Author: Administrator

[BREAD OF LIFE – GIVES LIFE] BOL365 | DAY 298

Kamis, 24 Oktober 2024 Pembacaan Alkitab, 2 Petrus 1 – 3 CARILAH TUHAN Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat. (2 Petrus 3:9) Petrus mengajarkan dua hal penting mengenai kedatangan Yesus yang kedua. Pertama, Tuhan adalah Allah yang kekal dan tidak dapat dibatasi oleh ruang dan waktu. Perspektif tentang waktu Tuhan berbeda dengan waktu manusia. Tentang kapan Ia datang, itu hanya Tuhan yg tahu karena berdasarkan kedaulatan Tuhan. Bagaimana dengan kita? Sikap kita yaitu tetap setia menanti dan berjaga-jaga, supaya ketika Ia datang, kita sudah siap untuk bersama-sama dengan Dia. Kedua, Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya. Meski waktunya terasa lama, tapi bukan berarti Ia melupakan janji kedatangan-Nya. Petrus menyatakan bahwa “penundaan” itu bukan karena Tuhan lalai, melainkan karena kasih-Nya yang besar kepada manusia. Maksudnya ialah Ia masih memberikan waktu bagi manusia untuk bisa mengoreksi diri dan bertobat. Waktu ini merupakan kesempatan untuk kembali kepada Tuhan. Jangan menunda apalagi menunggu lebih lama lagi untuk kembali kepada-Nya. Tujuannya supaya tidak ada yang binasa tapi beroleh keselamatan. Carilah TUHAN selama Ia berkenan ditemui; berserulah kepada-Nya selama Ia dekat! (Yesaya 55:6)

[BREAD OF LIFE – GIVES LIFE] BOL 365 │DAY 297

Rabu, 23 Oktober 2024 Pembacaan Alkitab; 1 Petrus 1-5 Hubungan Allah dan Sesama Hormatilah semua orang, kasihilah saudara-saudaramu, takutlah akan Allah, hormatilah raja! (1 Petrus 2:17) Takut akan Allah dan menghormati orang lain adalah langkah awal membangun suatu hubungan yang menciptakan gaya hidup saling menghargai dan penuh Kasih yang mencerminkan sikap rendahan hati serta pengakuan bahwa setiap orang diciptakan dalam gambar dan rupa Tuhan. Tuhan juga memerintahkan untuk mengasihi saudara kita. Kekuatan kasih ini seharusnya terlihat dalam tindakan kita: saling membantu, memberikan dorongan, dan membangun satu sama lain. Ketika kita saling mengasihi, maka kita sedang menciptakan komunitas yang mencerminkan kasih Tuhan. Takut akan Allah, bukanlah ketakutan yang membuat kita jauh dari-Nya, tetapi lebih kepada rasa hormat dan Cinta terhadap-Nya. Ketika kita hidup dalam takut akan Allah, maka kita akan bertindak dengan jujur, Tulus, Rajin dan penuh Kasih (integritas) Orang yang hidup takut akan Allah akan menghormati pemimpin. Dengan bersikap hormat pada pemimpin maka kita sedang menunjukkan teladan yang baik bagi orang lain,. Mari kita menghormati dan mengasihi saudara-saudara kita, serta hidup dengan integritas di hadapan Tuhan dan dalam masyarakat. Dengan melakukan hal ini, kita tidak hanya menjadi saksi kasih Tuhan tetapi juga menciptakan dunia yang lebih baik bagi semua.

[BREAD OF LIFE – GIVES LIFE] BOL 365 │DAY 296

Selasa, 22 Oktober 2024 Pembacaan Alkitab; Yesaya 64-66 Kasih dan Kebesaran Tuhan Beginilah firman TUHAN: Langit adalah takhta-Ku dan bumi adalah tumpuan kaki-Ku; rumah apakah yang akan kamu dirikan bagi-Ku, dan tempat apakah yang akan menjadi perhentian-Ku? Bukankah tangan-Ku yang membuat semuanya ini, sehingga semuanya ini terjadi? demikianlah firman TUHAN. Tetapi kepada orang inilah Aku memandang: kepada orang yang tertindas dan patah semangatnya dan yang gentar kepada firman-Ku. (Yesaya 66:1-2) Tuhan mengungkapkan kebesaran dan posisi-Nya yang tak tertandingi, bahwa seluruh alam semesta berada di bawah kekuasaan dan pengawasan-Nya. Tuhan adalah pencipta segala sesuatu, dan tidak ada tempat yang dapat menampung-Nya. Pertanyaan Tuhan, “rumah apakah yang akan kamu dirikan bagi-Ku?”, menantang kita untuk merenungkan bagaimana kita dapat memberikan tempat bagi Tuhan dalam hidup kita? Dengan membangun hubungan yang intim dan penuh kasih dengan-Nya, maka kita telah memberikan tempat bagi-Nya untuk berdiam di hati kita Ketika kita melihat keindahan alam dan keajaiban dalam kehidupan sesungguhnya kita sedang diingatkan bahwa Tuhan memiliki rencana dan tujuan yang jauh lebih besar dari apa yang kita bisa lihat. Namun, di balik kebesaran-Nya, Tuhan juga menunjukkan perhatian-Nya kepada mereka yang “tertindas dan patah semangatnya”. Suatu pernyataan yang sangat menghibur bagi kita. Tuhan tidak hanya berkuasa, tetapi juga penuh kasih. Dia memandang kepada mereka yang merasa lemah dan tertekan, dan memberikan perhatian khusus. Biarlah kita tidak hanya mencari Tuhan dalam keadaan baik, tetapi juga dalam saat-saat sulit ketika kita merasa tidak berdaya. Walaupun kebesaran Tuhan tak tertandingi, namun Dia tetap memperhatikan & mengasihi kita, debu tanah yang hina.

[BREAD OF LIFE – GIVES LIFE] BOL 365 │DAY 295

Senin, 21 Oktober 2024 Pembacaan Alkitab; Yesaya 61-63 Hukum dan Perjanjian-Nya Sebab Aku, TUHAN, mencintai hukum, dan membenci perampasan dan kecurangan; Aku akan memberi upahmu dengan tepat, dan akan mengikat perjanjian abadi dengan kamu. (Yesaya 62:8) Tuhan memiliki sifat yang mencintai hukum dan keadilan. Hukum yang dari Tuhan merupakan cerminan dari kasih dan kebenaran-Nya. Hukum yang dicintai Tuhan adalah hukum yang melindungi hak-hak setiap individu dan menciptakan kedamaian dalam masyarakat. Tuhan membenci perampasan dan kecurangan. Setiap tindakan yang merugikan orang lain, baik secara langsung maupun tidak langsung, adalah sesuatu yang tidak sejalan dengan kehendak-Nya. Janji Tuhan untuk memberi upah menunjukkan bahwa setiap tindakan kita, yang baik ataupun buruk, tidak akan terlewatkan oleh-Nya. Dia adalah Tuhan yang adil, yang melihat setiap usaha dan pengorbanan kita. Tuhan berjanji untuk mengikat perjanjian abadi dengan kita, agar kita memiliki hubungan yang erat dan penuh kasih dengan-Nya. Perjanjian ini bukan hanya sekadar kata-kata, tetapi merupakan komitmen dari Tuhan untuk selalu ada bagi kita dengan memberikan perlindungan dan tuntunan dalam langkah kehidupan kita. Ingatlah bahwa Tuhan melihat setiap tindakan kita dan menawarkan perjanjian abadi yang penuh kasih, untuk itu marilah kita berusaha agar hidup sesuai dengan kehendak-Nya, membawa keadilan dan kasih bagi orang disekitar kita

[BREAD OF LIFE – GIVES LIFE] BOL 365 | DAY 294

Minggu, 20 Oktober 2024 Pembacaan Alkitab, Yesaya 58 – 60 HUBUNGAN YANG TERPUTUS Sesungguhnya, tangan TUHAN tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengar; tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu. Yesaya 59:1-2 Dosa menjadi penghalang utama dalam hubungan kita dengan Tuhan. Dosa dan ketidaktaatan bukan hanya memisahkan kita dari Tuhan, tetapi juga membuat kita sulit mendengar suara-Nya. Tuhan tidak menginginkan kita terjebak dalam rasa putus asa atau jauh dari-Nya. Biarlah kita menjadi sadar akan pentingnya hubungan dengan Tuhan. Seringkali, kita terjebak dalam kesibukan atau bahkan dalam dosa yang kita anggap sepele, sehingga tanpa diaadati kita telah menjauh dari-Nya. Meskipun begitu, Tuhan selalu menginginkan kita untuk kembali kepada-Nya. Pertobatan adalah langkah pertama yang harus kita ambil untuk memulihkan hubungan yang telah terganggu. Ketika kita dengan tulus mengakui kesalahan kita, Tuhan selalu siap untuk mendengar dan mengampuni. Dia adalah sumber pemulihan yang sejati. Dalam setiap langkah perjalanan kita, marilah kita mengandalkan kasih-Nya yang tidak pernah berkesudahan. Mendekat kepada-Nya, mengakui kesalahan, dan merasakan kasih serta pengampunan yang selalu tersedia. Dengan demikian, kita dapat merasakan kehadiran-Nya yang mengubah hidup dan membawa kita kembali ke dalam hubungan yang intim dengan DIA.

[BREAD OF LIFE – GIVES LIFE] BOL 365 | DAY 293

Sabtu, 19 Oktober 2024 Pembacaan Alkitab, Yesaya 55 – 57 SERUAN UNTUK MENDEKAT Sendengkanlah telingamu dan datanglah kepada-Ku; dengarkanlah, maka kamu akan hidup! Aku hendak mengikat perjanjian abadi dengan kamu, menurut kasih setia yang teguh yang Kujanjikan kepada Daud. Yesaya 55:3 Tuhan berseru kepada umat-Nya untuk mendekat agar dapat mendengarkan-Nya dan menerima janji-Nya. Hal pertama yang perlu diperhatikan adalah pentingnya mendengarkan suara Tuhan. Dalam dunia yang penuh dengan kebisingan dan distraksi, kita sering kali terjebak dalam rutinitas dan kehilangan momen saat Tuhan berbicara kepada kita. Tuhan mengingatkan kita untuk meluangkan waktu dalam kesunyian, berdoa, dan merenungkan firman-Nya, sehingga kita dapat memperoleh petunjuk dan kebijaksanaan yang diperlukan dalam perjalanan hidup kita. Hal kedua adalah tentang janji kehidupan yang melimpah. Tuhan ingin memberikan pada kita kelimpahan yang utuh secara Rohani, jiwani dan jasmani. Saat kita menerima firman-Nya dan menjalin hubungan yang lebih dekat dengan-Nya maka kita akan menemukan makna sejati dalam hidup, yakni damai sejahtera, sukacita, dan tujuan yang tidak tergoyahkan. Renungkanlah Apakah kita benar-benar mendengarkan dan bersedia untuk mendekat kepada-Nya? Dalam setiap aspek hidup kita? Mulai saat ini buatlah komitmen untuk mencari Tuhan dengan lebih sungguh-sungguh, karena hanya di dalam Dia kita dapat menemukan kebahagiaan dan kehidupan yang sejati.

[BREAD OF LIFE – GIVES LIFE] BOL 365 | DAY 292

Jumat, 18 Oktober 2024 Pembacaan Alkitab, Yesaya 52 – 54 ALLAH tidak pernah melupakan umat-NYA Sebab itu umat-Ku akan mengenal nama-Ku dan pada waktu itu mereka akan mengerti bahwa Akulah Dia yang berbicara, ya Aku! Yesaya 52:6 Disini kita dapat melihat keadaan umat Tuhan yang berada dalam penindasan dan kesengsaraan, di mana mereka merasakan ketidakberdayaan akibat perbudakan dan penganiayaan. Nabi Yesaya menegaskan bahwa Allah tidak pernah melupakan umat-Nya, Dia akan datang untuk membebaskan mereka dari semua penderitaan yang dialaminya. Pesan ini sangat penting bagi kita, karena mengingatkan kepada setiap umatNya, bahwa pertolongan Tuhan dan penyertaanNya selalu ada disetiap keadaan dan situasi. Mengenal Tuhan adalah perjalanan yang berkelanjutan. Saat kita menjalin hubungan yang lebih dekat dengan-Nya, kita akan semakin mengenal kasih, kuasa, dan janji-janji-Nya, serta menemukan ketenangan dan harapan di tengah kehidupan yang penuh tantangan. Pengalaman dalam penderitaan seringkali membawa pelajaran berharga yang menguatkan iman kita dan menumbuhkan ketekunan dalam berjalan bersama-Nya. Marilah kita terus bersyukur atas pertolongan dan kesetiaan-Nya. Mintalah Roh Kudus untuk selalu menuntun setiap langkah kita, agar setiap tindakan kita dapat menjadi bukti nyata dari kebebasan dan kebesaran yang Tuhan nyatakan dalam hidup ini.

[BREAD OF LIFE – GIVES LIFE] BOL 365 | DAY 291

Kamis, 17 Oktober 2024 Pembacaan Alkitab, Yesaya 49-51 TEGUHKAN HATIMU Tetapi Tuhan ALLAH menolong aku; sebab itu aku tidak mendapat noda. Sebab itu aku meneguhkan hatiku seperti keteguhan gunung batu karena aku tahu, bahwa aku tidak akan mendapat malu. (Yesaya 50:7) Standar keteguhan hati yang harus dimiliki adalah seperti keteguhan gunung batu yang begitu kokoh, tidak goyang, tidak bergeser bahkan tidak runtuh. Seteguh itulah kekuatan hati yang harus dimiliki setiap anak Tuhan. Jika tawar hati, kekuatan menjadi kecil. Jika sakit hati, akan berpengaruh buruk pada perbuatan dan perkataan. Jika hati menjadi pahit, hidup akan menjadi rusak Hati yang teguh adalah hati tempat benih Firman Tuhan bertumbuh, hati yang sudah dipulihkan dan menjadi baru, hati yang penuh dengan iman, pengharapan dan kasih. Milikilah hati yang teguh yang siap melepaskan pengampunan jika disakiti, yang terus bersyukur pada Tuhan dalam setiap keadaan Keteguhan hati membuat kita tidak goyah akan pengharapan iman pada Yesus