Jumat, 1 Nov 2024 Pembacaan Alkitab, Yeremia 22-24 TUHAN MAHA HADIR Masakan Aku ini hanya Allah yang dari dekat, demikianlah firman TUHAN, dan bukan Allah yang dari jauh juga? Yeremia 23:23 JEHOVAH SHAMMAH yang artinya The LORD is there, Tuhan hadir di situ, Tuhan yang ada di mana saja, Tuhan yang selalu hadir di setiap waktu, setiap musim dan di mana saja, Tuhan yang ada di rumah kita, tapi DIA juga Tuhan yang ada di kantor, di sekolah, dimana saja kita berada. DIA Tuhan yang Omnipresent. Tuhan yang tidak terbatas atau dibatasi oleh ruang dan waktu Menyadari hal ini maka sebagai anak-anak Tuhan, kita akan punya rasa aman dan tidak takut karena selalu ada Tuhan dalam hidup ini. Kita tidak berjalan sendiri karena ada Tuhan bersama kita. Ada Tuhan sekarang ini, ada Tuhan di masa depan kita. Kita menyembah Tuhan yang selalu ada untuk kita, DIA menyertai kita, melindungi dan memberkati kidup kita Jalanilah hidup ini bersama DIA dan jangan takut sendiri. Dari dekat, dari jauh, ada Tuhan bersama kita
Kamis, 31 Oktober 2024 Pembacaan Alkitab, Yeremia 19-21 MILIKI SEMANGAT YANG BARU “Tetapi apabila aku berpikir: ”Aku tidak mau mengingat Dia dan tidak mau mengucapkan firman lagi demi nama-Nya”, maka dalam hatiku ada sesuatu yang seperti api yang menyala-nyala, terkurung dalam tulang-tulangku; aku berlelah-lelah untuk menahannya, tetapi aku tidak sanggup.” (Yeremia 20 : 9) Yeremia adalah seorang nabi, banyak tekanan dan kondisi yang ia alami, yang membuatnya seringkali mengalami kelelahan bahkan hampir putus asa, dan Yeremia menyampaikan keluhannya kepada Tuhan, Allah Israel. Yeremia dalam pikirannya seakan tidak mau mengingat Tuhan dan mengucapkan Firman-Nya, tetapi sesuatu yang menyala dalam hatinya, bagaikan api yang terkurung dalam tulang-tulangnya, yang membuat Yeremia tidak dapat menahannya Api yang dialami oleh Yeremia adalah kekuatan dari Tuhan, yaitu suatu kekuatan yang membangkitkan semangat dalam setiap kehidupan orang percaya. Oleh sebab itu, untuk kembali memiliki kekuatan dan semangat yang baru, ingatlah akan setiap janji Tuhan dan andalkan Roh Kudus yang akan memampukan kita untuk dapat berdoa, mengucap syukur, memuji dan menyembah Tuhan yang akan memberi kesegaran serta semangat bagi jiwa serta roh kita Dengan semangat yang baru, bergiatlah dalam Tuhan, bergairah dalam melayani dan dapat bertahan hadapi apapun Orang yang bersemangat dapat menanggung penderitaannya, tetapi siapa akan memulihkan semangat yang patah? (Amsal 18:14)
Rabu, 30 Oktober 2024 Pembacaan Alkitab, Yeremia 16-18 TUHAN MEMPERHATIKAN KU “Perhatikanlah aku, ya Tuhan, dan dengarkanlah suara pengaduanku!” Yeremia 18:19 Nabi Yeremia berseru, berdoa dan bersyafaat bagi bangsanya dan kondisi yang mereka alami lalu Tuhan memperhatikannya Bagaimana dengan hidup kita? banyak tantangan, pergumulan dan rintangan; kemanakah kita berseru? adakah seruan kita menjadi sebuah doa, permohanan atau menjadi sebuah ucapan syukur oleh karena iman percaya kepada setiap janji yang Tuhan berikan Mari belajar untuk berseru hanya kepada Tuhan, sebab Dia sangat mengasihi dan memperhatikan kita. Seperti Tuhan memperhatikan Yeremia, demikian juga Dia menperhatikan kita. Setiap seruan dan pengaduan Tuhan mendengar. Tuhan mengerti Setiap doa dan pasti dijawab-NYA sesuai waktu serta kehendak-NYA. Percayalah, Tuhan memperhatikan hidup kita, DIA akan menyelesaikan semuanya bagi kita Aku berseru kepada Allah, Yang Mahatinggi, kepada Allah yang menyelesaikannya bagiku [Mazmur 57:3]
Selasa, 29 Oktober 2024 Pembacaan Alkitab: Yeremia 13–15 “MENIKMATI FIRMAN TUHAN” “Apabila aku bertemu dengan perkataan-perkataan-Mu, maka aku menikmatinya; firman-Mu itu menjadi kegirangan bagiku, dan menjadi kesukaan hatiku, sebab nama-Mu telah diserukan atasku, ya TUHAN, Allah semesta alam.” (Yeremia 15:16) Saat mendengar bahwa Tuhan akan menghukum Israel karena banyaknya pelanggaran bangsa itu kepada Tuhan, nabi Yeremia menjadi pedih hatinya. Tetapi dalam pergumulan beratnya itu ia mendapatkan penghiburan, Saat ia kembali mengingat firman Tuhan. Pesan-pesan yang berasal dari Tuhan itu disambutnya dengan gembira layaknya makanan bagi orang yang kelaparan; Yeremia menerimanya dengan sukacita, mencernanya di dalam pikirannya, dan menyimpannya baik-baik dalam ingatannya. Demikianlah seharusnya saat kita mengingat pengajaran firman Tuhan. Firman itu berasal dari Tuhan, bukan karangan manusia. Pengajaran dalam Alkitab itu menjadi makanan bagi jiwa, yang lapar; itulah makanan yang manis, lezat, menyehatkan, dan menguatkan jiwa kita. Firman yang didengar yang dilakukan dengan iman akan membangun roh kita. Firman Tuhan seharusnya menjadi sukacita dan kegirangan bagi hati kita. Sebab melalui firman itu kita ditegur, menjadi bertobat, mengetahui keselamatan, dibangun dalam iman; janji-janji-Nya meneguhkan dan menghasilkan sukacita yang penuh. Pergumulan hidup tidak akan pernah ada habisnya selama kita masih bernafas, tetapi firman Tuhan yang kita terima dengan sukacita akan menjadi sumber kekuatan bagi kita. Menikmati firman Tuhan adalah sebuah anugerah, sebab tidak semua orang bisa mengerti dan menikmatinya. firman Tuhan haruslah kita hidupi dan kita bagikan kepada orang-orang yang belum mengetahuinya.
Senin, 28 Oktober 2024 Pembacaan Alkitab: Yeremia 10–12 “IMAN KEPADA TUHAN YANG HIDUP” “TUHANlah yang menjadikan bumi dengan kekuatan-Nya, yang menegakkan dunia dengan kebijaksanaan-Nya, dan yang membentangkan langit dengan akal budi-Nya.” (Yeremia 10:12) Tuhan yang telah menjadikan bumi adalah Allah yang mulia dan agung. Dengan kuasa-Nya Ia memelihara dan mengatur semesta. Bagaimana mungkin Tuhan bisa dibandingkan dengan patung berhala, dewa-dewa, dan ilah-ilah asing? Pada waktu itu -melalui nabi Yeremia- Tuhan menyingkapkan kebodohan para penyembah berhala. Sebab orang Israel pada waktu itu menyukai jampi-jampi dan berbagai cara untuk mendapatkan pertolongan supernatural, terutama untuk ramalan atau melihat masa depan; ini adalah tiruan dari kebiasaan jahat orang kafir. Tetapi Tuhan menghendaki umat Israel menaruh iman kepada-Nya, percaya kepada kebijaksanaan dan pemeliharaan-Nya yang sempurna. Banyak orang mencari ramalan atau ingin tahu tentang masa depannya, hal ini disebabkan mereka tidak mempercayakan hidupnya secara penuh kepada jaminan Tuhan. Karena itu di zaman modern seperti saat ini pun hal-hal yang berbau mistis masih bertahan. Patung tuangan yang mati memang tidak memiliki akal budi, tetapi Iblis memakai sarana ini untuk menipu manusia yang bodoh. Orang percaya akan menaruh harapan akan masa depannya secara penuh kepada Tuhan. Kita memiliki Allah yang hidup yang menjamin hidup kita, Ia memelihara dan memberkati kita dengan segala kebaikan menurut cara-Nya yang ajaib. Tuhan Yesus memberikan kita hidup, yaitu hidup dalam kelimpahan saat kita ada di bumi dan hidup yang kekal di surga nanti. Oleh sebab itu, janganlah ragu kepada Tuhan, jangan berbalik dari-Nya. Milikilah iman yang semakin disempurnakan melalui pimpinan Roh Kudus dalam pengalaman pribadi berjalan bersama-Nya.
Minggu, 27 Oktober 2024 Pembacaan Alkitab: Yeremia 7–9 “Bermegah Karena mengenal TUHAN” “Beginilah firman TUHAN: “Janganlah orang bijaksana bermegah karena kebijaksanaannya, janganlah orang kuat bermegah karena kekuatannya, janganlah orang kaya bermegah karena kekayaannya, tetapi siapa yang mau bermegah, baiklah bermegah karena yang berikut: bahwa ia memahami dan mengenal Aku, bahwa Akulah TUHAN yang menunjukkan kasih setia, keadilan dan kebenaran di bumi; sungguh, semuanya itu Kusukai, demikianlah firman TUHAN.” (Yeremia 9:23-24) Dalam dunia yang gelap, penuh dosa, dan penderitaan ini, semua yang kita lihat akan segera berakhir dengan penghakiman di hadapan Tuhan. Alangkah bodohnya orang yang bermegah atas hikmat, pengetahuan, kekuasaan, kekayaan, dan apa saja yang mereka miliki. Hal-hal itu membuat mereka mengandalkan diri sendiri, menyeret mereka jatuh di bawah kuasa dosa, dan kelak akan menerima hukuman Allah. Orang Israel pada zaman nabi Yeremia bermegah atas kebijaksanaan para tua-tua, kekuatan tentara, dan juga atas kekayaan kota-kota mereka. Tetapi Tuhan tidak menghendaki umat-Nya memegahkan diri atas kemampuan mereka sendiri. Seharusnya Allah menjadi satu-satunya penolong Israel. Tuhan menghendaki umat-Nya memahami dan mengenal Pribadi-Nya. Pengenalan akan Allah berhubungan dengan tiga sifat utama: Pertama, Kasih Setia. Allah menunjukkan kasih setia kepada umat Israel yang terikat perjanjian dengan-Nya; mereka lemah, penuh dosa, dan membutuhkan belas kasihan Tuhan. Kedua, Keadilan. Tuhan adalah Sang Raja sekaligus Hakim Yang Adil. Tuhan menolong orang yang miskin dan lemah untuk mendapatkan hak mereka, sekaligus menghukum orang yang bersalah. Ketiga, Kebenaran. Hukum dan peraturan Allah adalah perjanjian-Nya; Ia menggenapi perjanjian dengan Israel, terutaman rencana keselamatan-Nya atas bangsa ini. Mari kita bermegah dengan cara yang benar, dengan cara yang disukai Tuhan. Milikilah pengenalan yang benar dan intim terhadap Pribadi-Nya.
Sabtu, 26 Oktober 2024 Pembacaan Alkitab, Yeremia 4 – 6 HUBUNGAN “Jika engkau mau kembali, hai Israel, demikianlah firman TUHAN, kembalilah engkau kepada-Ku; dan jika engkau mau menjauhkan dewa-dewamu yang menjijikkan, tidak usahlah engkau melarikan diri dari hadapan-Ku! (Yeremia 4:1) Kasih Allah akan umat-Nya sungguh luar biasa. Berkali-kali umat-Nya menyakiti hati-Nya, tapi Allah membuka kesempatan bagi umat-Nya untuk kembali kepada-Nya. Tidak perduli sudah sejauhmana umat-Nya menjauh bahkan menyakiti-Nya, tapi pintu kesempatan untuk menjalin kembali hubungan yang baik dengan Diri-Nya dibuka untuk umat-Nya yang sudah menyimpang dan yang sudah melakukan apa yang jahat dimata-Nya. Supaya dipulihkan dan melekat kepada-Nya kembali. Bagaimana bisa kembali kepada Allah? Dengan menjauhi dan melepaskan segala sesuatu yang membuat hati mereka condong kepada kejahatan. Segala dewa-dewa asing yang mereka percayai harus disingkirkan dan hati mereka tertuju kepada satu-satunya Allah penyelamat hidup mereka. Demikian juga dengan kita. Allah memanggil kita saat ini untuk mendekat kepada-Nya. Dan meninggalkan semua yang jahat serta hidup bersama-sama dengan Allah dalam hubungan yang erat dan akrab setiap hari di dalam anugerah dan dalam kasih setia-Nya.
Jumat, 25 Oktober 2024 Pembacaan Alkitab, Yeremia 1 – 3 PANGGILAN ALLAH “Sebelum Aku membentuk engkau dalam rahim ibumu, Aku telah mengenal engkau, dan sebelum engkau keluar dari kandungan, Aku telah menguduskan engkau, Aku telah menetapkan engkau menjadi nabi bagi bangsa-bangsa.” (Yeremia 1:5 ) . Tuhan sudah mengetahui kita bahkan tujuan hidup kita jauh sebelum kita dilahirkan. Suatu anugerah dan karya Tuhan yang luar biasa dimana Ia telah merancang tujuan hidup kita sejak awal bahkan sebelum kita ada di dalam dunia ini. Ketika Yeremia dipanggil oleh Tuhan untuk menjadi nabi atas bangsa-bangsa, maka Tuhan menyertainya. Sebagai manusia penugasan dari Tuhan ini bisa membuat Yeremia ragu karena keterbatasannya. Tapi ketika Tuhan memilih dan memanggil Yeremia, Tuhan juga memberikan Yeremia kemampuan untuk menggenapi rencana-Nya dalam hidup Yeremia Begitu juga dengan kita Ketika kita dipilih oleh Tuhan, maka Ia juga pasti akan menyertai dan memampukan kita untuk menggenapi apa yang Dia rencanakan dalam hidup kita.