Selasa, 1 Oktober 2024 Pembacaan Alkitab, Yesaya 1 – 3 Tidak ada yang dapat Menandingi-Nya Manusia yang sombong akan direndahkan, dan orang yang angkuh akan ditundukkan; dan hanya TUHAN sajalah yang maha tinggi pada hari itu. [Yesaya 2:11] Kebanggaan dan kesombongan manusia akan dipandang rendah di hadapan kemuliaan dan keagungan Tuhan. Dalam banyak kesempatan, kita mungkin merasa lebih tinggi dari yang lain atau mengandalkan kekuatan dan prestasi kita. Tapi ternyata itu semua adalah kekejian dihadapan Tuhan. Kemuliaan Tuhan adalah pusat dari segalanya. Dalam keagungan-Nya, Tuhan mengingatkan bahwa tidak ada yang lebih besar daripada diri-Nya. Kerendahan hati adalah kunci untuk menerima kasih karunia-Nya dan menyadari bahwa segala yang kita miliki adalah anugerah dari-Nya. Biarlah Roh Kudus memampukan kita agar dapat menjaga hati kita untuk tidak terjebak pada kesombongan, tetapi selalu menghargai kemurahan-Nya. Dengan kerendahan hati dan kita dapat menjalani hidup yang lebih berarti, penuh dengan pengabdian kepada Tuhan dan kasih kepada sesama. Andalkanlah Roh Kudus untuk memampukan kita agar tetap rendah hati dan tidak terjebak dalam kesombongan. Kehidupan yang dipimpin oleh Roh akan memancarkan kasih dan kerendahan hati dalam kehidupannya.
Senin, 30 Sept 2024 Pembacaan Alkitab: Yakobus 1 – 5 MENJADI PELAKU FIRMAN Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri. Yakobus 1:22 Menjadi pelaku firman Tuhan berarti menghidupi ajaran-Nya dalam kehidupan sehari-hari, bukan hanya sekadar mendengarnya. Menjadi pendengar saja mungkin dapat membuat kita merasa puas dan cukup dengan pengetahuan yang kita miliki. Namun, jika pengetahuan itu tidak diikuti dengan tindakan, kita sebenarnya menipu diri sendiri. Ini dapat mengarah pada stagnasi dalam iman dan menjauhkan kita dari pengalaman nyata bersama Tuhan. Menjadi pendengar yang baik adalah penting, tetapi lebih penting lagi untuk menerapkan apa yang kita dengar. Banyak orang menghadiri Ibadah, mendengarkan khotbah, atau membaca Alkitab, tetapi hanya sedikit yang menerapkannya dalam kehidupan. Marilah kita tidak hanya menjadi pendengar yang pasif, tetapi pelaku yang aktif. Melakukan firman adalah bukti nyata dari iman kita. Jika kita hanya mendengarkan firman tanpa mengaplikasikannya, maka kita mungkin merasa puas, tetapi sebenarnya kita menipu diri sendiri. Jika Hanya menjadi pendengar bisa membuat kita terjebak dalam rutinitas tanpa pertumbuhan spiritual yang sejati. John Calvin: “Kita tidak hanya dipanggil untuk mendengarkan firman Tuhan, tetapi juga untuk menerapkannya dalam kehidupan kita sehari-hari sebagai ungkapan iman kita.”
Minggu, 29 Sept 2024 Pembacaan Alkitab, Kidung Agung 5-8 YESUSLAH YANG TERBAIK Apakah kelebihan kekasihmu dari pada kekasih yang lain, hai jelita di antara wanita? Kidung Agung 5:9a Daud memiliki begitu banyak pengalaman dengan Tuhan hingga dia berkata, Tuhan itu gunung batu, perisai, kota benteng, gembala yang baik, perlindungan yang teguh dan masih banyak lagi Bagaimana dengan kita jika orang dunia bertanya kepada kita tentang kekasih kita yaitu Yesus, tentang apa kelebihan Yesus dari tuhan yang lain. Tentu kita masing-masing punya pengalaman yang dapat diceritakan kepada orang lain bahwa Yesus adalah Tuhan, Dia hidup, Dia ajaib, Dia berkuasa, Dia perkasa, Dia hebat, Dia sanggup lakukan segala perkara Ada begitu banyak yang dapat kita katakan dan saksikan kepada banyak orang tentang Yesus yang kita sembah dan Dia tidak seperti para dewa sembahan orang lain. Jangan malu bercerita tentang Yesus, berbanggalah karena memilikinya Apapun tawaran yang diberikan oleh dunia ini, dengan yakin kita berkata YESUSLAH YANG TERBAIK yang kita miliki, DIA LEBIH dari yang lain
Sabtu, 28 Sept 2024 Pembacaan Alkitab, Kidung Agung 1-4 Kekasih KU Kepunyaan KU Kekasihku kepunyaanku, dan aku kepunyaan dia yang menggembalakan domba di tengah-tengah bunga bakung. Kidung Agung 2:16 The greatest love song, inilah isi kitab Kidung Agung. Gambaran cinta kasih Tuhan dan mempelai wanitaNya, yaitu kita. Renungkanlah, adakah dalam hati dan hidup ini yang kita kasihi lebih dari pada Tuhan? Kita sangat dikasihi olehNya hingga Dia rela mati bagi kita. Adakah kita juga sangat mengasihiNya lebih dari apapun? Hobi dapat mengalihkan fokus kita dari Yesus. Kesuksesan dan keberhasilan dapat membuat kita lupa dengan Tuhan bahkan mungkin kita terlampau mengasihi apa yang dimiliki di dunia ini lebih dari pada Tuhan Kiranya Yesus menjadi yang terkasih selamanya di hati kita, sekalipun tantangan datang dan tawaran dunia begitu besar untuk gantikan Yesus di hati kita, tapi tetaplah Yesus yang menjadi pilihan kita dan tetaplah Yesus yang terutama dan terkasih yang kita miliki serta tidak ada yang dapat memisahkan kita dariNya, tidak ada yang dapat menggantikanNya di hati ini Tetaplah Yesus yang kita punya, takkan tergantikan dengan apapun, dengan siapapun
Jumat, 27 Sept 2024 Pembacaan Alkitab, Ibrani 11-13 TERIMA DIDIKAN TUHAN Karena Tuhan menghajar orang yang dikasihinya, dan Ia menyesah orang yang diakuiNya sebagai anak. Ibrani 12:6 Mengikut Tuhan tidak berarti semua begitu mulus dan tanpa proses. Ada proses dan pembentukan yang Tuhan ijinkan terjadi supaya kita dididik untuk belajar beriman dan mengandalkan Tuhan dan bukan kekuatan sendiri atau kekuatan orang lain. Kadangkala Ada juga proses didikan yang keras yang Tuhan ijinkan supaya menghancurkan kesombongan kita agar belajar hidup dengan rendah hati. Janganlah menolak didikan Tuhan, jangan menjadi marah dan kecewa pada Tuhan, tapi dengan lembut hati berserah padaNya dalam setiap proses yang terjadi karena itu adalah didikanNya untuk membuat hidup kita makin indah, menjadi seperti Yesus dan hidup berkenan di hadapanNya Ingatlah bahwa kita adalah anak-anaknya dan kita punya Bapa yang sangat baik dan mengasihi kita, Dia tahu apa yang terbaik bagi kita, sebab itu, terimalah setiap didikanNya dan dengan lembut hati mau diubahkan
Kamis, 26 Sept 2024 Pembacaan Alkitab, Ibrani 6 – 10 SALING MEMPERHATIKAN ”Dan marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik.” Ibrani 10:24 FOMO (Fear of Missing Out) adalah sebuah fenomena yang terjadi di tengah-tengah segala kesibukan yang ada. Keinginan untuk menjadi yang paling “update”, paling “tahu”, paling “keren”, paling “canggih”.. dan semua yang tanpa disadari seperti menjadi sesuatu yang dianggap sebuah status. Model baju terbaru, alat-alat canggih digital yang paling baru, handphone terbaru, makan di restoran baru yang terkenal di social media. Tanpa sadar semua dilakukan untuk mendapatkan perhatian dari orang lain Cari perhatian telah menjadi sebuah wabah yang baru, sepertinya dunia ini dengan segala kesibukannya dan kebisingan yang ada tetap tidak dapat menghilangkan rasa sepi atau kesendirian dari orang-orang tertentu yang olehnya mereka begitu ingin diperhatikan. Ingatlah bahwa kita sesungguhnya tidak sendirian, hanya daya tarik dan tipu daya dunia seakan-akan menyampaikan hal yang berbeda dari yang sesungguhnya Kabar baiknya, kita tidak sendirian dan tidak perlu cari perhatian, sebab ada orang-orang percaya, anak-anak Tuhan yang akan saling memperhatikan untuk mendorong dalam kasih dan pekerjaan yang baik (Ibrani 10:24). Bahkan ada komunitas sel group dalam gereja yang disebut SEED group, dimana setiap kita dapat bergabung dan saling memberikan perhatian yang membangun, berdiskusi mengenai Firman Tuhan, membagikan beban untuk saling mendoakan dan berbagi cerita baik mengenai pekerjaan, usaha maupun pengalaman hidup. Ingat bahwa kita hidup bukan untuk cari perhatian! tetapi untuk saling memperhatikan, saling membangun, menasehati dan menguatkan. Bersama-sama bertumbuh, menjadi kuat, diberkati untuk menjadi berkat agar hidup dalam segala kelimpah kasih karunia yang telah disediakan oleh Tuhan bagi setiap kita
Rabu, 25 Sept 2024 Pembacaan Alkitab, Ibrani 1 – 5 SALING MENASIHATI “Tetapi nasihatilah seorang akan yang lain setiap hari, selama masih dapat dikatakan ”hari ini”, supaya jangan ada di antara kamu yang menjadi tegar hatinya karena tipu daya dosa.“ Ibrani 3:13 Kita hidup dalam komunitas dan masyarakat yang selalu ada interaksi, ada obrolan. Ada topik positif yang dibahas dan berguna, ada yang negatif dan tidak berguna bahkan mendatangkan dosa. Bahkan nasihat yang mereka berikan adalah apa yang tidak sesuai dengan kebenaran Firman Tuhan Kehadiran kita sebagai anak-anak terang harusnya selain menjadi pembawa berita baik tapi juga dapat memberikan nasihat yang baik bagi mereka yang membutuhkan, Dan kita juga terbuka untuk menerima nasihat yang baik jika membutuhkan Nasihat yang baik akan menguatkan, mencegah dan menjauhkan kita dari segala tipu daya dosa. Marilah kita saling menasehati sehingga kita akan hidup dan bertumbuh bersama-sama dalam anugerah Tuhan. ”Saudara-saudaraku, aku sendiri memang yakin tentang kamu, bahwa kamu juga telah penuh dengan kebaikan dan dengan segala pengetahuan dan sanggup untuk saling menasihati” (Roma 15:14)
Selasa, 24 Sept 2024 Pembacaan Alkitab, Pengkotbah 10 – 12 TEKUN BEKERJA “Taburkanlah benihmu pagi-pagi hari, dan janganlah memberi istirahat kepada tanganmu pada petang hari, karena engkau tidak mengetahui apakah ini atau itu yang akan berhasil, atau kedua-duanya sama baik.” (Pengkotbah 11:6) Seorang petani sejak pagi hari sudah pergi ke ladang mempersiapkan semua hal yang diperlukan untuk mengerjakan ladangnya. Dengan tekun, jerih lelah dalam suatu pengharapan bahwa saatnya akan tiba untuk masa menuai, panen besar yang akan segera datang dan dapat segera dinikmati. Seorang guru akan bangun pagi-pagi, bersiap-siap, mungkin pergi ke mencari kendaraan umum untuk dapat menuju sekolah tempatnya mengajar, semua materi pelajaran telah disiapkan dengan semangat membagikan ilmu bagi siswa di sekolah yang adalah generasi penerus bangsa. Berapa banyak diantara kita yang harus bangun pagi-pagi dan mempersiapkan segala sesuatu yang kita tahu akan kita hadapi dan kerjakan dalam hari tersebut? apakah penuh dengan semangat dan antusias yang tinggi atau kita memulainya dengan sebuah beban yang berat. Pengkotbah berkata “jangan beri istirahat” sebab semua usaha tersebut tidak dapat memberikan kepada kita suatu kepastian apakah akan berhasil atau tidak. Tapi sekalipun sepertinya ada ketidakpastian, tetaplah fokus, tetaplah bersemangat dan kerjakan dengan tekun dan rajin Jangan malas. Bekerjalah Dengan rajin, tekun dan setia, serta tetaplah berdoa dan bersyukur, maka apa yang dikerjakan tangan kita akan memberi hasil yang nantinya dapat dinikmati bukan hanya oleh kita sendiri tapi juga oleh banyak orang. Kemalasan mendatangkan tidur nyenyak, dan orang yang lamban akan menderita lapar [Amsal 19:15]