Author: Administrator

[BREAD OF LIFE – GIVES LIFE] BOL365 | DAY 283

Rabu, 9 Oktober 2024 Pembacaan Alkitab: Yesaya 25–27 “KEBAIKAN TUHAN” “Ya TUHAN, Engkau akan menyediakan damai sejahtera bagi kami, sebab segala sesuatu yang kami kerjakan, Engkaulah yang melakukannya bagi kami.” (Yesaya 26:12) Bagaimana seorang Kristen bisa mengalami damai sejahtera di tengah situasi yang tampaknya tidak baik-baik saja? Mungkin tidak jarang kita menemukan orang Kristen yang mengalami jatuh bangun dalam pergumulannya, itulah yang terjadi ketika seseorang mengandalkan kemampuan dan kekuatannya sendiri. Padahal Tuhan tidak menghendaki hal yang demikian terjadi. Tuhan sanggup membuat anak-anak-Nya mengalami damai sejahtera dan kemurahan (termasuk semua berkat, baik material maupun spiritual) di tengah pencobaan yang mereka alami Umat Allah pada zaman pembuangan di Babel mengalami banyak penderitaan. Tetapi Tuhan telah menetapkan damai sejahtera bagi mereka; demikianlah Tuhan memberkati umat-Nya dengan rahmat dan kemakmuran, jadi ketika mereka bekerja dengan mempercayakan hidupnya kepada Tuhan, maka Ia memberkati apa yang mereka kerjakan itu. Demikian pula pada saat ini, apabila kita sedang berjuang dalam iman kita di tengah pergumulan yang berat, percayalah bahwa Tuhan akan memampukan kita untuk melakukan pekerjaan itu, Ia sanggup membuat berhasil dan menjadi kebaikan. Hal itu hanya dapat terjadi ketika kita mempercayai bahwa Tuhan turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi kita yang mengasihi Dia. Oleh pekerjaan tangan Tuhan kita diselamatkan dan diberkati, demikianlah Ia menolong dan menopang kita, semua demi kebaikan kita.

[BREAD OF LIFE – GIVES LIFE] BOL 365 | DAY 282

Selasa, 8 Oktober 2024 Pembacaan Alkitab, Yesaya 22 – 24 https://youtu.be/GDuuG9BNreI?si=EGRaMdJYOunp5QEQ HATI YANG MENGENAL ALLAH Aku akan memberi mereka suatu hati untuk mengenal Aku, yaitu bahwa Akulah TUHAN. Mereka akan menjadi umat-Ku dan Aku ini akan menjadi Allah mereka, sebab mereka akan bertobat kepada-Ku dengan segenap hatinya. (Yeremia 24:7) Sikap dan perbuatan yang jahat adalah cerminan dari hati yang jahat. Mereka yang memberontak dan tidak mengenal Allah karena hati mereka belum mengalami pertobatan dan pemulihan. Sebab itu mereka butuh Jamahan Tuhan yang memulihkan Allah berjanji untuk memberikan hati yang baru kepada umat-Nya agar dapat sungguh-sungguh mengenal Dia dengan benar dan mengasihi Dia. Bahkan Ia juga akan memulihkan hubungan yang terputus karena dosa, Tuhan akan mengampuni dan memulihkan hati umat-Nya supaya bisa mengenal Dia sehingga Tidak ada pemisah antara umat-Nya dengan Dia karena telah diberikan hati yang baru, hati yang mengenal akan Tuhan

[BREAD OF LIFE – GIVES LIFE] BOL365 | DAY 281

Senin, 7 Oktober 2024 Pembacaan Alkitab, Yesaya 19 – 21 JANJI PERUBAHAN DAN PEMULIHAN Pada waktu itu akan ada mezbah bagi TUHAN di tengah-tengah tanah Mesir dan tugu peringatan bagi TUHAN pada perbatasannya. (Yesaya 19:19) Tidak ada yang dapat menggagalkan rencana Tuhan. Ketika Dia berkenan menyatakan jalan-Nya, maka hal itu pasti terjadi. Hal ini juga dinyatakan Tuhan mengenai rencana-Nya untuk membawa perubahan dan pemulihan bagi bangsa yang dulu jauh dari-Nya. Allah akan menyatakan kemuliaan-Nya atas Mesir. Sehingga Mesir yang dikenal sebagai Bangsa yang tidak mengenal Tuhan, akan mengalami perubahan besar dan pemulihan. Mesir adalah gambaran orang-orang yang tidak mengenal Allah, tetapi seperti janji yang nyata dari firman Tuhan ini, bahwa Ia akan melakukan perubahan dan pemulihan atas Mesir demikianlah, kita percaya bahwa Ia juga sanggup mengembalikan dan memulihkan orang-orang yang saat ini kita doakan. Pemulihan dan keselamatan bagi semua orang yang kita doakan kita percaya akan digenapi asalkan kita tetap setia membawa mereka di dalam setiap doa-doa kita. Tidak ada yang mustahil bagi Tuhan. “Sesungguhnya, Akulah TUHAN, Allah segala makhluk; adakah sesuatu apa pun yang mustahil untuk-Ku? [Yeremia 32:27 ]

[BREAD OF LIFE – GIVES LIFE] BOL 365 | DAY 280

Minggu, 6 Oktober 2024 Pembacaan Alkitab, Yesaya 16 – 18 TAAT PADA TUNTUNAN TUHAN Seperti burung yang lari terbang, dan isi sarang yang diusir, demikianlah anak-anak perempuan Moab di tempat-tempat penyeberangan sungai Arnon. (Yesaya 16:2) Moab adalah bangsa yang sering kali hidup dalam ketidaktaatan kepada Allah, sehingga mereka mengalami penderitaan sebagai konsekuensi dari perbuatan mereka. Keadaan mereka menjadi tidak berdaya karena kehilangan perlindungan, sama seperti burung yang terbang tanpa arah, terancam dan tercerai-berai. Hal terpenting buat kita adalah jangan pernah menolak mendengar apalagi acuh terhadap pimpinan Tuhan. Ketika kita tidak mengindahkan pimpinan-Nya, maka kita akan menerima konsekuensi yaitu tersesat dan terancam. Belajar dari sikap orang Moab yang tidak mau taat. Ketidakberdayaan serta hidup yang terancam yang mereka alami adalah hasil dari ketidaktaatan mereka. Kalau kita tetap taat dan mau mendengarkan pimpinan-Nya, hidup kita akan aman dan beruntung. Meskipun sekeliling kita goyah, tapi hidup kita tetap terpelihara dan berada dalam lindungan-Nya karena Tuhan bersama kita. Aku hendak mengajar dan menunjukkan kepadamu jalan yang harus kautempuh; Aku hendak memberi nasihat, mata-Ku tertuju kepadamu.[Maz 32:8]

[BREAD OF LIFE – GIVES LIFE] BOL 365 │DAY 279

Sabtu, 05 Oktober 2024 Pembacaan Alkitab; Yesaya 13-15 Kuasa dan KetetapanNya Tidak Berubah TUHAN semesta alam telah bersumpah, firman-Nya: “Sesungguhnya seperti yang Kumaksud, demikianlah akan terjadi, dan seperti yang Kurancang, demikianlah akan terlaksana: (Yesaya 14:24) Kuasa dan ketetapan Tuhan tidak pernah berubah. Ketika Tuhan bersumpah, Dia menyatakan bahwa apa yang Dia maksudkan dan rencanakan pasti akan terjadi, Tuhan memiliki rencana yang sempurna untuk setiap aspek kehidupan kita. Segala sesuatu yang terjadi dalam hidup kita berada di bawah kendali-Nya. Ketika kita menghadapi tantangan atau situasi yang sulit, kita sering kali merasa ragu dan kehilangan arah. Namun, ingatlah bahwa janji Tuhan adalah pasti, apa yang Dia rencanakan untuk kita tidak akan pernah gagal. Hal ini mrnjadi alasan untuk kita berharap dan percaya kepada-Nya, bahkan ketika keadaan tampak tidak menjanjikan. Dia adalah Tuhan semesta alam, yang memiliki kuasa atas segala sesuatu. Tetaplah mempercayai-Nya dan bersandar pada setiap janji-Nya. Dalam perjalanan hidup ini, penting bagi kita untuk selalu berdoa dan mencari kehendak-Nya, agar setiap keputusan dan langkah yang kita ambil tidak pernah salah. Dia tahu yang terbaik untuk kita, dan apa yang Dia janjikan untuk kita pasti akan terwujud. kiranya kita dapat hidup. sebab Aku, TUHAN, akan berfirman dan apa yang Kufirmankan akan terjadi, dan firman itu tidak akan ditunda-tunda lagi, [Yehezkiel 12:25]

[BREAD OF LIFE – GIVES LIFE] BOL 365 │DAY 278

Jumat, 04 Oktober 2024 Pembacaan Alkitab; Yesaya 10-12 Yesus Ktistus, Tunas Keturunan Daud Suatu tunas akan keluar dari tunggul Isai, dan taruk yang akan tumbuh dari pangkalnya akan berbuah. Roh TUHAN akan ada padanya, roh hikmat dan pengertian, roh nasihat dan keperkasaan, roh pengenalan dan takut akan TUHAN; ya, kesenangannya ialah takut akan TUHAN. Ia tidak akan menghakimi dengan sekilas pandang saja atau menjatuhkan keputusan menurut kata orang. (Yesaya 11:1-3) Harapan dan janji yang luar biasa tentang kedatangan seorang pemimpin yang akan membawa kedamaian dan keadilan, hal ini, menunjukkan bahwa meskipun ada kehampaan dan kehancuran, Tuhan selalu memiliki rencana untuk memulihkan dan memberikan kehidupan baru. Tunas ini melambangkan Kristus, yang lahir dari garis keturunan Raja Daud, yang merupakan keturunan Isai. Roh Tuhan ada pada-Nya, yakni Roh hikmat, pengertian, nasihat, keperkasaan, pengenalan, dan takut akan Tuhan. Pemimpin yang dijanjikan-Nya tidak hanya akan memiliki kekuatan fisik, tetapi juga kebijaksanaan dan pemahaman yang mendalam tentang kehendak Tuhan. “Kesenangannya ialah takut akan TUHAN,” hal ini mengingatkan kita bahwa rasa hormat dan ketulusan cinta kepada Tuhan adalah dasar dari kehidupan yang benar. Kita harus mengenal Tuhan mengalami perjumpaan pribadi dalam hidup kita dan menjadikan-Nya sebagai pusat dari segala sesuatu yang kita lakukan. Ia “tidak akan menghakimi dengan sekilas pandang” mengajarkan kita untuk tidak terburu-buru dalam menilai dan menghakimi orang lain. Sebagai pengikut Kristus, biarlah kita melihat dari sudut pandang yang benar, memahami konteks, dan memberikan kasih serta pengertian kepada sesama. Jadilah seperti Kristus yang menjadi terang dalam kegelapan yang memberikan kedamaian bagi dunia.

[BREAD OF LIFE – GIVES LIFE] BOL 365 │DAY 277

Kamis, 03 Oktober 2024 Pembacaan Alkitab; Yesaya 7-9 Takut Dan Gentarlah Kepada Tuhan Tetapi TUHAN semesta alam, Dialah yang harus kamu akui sebagai Yang Kudus; kepada-Nyalah harus kamu takut dan terhadap Dialah harus kamu gentar. (Yesaya 8:13) Dalam konteks keimanan, kita diajarkan untuk mengakui Tuhan sebagai Yang Kudus, yang berarti Dia adalah sumber dari segala kebaikan, keadilan dan kebijaksanaan. Pengakuan ini bukan sekadar pengakuan lisan, tetapi harus tercermin dalam sikap dan tindakan kita sehari-hari. Ketika dikatakan kita harus takut dan gentar kepada-Nya, ini bukanlah ketakutan yang menghancurkan, melainkan rasa hormat dan pengakuan akan kebesaran-Nya. Rasa takut dan gentar ini adalah suatu kesadaran bahwa kita hidup di hadapan Sang Pencipta yang memiliki kuasa atas segala sesuatu. Biarlah rasa takut dan gentar itu mendorong kita untuk hidup dalam ketaatan, menjauh dari dosa, dan berusaha untuk hidup sesuai dengan kehendak-Nya. Mari kita berdoa agar Roh Kudus memberikan kita kepekaan untuk mengenali kehadiran-Nya dalam hidup kita, agar kita dapat hidup dengan rasa hormat yang tulus kepada-Nya. Dengan demikian, kita dapat menjalani hidup yang berkenan di hadapan Tuhan dan menjadi saksi yang baik dalam dunia ini.

[BREAD OF LIFE – GIVES LIFE] BOL 365 | DAY 276

Rabu, 2 Oktober 2024 Pembacaan Alkitab, Yesaya 4 – 6 INI AKU, UTUSLAH AKU Lalu aku mendengar suara Tuhan berkata: “Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?” Maka sahutku: “Ini aku, utuslah aku!” Yesaya 6:8 Yesaya menunjukkan sikap yang siap sedia. Hal Ini mengingatkan dan mengajarkan setiap kita untuk selalu terbuka terhadap panggilan Tuhan dalam hidup. meskipun itu mungkin tidak mudah namun Setiap orang memiliki panggilan khusus dari Tuhan yang berbeda-beda. Kenali dan ketahuilah apa yang Tuhan inginkan dari kita dan selalu bersedia menjawab panggilan-Nya. Yesaya menjawab panggipan-Nya dengan tindakan nyata. Hal ini mengajarkan pada kita bahwa iman yang sejati ditunjukkan melalui tindakan, bukan hanya kata-kata. Ketika kita Menjawab panggilan Tuhan maka ⅝hal itu dapat membawa dampak yang besar, bagi diri kita maupun bagi orang lain. Tuhan memakai hidup kita untuk menjadi alat-Nya yang menyebarkan kasih-Nya di dunia ini. Mendengar, melihat, dan merespons panggilan Tuhan dengan kerendahan hati merupakan sikap kita, dalam menjawab panggilan Tuhan. David Platt: “Kita tidak hanya dipanggil untuk percaya, tetapi juga untuk bertindak. Siap diutus berarti menjalani hidup yang siap untuk misi Tuhan.”