Rabu, 16 Oktober 2024 Pembacaan Alkitab, Yesaya 46-48 ADA TUHAN YANG MELIHAT Engkau tadinya merasa aman dalam kejahatanmu, katamu: “Tiada yang melihat aku!”(Yesaya 47:10a) Ini yang sering terjadi yaitu menyimpan dosa dan kejahatan dan terus mengulanginya karena berpikir tidak ada yang melihat, tidak ada yang tahu. Jangan lupa bahwa ada Tuhan yang maha tahu dan DIA mengetahui semuanya bahkan yang tersembunyi dalam hatipun, Tuhan mengetahuinya. Sadarilah bahwa tidak ada yang tersembunyi di hadapan Tuhan, maka setiap dosa dan kejahatan haruslah diakui. Sebagai anak Tuhan hiduplah dalam kejujuran dan ketulusan. Berani akui dosa dan bertobat akan membuat hidup ini limpah dengan anugerah Tuhan dan yang lebih penting, jangan lagi melakukan dan menyimpan dosa Ketulusan dan kejujuran kiranya mengawal aku, sebab aku menanti-nantikan Engkau [Mazmur 25:21]
Selasa, 15 Oktober 2024 Pembacaan Alkitab, Yesaya 43-45 HORMATILAH TUHAN Celakalah orang yang berbantah dengan Pembentuknya; dia tidak lain dari beling periuk saja! Adakah tanah liat berkata kepada pembentuknya: “Apakah yang kaubuat?” atau yang telah dibuatnya: “Engkau tidak punya tangan!”(Yesaya 45:9) Mengapa adalah Kata pertama yang seringkali keluar dari mulut saat sedang mengalami sesuatu yang tidak baik. Banyak orang menjadi tidak puas dengan keadaannya sehingga menyalahkan Tuhan bahkan berbantah dengan Tuhan dan kemudian menyalahkan orang lain dan juga berbantah dengan orang lain Tidaklah baik berbantah dengan Tuhan karena DIA adalah Tuhan dan kita adalah manusia ciptaanNYA. Hormatilah DIA, dengan apa yang kita miliki sekarang dan bersyukurlah dengan Apa yang sedang dihadapi sekarang, baik atau tidak baik tetaplah bersyukurlah, karena Tuhan tahu yang terbaik bagi kita, DIA adalah Tuhan yang berdaulat atas hidup kita Jika kita rindu hidup dalam anugerah dan berkatNYA, hormatilah DIA. Tidak ada dari kita yang mau celaka dan berjalan menuju kehancuran, sebab itu, janganlah berbantah dengan Tuhan. DIA begitu menyayangi kita, mengindahkan kita, peduli dengan kita Apakah manusia, sehingga Engkau mengingatnya? Apakah anak manusia, sehingga Engkau mengindahkannya? (Mazmur 8:5)
Senin, 14 Oktober 2024 Pembacaan Alkitab, Yesaya 40-42 NANTIKANLAH TUHAN “Tetapi orang-orang yang menanti-nantikan Tuhan mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.” Yesaya 40:31 Sekuat dan sehebat apapun, tidak ada seorangpun yang tidak akan merasakan kelelahan. Kekuatan akan habis pada waktunya, semangat yang tinggi akan pudar seiring waktu, dan pengharapan seakan-akan hilang tanpa dirasakan. Tetapi jika kita mau berdiam dalam hadirat Tuhan dan menantikan Dia, maka Tuhan akan memberikan kekuatan baru dan melimpahkan anugerahNya bagi kita. Tuhan mengetahui keadaan kita jauh melampai apa yang dapat kita curahkan dihadapan-Nya. Sekalipun seolah tidak mengerti sampai kapan harus menanti, tapi tetaplah menanti, tetaplah berdiam dalam hadiratNya, maka tubuh, jiwa, roh kita akan kembali disegarkan, dikuatkan, bagai rajawali yang diperbaharui kekuatannya begitu juga dengan kita. Kekuatan kita semakin bertambah; kita menjadi semakin kuat, tidak lelah dan tidak lesu Nantikanlah Tuhan, beri waktu untuk duduk di kakiNya, bersyukur padaNya dan menikmati kehadiranNya ”Nantikanlah Tuhan ! Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu! Ya, nantikanlah Tuhan !” Mazmur 27:14
Minggu, 13 Oktober 2024 Pembacaan Alkitab, Yesaya 37-39 TUHAN LAH PEMBELA KU “Melalui jalan, dari mana ia datang, ia akan pulang, tetapi ke kota ini ia tidak akan masuk, demikianlah firman Tuhan. Dan Aku akan memagari kota ini untuk menyelamatkannya, oleh karena Aku dan oleh karena Daud, hamba-Ku.” Yesaya 37:34-35 Raja Hizkia dan umat Israel berseru kepada Tuhan, atas ancaman yang diberikan oleh raja Asyur dan pasukan bala tentaranya. Mereka mengancam, merendahkan, bahkan memandang rendah Allah Israel yang hidup. ketakutan dan kekhawatiran besar melanda Raja Hizkia dan seluruh rakyat. Tetapi mereka ingat kepada Tuhan dan mulai berseru kepada Allah Israel yang hidup, Tuhan semesta alam yang maha besar dan dahsyat Mungkin kita sedang dalam kondisi seperti yang di alami oleh Hizkia, menerima ancaman, direndahkan, diremehkan. Janganlah menjadi tawar hati, berserulah kepada Tuhan, cari wajahNya dan adukanlah segala perkara kepadaNya. Janganlah bertindak dengan kekuatan sendiri, andalkan Tuhan dan biarlah Tuhan yang membela kita. Berharaplah dan Percayalah hanya kepada Tuhan ! “Berharaplah kepada Tuhan , hai Israel! Sebab pada Tuhan ada kasih setia, dan Ia banyak kali mengadakan pembebasan.” Mazmur 130:7
Sabtu, 12 Oktober 2024 Pembacaan Alkitab, Yesaya 34-36 KEGIRANGAN DAN SUKACITA “dan orang-orang yang dibebaskan Tuhan akan pulang dan masuk ke Sion dengan bersorak-sorai, sedang sukacita abadi meliputi mereka; kegirangan dan sukacita akan memenuhi mereka, kedukaan dan keluh kesah akan menjauh.” [Yesaya 35:10] Untuk setiap jawaban doa dan harapan yang terpenuhi pastinya akan membawa kegirangan yang besar. Seperti bangsa Israel yang dibebaskan dari segala kesesakannya dan dapat kembali pulang ke Sion, mereka dipenuhi dengan kegirangan dan sorak-sorai, sebuah sukacita yang besar memenuhi mereka; Dalam keadaan tertekan. Terbelenggu dan dalam kesesakan. Ingatlah bahwa kita punya Tuhan sumber kegirangan serta sukacita yang abadi, Ia sanggup membebaskan, menolong dan memberkati kehidupan kita sehingga kegirangan dan sukacita besar dapat kita rasakan “Tuhan telah melakukan perkara besar kepada kita, maka kita bersukacita.” [Mazmur 126:3]
Jumat, 11 Oktober 2024 Pembacaan Alkitab: Yesaya 31–33 “HAKIM DAN RAJA YANG MENYELAMATKAN” “Sebab TUHAN ialah Hakim kita, TUHAN ialah yang memberi hukum bagi kita; TUHAN ialah Raja kita, Dia akan menyelamatkan kita.” (Yesaya 33:22) Memang tidak mudah untuk tetap bisa hidup benar di zaman modern dengan segala perkembangan teknologi dan dinamika sosialnya. Perubahan nilai-nilai moralitas dalam masyarakat dunia yang semakin lama semakin menurun akan berbenturan dengan nilai-nilai kekristenan, ini menjadi tantangan bagi orang percaya. Bukankah kita sering melihat ketidakadilan terjadi di depan mata, tanpa bisa berbuat apa-apa? Segala masalah baru ini membuat banyak orang di luar sana menjadi putus asa, karena tampaknya tidak ada seorang pun yang dapat membela mereka, sebab tidak ada keadilan bagi mereka di dunia ini. Tetapi sebagai umat Allah, kita memiliki pengharapan yang besar, karena Tuhan adalah hakim kita – TUHAN akan menjadi sumber kebahagiaan, kebenaran, dan kesejahteraan bagi kita. Kehadiran-Nya akan menjadi berkat bagi kita, membawa sukacita dan damai sejahtera di dalam diri kita. Tuhan memberi hukum bagi kita; Ia telah menetapkan hukum-hukum bagi kita sebagai umat-Nya, menuliskannya di dalam hati kita, dan bahkan menaruh Roh-Nya yang Kudus di dalam diri kita, kehadiran-Nya di dalam diri kita inilah yang memampukan kita untuk menaati segala hukum tersebut. Tuhan Allah adalah Raja kita, dan kita adalah rakyat-Nya. Di dalam pemerintahan Kerajaan Allah kita akan mengalami keadilan, perlindungan, dan rasa aman yang sesungguhnya, karena di dalam Kerajaan Allah ada kebenaran, damai sejahtera, dan sukacita oleh Roh Kudus. Tuhanlah pengharapan kita, Ia telah menyelamatkan kita dan menebus kita dari segala dosa, Ia memberi anugerah keselamatan yang kekal bagi kita. Tuhan menyelamatkan kita dari para musuh yang ingin menjerat dan mendakwa kita, yaitu Iblis dan orang-orang jahat yang ada dalam kekuasaan iblis. Di dalam setiap pergumulan masalah janganlah takut, asalkan kita hidup dalam kebenaran dan kekudusan Allah, maka Ia sendiri yang akan membela perkara kita. Tuhan Yesus adalah sang Penasehat Ajaib bagi kita, Ia akan memberitahukan jalan-jalan-Nya supaya kita melangkah di dalamnya dan mencapai kemenangan di ujung jalan itu.
Kamis, 10 Oktober 2024 Pembacaan Alkitab: Yesaya 28–30 “KEKUATAN DALAM KETENANGAN” “Sebab beginilah firman Tuhan ALLAH, Yang Mahakudus, Allah Israel: “Dengan bertobat dan tinggal diam kamu akan diselamatkan, dalam tinggal tenang dan percaya terletak kekuatanmu.” Tetapi kamu enggan.” (Yesaya 30:15) Suatu saat kota Yerusalem akan diserang oleh Asyur, segala persiapan perang sedang dilakukan oleh raja Sanherib. Mendengar ancaman ini banyak orang Yehuda yang menjadi takut. Sebagian dari mereka berangkat ke Mesir untuk memohon agar Firaun melindungi mereka dari serangan Asyur. Oleh karena kelakuan orang-orang Yehuda yang mengandalkan Mesir itu, maka Tuhan menegur orang Yehuda melalui nabi Yesaya. Dengan bertobat (kembali kepada Allah) dan berdiam diri (bersandar dengan tenang kepada Allah) mereka akan diselamatkan dari kehancuran yang dibawa oleh bangsa Asyur. Hal ini terjadi apabila orang Yehuda tidak memohon pertolongan dan mencari persekutuan dengan Mesir. Dalam ketenangan (keadaan pikiran yang tenang dan terkendali) dan dalam kepercayaan (menaruh kepercayaan penuh kepada Tuhan) mereka akan menjadi kuat. Ketika mereka mengandalkan Tuhan, maka Ia akan menjadi kekuatan bagi mereka; musuh tidak akan dapat mengalahkan dan menaklukkan mereka. Dalam menghadapi segala permasalahan kehidupan, banyak orang mengandalkan pertolongan manusia, padahal pertolongan manusia sangat terbatas. Bukan hanya itu, orang yang mengandalkan manusia akan terkutuk. Tetapi sebagai orang percaya, hendaklah kita selalu mengandalkan Tuhan. Berdiam dirilah – mulai bersandar pada Tuhan, jadilah tenang walaupun keadaan demikian menekan dan menyedihkan, lalu mulailah percaya kepada Tuhan; maka Tuhan yang menjadi sumber kekuatan akan menolong kita dengan segala kebaikan-Nya. Dalam ketenangan di hadirat Tuhan, kita akan mendapat kekuatan yang baru.
Sabtu, 19 Oktober 2024 Pembacaan Alkitab, Yesaya 55 – 57 SERUAN UNTUK MENDEKAT Sendengkanlah telingamu dan datanglah kepada-Ku; dengarkanlah, maka kamu akan hidup! Aku hendak mengikat perjanjian abadi dengan kamu, menurut kasih setia yang teguh yang Kujanjikan kepada Daud. Yesaya 55:3 Tuhan berseru kepada umat-Nya untuk mendekat agar dapat mendengarkan-Nya dan menerima janji-Nya. Hal pertama yang perlu diperhatikan adalah pentingnya mendengarkan suara Tuhan. Dalam dunia yang penuh dengan kebisingan dan distraksi, kita sering kali terjebak dalam rutinitas dan kehilangan momen saat Tuhan berbicara kepada kita. Tuhan mengingatkan kita untuk meluangkan waktu dalam kesunyian, berdoa, dan merenungkan firman-Nya, sehingga kita dapat memperoleh petunjuk dan kebijaksanaan yang diperlukan dalam perjalanan hidup kita. Hal kedua adalah tentang janji kehidupan yang melimpah. Tuhan ingin memberikan pada kita kelimpahan yang utuh secara Rohani, jiwani dan jasmani. Saat kita menerima firman-Nya dan menjalin hubungan yang lebih dekat dengan-Nya maka kita akan menemukan makna sejati dalam hidup, yakni damai sejahtera, sukacita, dan tujuan yang tidak tergoyahkan. Renungkanlah Apakah kita benar-benar mendengarkan dan bersedia untuk mendekat kepada-Nya? Dalam setiap aspek hidup kita? Mulai saat ini buatlah komitmen untuk mencari Tuhan dengan lebih sungguh-sungguh, karena hanya di dalam Dia kita dapat menemukan kebahagiaan dan kehidupan yang sejati.