Kamis, 8 Juni 2023 Pembacaan Alkitab: Yosua 19–20 “KOTA PERLINDUNGAN YANG KOKOH” Berfirmanlah TUHAN kepada Yosua, demikian: “Katakanlah kepada orang Israel, begini: Tentukanlah bagimu kota-kota perlindungan, yang telah Kusebutkan kepadamu dengan perantaraan Musa, supaya siapa yang membunuh seseorang dengan tidak sengaja, dengan tidak ada niat lebih dahulu, dapat melarikan diri ke sana, sehingga kota-kota itu menjadi tempat perlindungan bagimu terhadap penuntut tebusan darah.” (Yosua 20:1-3) Setelah Yosua berhasil memimpin bangsa Israel memasuki Tanah Kanaan dan menaklukkan semua lawan mereka, maka mulailah dilakukan undian untuk pembagian tanah pusaka bagi setiap suku Israel, sesuai dengan perintah Tuhan. Selain menetapkan tanah pusaka, Tuhan juga memerintahkan Yosua untuk menentukan kota-kota perlindungan. Kota perlindungan dimaksudkan untuk melindungi seorang yang tidak sengaja mencelakai orang lain sampai mati. Orang itu bisa menghindarkan diri dari hukuman langsung atau pembalasan dendam, dengan cara lari ke kota perlindungan, sebelum ia diadili dalam rapat jemaat. Daud sering menyebutkan tentang kota benteng – tempat perlindungan di dalam tulisannya. Tuhan selalu menjadi kota perlindungan bagi Daud, seorang yang sering melakukan kesalahan dan dosa, tetapi kemudian juga selalu memperoleh kemurahan dan pengampunan dari Tuhan. Bukankah kita juga sering melakukan kesalahan dan pelanggaran seperti Daud? Walaupun mungkin orang lain tidak tahu, tetapi pasti ada rasa tertuduh, karena sepertinya sulit untuk terbebas dari semua tuduhan pendakwa kita, si Iblis. Lalu kemudian mulailah timbul rasa takut terhadap hukuman yang nanti akan kita terima. Tetapi ada sebuah tempat perlindungan yang teguh, dan itu bukanlah 6 kota yang telah ditetapkan oleh Yosua. Kota perlindungan kita adalah pribadi Yang Agung, Mahakasih, dan penuh pengampunan. Tuhan Yesus membuka tangan-Nya, siap menyambut siapa pun yang mau datang kepada-Nya. Maukah kita datang kepada-Nya? Ada kota perlindungan yang pintunya selalu terbuka, siap memberikan perlindungan yang sempurna bagi siapa saja yang mau masuk kedalamnya. Tuhan adalah kota perlindungan yang kokoh.
Rabu, 7 Juni 2023 Pembacaan Alkitab; Yosua 17- 18 KEMALASAN MENGHAMBAT BERKAT TUHAN Sebab itu berkatalah Yosua kepada orang Israel: “Berapa lama lagi kamu bermalas-malas, sehingga tidak pergi menduduki negeri yang telah diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allah nenek moyangmu? (Yosua 18:3) Kemalasan adalah sikap enggan melakukan tugas, enggan bekerja keras, atau enggan berusaha dengan sungguh- sungguh. Hal ini dapat menjadi penghalang yang kuat bagi kita untuk menerima berkat dari Tuhan, padahal berkat-Nya selalu tersedia bagi kita. Kemalasan ini pun mendorong kita untuk menunda-nunda atau tidak memiliki motivasi untuk bergerak maju untuk melakukan apa yang Tuhan mau. Yosua menegur tujuh suku Israel karena mereka belum mendapatkan bagian tanah yang seharusnya menjadi milik mereka. Meskipun mereka menyadari situasinya, mereka tidak mengambil tindakan untuk mendapatkan tanah tersebut. Yosua menegur mereka karena sikap malas yang ditunjukkan oleh mereka. Mereka seharusnya bergerak cepat untuk menaklukkan tanah-tanah yang Allah akan berikan kepada mereka. Pengalaman orang Israel mengajarkan kita sebuah pelajaran penting. Ketika kita terjebak dalam kemalasan, maka kita sedang melewatkan peluang dan berkat yang Tuhan sudah sediakan bagi kita. Tuhan Yesus menghendaki kita untuk bekerja dengan tekun, memberikan yang terbaik dalam setiap tugas yang Ia percayakan kepada kita. Mengatasi kemalasan bukanlah hal yang mudah, tetapi ini merupakan salah satu tantangan yang harus kita hadapi, kita harus memiliki tekad untuk melawan kemalasan. Kita harus mengubah pola pikir kita, yang akan memotivasi diri kita sendiri, dan mencari pertolongan Tuhan untuk mengatasi kelemahan ini agar kita tidak menjadi penghambat untuk menerima berkat Tuhan. Bekerjalah dengan rajin, sebab itulah kehendak Tuhan. Saat kita tidak malas dan bersedia untuk bekerja dengan tekun, maka berkat yang Tuhan sudah janjikan bagi kita pasti kita terima.
Selasa, 6 Juni 2023 Pembacaan Alkitab: Yosua 15 – 16 BERTANGGUNG JAWAB ATAS PEMBERIAN TUHAN Bagian yang diundikan kepada suku bani Yehuda menurut kaum-kaum mereka adalah sampai ke batas tanah Edom, sampai ke padang gurun Zin ke selatan, di ujung selatan. (Yosua 15:1) Jika kita memiliki tanah, tentu kita akan mengurus pembuatan sertifikat tanah tersebut sebagai bukti bahwa tanah itu adalah milik kita. Selain itu, sertifikat tanah tersebut juga menunjukkan bagian mana yang merupakan hak milik dan tanggung jawab kita, serta mana yang bukan. Pada saat itu, Allah juga memberikan tanah kepada bangsa Israel, tanah yang dimiliki oleh mereka adalah hasil perjanjian dengan anugerah Tuhan. Tanah tersebut berfungsi sebagai tanda pengenal atau identitas bahwa mereka adalah umat Allah. Masing-masing suku tidak boleh mengambil bagian tanah yang Allah sudah berikan kepada suku lain. Mereka harus bertanggung jawab dan mengelola apa yang Allah sudah berikan kepada mereka. Pada saat itu suku Yehuda mendapatkan bagian sampai ke batas tanah Edom, sampai ke padang gurun Zin ke selatan, di ujung selatan (ay. 1), dan masih ada batas-batas di sebelah barat, timur dan utara. Batas teritorial itu kemudian harus dijaga dan dihormati bersama-sama oleh mereka. Firman Tuhan hari ini mengajarkan kita bahwa setiap orang memiliki berkatnya masing-masing. Sebab itu, kita harus bertanggung jawab dengan apa yang Tuhan sudah berikan kepada kita dan tidak perlu iri dengan apa yang orang lain miliki. Kita tidak perlu menjadi orang yang serakah dengan menguasai atau mengambil milik orang lain. Kita harus menujukkan rasa syukur kita kepada Tuhan Yesus dengan memaksimalkan setiap potensi yang Tuhan sudah berikan. Pergunakanlah setiap pemberian Tuhan dengan jujur & bertanggung jawab agar dapat memberkati orang lain, dan memenuhi rencana Nya bagi hidup kita. Pergunakanlah setiap pemberian Tuhan untuk kemuliaan nama Nya.
Senin, 5 Juni 2023 Pembacaan Alkitab: Yosua 13 – 14 GUNAKAN WAKTU DENGAN BIJAKSANA Setelah Yosua menjadi tua dan lanjut umurnya, berfirmanlah TUHAN kepadanya: “Engkau telah tua dan lanjut umur, dan dari negeri ini masih amat banyak yang belum diduduki. (Yosua 13:1) Kita pasti pernah mendengar frasa “menjadi tua itu pasti, tetapi menjadi dewasa itu pilihan! Kita tidak bisa melawan hukum ini. Kapan waktu kita dipanggil Tuhan pun tidak ada yang tahu Dengan keadaan seperti ini membuat kita untuk terus mengoreksi diri, apakah sampai saat ini kita sudah menggunakan waktu dengan bijaksana? Yosua telah menjadi tua dan lanjut umur (ayat 1). Namun dalam usia tuanya ternyata masih ada tugas yag dari Tuhan belum selesai. “Negeri ini masih amat banyak yang belum diduduki, ” firman Tuhan kepadanya. Padahal, rencana Allah adalah Israel harus mengambil alih semua tanah Kanaan (ayat 6). Walaupun usia Yosua telah lanjut namun ia tetap mengerjakan & menyelesaikan tugas dari Tuhan, yaitu untuk membagi-bagikan tanah di negeri ini kepada sembilan suku dan setengah suku Manasye. Tanah ini akan menjadi milik pusaka mereka sepanjang masa. Dari Yosua kita belajar bahwa memanfaatkan waktu dengan bijaksana itu berarti menyadari bahwa setiap waktu yang Tuhan berikan sangatlah berharga dan bernilai. Saat kita memahami nilai waktu, kita akan merasa terdorong untuk mengelola dan menggunakan waktu yang kita miliki dengan produktif, bermakna dan bermanfaat. Saat kita masih hidup di dunia ini, kita masih diberikan waktu oleh Tuhan untuk terus menjadi berkat buat banyak orang. Usia bukanlah penghalang untuk menyelesaikan tugas dari Tuhan. Gunakanlah waktu yang ada dalam hidup kita dengan penuh hikmat & bijaksana, karena masih banyak tugas yang harus dikerjakankan.
Minggu, 4 Juni 2023 Pembacaan Alkitab; Yosua 11 – 12 HIDUP DALAM KEMENANGAN & KETENANGAN Demikianlah Yosua merebut seluruh negeri itu sesuai dengan segala yang difirmankan TUHAN kepada Musa. Dan Yosua pun memberikan negeri itu kepada orang Israel menjadi milik pusaka mereka, menurut pembagian suku mereka. Lalu amanlah negeri itu, berhenti dari berperang. (Yosua 11:23) Kemenangan Israel terjadi bukan karena mereka adalah bangsa yang besar atau karena mereka pandai berperang tapi karena Tuhan menyertai & berjalan bersama mereka. Tuhan Bejalan & Menyertai bangsa israel karena mereka taat pada perintah Tuhan dan melakukan segala kehendak Nya, sehingga hal ini menjadi kunci keberhasilan & kemenangan dalam setiap peperangan yang dihadapi bangsa Israel yang pada saat itu dipimpin oleh Yosua. Begitu pula dengan kita, jika kita berjalan Bersama Tuhan dengan Taat dan melakukan segala perintah yang telah di firmankan Nya, maka Ia pasti menyertai & memberikan keberhasilan serta kemenangan atas setiap masalah & tantangan hidup yang kita hadapi. Berjalan Bersama Tuhan berarti juga mempercayakan sepenuhnya hidup kita kepada Tuhan maka kita akan mengalami Kemenangan & Ketenangan.
Sabtu, 3 Juni 2023 Pembacaan Alkitab; Yosua 9 – 10 SELALU MELIBATKAN TUHAN “Lalu orang-orang Israel mengambil bekal orang-orang itu, tetapi tidak meminta keputusan TUHAN.” (Yosua 9:14) Salah satu kelalaian sekaligus kesalahan yang dilakukan Yosua dan para pemimpin Israel pada waktu itu ialah tidak meminta keputusan Tuhan. Mereka langsung mengambil bekal orang-orang Gibeon itu tanpa bertanya kepada Tuhan. Yosua lalai untuk berdoa dan mencari kehendak Allah. Sehingga Tanpa berpikir panjang, mereka mengikat perjanjian yang tidak bisa mereka batalkan & berakibat malapetaka bagi bangsa israel, keputusan yang salah ini membuka peluang bagi orang-orang Kanaan fasik tinggal di tengah-tengah bangsa Israel. Rasa kasihan yang salah dan rasa benar terhadap keputusan diri sendiri membuat Yosua tidak lagi melibatkan Tuhan. Padahal Kita sangat membutuhkan arahan dan petunjuk dari Tuhan sebelum mengambil keputusan apapun dalam hidup ini. Mari Kita belajar dari kesalahan Yosua dan para pemimpin Israel ketika mereka tidak lagi melibatkan Tuhan dalam mengambil keputusan yang Mengakibatkan masalah besar. Yosua dan bangsa Israel terjebak karena mereka tidak meminta kehendak Tuhan dalam situasi tersebut. Kita sangat perlu untuk mencari kehendak-Nya melalui doa, membaca Firman-Nya, dan mencari hikmat Tuhan. Ketika menghadapi situasi yang memerlukan keputusan, penting bagi kita untuk memeriksa dengan teliti dan hati-hati. Hanya karena penampilannya baik, bukan berarti orang tersebut juga baik. Atau sebaliknya karena penampilannya buruk, kita memandang rendah orang tersebut. Ingatlah, setiap keputusan yang kita ambil mendatangkan konsekuensi! Sekecil atau sebesar apapun keputusan yang kita ambil, selalu libatkanlah Tuhan. Sebab keputusan yang dari Tuhan pasti mendatangkan kebaikan bagi kita yang disertai dengan damai sejahtera & sukacita.
Jumat, 02 Juni 2023 Pembacaan Alkitab Yosua 7-8 DOSA TERSEMBUNYI Berkatalah Yosua kepada Akhan: “Anakku, hormatilah TUHAN, Allah Israel, dan mengakulah di hadapan-Nya; katakanlah kepadaku apa yang kauperbuat, jangan sembunyikan kepadaku.” (Yosua 7:19) Dosa yang disembunyikan bukan hanya merugikan diri sendiri, tetapi juga merugikan orang lain. Hal ini yang terjadi dan menimpa bangsa Israel ketika mereka kalah berperang. Kekalahan mereka disebabkan karena dosa Akhan. Ia mengambil barang jarahan yang seharusnya dimusnahkan. Perbuatan Akhan dilandasi karena ketamakan dan ketidaksetiaan pada perjanjian yang Allah telah tetapkan. Akhan mengakui dosa dan kesalahannya. Kita tahu bahwa Allah melihat seluruh perbuatan kita. Oleh karena itu kita harus senantiasa instropeksi diri sehingga kita menyadari apabila ada dosa yang kita lakukan besar atau kecil, sengaja ataupun tidak sengaja baik lisan maupun dalam tindakan kita, maka segeralah meminta ampun dan bertobat kepada Tuhan. Jangan pernah kita sembunyikan dosa dihadapan Allah dan jangan sampai dosa tersebut merugikan diri sendiri dan juga orang lain. Sebab dosa yang terus disimpan akan melahirkan dosa-dosa selanjutnya yang jauh akan membahayakan banyak hal dalam area kehidupan kita. Dan kita tahu bahwa Allah maha tahu dan adil Marilah kita hidup dalam pertobatan dalam setiap waktu, sehingga kita terbebas dari akibat dosa yang akan merugikan diri sendiri dan orang lain.
Kamis, 01 Juni 2023 Pembacaan Alkitab; Yosua 5-6 KETAATAN MENGHASILKAN MUJIZAT Kemudian Yosua bin Nun memanggil para imam dan berkata kepada mereka: “Angkatlah tabut perjanjian itu dan tujuh orang imam harus membawa tujuh sangkakala tanduk domba di depan tabut TUHAN.” Dan kepada bangsa itu dikatakannya: “Majulah, kelilingilah kota itu, dan orang-orang bersenjata harus berjalan di depan tabut TUHAN.” Segera sesudah Yosua berkata kepada bangsa itu, maka berjalanlah maju ketujuh orang imam, yang membawa ketujuh sangkakala tanduk domba itu di hadapan TUHAN, lalu mereka meniup sangkakala, sedang tabut perjanjian TUHAN mengikut mereka. (Yosua 6:6-8) Peristiwa tentang Runtuhnya tembok Yerikho sudah seringkali kita dengar bahkan mungkin sejak kita masih berada di sekolah minggu. Menurut peneliti yang menemukan reruntuhannya menuliskan begitu panjang dan lebarnya serta tingginya tembok tersebut, maka tidak mungkin hanya dengan mengelilinginya runtuhlah tembok tersebut. Bagi kita orang percaya hal tersebut bukanlah sebuah dongeng atau cerita belaka, Karena Tuhan sendiri yang sudah berfirman kepada Yosua dan bangsa Israel bahwa peristiwa itu akan terjadi. Hal itu menunjukan kemahakuasaan Allah. Mujizat dapat terjadi karena bangsa Israel bekerjasama dengan Allah, yaitu dengan Mentaati semua perintah Tuhan. Sehingga Dibawah pimpinan Yosua Mujizat & Keajaiban terjadi. Tuhan juga ingin melakukan Mujizat yang sama pada kita seperti yang Dia lakukan pada bangsa israel. Mari kita mengerjakan bagian kita yaitu Mentaati segala perintah Nya & Tuhan akan mengerjakan apa yang menjadi bagianNya yaitu melakukan Mujizat & keajaiban. Tuhan menghendaki kita untuk menjadi rekan sekerjaNya, jadi sudah seharusnya kita mentaatinya.