Author: Administrator

[BREAD OF LIFE – GIVES LIFE] BOL 365 | DAY 267

Senin, 23 Sept 2024 Pembacaan Alkitab: Pengkhotbah 7–9 “KESALAHAN YANG MERUSAK PENCAPAIAN YANG BAIK” “Hikmat lebih baik dari pada alat-alat perang, tetapi satu orang yang keliru dapat merusakkan banyak hal yang baik.” (Pengkhotbah 9:18) Hikmat lebih baik dari pada perlengkapan senjata perang. Hikmat dapat melakukan apa yang tidak dapat dilakukan oleh kekuatan fisik, dan sering kali hikmat ini bisa memberikan hasil yang tidak dapat dilakukan oleh perlengkapan perang. Seorang panglima yang berhikmat, dengan strategi perangnya akan menempatkan para jenderal di bawahnya pada posisi yang sesuai. Kemenangan dari sebuah pertempuran bukan hanya ditentukan oleh seberapa banyak anggota pasukan atau kuat dan hebatnya persenjataan yang mereka miliki; Namun dibutuhkan Hikmat untuk mengatur strategi. Kesalahan satu orang saja dapat merusak banyak hal yang baik. Ulah satu orang berdosa menghancurkan banyak kebaikan. Hal-hal yang indah yang sudah dicapai dapat dengan mudahnya dihancurkan oleh pelanggaran orang jahat. Dosa Adam menjangkiti seluruh umat manusia; pelanggaran seorang Akhan menyebabkan kekalahan Israel; kebodohan Rehabeam menyebabkan perpecahan yang besar. Dampak dari satu kesalahan kecil akan merusak hasil yang baik yang diperoleh dari hikmat. Jangan sampai hasil kerja keras kita dirusak oleh kesalahan yang kelihatannya sepele. Karena itu sebagai anak-anak Tuhan kita tidak boleh menjadi lemah, sembrono, dan mengabaikan kebenaran. Kemampuan manusia memang sangat terbatas, karena itulah kita harus bergantung penuh kepada Roh Kudus yang menopang kehidupan kita.

[BREAD OF LIFE – GIVES LIFE] BOL365 | DAY 266

Minggu, 22 Sept 2024 Pembacaan Alkitab: Pengkhotbah 4–6 “CINTA UANG YANG SIA-SIA” “Siapa mencintai uang tidak akan puas dengan uang, dan siapa mencintai kekayaan tidak akan puas dengan penghasilannya. Ini pun sia-sia.” (Pengkhotbah 5:9) 1 Timotius 6:10 mengarakan bahwa cinta akan uang adalah akar dari segala kejahatan. Demi untuk mengumpulkan uang, seseorang sanggup untuk melakukan kejahatan yang paling keji. Begitu banyak orang yang mengejar harta dunia, tetapi mereka tidak pernah menjadi puas. Bahkan setelah kekayaan yang dicarinya itu telah menumpuk seperti gunung, hal itu tidak akan pernah dapat memuaskan orang yang mengingini uang, karena ketamakan hatinya memang tidak pernah bisa terpuaskan. Ketika harta bertambah, bertambah pula orang yang ingin melahapnya; ketika harta orang kaya bertambah, bertambah pula ‘keluarga’ dan ‘kerabat’ di sekelilingnya. Banyak orang yang mengerumuni orang kaya, bukan karena tulus untuk memiliki hubungan yang baik dengannya atau mencintainya sebagai saudara, melainkan hanya untuk ikut menikmati hartanya itu. Sebaliknya bagi si kaya, uang adalah alat untuk ‘membeli’ pertemanan yang ia inginkan, inilah hubungan transaksional, sebuah hubungan yang rapuh. Suatu saat, ketika kekayaan orang itu mulai menipis, maka semakin berkurang orang yang mengerumuninya; ketika hartanya habis, habis pula temannya. Inilah kesia-siaan itu. Mari kita mencukupkan diri kita dengan apa yang kita miliki, termasuk dengan seberapa banyak uang yang ada pada kita. Tuhan memberkati kita dengan uang bukan supaya uang itu menggantikan posisi-Nya. Oleh sebab itu bebaskanlah diri kita dari cinta akan uang. Kasihilah Tuhan Yesus, yang memuaskan setiap dahaga jiwa kita; jangan mencintai uang dan terjerumus dalam keserakahan kepadanya.

[BREAD OF LIFE – GIVES LIFE] BOL365 | DAY 265

Sabtu, 21 Sept 2024 Pembacaan Alkitab: Filemon 1 & Pengkhotbah 1–3 “KEBAIKAN YANG TEPAT WAKTU” “Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir.” (Pengkhotbah 3:11) Tantangan yang dihadapi manusia di sepanjang sejarah selalu berubah-ubah. Setiap manusia di berbagai zaman memiliki kesulitan dan pergumulannya sendiri-sendiri. Tetapi satu hal yang sama, yaitu setiap tantangan dan kesulitan yang dialami oleh umat manusia kebanyakan berujung pada penderitaan. Bagi orang-orang yang tidak mengenal Tuhan, penderitaan ini kemudian melahirkan keputusasaan dan hilangnya pengharapan akan datangnya hari depan yang lebih baik. Tetapi bagi orang-orang yang menantikan Tuhan, mereka akan mendapati bahwa Tuhan membuat segala sesuatu indah pada waktunya. Bagi kita orang percaya, yang memiliki pengharapan penuh di dalam Kristus, ada sebuah janji yang indah yang harus dipercayai. Sekalipun kita mungkin tidak bisa mengerti seluruhnya tentang apa saja yang telah Tuhan kerjakan, tetapi Ia tetap memberikan kita pengertian, bahwa perkerjaan tangan Tuhan itu akan mengubahkan kehidupan kita menjadi lebih baik. Kita mesti menyadari, bahwa ketika kita harus menghadapi berbagai masalah kehidupan dari berbagai sisi – keuangan, kesehatan, keluarga dan sebagainya. Tuhan tidak pernah meninggalkan kita, itulah janji penyertaan-Nya. Tetapi bukan hanya itu, Tuhan juga sanggup menjadikan segala sesuatu menjadi indah tepat dengan waktu yang telah Ia tetapkan bagi kita. Artinya hal-hal yang terjadi yang kita anggap paling buruk sekali pun, Tuhan sanggup mengubah menjadi kebaikan yang luar biasa. Bahkan, Tuhan sanggup membuat segala sesuatunya berjalan untuk mendatangkan kebaikan bagi kita yang mengasihi-Nya. Percayakah saudara akan hal ini? Pandanglah pada Tuhan Yesus, lihatlah kebaikan yang akan dicurahkan-Nya nanti, tepat pada waktu yang telah Ia tetapkan bagi kita.

[BREAD OF LIFE – GIVES LIFE] BOL 365 | DAY 264

Jumat, 20 Sept 2024 Pembacaan Alkitab, Ayub 40 – 42 MENGALAMI TUHAN Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau. (Ayub 42:5) Penderitaan dan pergumulan menjadi salah satu cara yang dipakai Tuhan untuk kita bisa melihat dan mengalami Tuhan secara pribadi serta cara Tuhan untuk mendidik dan memurnikan kita menjadi dewasa di dalam Dia. Sama seperti yang dialami Ayub, pergumulan hidupnya menjadi alat yang membawa Ayub kepada pengenalan tentang Tuhan, bukan hanya sebagai konsep, tetapi sebagai pribadi yang melihat dan mengalami Tuhan yang nyata. Seringkali kita mendengar dan melihat orang-orang bersaksi bagaimana mereka diijinkan Tuhan mengalami proses, dan lewat proses tersebut mereka melihat dan mengalami Tuhan. Namun sekarang, kita tidak lagi menyaksikan pengalaman orang lain, tapi kita sendiri mengalami Tuhan dalam hidup kita lewat cara Dia menyertai hidup kita ditengah-tengah masalah dan pergumulan kita. Kita mengalami penyertaan-Nya saat berada dalam pergumulan. Apa yang kita saksikan ? Dia memberikan kekuatan, perlindungan dan pemeliharaannya sehingga kita bisa menghadapi pergumulan dan menjadi pemenang bersama Tuhan. Tetapi jawab Tuhan kepadaku: “Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.” Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku. (2 Korintus 12:9)

[BREAD OF LIFE – GIVES LIFE] BOL 365 | DAY 263

Kamis, 19 Sept 2024 Pembacaan Alkitab, Ayub 37 – 39 SUARA TUHAN YANG DAHSYAT Allah mengguntur dengan suara-Nya yang mengagumkan; Ia melakukan perbuatan-perbuatan besar yang tidak tercapai oleh pengetahuan kita; (Ayub 37:5) Suara guntur yang menggelegar adalah gambaran kekuatan Allah yang Maha dahsyat. Dalam Perjanjian Lama suara Allah digambarkan juga sebagai “kilat sambung-menyambung, sangkakala berbunyi dan gunung berasap” (Kel. 20:18) Sehingga orang Israel takut akan kehadiran-Nya. Dia adalah Allah yang kudus, dan tidak ada satu manusiapun yang dapat bertahan dihadapan-Nya. Segala kuasa yang ada tunduk kepada-Nya. Namun karena kasih-Nya kepada umat-Nya, Ia rela meninggalkan keilahian-Nya untuk datang ke dalam dunia supaya bisa menjalin kembali hubungan dengan umat-Nya. Suara yang tadinya tidak bisa didengar karena kedahsyatannya, kini Dia dekat dan berbicara dengan umat-Nya sebagai manusia. Bahkan lebih daripada itu, sekarang Dia tinggal di dalam hati kita melalui Roh Kudus dan dengan suara-Nya yang lembut berbicara dalam hati kita. Berbahagialah kita yang mendengar dan memberi respon ketika Ia berbicara melalui hati kita. “Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku,” (Yohanes 10:27)

[BREAD OF LIFE – GIVES LIFE] BOL 365 | DAY 262

Rabu, 18 Sept 2024 Pembacaan Alkitab, Ayub 33 – 36 ALLAH PEMBERI KEHIDUPAN Roh Allah telah membuat aku, dan nafas Yang Mahakuasa membuat aku hidup. (Ayub 33:4) Semua orang pasti pernah mengalami pergumulan dan penderitaan. Hanya saja tidak semua orang menyadari dan mengakui Allah di dalam setiap kehidupannya yang sanggup memberikan kekuatan dan jalan keluar. Berbeda dengan sikap Ayub. Dalam setiap masalah dan penderitaan yang ia alami, Ayub tetap mengakui Allah sebagai Pencipta dan Sumber Kehidupan. Pengakuan Ayub terhadap Allah menunjukkan bahwa manusia ada dalam dunia ini bukan karena kebetulan, tetapi merupakan karya Allah. Tuhan menghembuskan nafas dan menjadikan kita manusia yang memiliki kehidupan. Sebagai ciptaan-Nya, Allah tentu tidak akan membiarkan kita, meskipun kita perlu mengalami ujian dalam penderitaan sama seperti yang dialami Ayub semasa hidupnya. Tapi Alllah mengembalikan apa yang telah hilang dan memulihkan kembali keadaan Ayub. Perbuatan Allah ini menjadi pengingat, bahwa kita hidup bukan karena kekuatan dan kehebatan kita, tetapi karena Anugerah Allah. Oleh kuasa-Nya kita hidup dan melalui kehidupan kita, Allah dimuliakan.

[BREAD OF LIFE – GIVES LIFE] BOL 365 │DAY 261

Selasa, 17 Sept 2024 Pembacaan Alkitab; Ayub 29-32 Segala Sesuatu Dari Tuhan Karena celaka yang dari pada Allah menakutkan aku, dan aku tidak berdaya terhadap keluhuran-Nya. (Ayub 31:23) Sebagai Pencipta alam semesta, Tuhan memiliki kuasa dan keluhuran yang jauh melampaui kemampuan manusia. Kita tidak mampu memahami sepenuhnya keagungan dan kebesaran-Nya. Rasa takut yang benar, disertai dengan rasa hormat, kagum, dan tunduk pada keagungan-Nya. Ketika kita menyadari keluhuran Tuhan, kita akan merasa tidak berdaya dan hanya dapat menyerahkan diri sepenuhnya kepada-Nya. Tidak ada yang dapat disombonglan atau dibanggakan dari hidup kita, karena segala sesuatu yang kita miliki berasal dari Tuhan dengan tujuan untuk memuliakan nama Nya Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya! (Roma. 11:36)

[BREAD OF LIFE – GIVES LIFE] BOL 365 │DAY 260

Senin, 16 Sept 2024 Pembacaan Alkitab; Ayub 25-28 Roh Allah Ada Padaku selama nafasku masih ada padaku, dan roh Allah masih di dalam lubang hidungku, maka bibirku sungguh-sungguh tidak akan mengucapkan kecurangan, dan lidahku tidak akan melahirkan tipu daya. (Ayub 27:3-4) Selama kita masih hidup dan Roh Allah berada di dalam kita, kita harus menggunakan hidup ini untuk memuliakan Tuhan. Sadarilah bahwa nafas dan kehidupan kita berasal dari Tuhan, dan berusahalah agar tidak menggunakan bibir atau lidah kita untuk melakukan kecurangan atau tipu daya. Sebagai orang yang pengikut Kristus, kita harus menjaga ucapan dan tindakan kita agar selaras dengan kebenaran Firman Tuhan. Janganlah menggunakan kata-kata atau perbuatan yang menyimpang dari kebenaran, karena hal itu akan menodai hubungan kita dengan Tuhan dan membuka peluang untuk kita jatuh dalam dosa Kemampuan untuk hidup dengan integritas tidak berasal dari diri kita sendiri, melainkan dari kuasa Roh Allah yang ada di dalam kita. Ketika kita bergantung pada Tuhan dan membiarkan Roh-Nya memimpin kita, maka kita akan mampu mengendalikan lidah kita dan hidup dalam kebenaran. Roh Tuhan ALLAH ada padaku, oleh karena TUHAN telah mengurapi aku; Ia telah mengutus aku untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang sengsara, dan merawat orang-orang yang remuk hati, untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan kepada orang-orang yang terkurung kelepasan dari penjara, (Yesaya 61:1)