tuhan mengutamakan korban hati yang tulus dan taat. Sebab Tuhan lebih mengutamakan hubungan yang benar dan tulus dengan-Nya daripada sekadar melakukan kegiatan & ritual keagamaan. Korban sembelihan kepada Allah ialah jiwa yang hancur; hati yang patah dan remuk tidak akan Kaupandang hina, ya Allah. [Maz 51:19]
Selasa, 9 Juli 2024 Pembacaan Alkitab, 1 Samuel 9 – 12 ROH TUHAN YANG BERKUASA Maka Roh TUHAN akan berkuasa atasmu; engkau akan kepenuhan bersama-sama dengan mereka dan berubah menjadi manusia lain. Apabila tanda-tanda ini terjadi kepadamu, lakukanlah apa saja yang didapat oleh tanganmu, sebab Allah menyertai engkau. 1 Samuel 10:6-7 Roh Tuhan turun atas Saul ketika Samuel mengurapinya sebagai raja. Roh Tuhan adalah tanda persetujuan dan pemberian kuasa dari Allah, yang mempersiapkan Saul untuk tugas besar yang dipercayakan kepadanya. Hal ini mengingatkan kita bahwa dalam setiap panggilan atau pelayanan yang Allah berikan kepada kita, Roh Kudus yang memberdayakan, memperlengkapi dan membimbing kita. Saul diangkat menjadi raja atas Israel, dengan kuasa dan kewenangan untuk memimpin bangsa itu. Allah menegaskan kedaulatan-Nya dan kuasa-Nya dalam memilih seorang pemimpin. Hal ini mengingatkan kita untuk mengakui bahwa setiap posisi atau pelayanan yang kita miliki berasal dari Allah, bukan dari diri kita sendiri. Penting bagi kita untuk menghormati dan mengakui kuasa-Nya dalam segala hal. Roh Kudus mempersiapkan dan memperlengkapi kita untuk pelayanan yang dipercayakan Tuhan kepada kita. Hal Ini juga mengingatkan kita untuk hidup dalam ketaatan, mengakui kedaulatan Allah, dan siap menerima panggilan-Nya dalam hidup ini.
Senin, 8 Juli 2024 Pembacaan Alkitab, 1 Samuel 5 – 8 DENGAR DAN TAAT TUHAN berfirman kepada Samuel: “Dengarkanlah permintaan mereka dan angkatlah seorang raja bagi mereka.” Kemudian berkatalah Samuel kepada orang-orang Israel itu: “Pergilah, masing-masing ke kotanya.” 1 Samuel 8:22 Allah sebelumnya telah memimpin Israel melalui hakim-hakim yang dipilih-Nya untuk memerintah mereka. Namun, karena tekanan dari bangsa Israel yang menginginkan seorang raja seperti bangsa-bangsa lain, Allah mengizinkan mereka memiliki seorang raja. Peristiwa Ini mengingatkan kita bahwa kadang-kadang Allah mengizinkan keinginan kita, meskipun itu bukan rencana-Nya yang terbaik. Samuel, seorang nabi yang setia, mendengarkan dan taat kepada Allah. Meskipun mungkin sulit bagi Samuel untuk menerima bahwa bangsa Israel meminta seorang raja, dia tetap patuh terhadap instruksi Allah untuk mengangkat seorang raja bagi mereka. Hal ini mengajarkan kita tentang pentingnya taat dan kesetiaan terhadap panggilan dan instruksi Allah, meskipun itu mungkin tidak selalu sesuai dengan apa yang kita harapkan atau inginkan. Hidup dalam kesetiaan kepada Allah, kepatuhan terhadap kehendak-Nya, dan mempercayai bahwa rencana-Nya selalu lebih baik daripada apa pun. Mempercayai dan mengikuti-Nya adalah kunci untuk hidup yang diberkati.
Minggu, 7 Juli 2024 Pembacaan Alkitab, 1 Samuel 3 – 4 JANGAN SOMBONG Janganlah kamu selalu berkata sombong, janganlah caci maki keluar dari mulutmu. Karena TUHAN itu Allah yang mahatahu, dan oleh Dia perbuatan-perbuatan diuji. (1 Samuel 2:3) Pembacaan firman Tuhan hari ini mengingatkan Kita untuk tidak sombong atau membesarkan dirinya sendiri. Oleh karena itu, kita perlu menjaga hati dan perkataan, agar tidak membanggakan diri atau bersikap sombong, tetapi selalu merendahkan diri di hadapan-Nya. Hidup dengan rendah hati, menghormati Tuhan, dan menyadari bahwa segala yang kita lakukan akan diukur dan dinilai oleh-Nya. Hiduplah dalam ketaatan dan kerendahan hati sebagai respons atas kasih dan karunia Tuhan bagi kita. Kebanggaan dan kesombongan tidak memiliki tempat di hadapan Tuhan. Sebaliknya, Tuhan ingin kita hidup dengan kerendahan hati, mengakui bahwa segala yang kita miliki dan capai berasal dari Tuhan. Ingatlah bahwa segala sesuatu yang kita lakukan dan katakan itu mencerminkan pribadi Tuhan yang ada dalam kehidupan kita. Hiduplah sesuai dengan Firman Tuhan, sebab segala perbuatan kita akan di uji oleh Nya. Manusia yang sombong akan direndahkan, dan orang yang angkuh akan ditundukkan; dan hanya TUHAN sajalah yang maha tinggi pada hari itu. [Yesaya 2:21]
Sabtu, 6 Juli 2024 Pembacaan Alkitab: 1 Samuel 1–2 “Menghormati AKU, akan KU hormati” “Sebab itu — demikianlah firman TUHAN, Allah Israel — sesungguhnya Aku telah berjanji: Keluargamu dan kaummu akan hidup di hadapan-Ku selamanya, tetapi sekarang — demikianlah firman TUHAN —: Jauhlah hal itu dari pada-Ku! Sebab siapa yang menghormati Aku, akan Kuhormati, tetapi siapa yang menghina Aku, akan dipandang rendah.” (1 Samuel 2:30) Jabatan sebagai seorang Imam Besar adalah jabatan tinggi yang sangat penting dalam kehidupan keagamaan orang Israel, sama pentingnya dengan jabatan sebagai Nabi. Keistimewaan dari jabatan ini adalah diberikan berdasarkan keturunan. Ada janji khusus yang Tuhan berikan bagi Imam Besar dan keturunannya, bahwa keluarga dan kaum mereka akan “hidup di hadapan Tuhan selamanya” yang secara harafiah artinya adalah berjalan di hadapan Tuhan. Maksudnya adalah Imam Besar dan keturunannya akan dengan setia berbakti kepada Tuhan dan menikmati anugerah-Nya. Mereka akan memiliki kehormatan tersebut, asalkan mereka setia melakukan pelayanan imamatnya. Hidup benar dan setia di hadapan Allah adalah syarat utama dari perjanjian Allah itu. Lalu, dapatkah janji Allah yang khusus ini dibatalkan? Ya, tentu saja, karena janji Allah tentang keimamatan ini adalah bersyarat. Apabila syarat-syarat mutlak yang telah ditetapkan Tuhan bagi Imam Besar tidak dipenuhi, maka akan kehilangan janji itu. Eli gagal karena anak-anaknya tidak menghormati kekudusan Tuhan. Oleh sebab itu, baik jabatannya saat itu sebagai Imam Besar maupun warisannya bagi keturunannya sebagai penerus jabatan itu pun ikut dicabut. Tidak setia dengan apa yang telah Tuhan percayakan pada kita adalah suatu sikap yang tidak menghormati Tuhan.